Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Pertemuan pertama


__ADS_3

pukul 09.00 tepat di pagi hari itu Adam dan juga Rangga pergi menuju ke perusahaannya milik Daniel, karena memang hari ini adalah perjanjian bahwa mereka bakalan ketemu di tempat itu untuk membahas soal proyek kerjasama antara perusahaannya Adam dan juga Daniel.


Sesampainya di sana kondisi kantor mulai ramai Tetapi semua orang sudah menempati posisi masing-masing karena sudah memasuki jam kerja, Adam terlihat biasa saja tidak ingin mengagumi sesuatu meskipun di tempat itu ada banyak wanita cantik yang tengah menetap tak percaya ke arahnya.


penampilan pria itu bisa dibilang sangat perfeksionis tidak ada cacat sedikitpun bahkan nyaris sempurna sebagai ciptaan Tuhan, membuat siapa saja tidak menyangka kalau sebenarnya pria itu adalah seorang yang memiliki istri tetapi sayang karena kebodohannya di masa lalu membuat istrinya pergi meninggalkannya.


Wajah tampan kemudian karir bagus dan juga Memiliki segalanya belum tentu menjadi jaminan pria itu puas dengan pencapaiannya, Terkadang ia ingin merasakan yang namanya lebih bahkan ketika istrinya yang sangat cantik dan juga paket lengkap itu masih dirasa kurang karena mungkin akibat dirinya yang terlalu dipuja oleh banyak orang.


"Bagaimanapun caranya kamu tolong usahakan barang mata kurang ajar itu berhenti melihat ke arahku karena aku merasa risih, dan juga tolong kalau mereka berkunjung di hadapanku katakan saja kalau aku ini merupakan Pria beristri dan aku sangat mencintai istriku!"ujar Adam karena tidak perlu harus menggunakan cara untuk berbisik karena semua orang di situ pasti tidak paham dengan bahasa Indonesia yang dia ucapkan saat ini.


"tapi Tuan mata mereka itu banyak tidak mungkin saya harus menutup satu-satu mata mereka agar tidak melihat keadaan anda, seharusnya anda sadar kalau setiap Anda melangkah itu banyak sekali godaan Tetapi kalau Iman Anda kuat Percayalah apapun yang mereka lakukan bahkan sampai telanjang sekalipun Anda tidak akan pernah terpengaruh!"ujar Rangga yang ingin mengingatkan majikannya itu bahwa godaan ataupun setan itu sebenarnya ada di mana-mana tergantung dari pribadi tersebut kuat iman dan juga mental atau tidak.


Adam hanya diam mendengar perkataan dari pria yang ada di sampingnya saat ini sebab menurutnya Rangga sudah sengaja menyindir tingkah lakunya di Indonesia tetapi pertanyaannya Apakah pria itu sudah mengetahui semuanya sampai sejauh mungkin apa yang terjadi dan juga sedang terjadi di dalam hidupnya.


"Kamu Ternyata bukan hanya sebagai asistennya Papa di dalam berpikir tetapi sepertinya telinga kamu mendengar hal apapun dengan begitu baik, saya suka cara seperti begitu tingkatkan saja bila perlu sekalian menjadi pembawa acara gosip supaya Sesuai dengan standar! " sinis Adam sambil tidak menatap ke arah Rangga sedikitpun.


Rangga tersenyum mendengar kata sindiran dari Bosnya itu karena menurutnya Jika sesuatu memang harus didengarkan Kenapa harus Ditolak, toh tidak ada salahnya juga kan mendengarkan apapun mungkin bisa menjadi sebuah bahan pelajaran atau mungkin bisa ia bantu proses penyelesaiannya biar lebih cepat?


