Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Bercanda


__ADS_3

Mira tertawa mendengar pertanyaan yang dilontarkan ibunya itu sebab menurutnya Seharusnya dari awal Aida sadar sekarang itu dirinya dengan siapa, karena tidak mungkin ia berpergian dengan orang lain Jika akhirnya selalu Adam yang akan merecoki dirinya ke manapun akan ia pergi.


maka dari itu ketika mendengar kecurigaan dari Aida terasa begitu lucu dan juga sangat berlebihan, entah mungkin nanti jadinya seperti apa tinggal lihat saja.


"Ya ampun ibu kalau aku tidak pergi sama Mas Adam terus aku Perginya sama siapa, masa iya aku Perginya sama Surti yang ada kami bakalan tersesat dan juga habis di ongkos soalnya segala sesuatu kan harus pakai bayar? "jelas Amira sambil terkekeh geli tetapi Aida malah mendengus kesel.


Aida tidak suka jika sekarang Amira harus bergantung dengan Adam yang jelas-jelas dulu sudah mencampakkannya begitu saja, kalau menyebut nama orang lain Ya tidak masalah tetapi kalau menyebut soal Adam sungguh itu merupakan suatu hal yang membuat Aida sangat membencinya.


"ya tidak apa-apa kalau kamu sama Surti yang pergi kemanapun kalau memang kalian kekurangan duit yang ngomong sama aja sama Ibu nanti Ibu yang bakalan kirim, Tetapi kalau bergantung hidup sama manusia-manusia seperti dia itu lebih baik tidak usah sama sekali Nanti dia bakalan melakukan hal-hal yang membuat kamu merasa diremehkan seperti kemarin-kemarin! "jelas Aida Ketus tetapi Aida hanya bisa menggelengkan kepalanya karena menurutnya itu semua sangat masuk akal tidak perlu harus dipikirkan terlalu sebab Tidak ada salahnya sama sekali.


"ampun Ibu masa iya hal yang begini saja harus dipermasalahkan padahal simpel saja lo tinggal Biarkan saja dia mau ngapain Yang penting intinya aku baik-baik saja sekarang, kalau misalnya ibu permasalahkan dari awal seperti begitu terus yang ada kita yang bakalan pusing sendiri lah! "jelas Amira berharap agar Aidah paham jika sebenarnya Ia juga menghargai perasaan ibunya itu hanya saja untuk saat ini biarkan saja ia Jalani dulu kalaupun ke depannya Seperti apa Entahlah nanti yang terjadi barulah bisa ia katakan.


Aida hanya bisa menghela nafasnya kasar karena baginya Amira kalau seperti begini terus yang ada Adam bisa mengambil kesempatan dengan memanfaatkan kebaikan hatinya itu, padahal seharusnya sebagai seorang wanita Amira jual mahal sedikitlah biar Adam akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkannya dan setelah itu besok lusa dirinya bakalan berpikir dua kali untuk mengkhianati Amira karena sangat susah untuk memperbaiki hubungan yang pernah ia rusak sebelumnya.

__ADS_1


Akan tetapi kalau responnya seperti begini terus yang ada Adam bakalan biasa saja dan tidak terlalu merasa bersalah dengan apa yang pernah ia lakukan, seharusnya pria itu diberikan efek Jera agar kapok dan tidak akan pernah Mengulangi kesalahan yang sama dalam hidupnya dan juga menghentikan semua kegilaan yang pernah ia lakukan sampai-sampai tidak sadar posisi dan juga status.


"ibu itu bukannya tidak mau kamu menjadi istri yang menurut kepada suami dan juga istri yang selalu menghargai dan juga berada di samping suami kapanpun dan juga di manapun, hanya saja kalau suaminya seperti Adam itu Ibu rasa-rasanya sangat tidak rela kalau kamu harus baik-baik dengannya mengikuti apapun yang dia inginkan padahal akhirnya kamu juga yang bakalan tersakiti! "tegas Aida membuat Amira ya Otomatis tidak bisa membantah apa yang dikatakan oleh ibunya itu karena memang sangat masuk akal dan juga sangat benar sekali.


