Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Tegas


__ADS_3

Andara bukan ingin menjadi orang tua yang keterlaluan hanya saja dirinya sangat tahu bagaimana pola pikirnya Daniel selama ini kalau sampai ya terlalu diam dan juga tidak pernah menggubris apapun yang dilakukannya di luar sana, Andara juga bukan tipe seorang ibu yang sangat posesif terhadap anaknya yang sudah besar yang jelas-jelas sebenarnya sudah bisa menentukan pilihan hidupnya sendiri.


Namun karena melihat pola pikir Daniel yang sangat tidak masuk akal dan juga meminta sesuatu yang sebenarnya itu terkadang tidak bisa diterima dengan akal sehat, maka dari itu wanita paruh baya tersebut memilih untuk lebih keras dan juga agar bisa mungkin dengan begitu dirinya bisa membimbing Daniel ke arah yang lebih benar lagi?


"sekarang dengarkan apa yang mama katakan tanpa boleh membantah apalagi coba-coba untuk mematikan ponselnya Karena Mama sedang tidak bercanda kepada kamu, pulang dan juga Jangan memikirkan soal jodoh karena kalau soal jodoh itu sebenarnya sudah diatur mau berada di ujung bumi sekalipun jika memang sudah ditakdirkan bersama dia bakal tetap menuju ke arah kamu tanpa banyak komentar dan bahkan bisa dibilang dia bakalan datang sendiri! "jelas Andara membuat Daniel mendengus kesal karena mamanya itu sepertinya tidak paham dengan pola pemikirannya dan juga sangat keterlaluan hanya untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.


"Mama Aku ini bukan anak kecil yang segala sesuatunya harus diatur dan juga sesuai dengan apa yang Mama inginkan, hidup itu hanya sekali aku tidak ingin menjadi orang yang akhirnya bakalan menyesali keputusan yang akan diambilnya dan juga segala sesuatu yang ada di dalam kehidupannya! "jelas Daniel ya Meskipun bisa dibilang dirinya tidak masalah tentang keputusan yang penting intinya apapun yang diharapkannya di dalam hidup berjalan sesuai dengan keinginannya dan juga intinya tidak pernah menyesali apapun keputusan yang sedang dilakukan mungkin dengan begitu hidupnya bakalan berjalan penuh dengan Kebahagiaan tidak ada yang namanya penyesalan apalagi nantinya berujung pada perbuatan yang tidak menyenangkan terhadap pasangannya sendiri.


"ya memang Mama tahu kamu bukan anak kecil lagi dan juga sudah besar serta bisa mengambil keputusan yang terbaik yang kamu anggap itu paling pas saat ini, hanya saja yang Mama tidak suka adalah kamu egois dan juga tidak pernah menghargai apapun yang orang tua katakan merasa diri bahwa keputusan yang kamu ambil itu adalah sesuatu hal yang paling benar dan juga tidak masalah jika orang lain tidak setuju! "jelas Andara karena benar-benar tidak suka dengan apapun yang dilakukan oleh anaknya itu saat berada di Indonesia dan takutnya jangan sampai Daniel malah menjadi Pebinor.


Daniel lebih memilih untuk mematikan panggilan tersebut ketika melihat ada mobil asing yang berhenti tepat di depan rumahnya Aida, dan ada seorang pria yang bisa dibilang lumayan tampan sih dan wajahnya itu seperti Idol k-pop membuat dirinya sedikit merasa was-was jangan sampai itu adalah orang yang juga ikut-ikutan mengejar Amira seperti dirinya.

__ADS_1


"berjuang untuk mendapatkan jandanya saja belum Ini malah ada saingan yang berikut-berikutnya lagi, semoga saja ini hanya pemikiranku saja dan orang itu mungkin Ya bisa dibilang kenalan Dari suaminya Amira?" ujar Daniel yang akhirnya hanya bisa melihat dari dalam rumah soalnya kalau misalnya ia keluar dan menampilkan wajahnya di hadapan Amira entah nanti Bagaimana tanggapan wanita itu tentang keberadaannya di situ.


Adam dari tadi berusaha membujuk istrinya agar mau makan soalnya kasihan juga kan bayi yang di dalam kandungannya yang dari semalam tidak mendapatkan asupan makanan sedikitpun, Sedangkan kebutuhan nutrisi untuk ibu hamil itu bisa dibilang lebih besar daripada ukuran orang normal maka dari itu ia harus bisa lebih waspada dan juga membuat Amira sadar bahwa saat ini sebenarnya dirinya tidak sedang sendirian ada nyawa lain yang harus ia penuhi kebutuhannya dan juga ada nyawa lain yang harus dia bisa agak agar tetap bertahan dan juga hidup di dalam rahimnya.


"sayang, oke aku salah Demi Tuhan Memang benar aku salah! hanya saja Tolong jangan menyiksa diri kamu seperti ini yang akhirnya membuat si utun bakalan kesusahan di dalam sana, dia masih kecil dia belum tahu apa-apa bahkan melihat matahari pun belum masa iya sudah harus menyiksanya seperti itu seolah-olah kehadirannya itu tidak pernah kita harapkan sama sekali! "minta Adam membuat Amira langsung mencoba untuk tersenyum karena memang benar apa yang dikatakan suaminya itu tidak salah hanya dirinya saja yang terlalu baper mungkin karena efek kehamilan membuat segala sesuatunya menjadi sebuah masalah besar.


