Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Om My God


__ADS_3

semua orang tentunya penasaran dengan keadaan Surti Saat ini apalagi wanita itu sedang berada di negara asing sendirian, kalau misalnya dia baik-baik saja Ya tidak masalah tetapi kalau dia kenapa-napa di sana tentu saja Amira yang juga bakalan kena batunya.


Tetapi Amira lebih merasakan penasaran yang amat sangat ketika Surti tadi itu seperti Tengah berada di negara Indonesia karena terdengar dari terdiam teriakan para pedagang keliling, yang selalu menjajakan dagangan mereka dengan mengeluarkan suara yang begitu Dahsyat agar mungkin semua orang bisa mendengarnya meskipun jaraknya yang lumayan jauh.


Adam dari tadi juga sebenarnya merasa ada yang tidak beres dengan istrinya karena semenjak berbicara dengan Surti terlihat Amira lebih banyak diamnya, seolah-olah telah memikirkan sesuatu yang mungkin sedang mengganggu pemikirannya saat ini.


hanya saja kalau sekarang Amira tidak ingin berbicara dengannya Ya tentu saja Ia juga tidak punya keberanian untuk bertanya, sebab takut nya mood ibu hamil itu kan selalu berbeda-beda nanti bukan jawaban yang didapatkan tetapi sesuatu yang Sangat tidak nyaman bagi keduanya.


"tadi Surti ngomong ke kamu apa Nak sampai-sampai kamu kok jadi seperti begini, kalau memang ada sesuatu hal yang tidak baik atau yang mengganjal dalam pikiran kamu ya sudah tolong ngomong supaya kami semua bisa dengar kemudian kita bisa mencari jalan keluarnya?" Tanya Aida penasaran .


Amira menggelengkan kepalanya karena sebenarnya Ia juga tidak punya jawaban yang pasti tentang pertanyaan yang dilontarkan oleh ibunya itu, karena kalau memang dirinya punya jawaban ya Otomatis tidak ada pertanyaan lanjutan seperti ini dan juga Mungkin ia tidak perlu harus cemas ini.


"sebenarnya tidak apa-apa juga sih soalnya tadi ngomongnya dengan ada bicara yang biasa saja seolah-olah memang tidak terjadi apapun kepada Bibi Surti, hanya saja yang aku bingung aku tadi sepertinya aku mendengar suara pedagang bakso dan itu kalau misalnya di Prancis kan sepertinya suatu hal yang mustahil kan?"jelas Amira sambil mengerutkan keningnya karena memang wanita itu dilanda kebingungan yang sangat mengganggu pikirannya tetapi ia tidak bisa melakukan apapun.


semua orang tertawa ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Amira Itu sebab menurut pikiran mereka mana ada di Perancis terdengar ada pedagang bakso yang sedang mendorong gerobaknya keliling, penjual seperti itu hanya ada di kawasan Asia terlebih Indonesia yang hobinya selalu saja berpindah-pindah tempat perdagangan tidak menonton satu tempat saja sebab Mungkin ada orang yang ingin berbelanja tetapi tidak ingin keluar rumah maka dengan itu pedagang tersebut yang akan menjajakan jualannya secara langsung.


"Ya ampun Amira kamu ada-ada saja deh! Mana ada Nak, Di Prancis sana orang berkeliling untuk jualan bakso? Masa Iya Bibi Surti pindah kota dalam waktu beberapa menit saja tanpa memberitahukan kamu, karena selama ini kan kalau dia mau melakukan apapun pasti bakalan ngomong ke kamu jadi kalau misalnya dia diam saja itu rasa-rasanya sangat mustahil?" Tanya Dina.


"ya Masa aku bohong dan juga memastikan kalau pendengaran aku tuh tidak salah tadi Saat mendengarkan semuanya, tapi tidak masalah lah Karena posisinya dia selalu baik-baik saja di sana Dan tidak perlu membuat kita cemas secara berlebihan karena tadi dia sendiri yang ngomong kok!" jelas Amira yang memilih untuk bersikap biasa saja.


Semua orang tentu saja tidak berani membantah apa yang dikatakan oleh ibu hamil itu, karena itu sama saja dengan mereka mencari perkara dan semua orang sudah sangat tahu bagaimana perasaan ibu hamil ketika apa yang ia katakan malah dibantah.

__ADS_1


"Kalau kamu mau aku bisa menyuruh kamu untuk melacak nomor teleponnya Bibi Surti sekarang, mungkin dengan begitu kamu bisa merasa lebih tenang dan juga tidak terlalu memikirkan keberadaan dia?" tawar Adam.


Adam sengaja melakukan hal itu agar mungkin Amira bisa lebih tenang dan tidak terlalu cemas berlebihan seperti saat ini.


Sebab suami manapun Tentu saja tidak akan tenang jika tahu bahwa istrinya itu sedang memikirkan sesuatu di tengah kondisinya yang seperti saat ini, Dan ini semua ia lakukan agar Amira lebih rileks dan juga lebih tenang tidak terlalu menampakan wajah yang seperti saat ini.