"Yah begitulah kelebihan Tuhan menciptakan mata untuk melihat dan juga telinga untuk mendengar, Jadi jika ada sebuah berita yang lagi viral ya Otomatis bakalan didengar oleh manusia sejagat maka dari itu hidup itu harus dinikmati kalau memang ada kesempatan ya gunakan saja! "jelas Rangga dengan begitu santainya sebab menurutnya untuk apa terlalu stress dalam menjalani hidup bukan kehidupan itu ikuti saja alurnya Nikmati saja prosesnya nanti suatu saat pasti bakalan sesuai dengan kehendak.


"Ya terserah dari kamu saja yang penting intinya pekerjaan sebentar harus selesai Tepat Waktu Karena saya butuh istirahat, Saya memang manusia pekerja keras tetapi bukan robot yang bisa diganti baterai Lalu setelah itu kembali pasang yang baru supaya bisa langsung bekerja saat itu juga!" perintah Adam serius karena sekarang mereka Tengah berada tepat di depan ruangan meeting dan juga di sana ada dia nah yang merupakan asisten sekaligus sekretaris nomor 2-nya Daniel sebab sekretaris nomor satunya pria itu adalah Amira.


Sarah yang kebetulan baru keluar dari ruangannya Amira bertemu dengan Adam dan juga Rangga terlihat begitu terpesona dengan penampilan Adam, dan dirinya yakin jika pria itu merupakan orang dari Asia sama seperti Amira sebab postur wajah orang Asia itu begitu terlihat jelas mulai dari rambutnya kemudian wajahnya.

__ADS_1


"Wah Amira Sepertinya harus mendengar dan juga melihat orang-orang ini soalnya mereka itu terlihat jelas Sepertinya dari Asia, Ya siapa tahu dulu pernah bertemu dengan Amira dengan begitu sahabat itu bakalan Punya Teman ngobrol yang bisa nyambung ? "batin Sarah tersenyum membuat Rangga menatap heran ke arah wanita yang ada di hadapannya itu karena tidak bergerak sama sekali yang ada Malah berdiri bengong.


"Permisi Miss apakah Tuan Daniel sudah ada di dalam, kami dari perwakilan Adiguna corporation mau mengadakan meeting dengan dia sesuai dengan janji waktu itu? "tanya Rangga kepada Diana dan Sarah ternyata belum minggat sama sekali dengan rasa keponya itu membuat Diana hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku rekan kerjanya itu.


"Oh Kebetulan sekali Tuan Daniel lagi briefing dengan asistennya di dalam ruangannya, Anda silakan masuk ke dalam ruangan meeting nanti tidak Berapa lama dia bakalan masuk juga mengikuti anda! "jelas Diana sambil membuka pintu ruangan meeting dan di sana sudah ada beberapa Kepala Divisi.


Adam mendengus kesal sebenarnya dirinya ingin melayangkan protes karena menurutnya briefing yang dilakukan oleh Daniel itu terlalu memakan waktu, Seharusnya dari tadi pagi pria itu sudah melakukan semuanya jadi di saat sekarang ini saat kalian tiba pria itu juga sudah ada dalam ruangan meeting.


Rangga tahu kalau Adam sedang emosi berusaha menenangkan pria itu dan juga membuat Adam tidak terlalu terbawa dengan keadaan, karena menurutnya pekerjaan menunggu itu memang tidak diinginkan oleh semua orang Tetapi kalau memang terpaksa dilakukan Ya tidak masalah.


"Maaf tuan kebiasaan di sini ya seperti itu jadi Saya harap anda sabar saja, karena selama ini Tuan Daniel tidak pernah mempermasalahkan ketika datang ke kantor dan kami sedang melakukan hal yang seperti ia lakukan saat ini! "bujuk Rangga membuat Adam menetap emosi ke arah asistennya Itu sebab menurutnya Rangga dari tadi itu sudah terlalu banyak menciptakan bahasa-bahasa yang tidak jelas yang mungkin entah benar atau tidak kejadiannya hanya pria itu saja yang tahu.


