Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
END


__ADS_3

Amira kini begitu bahagia ketika anaknya Arkana sudah mulai bisa berjalan karena usianya sudah mau memasuki satu tahun lebih, wanita yang sehari-hari tinggal di rumah dan mengurus keluarganya itu tersenyum bahagia karena Adam benar-benar berubah total bahkan kini berubah menjadi pria bucin yang tidak pernah ingin mau jauh darinya.


suaminya itu selalu saja memberi kabar ketika akan melakukan sesuatu pokoknya apapun tanpa terkecuali, padahal Amira tidak mempermasalahkannya jika suaminya itu sibuk bekerja dan lupa memberi kabar karena nanti pulang pun mereka pasti bakalan ketemu.


" Sayang jangan lupa ya sebentar nanti kamu bakalan dijemput sama Samanta dan juga Dimas, karena hari ini kita akan meresmikan butik Milik kamu itu loh yang kemarin sudah aku janjikan! " ujar Adam mengingatkan istrinya ketika dirinya akan pergi ke kantor Pagi itu.


Amira memasang wajah cemberutnya ketika mendengar penjelasan dari suaminya sebab menurutnya kalau itu disebut dengan butik miliknya ia harus dirinya juga ikut ambil bukan hanya bingung doang, segala sesuatu diurus oleh Adam dengan alibi kalau dirinya tidak ingin agar istrinya itu kecapean dan juga ini merupakan bukti tanggung jawabnya sebagai seorang suami jadi ingin agar istrinya itu hanya terima bersih tanpa mengeluarkan tenaga sedikit pun.


" Terserah kamu saja mas aku malas berdebat sama kamu pasti hasil akhirnya Pengen menang sendiri, aku udah datangnya bareng sama Baby Arkana kan soalnya kasihan bibi nanti bakalan kesulitan kalau harus mengurus dia sendirian? " tanya Amira karena memang ia tidak tega dengan Surti yang selama ini begitu telat dan mengurus anaknya juga dirinya dan juga sang suami maka sekali-kali Biarkanlah wanita paruh baya itu beristirahat tanpa ada gangguan.


Adam menggelengkan kepalanya ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh istrinya itu, sebab menurutnya Surti adalah keluarga jadi apapun yang mereka lakukan wanita paruh baya itu harus diikutsertakan.


" mau ada negara api menyerang sekalipun tetap Bibi bakalan ikut kamu pergi bersama dengan Arkana, dia kan keluarganya kita masa iya saat kita merayakan kebahagiaan dia malah tinggalkan tidak enak jadinya! " jelas Adam membuat amirab begitu bahagia karena memang suaminya sudah berubah total tidak lagi memandang seseorang hanya karena pekerjaannya dan juga latar belakangnya.


" Wah terima kasih banyak Mas kamu memang paling the best deh pokoknya Oke aku bakalan ngomong sama Bibi supaya bersiap-siap kamu pergi ke kantor lebih dulu saja deh, nanti kita ketemunya di tempat acara saja soalnya kan kamu pasti ada sesuatu hal yang harus diurus! " setelah mengatakan hal itu kamera pun pergi terlihat wajah wanita itu begitu sunrinya membuat Surti yang tengah Mengerjakan sesuatu di dapur menata heran ke arah wanita itu.


" Mbak Amira Hari ini happy banget, kalau boleh berbagi ya Bibi kepo Apa yang terjadi? " tanya Surti dengan wajahnya yang penuh penasaran.


" Bibi hari ini pokoknya tidak usah mengerjakan pekerjaan apapun di rumah ini mulai dari tidak bisa masak tidak usah berberes atau apalah itu, karena untuk hari ini Bibi bakalan dibebas tugaskan dan tidak akan melakukan segala sesuatu cukup hanya duduk doang! " jelas Amira membuat Surti kebingungan Kalau dibebas tugas kan ya sama artinya dengan dipecat kan.


" Memangnya Bibi punya salah ya mbak, sampai-sampai di pecat secara dadakan seperti ini, kalau memang punya salah ya Sudah Bibi minta maaf tapi tolong ya jadinya Jangan dipecat soalnya sudah nyaman di sini bersama semuanya! "ujar Surti membuat Amira menatap heran ke arahnya karena bahasanya yang salah di bagian mana sampai wanita itu menjadi salah pengertian.


"aku tadi salah ngomong ya sampai Bibi malah berpikiran ke arah sana? Padahal maksud aku tuh Bibi hari ini tidak usah mengerjakan pekerjaan apapun karena kita bakalan keluar ada acara di luar dan Bibi pun harus ikut karena ini merupakan acara keluarga kita tidak ada sangkut pautnya mau memecat Bibi segala, jadi jangan ngomong yang aneh-aneh deh pokoknya sampai kapanpun Bibi akan tetap bersama dengan kami Bila perlu sampai Arkana itu gede dapat istri sekalipun juga tetap duduk bakalan dengan kami kok! " ujar Amira sambil mengusap pelan lengan wanita yang selalu saja mendampinginya baik dalam keadaan susah maupun senang tidak pernah ada niatan untuk meninggalkannya Walau sedikit saja.

