Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Bertemu Franda


__ADS_3

Aida yang sudah hampir setengah hari lebih berada di area Pemakaman dan cuaca saat itu juga sepertinya tidak mendukung karena akan turun hujan, membuat wanita itu mau tidak mau harus pulang ke rumahnya padahal Ia rencananya bakalan seharian berada di situ untuk menemani suaminya yang entah melihatnya atau tidak.


wanita itu berpamitan kepada penjaga makam sekaligus memberikan sedikit rezeki kepadanya, Kalau tidak ada penjaga makam itu otomatis pasti makan suaminya sudah dipenuhi rumputan liar dan juga tidak terurus sama sekali.


apapun pekerjaan seseorang Hormatilah pekerjaan itu yang penting intinya dia mau mencari uang dengan cara yang halal, karena pekerjaan yang halal itu terkadang selalu dianggap remeh oleh orang lain apalagi penghasilannya yang sangat sedikit..


"Ibu Aida mau pulang ya? "tanya penjaga makam itu.


"iya pak soalnya sudah mau hujan nih kayaknya, ini saya ada sedikit rezeki buat bapak dan juga saya mau ngucapin Terima kasih karena sudah mengurus makam suami saya selama saya tidak pernah ke sini! "ujar Aida sambil menyerahkan beberapa lembar uang berwarna merah tetapi penjaga makam itu mengangkat kedua tangannya pertanda ia menolak pemberian yang dilakukan oleh Aida.


"Tidak usah Bu itu lebih baik buat ibu pakai saja, soalnya saya sudah mendapat gaji dari pemerintah tidak mungkin juga kan saya harus menerima uang dobel?" tolak penjaga makam tersebut sopan.


"Tidak masalah orang lain juga tidak bakalan berprasangka buruk, karena ini murni saya memberikan kepada bapak hitung-hitung sebagai rezeki! "ujar Aida.


pria itu mengucapkan banyak kali Terima kasih karena ada yang mau memberikan sesuatu yang menurut mereka sedang berlimpah, dan dirinya sedang kekurangan merasa begitu bersyukur karena akhirnya ada orang baik yang mau menolongnya.


"kalau begitu saya permisi dulu ya Pak hati-hati bekerjanya." pamit Aida meninggalkan tempat itu.


pria yang sudah bisa dibilang tidak mudah lagi itu sebenarnya merasa kasihan terhadap Aida dan juga Amira, karena dirinya tahu bahwa kedua Wanita itu sangat menyayangi pria yang ada di dalam makam itu hanya saja Tuhan lebih menyayangi ciptaannya sehingga ia mengambilnya kembali.


"Terkadang orang baik itu lebih banyak cobaannya daripada orang yang jahat, karena mereka selalu bersyukur meskipun Tuhan memberikan cobaan yang begitu banyak. Maka dari itu terkadang orang baik lebih sedikit daripada orang jahatnya di dunia ini, hanya saja saya doakan semoga Ibu Aida dan juga Mbak Amira hidupnya selalu bahagia dan juga selalu menebarkan kebaikan! "ujar pria itu dalam hati.


Aida meninggalkan tempat tidur lalu memilih untuk kembali ke rumahnya, meskipun di sana begitu sunyi tetapi di tempat itulah tujuan dirinya untuk pulang.


Fadil yang sedang berada di kediamannya Adiguna merasa emosi, ketika satu pun penghuni rumah tidak ada yang merespon keberadaannya. Percayalah dirinya semalam itu harus menahan kedinginan, dan juga menahan haus tetapi satupun tidak ada yang peduli.

__ADS_1


"ini manusia semua yang katanya orang kaya tapi kok pelitnya minta ampun, setidaknya menyuruhku masuk kemudian menjamu Ku makan bukan malah membiarkan sendirian di sini. "Sungut Fadil yang melupakan jika sebenarnya kehadirannya di situ sangat tidak diharapkan bahkan pria itu yang dengan senang hati datang ke tempat itu sendirian tanpa ada yang mengundang ataupun memintanya untuk datang.


