Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
17


__ADS_3

aku heran kenapa sih *kamu itu sering bangat dengerin musik pakai headset. karna aku senang dengerin musik. hoo. apa kamu mau mendengar nya.


" boleh. riki pun melepas headset nya dan meletakan nya di telinga tia sebelah.


" waww musik nya bagus bangat ki pantas kamu suka bangat dengerin musik. hmmm. mereka berdua pun tersenyum.


..."di perjalanan tia pun tertidur di bahu riki, dan riki terus menatap tia dengan sedih, karna riki melihat begitu banyak bangat bekas luka di tubuh nya tia....


"wajah tia yang di tutupi oleh rambut nya yang panjang perlahan pun riki menyingkir kan nya. " dan riki pun juga menyentuh wajah tia yang malang.


" dan mencium kening nya karna melepas semua kerinduan nya selama ini kepada tia. "


..." dan riki jadi terbayang saat" mereka berdua saat masih kecil riki pun jadi senyum....


..." aku senang bangat tia bisa memeluk kamu seperti ini lagi, meskipun bukan sebagai rio, tapi aku senang bisa ketemu kamu lagi....


"maaf tia karna sikap aku sama kamu selama ini karna aku terpaksa melakukan nya, karna aku ngak mau kamu tau kalau aku ingin balas dendam pada papa kamu.


" karna kalau aku semakin dekat dengan kamu aku takut kalau aku ngak sanggup balas dendam atas kematian orang tua ku.


"maaf kan aku tia kalau suatu saat nanti aku akan membuat kamu kecewa sama aku kata suara hati.


..." dan riki pun jadi terbayang saat jaya membunuh kedua orang tua nya....

__ADS_1


" dan riki juga melihat kancing baju yang dia berikan pada tia waktu kecil dan tia masih menyimpan nya dan di jadi kan sebuah anak kalung "..


" tampa sadar air mata riki pun jatuh.


..." lama kelamaan....


"hari pun hujan lebat sedang kan tia masih tidur riki pun jadi ngak tega membangun kan tia dan riki pun juga melampui rumah tia,


..." sedang kan mama tia sudah menunggu nya dengan marah sedang kan mbok yem sudah menguatirin tia karna hari hujan lebat sedang kan hari sudah malam. "....


" hujan majin lebat sedang kan tia sudah merasa kedinginan riki pun menyelimuti denga jaket nya. "


..." mbok kalau tia pulang bilang sama saya. nya nyonya....


..."kamu kenapa tia. kenapa kamu tidak membangun kan aku dari tadi. soal nya aku tidak suka membangun kan orang yang lagi tdur."...


"ya ampun, berhenti pak kata tia dengan buru" sedang kan hujan masih sangat lebat riki juga ikut turun dan mengejar tia , "


" apa lo sudah gila, apa lo jgak liat hari masih hujan lebat. tapi aku harus pulang ki. nya aku tau tapi setidak nya kamu harus tunggu hujan berhenti.


" maaf ki aku harus pulang. apa kamu tau kita ada di mana sekarang. tia pun jadi diam " karna tempat itu agak jauh dari rumah nya.


..." sekarang ayo cepat ikut aku kita cari tempat berteduh. tapi aku harus pulang cepat ki. nanti aku akan mengantar kan kamu pulang....

__ADS_1


"tapi kamu ngak boleh seperti ini nanti kalau kamu pulang seperti ini kamu akan sakit, cepat ikut aku.


" tia pun mengikuti kata riki dan menunggu hujan berhenti....


..." lama kelamaan......


" hujan pun belum juga berhenti sedang kan tia sudag sangat gelisah sedang kan riki yang melihat itu jadi heran


"apa yang sebenar nya terjadi sama kamu tia suara hati.


sedang kan sarah sudah sangat marah menunggu tia dari tadi.


tia semakin gelisah karna takut mama nya akan marah tapi hujan pun belum berhenti semakin takut nya tia dia pun pulan dengan buru" meskipun masih hujan deras.


" dan riki pun mengejar nya sambil memangil tia tapi tia tidak menghiraukan panggilan riki dan terus belari.


..." lama kelamaan tia pun sampai di gerbang rumah nya dan tia pun menyuruh pak deno membuka gerbang....


"pak deno pun menjadi senang karna melihat tia sudah pulang. riki pun jadi senang karna tia sudah masuk kedalam rumah nya dengan aman.


" non" harus hati" sama nyonya. ya pak, tia masuk dulu. hemmm. pas tiba di pintu ruma tia pun menarik napas dalam".


..." untuk membuka pintu pas tia membuka pintu dia pun jadi terkejut melihat mama nya sudah berdiri di devan pintu menmengang rotan tia pun jadi terkejut. "...

__ADS_1


__ADS_2