
Rangga memilih mengantar Adam pulang ke tempat penginapan yang selama berada di sini disewa oleh Adam, karena pria itu tidak menyukai menyewa apartemen jika akhirnya bakalan ia tinggalkan Tetapi kalau penginapan ya Otomatis dirinya hanya numpang tidur lalu pergi kemanapun Ia suka.
Sesampainya di depan penginapan tersebut sebenarnya Rangga sedikit kewalahan untuk mengangkat tubuh Adam yang begitu besar, hanya saja sangat tidak masuk akal kalau ia harus meminta tolong orang lain sedangkan dirinya juga memiliki otot yang lumayan besar sama seperti miliknya Adam.
"ah Tuhan tolonglah hambamu ini kok bisa-bisanya punya majikan yang molor salah tempat seperti ini, bukannya mendapat keuntungan berlipat ganda malah yang ada nasibku tambah buntung sejak dia datang ke sini! "omel Rangga Yang bukannya setengah hati dan juga tidak ikhlas mengurus Adam hanya saja Percayalah batas fisik seseorang itu tidak bisa terlalu dipaksakan Kalau akhirnya nanti bakalan menyiksa diri sendiri dan juga membuat otot-otot menjadi tidak nyaman.
"Siapa yang menyuruh kamu bawa ke sini, Tadi kan saya suruh kamu bawa ke depan apartemennya Amira Soalnya saya mau menginap di sana?"tanya Adam yang tiba-tiba membuka matanya akibat mungkin karena tadi gerakan yang dilakukan oleh Rangga ketika memutar balikkan tubuhnya membuat pria itu mau tidak mau harus membuka matanya saat ini juga.
Rangga kebingungan harus menjawab apa sebab Memang dari awal ia tidak ada niatan Untuk mengantarkan Adam ke apartemen Amira saat ini, karena melihat Respon yang diberikan oleh Adam ketika tadi yang pergi meninggalkan apartemen Amira dengan wajah yang begitu tidak bersemangat layaknya orang yang lagi galau tingkat dewa.
melihat Rangga yang tidak merespon apa yang ia katakan membuat Adam otomatis langsung emosi dan juga merasa tidak terima, karena seharusnya Rangga dalam mengambil sebuah keputusan harus berbicara dulu kepadanya sebab Biar bagaimanapun ia punya keputusan sendiri yang harus diikuti oleh asistennya selama dirinya berada di negara ini.
"bukan begitu Tuan tapi tadi saya mengira mungkin anda tidak ingin kembali ke sana lagi soalnya Nyonya Amira menolak keberadaan anda, maka dari itu saya ingin menawarkan anda kembali di penginapan dan sedikit beristirahat agar otak anda lebih bisa mencerna semua yang terjadi Lalu setelah itu mengambil langkah yang terbaik! "Wah ternyata otak Rangga langsung bekerja di saat yang tepat dan otomatis ada mengerutkan keningnya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh pria itu yang menurutnya sangat tidak masuk akal sebab dirinya bukan anak kecil yang harus mengambil sebuah keputusan dipikirkan berjam-jam lamanya Lalu setelah itu barulah mengambil kesimpulan.
"pikiran saya itu yang mengatur adalah diri saya sendiri Bukannya orang lain termaksud kamu dan termaksud siapapun itu kecuali Amira, Jadi kalau kamu ada niatan untuk mengaturnya lebih baik ngomong dulu kepada saya entah saya menyetujuinya atau tidak! "tegas Adam yang benar-benar merasa Jengah ketika melihat Rangga yang sudah salah tetapi bersikap seolah dirinya yang paling benar dan keputusan yang ia ambil itu mutlak harus diikuti oleh siapapun.
__ADS_1
"ya karena kita sudah sampai di sini Jadi bagaimana kalau Anda masuk saja ke dalam lalu beristirahat dengan tenang, kan masih ada hari esok untuk bisa bertamu lagi ke rumah Nyonya Amira soalnya kasihan juga sekarang dia pasti sudah tidur! "tawar Rangga lagi.
"menurut kamu di sini itu perkataan kamu yang harus saya dengarkan atau perkataan saya yang harus kamu dengarkan? apa yang saya perintahkan tadi bisa tidak langsung kamu laksanakan tidak perlu harus berdebat ataupun memberi tawaran yang tidak jelas, karena kalau sampai menunggu hari esok Takutnya nanti pria itu bakalan mengatur semua kehidupan Amira dan aku tidak ingin hal itu terjadi! "ujar Adam emosi apalagi efek minuman yang tadi ia minum masih sedikit-sedikit menyerang sarafnya alhasil jika ada orang lain yang menyinggung perasaannya Ya begitulah dirinya bakalan berbicara secara.
Rangga hanya menghembuskan nafasnya kasar karena tidak percaya jika Adam itu merupakan seorang yang sangat keras kepala dan juga susah sekali untuk diatur, kalau seperti begitu kenapa kemarin-kemarin melakukan kesalahan jika akhirnya membuat orang lain yang bakalan kesusahan dengan apa yang ia lakukan itu.
"tapi kalau misalnya ke sana terus Nyonya Amira marah-marah gimana Tuan, karena saya yakin jika hal itu terjadi maka dia bakalan lebih membenci anda dari sekarang sampai nanti karena menurutnya tidak menghargai perasaannya? "tanya Rangga memastikan kira-kira jawaban apa yang bakalan diberikan oleh Adam dengan apa yang ia lontarkan barusan tadi.