"Aku rasa tidak perlu karena Toh kalau memang dia sudah kembali ke sini Pasti dia bakalan datang dan mencariku, dan juga dia itu bukan tipe orang yang sukanya membuat orang lain merasa panik dengan apa yang dilakukan jadi lebih baik sabar saja!" Tolak Amirah.


Adam tidak bisa berbuat banyak ketika melihat penolakan yang dilakukan oleh istrinya itu, karena biar bagaimanapun semua pilihan ada di tangan Amira yang jelas-jelas sudah bisa membuat keputusan di dalam hidupnya.


"Ya sudah Pak,ayo kita pergi ke Rumah Sakit xxxx supaya bisa bertemu dengan Mbak Amiranya secara langsung karena kebetulan Ibu Aida juga lagi sakit!" Ajak Surti.


Pria itu tentu saja tidak akan menolak ajakan yang dilakukan oleh Surti tadi, sebab memang tujuannya datang ke tempat itu yaitu Bertemu dengan wanita yang sudah berhasil membuat hidupnya menjadi tidak berwarna karena mau melakukan apapun rasanya sangat tidak bersemangat sama sekali.


Cahaya Hari ini datang ke rumah keluarga Smith karena ia ingin sekali bertemu dengan Daniel sebab dirinya Sudah beberapa hari ini akan kantor tetapi tidak bisa bertemu dengan pria itu, padahal Ia sudah rela mewakili Papanya untuk membahas soal kerja sama mereka tetapi rasanya itu semua sangat mustahil karena yang muncul di kantor itu hanyalah Michael.


Belum lagi ketika ia harus bertemu dengan pegawai setianya Daniel yaitu Sarah dan juga Diana yang jelas-jelas menatap tidak suka ke arahnya, mungkin mereka sedang menyimpan dendam sampai saat ini akibat dulu Cahaya sengaja mendorong Amirah sampai wanita itu masuk di rumah sakit padahal jelas-jelas Amira waktu itu dalam kondisi hamil muda.


"eh kutu loncat Ngapain kamu ke sini, kan sudah kami bilang Kalau Pak Daniel itu sudah beberapa hari ini tidak mau masuk kerja mungkin karena feelingnya sedang kuat yaitu merasa yakin ada pengganggu di sekitarnya? "tanya Sarah sinis seolah-olah bertingkah seperti seorang wanita yang tidak terima ketika kekasihnya ada yang mencoba untuk mencari perhatian kepadanya


Cahaya adalah tipe orang yang jelas-jelas tidak akan pernah tertipu apalagi mau saja mempercayai perkataan orang lain, maka dari itu ketika mendengar perkataan dari Sarah ia merasa itu seperti sebuah penghinaan kepadanya dan otomatis ia Tentu saja tidak menerima jika hal itu terjadi.

__ADS_1


"Eh kamu itu hanya pegawai rendahan di sini dan tidak pantas untuk memberikan perintah apalagi menyuruhku pergi dari kantor calon suamiku, kamu lihat saja ya nanti setelah aku menikah dengan Daniel orang pertama yang bakalan aku suruh keluar dari tempat ini yaitu kamu Dan setelah itu kamu! "sinis Cahaya tidak mau kalah sambil menatap tajam ke arah Diana dan juga Sarah Yang sepertinya tidak gentar dengan ancaman yang dilakukan oleh wanita itu.


"Wah jadi ceritanya kamu menghina aku karena aku ini hanyalah seorang pegawai rendahan yang tidak pantas untuk diperhitungkan kehadirannya, asal kamu tahu saja ya kalau aku ini bukan anak kecil yang bisa saja kamu permainkan dan juga kamu jatuhkan Harga Diriku sampai segitunya! Kami memang pegawai rendahan di sini dan juga bisa dibilang tidak ada harganya sama sekali, tetapi pertanyaannya kamu bisa apa dengan memecat kami dari sini padahal jelas-jelas pekerjaan kami itu sangat kompeten dan juga berguna? Pak Daniel saja dari dulu sampai sekarang tidak ada niatan untuk memecat kami Kenapa kamu yang jelas-jelas orang asing malah begitu percaya dirinya, Lain kali itu percaya diri sih boleh tetapi jangan berlebihan karena nanti jatuhnya itu akan mempermalukan diri sendiri! "jelas Sarah lalu segera kembali ke meja resepsionis dan sibuk dengan segala macam berkas yang masuk tidak peduli dengan Cahaya yang sedang menatap kesal ke arahnya karena menurut Sarah biarlah Cahaya melakukan semua itu nanti kalau capek juga pasti bakalan berhenti sendiri.


"dasar wanita aneh menggunakan kekayaan orang tua hanya untuk menyombongkan diri, coba kalau itu semua merupakan hasil keringat sendiri seperti yang aku miliki sekarang ya pantas dong kalau aku Bergaya bukan seperti dia masih numpang hidup saja nyelenehnya minta ampun! "omel Sarah Tetapi hanya dalam hati saja soalnya kalau berkata secara langsung rasanya itu hanya akan membuat perang dunia terjadi.