__ADS_1


Dimas pagi ini memilih untuk menjemput calon istrinya dulu yaitu Samantha karena Biar bagaimanapun sekarang Wanita itu sudah menjadi prioritas nomor satunya, Samanta pun begitu terlihat bahagia ketika kedatangan dari kekasih hatinya itu ya Meskipun Awalnya mereka dijodohkan tetapi ternyata mereka sangat nyambung dan alhasil tidak bisa terpisahkan sedikitpun.


" Hello my future wife apakah sudah siap untuk menikmati hari ini? " tanya Dimas sambil mengerlingkan matanya sebelah membuat Samantha tersenyum.


" Sudah dari tadi sih hanya Pangeran berkuda poninya yang baru muncul, Ayo kita pergi takutnya Ibu Amira bakalan menunggu loh Terus kamu tahu sendiri kan suaminya itu seperti apa pasti kamu lagi Bakalan disalahkan! "Ajak Samanta karena sangat paham dengan sikapnya Adam ketika Dimas sampai lalai mementingkan istrinya.


" pria bucin itu biarkan saja deh mau apa soalnya setiap yang kita lakukan pasti salah terus, nanti kalau terlalu perhatikan istrinya dianya bakalan cemburu terus kalau misalnya kita sedikit lelet mengurus istrinya kita lagi yang disalahkan pokoknya biarkan sajalah dia mau apa! " ujar Dimas karena menurutnya dirinya akan selalu salah ketika itu ada hubungannya dengan Amira jadi lebih baik tidak usah dipedulikan karena nantinya hanya membuat sakit hati.


" ya aku malah iri sama kamu setiap apa yang dikatakan oleh Adam tidak pernah kamu langgar sedikitpun, Tapi bagus sih soalnya dia itu merupakan majikan yang sangat pengertian setiap urusan kamu pasti dia bakalan langsung mengizinkan! " jelas sama entah karena Memangnya sangat paham dengan kebiasaan Adam yang tidak pernah mengekang waktunya Dimas ketika sedang melakukan urusan pribadinya di luar dari jam kerja.


"" Kenapa kita malah jadi membicarakan mereka ya Bukankah mereka itu sudah senang dan juga berbahagia jadi yang seharusnya kita bahas itu adalah masalah kamu dan juga aku, Jadi kapan nih orang tua kamu datang ke sini supaya aku bisa melamarmu secara langsung di depan mereka? " tanya Dimas karena waktu itu ya sempat menawarkan untuk pergi bertemu dengan orang tuanya Samantha di luar negeri tetapi wanitanya itu melarang sebab Ia tidak mau nanti keluarganya bakalan merepotkan Dimas jadi Biarlah mereka yang datang ke tempat ini.


"sebenarnya tidak terlalu ribet juga kalau kita mau menikah ya sudah tinggal daftarkan saja lalu menelepon kedua orang tuaku agar datang tidak ada yang namanya prosesi aneh gitulah, tetapi kalau kamu memang mau meminta aku secara langsung ya Mereka katanya dalam Minggu ini bakalan ke sini deh yang penting Intinya kamu serius tidak bermain semua rencana pasti bakalan langsung dimudahkan! " ujar Samantha.


"ya memang aku harus meminta kamu secara resmi kepada mereka tidak mungkin harus lewat luar-luar saja kan karena kamu ada orang tuanya dan ada yang mengurus kamu sampai sebesar ini, Jadi kalau untuk masalah lainnya nanti kita pikirkan belakangan yang penting Intinya kamu menjadi milikku di depan kedua orang tua kamu dulu! "ujar Dimas yang memang tidak ingin gegabah sebab menurutnya menikah itu adalah sekali seumur hidup maka dari itu melakukan sesuatu pun harus dipikirkan dengan baik-baik bukan hanya karena lagi ngebet saja.


Amira begitu senang ketika melihat orang-orang terdekatnya datang termasuk dengan sahabatnya yang sangat jauh dari sana yaitu Sarah dan juga Daniel, Sarah sekarang sedang menikmati masa-masa menjadi istri dari Daniel dan juga Tengah menanti kelahiran anak pertama mereka.


" Wah Selamat ya akhirnya kamu menjadi seorang wanita karir, pokoknya intinya aku mendoakan segala sesuatu yang terbaik untuk kamu tidak ada buruk-buruknya sama sekali dan bisa dibilang Tuhan akan menjaga kamu selalu! "ujar Sarah sambil memeluk erat tubuh sahabatnya itu ya Meskipun kebersamaan mereka hanya beberapa bulan saja tetapi sudah terasa begitu mengakrabkan.