Adam sebenarnya dari tadi itu Anda keluar rumah karena biar bagaimanapun selama dirinya sakit perusahaan tidak terurus sama sekali, dan juga ya harus bertemu dengan orang yang biasa mengurus masalahnya secara langsung untuk membantunya mencari Amira sampai ketemu.


Namun dengan keberadaan Fadil di depan rumahnya membuat ruang gerak pria itu terasa begitu sempit, apalagi pria seperti Fadil itu super nekat pasti bakalan menghalalkan segala cara agar dirinya bisa mengikuti kemauannya.


Dina dan juga Sakti yang berhendak pergi dari situ pun mengurungkan niat mereka, karena mereka ingin melihat Bagaimana sikap yang ditunjukkan oleh Adam terhadap Fadil nantinya.


Biar bagaimanapun sumber masalah di rumah ini adalah berasal dari Adam dan juga kelicikan dari Franda dan juga bapaknya itu, maka dari itu jika mereka membiarkan Adam sendirian tidak menutup kemungkinan bahwa Fadil dan juga Franda pasti bisa mempermainkan Putra mereka itu lagi.


"Kita dulu kenapa yang menyekolahkan Adam tinggi-tinggi, jika akhirnya menjadi pria bodoh? Setidaknya dia bisa membedakannya Mana wanita yang baik dan juga tulus, serta wanita yang hanya mau hartanya saja! Kalau sudah seperti begini kita tidak bisa bergerak sama sekali kan, soalnya takutnya nanti mulutnya Fadil yang ember itu bakalan bocor ke sana kemari untuk membuat publik menjadi tahu kelakuan Adam! "omel Dina yang memang benar-benar emosi dengan apa yang terjadi sekarang karena dirinya merasa ruang geraknya menjadi sempit akibat masalah yang dilakukan oleh Adam.


"ya biarkan saja dia mau ngomong sampai di mana, Kalau capek pasti bakalan berhenti sendiri kok! Kalau kita merespon terus yang ada kepala kita yang bakalan puyeng, sedangkan Adam biasa saja."Sakti sekarang sudah tidak terlalu peduli lagi dengan putranya Itu sebab menurutnya Adam itu sudah besar melakukan kesalahan saja bisa masa iya memperbaikinya tidak mampu.


Fadil yang sudah seharian penuh berada di tempat itu kini mulai tidak bisa lagi bertahan, karena jangan lupakan jika manusia itu bisa menahan lapar tetapi kalau haus itu susahnya minta ampun.


Franda yang malam ini tidak bisa tidur dengan nyenyak menjadi emosi ketika ia baru dapat tidur ternyata ada yang menelponnya, mau tidak mau ia harus mengangkat panggilan tersebut karena jangan sampai Fadil ingin menyampaikan berita terbaik soal kepergiannya ke rumahnya Adiguna.


Semalam sebelum Fadil pergi ke rumahnya keluarga Adiguna dirinya sudah sempat mengatakan hal itu kepada Franda, dan percayalah Franda otomatis sangat mendukungnya karena dirinya juga tidak ingin menjadi orang yang miskin dengan tidak punya apapun yang bisa untuk dibanggakan.


"Iya halo Pak bagaimana?"tanya Franda yang begitu penasaran dengan berita terbaru dari Fadil.


"Gagal total Neng!"jelas Fadil tidak semangat.


Franda mendengus kesal ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Bapaknya tersebut, karena dari semalam ia sudah membayangkan hal-hal yang bakalan dibeli nantinya ketika dirinya sudah mempunyai uang.

__ADS_1


"Ya kalau gagal kenapa harus menelponku, aku pikir Bapak berhasil kalau tidak ya sudah aku matikan panggilannya!"ujar Franda kesal membuat padi langsung Segera berteriak dari seberang.