Adam terlihat menghembuskan nafasnya secara perlahan Percayalah beban pikiran dan juga himpitan segala macam itu sepertinya tengah mengintip dadanya, sampai-sampai pasokan Oksigen yang masuk terasa begitu berkurang dan alhasil beginilah respon tubuh yang ia alami begitu tidak nyaman.
"apakah anda yakin membuat diri Anda sengsara seperti itu padahal di dalam sana ada ranjang King size yang begitu nyaman, menebus kesalahan sih boleh tetapi yang masuk akal Ya tidak masalah tetapi kalau akhirnya merugikan diri sendiri siapa yang menanti bakalan disalahkan? "tanya Rangga yang mencoba ingin membuka jalan pikirannya Adam agar tidak terlalu gegabah dalam mengambil keputusan dalam hidupnya dan alhasil semua orang yang di dalam lingkaran itu bakalan kesusahan akibat ulah pria itu.
"Tidak masalah aku yang dirugikan yang penting intinya apa yang kulakukan dulu bisa ditebus saat ini juga, dan aku tidak ingin kecolongan lagi dengan dia diambil oleh orang lain tepat di hadapanku!"sambung Adam lagi membuat Rangga mau tidak mau menyetujui apa yang diinginkan oleh pria itu sebab kalau tidak bisa dipastikan maka permasalahan tidak akan pernah beres.
"Baiklah tuan saya bakalan mengantarkan Anda ke sana Lalu setelah itu kita berdua yang bakalan tidur di depan pintu apartemennya Nyonya Amira sampai besok pagi, soalnya saya tidak mungkin membiarkan Anda sendirian dan alhasil bakalan dikira mempunyai niat yang tidak baik! "jelas Rangga membuat Adam menggelengkan kepalanya karena menurutnya permasalahan ini adalah dirinya yang melakukannya otomatis yang harus menebus kesalahan ya adalah dirinya bukan orang lain termasuk Rangga yang jelas-jelas tidak tahu apapun dan juga statusnya sebagai orang lain tidak ada dalam lingkup lingkaran rumah tangganya Adam dan juga Amira.
__ADS_1
"kamu tidak perlu berkorban sampai segitunya karena yang aku inginkan Amira melihat perjuangan, dan juga keseriusanku dalam berubah. Dan ingin mendapat maaf darinya, jadi tolong pahami tujuanku dan juga jangan mempersulit diriku untuk bisa berubah dan juga bisa bersatu kembali lagi dengan istriku. Meskipun hal tersebut sangat sulit untuk terjadi!"pinta Adam membalas membuat Rangga tidak bisa menolak lagi kemauan pria itu sebab memang sangat masuk akal dan juga tidak ada salahnya sama sekali untuk mencoba seperti yang diinginkan olehnya tadi.
karena jalanan lumayan sunyi membuat mereka berdua tidak memerlukan waktu yang lama untuk bisa segera sampai di apartemen Amira yang sudah terlihat sedikit sunyi meskipun ada sedikit pergerakan di situ namun tidak terlalu ramai seperti tadi maka dari itu membuat Adam dengan leluasa bisa beristirahat.
sebelum itu mereka meminta izin kepada satpam di situ dan juga Menjelaskan permasalahan yang dialami oleh Adam meskipun terkadang mengumbar aib dalam rumah tangga itu sangat berlebihan, tetapi jika memang diperlukan Tidak ada salahnya dong kalau melakukannya sebab jika tetap diam otomatis ya bakalan begitu saja tidak ada perubahan sama sekali.
setelah mendapatkan izin seperti yang mereka inginkan kini saatnya Adam tidur di depan apartemennya Amira hanya beralaskan tikar yang tadi diberikan oleh satpam, karena satpam tersebut tidak tega melihat perjuangan Adrian hanya untuk mendapatkan Maaf dari istrinya itu.
"maaf tuan karena anda tidak menginginkan saya ada di sini maka saya bakalan pergi tidur di mobil, Kalau Anda berubah pikiran ataupun ada sesuatu hal yang mendadak untuk dibutuhkan katakan saja saya bakalan datang secepat mungkin! "jelas Rangga karena tidak mungkin dirinya tidur di rumah dengan tenang sedangkan anak dari majikannya malah berada di luar rumah.
Adam hanya mengibaskan tangannya pertanda memberi kode agar Rangga segera pergi Soalnya pria itu terlalu banyak bicara dari tadi, alhasil dirinya tidak bisa beristirahat dengan tenang padahal sekarang yang ia butuhkan itu beristirahat dan juga berdoa semoga Amira tidak kenapa-napa.
Amira yang berada dalam apartemen merasa perasaannya itu begitu tidak nyaman seolah ada hal yang bakalan terjadi Tetapi apakah itu ia saja tidak tahu, belum lagi selama seharian ini dirinya hanya beristirahat saja akibat meminta izin kepada Daniel sebab tubuhnya benar-benar sedang tidak bisa diajak kompromi sedikitpun.
"Bik Surti aku kok merasa lapar ya? Gimana kalau kita beli jajanan di depan yang sepertinya penjualnya itu tidak tidur loh karena aku melihat dia pasang letter buka 1 * 24 jam, ya sekalian hirup udara segar soalnya benar-benar bosan hanya di dalam sini saja tanpa melakukan apapun seharian ini! "ajak Amira yang tentu saja Surti menolaknya sebab ibu hamil tidak pantas berada di luar rumah di jam hampir tengah malam seperti itu karena yang ada Amira itu bakalan cari penyakit sebab Biar bagaimanapun wanita itu juga sedang mengidap sindrom langka tetapi syukurlah bayi di dalam kandungannya tidak kenapa-napa dan Amira juga dalam keadaan selalu baik-baik saja.
__ADS_1