"aku juga bingung Bu harus meresponnya seperti apa Kalau akhirnya harus seperti begini, Dari awal aku memang tidak ada rencana buat selalu berdua dengan ya tetapi karena kenikmatan yang dia lakukan mau tidak mau kami akhirnya terperangkap di Pulau terpencil ini! aku tidak mungkin kabur Bu karena kami ke sini itu menggunakan jet pribadi milik keluarga Adiguna, Jadi kalau aku pulang tidak menggunakan alat itu ya Otomatis tidak akan bisa sama sekali kecuali ini berada di kota besar ya aku bisa dong memesan tiket pesawat lalu kabur! "penjelasan Amira itu membuat Aida menggelengkan kepalanya karena tidak percaya jika Adam begitu nekat sampai-sampai melakukan sesuatu hal yang sebenarnya sangat tidak masuk akal dan juga di luar Nalar.


"itu anak kemarin-kemarin tidak sadar nanti baru diperlakukan seperti begini akhirnya kembali sadar itu kan sama saja bohong, Lain kali kalau dia seperti begitu terus Biarkan saja tidak usah pedulikan sama sekali supaya dia bakalan capek sendiri dan alhasil berhenti! "omel Aida berharap agar ada mendengarkan apa yang dia katakan supaya pria itu berpikir dua kali untuk menyakiti Anaknya lagi.


Amira menatap ke dalam kamar tempat ada masih terbaring dengan kepala masih terbalut oleh perban dan dokter yang memeriksanya sudah keluar dari tadi karena ia berkata bahwa luka yang dialami Adam itu tidak sampai mengenai tengkorak kepalanya , jadi ya otomatis dia keadaannya baik-baik saja tidak perlu ada hal yang dikhawatirkan dengan begitu Amira sedikit merasa lega.


"Nanti kalau Mas adamnya sudah bangun baru aku bakalan ngomong ke dia seperti yang Ibu katakan tadi, Tetapi kalau misalnya dia menolak ya aku bisa apa paling hanya duduk diam doang nggak berani untuk membantahnya sedikitpun! "jelas Amira membuat Aida merasa gemas dengan Sikap yang ditunjukkan oleh anaknya itu yang menurutnya terlalu lembek dan juga mau saja diatur oleh Adam.


"Astaga Kamu ini kenapa sih semakin hari semakin susah untuk diatur untung juga kamu jauh Coba kalau sudah di dekat Ibu pasti ibu bakalan membawa kamu pergi sekarang juga, dan juga satu lagi kalau ibu paling tidak suka anak ibu itu dipermainkan untuk kesehatan kalinya seperti anak dari pria Kurang ajar itu! "perkataan Aida yang ambigu itu sedikit banyak Amira tangkap bahwa ini pasti ada satu pautnya dengan Franda dan juga Fadil.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan mereka Bu, apa sekarang mereka masih tinggal bareng sama ibu? Terus mereka malah menggunakan kesempatan ini untuk memeras ibu atau tidak, Soalnya kalau Beneran itu terjadi Aku sungguh-sungguh tidak ikhlas loh? "tanya Amira yang memang belum tahu sama sekali bagaimana kelanjutan hubungan antara Fadil dan juga Aida.


"ya Menurut kamu Ibu harus merespon Seperti apa jika ada orang-orang yang berani menyakiti anak ibu yang selama ini sudah Ibu jaga sepenuh hati dan ibu sayangnya, apalagi semua hal yang kamu alami ini ada berkaitan dengan mereka ya Otomatis Ibu usir dari rumah dan mengajukan gugatan cerai lah kepada pria aneh bin aja gitu! sekarang itu giliran kamu yang harusnya tegas seperti yang ibu lakukan Terserah mau nikah sudah puluhan tahun yang penting Intinya kalau tidak ada kenyamanan ya untuk apa dipertahankan, apalagi kalian yang menikahnya baru 2 tahun mau jalan tiga Ngapain juga kamu harus pusing sama sekali memikirkan perasaannya! "jelas Aida.