Cahaya sudah memarkirkan mobil sport kesayangannya tepat di halaman rumah dari Andara yang penuh dengan berbagai macam Mawar Merah, wanita itu merupakan salah satu pecinta Mawar Merah jadi setiap sudut rumah itu pasti bakalan diisi dengan tanaman Berduri tetapi berbunga yang sangat indah dan menjadi ikoniknya dunia ketika seseorang sedang menyatakan perasaannya.


"Pagi Tante, Bagaimana keadaannya? Kayaknya semakin hari semakin cantik saja deh, sampai-sampai aku yang masih muda pun merasa iri karena mau memakai Skin Care model apapun tetap seperti begini saja? " Nah orang kalau lagi cari muka itu seperti itu selalu saja memuji sesuatu secara berlebihan padahal terkesannya itu seperti sedang mengejek.


Andara tersenyum kecut karena dirinya tahu arti dari kedatangan Cahaya ke rumahnya saat ini, tentu saja bukan untuk bertemu dengan dirinya ataupun membahas kerjasama dengan Michael tetapi pasti ingin bertemu dengan anak semata wayang di keluarga itu.


"Oh my God ini orang tiba-tiba datang rasa-rasanya hidupku bakalan rusak saat ini juga, soalnya dia kan sukanya membuat banyak permintaan yang aneh-aneh bahkan bisa dibilang tidak masuk akal sama sekali? Kenapa juga tadi tidak ada tsunami di luar sana supaya Mungkin dia tidak jadi datang, dan juga kenapa aku mau berlama-lama di sini Jika akhirnya bakalan menerima tamu yang tidak diharapkan sama sekali kehadirannya? "Andara merututi nasib yang tengah menimpanya bukan karena tidak mampu menghadapi Cahaya sendirian hanya saja ia benar-benar tidak ingin berdebat.


"Ah kamu bisa aja Sebenarnya kamu mau jujur pun tante tidak akan pernah mempermasalahkannya kok, karena sama saja mau pakai Skin Care model bagaimanapun dan harganya pun walaupun setinggi langit kalau aslinya sudah buluk ya bakalan tetap buluk! "ujar Andara sambil tersenyum karena sekarang terlihat perubahan raut wajah dari Cahaya yang sepertinya mungkin tersinggung dengan apa yang ia katakan tadi.


"Oh iya ngomong-ngomong kok rumah ini kelihatan sepi sekali loh Memangnya semua orang pada ke mana, Terus tadi aku ke kantor Daniel Kok tidak ada apa dia ada urusan di luar kota?" tanya Cahaya celingak celinguk mencari keberadaan Daniel yang jelas-jelas tidak tampak batang hidungnya di manapun.


Andara hanya bisa menghela nafasnya secara perlahan karena ia yakin Memang dari awal tujuan Cahaya datang ke tempat ini yaitu bertemu dengan anaknya, tidak tahukah wanita yang ada di hadapannya ini kalau sebenarnya Daniel itu sedang pergi berusaha mengejar istri orang entah nanti wahai Bagaimana hasilnya dirinya tidak bisa menebak secara pasti.


"Oh tadi ceritanya kamu dari sana? Memangnya kamu tidak ketemu sama Suaminya Tante, soalnya tadi kan dia ada sempat ke kantor? "Andara bukannya menjawab pertanyaan dari Cahaya dirinya malah menanyakan balik ya mungkin Siapa tahu Cahaya bakalan lupa akan topik awal dan akhirnya membahas sesuatu yang tidak perlu dibahasnya.

__ADS_1


"ya tidak sempat soalnya kan tidak sampai ke dalam ruangannya Om Michael karena di sana ada klien yang sedang berada di dalam ruangan, aku hanya bertemu sama yang bekerja di bagian informasi yaitu wanita sombong berambut pendek itu dan juga yang aku ketahui dulu bekerja sebagai sekretarisnya Daniel itu siapa sih namanya Kalau tidak salah Diana ya? Kata mereka kalau Daniel itu sudah berapa hari ini tidak masuk dan juga mereka tidak tahu dia ada di mana sekarang, maka dari itu karena merasa cemas akunya datang menyusul ke sini Ya siapa tahu mungkin tante tahu di mana keberadaan Daniel soalnya kan di manapun Aku cari pun tidak bisa menemukannya? "ujar Cahaya memastikan membuat Andara benar-benar frustasi karena tidak tahu lagi harus menjawab apa.


"Sebenarnya Tante itu juga tidak tahu dia ada di mana sekarang soalnya kan kamu sendiri tahu kebiasaannya ada niat itu kalau mau pergi tidak pernah ngomong dulu, ya lebih baik daripada kamu mencari sesuatu yang tidak ada kepastian kamu kerja membantu orang tua kamu atau Bila perlu melakukan sesuatu yang berguna karena sama saja mau kamu cari di mana pun kalau Danielnya tidak ingin dicari tetap tidak akan pernah kita ketemuan?"saran dari Andara itu sebenarnya masuk akal hanya Cahayanya saja yang sepertinya enggan untuk menerimanya dan mengakui semuanya.


__ADS_2