"Maaf Mas, Aku tadi kayaknya terlalu cengeng sampai-sampai kelebihan lebay ya? Oke baik aku bakalan makan tetapi Ditemani sama kamu Bila perlu kita jalan-jalan keluar gitu biar maksudnya lebih tenang pemikirannya tidak galau-galau terus, soalnya aku juga sudah capek loh harus menangis harus memikirkan kebodohan kamu itu Bahkan kadang-kadang aku Sempat berpikir kira-kira suamiku bakalan bodoh lagi tidak ya seperti dulu! "ujar Amira sambil memberenggut kesal sampai-sampai membuat Adam speechless karena ternyata mood-nya orang hamil itu sangat berubah-ubah Bila perlu mungkin kalau dihitung dalam hitungan menit saja bakalan langsung berubah tidak seperti tadi.


"Aku capek loh galau-galau terus soalnya akunya galau tapi kamunya tidak pernah punya pengertian, lebih baik seperti begini saja deh hidup di bawah santai tidak perlu harus terlalu banyak mengeluh hanya untuk mendapatkan perhatian Soalnya kalau memang kamu melakukan kebodohan lagi ya aku bakalan melakukan seperti yang kamu lakukan itu!"Adam sebenarnya mau marah soalnya istrinya itu dari tadi hobinya hanya menyindir dirinya tetapi karena memang sesuai dengan kenyataan dia lebih baik dibiarkan saja siapa tahu dengan begitu wanita itu bakalan lebih puas dan tidak akan marah-marah lagi.


Aida tidak percaya ketika melihat anak dan juga menantunya itu sudah keluar dari kamar mereka sambil bergandengan tangan, Padahal kemarin saat mereka masuk ke dalam itu bahkan terlihat Amira begitu tidak suka ketika Adam akan menyentuh dirinya walau hanya secuil doang.

__ADS_1


"Udah marahannya tadi? kalau begitu lain kali jangan marahan lagi ya soalnya nanti paling hanya beberapa menit baikan lagi, itu sama saja buang-buang tenaga dengan melakukan sesuatu hal yang sudah bisa kita tebak ujungnya bakalan seperti apa! "Sindir Aida tetapi Amira hanya cengengesan saja.


"Aku capek Ibu kalau marah-marah terus sama dia sedangkan kesalahannya saja sudah lewat, terus kalau misalnya dianya tobat Ya tidak masalah tetapi kalau tidak nah aku yang bakalan capek dianya yang keenakan jadi lebih baik Dibawa santai saja! "jelas Amira cuek membuat Aida lebih memilih untuk menyelesaikan segala Urusannya di dapur Soalnya kalau berbicara dengan ibu hamil itu nanti kalau salah ngomong pasti bakalan menjadi malah Petaka.


"Oh Iya Bu,kira kira mau nitip tidak Soalnya kami berdua mau pergi cari makan di luar biar maksudnya mendapatkan suasana yang baru? "tanya Amira memastikan karena Aida sebenarnya belum terlalu sehat betul maka dari itu memerlukan makanan yang menjadi sumber tenaganya dengan begitu mungkin bisa merecovery tubuhnya kembali.


"Ibu tidak ingin pesan apapun cukup kalian pulang dalam keadaan baik saja dan juga tidak sedang saling mendiamkan satu sama lain dan juga pulang dalam keadaan tersenyum, hanya itu saja yang menjadi keinginan Ibu Sampai kapanpun jadi kalau mau pergi bersenang-senang silakan Nikmati saja kesenangan kalian karena Ibu bakalan mendukung apapun yang kalian lakukan. "jelas Aidah karena menurutnya ia tidak sedang ingin apapun di dunia ini yang ia inginkan ia hanyalah satu yaitu kebahagiaan yang Hakiki Bagi putri semata wayangnya tersebut sebab ketika melihat senyum Amira hatinya terasa begitu nyaman dan juga aman serta kehidupannya itu rasa-rasanya seperti sudah bahagia sekali Mungkin dengan begitu ketika ia mengikuti almarhum suaminya menghadap penciptanya hatinya terasa begitu lapang dan juga tidak ada ganjalan ketika urusan di dunia yang belum selesai sama sekali.


Amira juga Adam saat ini sudah pamit kepada Aida karena takutnya nanti dijam makan siang seperti itu jalanan bakalan macet dan mereka akan terlambat sampai di tempat, sebab mengingat kepadatan Ibukota yang sudah menjadi hal lumrah dan biasa di jam-jam sibuk maka dari itu lebih baik mereka mewaspadai hal tersebut dari awal daripada nantinya bakalan membuat mood ibu hamil itu tambah kacau balau kan bisa panjang urusannya.


oleh karena pemilihan waktu mereka yang sangat pas membuat keduanya tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di tempat restoran kesukaan Amira, wanita itu begitu antusias Karena setelah beberapa saat lamanya bisa kembali lagi dan merasakan kepiting saus Padang yang menjadi makanan kesukaannya dari dulu.

__ADS_1


"Mas, aku mau pesen kepiting saus Padangnya porsi jumbo tidak pakai lama dan juga usahakan Pakai nasi Tetapi hanya satu sendok saja dan juga masihnya harus ditaruh di dalam piring berwarna biru! kalau sampai Mas melakukan apa yang aku perintahkan tadi maka bayarannya aku bakalan tambah menjadi 5 kali lipat dan itu akan dibayar oleh suamiku, Tetapi kalau misalnya mas tidak bisa memberikan apa yang aku inginkan maka percayalah kalau makanan itu bakalan menjadi suatu hal yang gratis saat ini juga! "perintah Amira membuat Adam hanya bisa menepuk kepalanya perlahan soalnya menurutnya istrinya itu tinggalnya sangat absurd masa iya segala macam tempat makan pun diatur olehnya.


__ADS_2