"Jadi ibu sudah bercerai sama Bapak, Ya Tuhan belum tentu kan Bapak itu sifatnya sama seperti Franda? "Amira memang melayangkan protes karena ia tidak tahu sama sekali kalau sebenarnya dalam sampai Franda melakukan perselingkuhan dengan suaminya itu disebabkan oleh perintah daripada yang tidak ingin hidup susah dan selalu ingin mendapatkan kemewahan makanya Ia menggunakan keranda untuk menjerat Adam agar bisa mendapatkan semua yang ia inginkan tanpa harus bekerja keras.


Aida merasa kesal dengan apa yang dikatakan oleh Amira itu, karena sudah tahu bahwa anaknya Fadil yang menyakitinya tetapi kenapa malah membela Fadil jelas-jelas sangat tidak berguna selama ini bagi keluarga mereka.


"Kamu ngapain membela orang itu yang jelas-jelas tidak berguna sama sekali untuk keluarga kita selama ini dan hidupnya seperti benalu saja sukanya menempel doang tanpa mau bekerja keras, anak tidak mungkin maju kalau sampai tidak ada orang tua yang mendukungnya dari belakang maka hal itu bisa terjadi dong!" jelas Aida.


"Astaga jadi Bapak yang menyuruh Franda untuk melakukan hal itu dengan Mas Adam dan artinya Franda juga yang menjebak Mas Adam agar mau berhubungan dengannya, Wah kalau begitu suamiku tidak bersalah dong Dan ini semua karena mentalnya yang kurang kuat dan alhasil mau saja berhubungan dengan wanita yang tidak berguna itu?"tanya Amira yang membuat Aida tambah gemas dengan apa yang dilontarkan oleh putrinya sebab menurutnya Amira itu kelebihan bodoh atau entah apalah itu sampai-sampai malah menganggap bahwa Adam melakukan hal yang benar dan hanya karena dijebak Akhirnya bisa tergoda.


"kamu Untung juga jauh loh Amira coba saja kalau ada di hadapan ibu saat ini Sumpah demi apapun Ibu bakalan langsung mencubit gemas kamu, aku bisa-bisa hanya kamu mengatakan bahwa Adam itu hanya korban padahal jelas-jelas perselingkuhan ini dia begitu menikmatinya dan terjadi berulang kali! Pikir nak pikir! Tolong jangan hanya menggunakan dengkulmu saja, dan alhasil orang bakalan menggunakan kelemahan kamu itu untuk membuat kamu menjadi orang terbodoh dan juga bisa saja dipermainkan! "omel Aida membuat Amira tertawa karena sepertinya ibunya itu memang sedang ingin marah-marah tidak jelas hari ini sampai-sampai harus mengatakan hal-hal yang sebenarnya sangat tidak masuk akal.

__ADS_1


"ya tadi itu kan Andaikan saja bu bukan memang kenyataannya seperti begitu, maksudnya aku selalu ingin berpikir positif thinking Apalagi aku sekarang sedang mengandung jadi ingin yang terbaik untuk Anakku biar persalinanku nantinya lancar!" jelas Amira yang memang tidak pernah ingin mempermasalahkan segala sesuatunya sebab menurutnya Kalau iya terlalu mengedepankan ego nanti hidupnya juga bakalan kesusahan karena tidak ada yang bakalan peduli ke depannya.


"kamu tidak pernah salah di sini dan juga kamu tidak pernah melakukan hal-hal yang dilanggar oleh agama yang bisa membuat langkah kamu ke depannya bakalan terhalang, justru kamu adalah orang yang tersakiti dan Tuhan tahu hal itu dia tidak pernah Menutup Mata melihat kesusahan segala macam umatnya Jadi sekarang itu kamu harus berpikir secara rasional kira-kira apa yang Adam melakukan itu masuk akal atau tidak?"Aida tidak tahu lagi harus menjelaskan Seperti apa agar anaknya itu paham.


__ADS_2