"Kebiasaan kamu sudah sama seperti mereka, Jadi kalau aku mau membantah kamu pasti bakalan punya alasan! Tingkatkan saja kelakuan kamu yang tidak jelas itu Dan Bila perlu lakukan saja sesuka hati kamu, nanti kalau apa yang kamu katakan itu tidak sesuai dengan kenyataan Kamu yang bakalan saya tindak saat itu juga! "tegas Adam lalu memilih duduk di tempat yang sudah disediakan kepadanya dan setelah itu memilih fokus dengan ponselnya.


"kalian berdua kok masuk secara bersamaan ke sini? Memangnya kalian curiga kalau kami berdua itu ada melakukan apa di dalam sini, sehingga datang untuk menciduk kami Lalu setelah itu menjadikan bahan pembicaraan? "tanya Daniel dengan tatapan matanya yang menyelidik membuat Sarah mendengis kesal sedangkan Diana hanya bisa menundukkan kepalanya karena menurutnya Ini gara-gara Sarah makanya dirinya juga kena semprot dari Daniel.


"maaf tuan saya ingin menyampaikan bahwa klien dari perusahaan Adiguna corporation sudah datang, dan mereka ingin bertemu dengan Anda saat ini juga karena kebetulan mereka sudah berada di ruangan meeting! "Daniel merasa biasa saja dengan nama Adiguna Corporation karena memang selama ini bekerja sama dengan mereka tetapi perbedaannya itu pada Amira.


"Adiguna Corporation? Maksud kamu yang ada di dalam ruangan Meeting itu adalah pemilik dari Adiguna corporation, Memangnya mereka Berasal dari mana Kalau aku boleh tahu? "tanya Amira penasaran dan Sarah langsung muncul ke depan untuk menjelaskan apa yang sudah ia lihat tadi.


"Ya ampun Amira entah kamu percaya atau tidak Ternyata pemilik dari Adiguna corporation itu adalah orang Asia sama seperti kamu, bahkan bisa dibilang mereka itu tipikal orang Asia sekali karena bentuk wajahnya kemudian rambutnya dan juga postur tubuhnya! "jelas Sarah yang begitu antusias sampai-sampai tidak sadar kalau saat ini Amira sudah tidak mampu berdiri lagi dengan benar menggunakan kakinya.


Daniel yang berada tidak jauh dari Amira langsung memegang kedua bahu wanita itu kemudian membantunya untuk duduk secara perlahan, dirinya merasa heran ketika Respon yang ditunjukkan oleh Amira mendengar nama Adiguna Corporation.

__ADS_1


"kamu baik-baik saja kan? kalau memang kamu merasa tidak enak badan lebih baik kamu ada di ruanganku saja biar aku dan juga Diana yang bakal menemui mereka, ya Meskipun semua presentasi untuk bertemu dengan mereka itu dikuasai oleh kamu tetapi saat ini Sepertinya aku tidak tega harus memaksa kamu untuk duduk lama-lama di ruangan meeting? "tanya dan dia yang benar-benar cemas karena takutnya jangan sampai orang yang ada dalam ruangan ini tim itu bakalan membuat kondisi psikisnya Amira bakalan terganggu.


Amira menatap nanar ke arah depan dengan tidak menghiraukan semua perkataan Daniel dan juga orang-orang yang ada di situ, Percayalah wanita itu benar-benar merasa guncangan yang begitu hebat meskipun Indonesia itu besar dan juga nama Adiguna itu banyak Tetapi entah mengapa kali ini ia merasa kalau Adiguna itu merupakan Sakti atau Adam.


Tetapi kalau Sakti Ya tidak masalah karena kepergiannya diketahui oleh mereka tetapi jangan sampai saat dirinya keluar ternyata itu adalah Adam, karena selama dirinya pergi dari Indonesia ia tidak pernah sekalipun berhubungan dengan kedua mertuanya sampai saat ini.