"Jangan seperti begitu dong kamu datang dan menjemput Bapak di sini, ini rencana kita berdua Kenapa kamu seolah-olah lepas tangan?"tanya Fadil yang jelas tidak terima.


Franda tentu saja tidak terima ketika bapaknya itu meminta dirinya untuk datang menjemputnya di kediamannya Adiguna, karena dirinya masih ingat betul dengan ancaman yang diberikan oleh Adam kepadanya waktu tempo hari.


"Bapak naik taksi saja kan bisa, kenapa harus menyuruhku menjemput segala?"tanya Franda yang masih tetap pada pendiriannya kalau ia tidak akan pernah mau menjemput Fadil di kediamannya orang tuanya Adam.


"kamu Pikir bapak punya uang? Coba saja kalau semalam kamu kasih buat uang taksi, pasti Bapak juga tidak akan pernah menelepon kamu. Ayo cepat sekarang bergegas datang jemput Bapak, soalnya Bapak sudah benar-benar kelaparan dan juga kedinginan!"perintah Fadil yang tidak ingin dibantah oleh Franda membuat wanita itu mau tidak mau mengikuti apa yang diinginkan oleh Bapaknya tersebut.


"Ais Bapak ini ada-ada saja deh, masa menyuruh aku untuk pergi menjemput ke rumahnya Adam sih? Apa dia tidak tahu kalau aku itu kemarin dulu baru saja diancam oleh pria itu, entah nanti kalau misalnya bertemu dengannya muka aku ini mau taruh di mana? "Franda memang benar-benar sedang dalam mode ketakutan ketika bertemu dengan Adam nantinya karena melihat kemarahan yang terpancar dari pria itu sepertinya ada memang benar-benar sedang marah kepadanya.


Mau tidak mau Franda tetap harus pergi untuk menjemput Bapaknya, meskipun hati kecilnya menolak melakukan hal itu karena dirinya yakin pasti bakalan bertemu dengan orang-orang yang sengaja ingin Ia hindari.


Sesampainya di sana terlihat Fadil Tengah berdiri di gerbang, sedangkan Adam Tengah menatapnya dari atas jendela kamarnya.


Pria itu memicingkan matanya ketika melihat Franda turun dari mobil yang dibelikan olehnya untuk wanita itu, Adam merasa sedikit was-was jangan sampai Randa dan juga Fadil bakalan mengamuk dan membuat tetangga bakalan heboh.


"Awas aja kalau dia datang dan membuat keributan di rumahku, karena aku bakalan menyeret mereka berdua di kantor polisi!"gumam Adam dalam hati dan tanpa sadar jika tatapannya kini bertemu dengan Franda jika dulu hatinya bakalan bergetar Percayalah sekarang dirinya sudah seperti mati rasa terhadap wanita itu.


"Wanita modelan seperti begitu, Kok dulu membuat aku sampai bisa menyia-nyiakan Amira?"batin Adam yang tidak percaya sama sekali dengan kebodohan yang pernah ia lakukan dulu.


Penyesalan itu terkadang datangnya belakangan dan setelah menyadari akan terasa betapa malunya, namun semua sudah terjadi mau melupakannya sepertinya susah karena itu sudah merupakan bagian yang pernah dilewati.


Franda hanya menundukkan kepalanya tidak berani lagi menoleh ke arah Adam yang tengah memasang tatapan horornya dari dalam kamarnya itu, karena dirinya sangat takut jika Adam kali ini bakalan melakukan hal nekat karena dirinya yang selalu muncul di hadapan pria itu.

__ADS_1


"Ayo Pak cepetan naik ngapain sih lelet segala? Nanti kalau ada masalah baru yang timbul kita juga yang bakalan kesusahan untuk bergerak, ini sudah merupakan kali terakhir datang ke sini soalnya Bapak jangan lupa kalau mereka itu punya kekuatan untuk membuat kita yang benar jadi salah!" Ujar Franda.


__ADS_2