Tidak ingin menerka-nerka sesuatu yang tidak pasti Amira memilih untuk berada di dalam ruangan yaitu, meskipun perasaannya sangat tidak enak terhadap Diana yang bakalan harus bekerja keras untuk menghafal presentasi dalam waktu yang begitu singkat.


"kamu tidak apa-apa kalau menggantikan aku nanti saat bertemu dengan kalian itu, soalnya Sumpah aku benar-benar merasa lemah seketika mungkin karena efek kehamilan ini? "tanya Amira Tidak enak hati kepada Diana namun percayalah wanita itu selalu saja profesional di manapun ketika dibutuhkan meskipun dalam keadaan mendadak sekalipun.


"kamu jangan seperti itu dong! ini sudah merupakan resiko pekerjaan. Terkadang kita harus dituntut selalu siap sedia ketika hal yang tidak terduga terjadi, seperti saat ini kamu yang sudah menyiapkan persentasi dan bakalan melakukannya tetapi malah tidak bisa melakukannya dan aku yang tidak ikut campur dalam presentasi itu malah harus berdiri di depan untuk melakukan semuanya! "jelas Diana sambil mengusap bahu Amira pelan karena dirinya paling tidak tega ketika melihat Amira dalam keadaan yang begitu lemah seperti saat ini.


Sarah dari tadi hanya diam saja soalnya dirinya merasa ada yang janggal dengan perubahan sikap Amira dalam waktu beberapa detik saja, biasanya wanita itu terlihat kuat meskipun dalam keadaan sakit dan juga hamil trimester kedua dengan diagnosis tidak jelas dari dokter itu.


"kamu temani dia di sini biar nanti urusan yang di depan itu bakalan di handle oleh orang lain, kalau Amira kenapa-napa langsung saja masuk di ruangan meeting dan beritahukan saya supaya kita langsung mengurusnya!"perkataan Daniel yang tegas bahkan tidak memikirkan masa depan perusahaannya itu membuat Sarah dan juga Diana terharu karena mereka merasa bahwa kehadirannya Amira di tempat itu membawa perubahan yang amat sangat terhadap Daniel.


pria yang dulu cuek kepada lawan jenisnya sekarang terlihat lebih peka tetapi itu juga hanya dikhususkan untuk Amira kalau untuk wanita lain dirinya tidak peduli, namun bersyukur Amira mendapatkan perhatian dari orang yang tepat di saat dirinya tidak mendapatkan perhatian dari sang suami yang entah di mana dan modelnya Seperti apa karena Sarah tidak tahu sama sekali.


"Baik Pak, pokoknya Apapun yang terjadi Bahkan dia merasa keseleo sedikitpun saya bakalan memberitahukan kepada anda!"sahut Sarah sambil memberikan hormat membuat Amira ingin sekali tertawa karena menurutnya perkataan Sarah itu terdengar begitu berlebihan.


"ih kamu tuh terlalu berlebihan sekali masa iya hanya keseleo saja kok kamu malah membuat proyek jutaan dolar hangus, ada-ada saja deh kamu mau bilang Tapi lidah tidak ada tulangnya jadi kalau mau berbicara seenak jidatnya saja! "ejek Amira.


"Sudah kami pergi dulu ya! Kamu Ingat istirahat saja di ruangan ini tidak boleh melakukan hal apapun termasuk memeriksa berkas-berkas sialan itu, karena nanti setelah kembali dari ruangan meeting baru kita bakalan memeriksanya sama-sama hanya untuk saat ini jangan membebani dirimu sendiri! "perintah Daniel sesaat sebelum dirinya pergi meninggalkan Amira untuk menuju ke ruangan meeting di mana ada Adam dan juga rangka yang sudah menunggu mereka kira-kira 10 menit-an yang lalu.

__ADS_1


Amira hanya mengganggukan kepalanya pertanda paham dengan perintah yang diberikan oleh Daniel, Soalnya kalau ia membantah bisa panjang urusannya dan Daniel juga tidak akan pernah pergi bertemu dengan kliennya.


__ADS_2