Adam dan Daniel sedang berbincang terlihat keduanya kompak dan juga sangat akrab tidak ada kecanggungan atau Mungkin dendam di masa lalu, sebab sama-sama sudah mempunyai pasangan hidup masing-masing Jadi kalau misalnya mau membahas hari yang lalu seperti yang sangat tidak etis Bukankah semua manusia itu punya masa lalu?


" Wah Bro ternyata kamu gerak cepat juga ya Perasaan baru beberapa bulan deh kamu menikah dengan Sarah tetapi kenapa perutnya sudah seperti begitu ya, Memangnya kamu investasi lebih dulu baru menikahi anak orang atau apa sih bikin saya jadi penasaran loh? "tanya Adam heran membuat Daniel ingin sekali menghajar kepala dari suaminya Amira itu.

__ADS_1


"Memangnya kamu pikir aku ini kamu yang sudah dikasih berlian malah cari batu kerikil, eh dia itu badannya sedang dalam keadaan naik total karena anak kami itu ada dua di dalam bukan kayak kamu kalah dan juga seperti ini memang tidak bisa bersaing denganku! "ejek Daniel membuat Adam mengangkat kedua jempolnya tinggi-tinggi ternyata memang pria Italy itu paling keren deh dalam namanya mencetak keturunan.


"Wah kamu keren dong satu kali keluar langsung 2, pantesan saja modelnya Sarah seperti itu! "ujar Adam sedikit bergidik ngeri karena melihat perut Sarah yang begitu menggelantung.


Daniel tersenyum ketika melihat dari arah depan ada Dimas dan juga Samanta yang entah baru saja kembali karena mengurus sesuatu, pria itu mengacungkan kedua jempolnya ke arah Adam pertanda mendukung apapun keputusan yang diberikan oleh pria itu kepada para pegawainya.


"Wah kamu merupakan seorang majikan yang bagus juga saya setuju karena mau mendukung dan juga mau menerima apapun keputusan para pegawaimu, tingkatkan seperti ini terus Bro karena aku yakin biasanya orang yang banyak berbagi kemudian banyak mengerti dengan keadaan orang sekitar dia bakalan lebih mendapatkan berkah yang begitu berlimpah! "ujar Daniel.


🌹🌹


Amira hari ini memang benar-benar merasa lelah tetapi lelahnya itu pun sedikit terbayarkan dengan desain butiknya yang sesuai dengan keinginannya, bersyukur memiliki Adam yang benar-benar berubah total dan mau menerima pernikahan mereka tidak seperti di awal-awal yang hanya ingin menyakitinya saja.


pria itu bahkan lebih memprioritaskan dirinya dan juga Arkana membuat Amira merasa menjadi wanita yang sangat beruntung, karena dikelilingi oleh orang-orang yang sangat menyayanginya dan juga begitu bahagia ketika melihat ibunya itu selalu tersenyum tidak ada beberapa pikiran seperti kemarin-kemarin sebab mungkin karena ada Dina yang selalu menemaninya.


penyakit yang Dina rasakan pun sudah sembuh total Karena Wanita itu sudah mau menjalani segala macam pengobatan yang diberikan, sebab keinginannya yaitu hidup lama di bumi ini bisa melihat anak dan cucunya berkembang dengan begitu baik.


" Terima kasih ya karena kamu sudah mau menerima Mas kembali sudah memberikan kesempatan kepada suamimu ini berubah, bahkan selama ini kamu tidak mempermasalahkan kesalahanku di masa lalu dan juga terkesan seperti melupakannya meskipun dalam diri Mas masih ada beban pikiran yang tersisa! "ujar Adam sesaat setelah mereka sudah sampai di rumah dan kini tengah berbaring di atas ranjang seperti biasanya sebelum tertidur mereka pasti membahas masa depan.


Amira tersenyum sambil mengusap pelan kepala suaminya yang tengah bertengger di dadanya itu, dirinya memang tidak pernah mempermasalahkan hal itu karena ia lebih ingin menghargai sikap yang ditunjukkan oleh Adam yang benar-benar terlihat Serius kalau akan berubah.


" hidup ini kita tidak pernah tahu bakalan berjalan seperti apa Jadi intinya Kalau merasa bahwa jalan itu sangat tidak nyaman ya sudah Tinggalkan saja, kalau memang Mas mau berubah ya Otomatis aku sebagai istri harus memberikan kesempatan itu karena tidak selamanya orang-orang itu mau berubah Terkadang mereka malah terpaku pada satu kejadian! "ujar Amira yang tidak ingin membuat suaminya itu merasa berkecil hati.


Adam menganggukan kepalanya bertanda setuju dengan apa yang dikatakan oleh istrinya itu, sebab Memang sih kalau ada niatan untuk berubah tetapi tidak dibarengi dengan sikap ya sama saja bohong.

__ADS_1


Fadil kini juga sudah berbahagia karena setelah pergi jauh dari kota di mana Aida dan juga yang lainnya berada dirinya malah menemukan sesuatu yang selama ini ia cari, kebahagiaan yang pergi semenjak perpisahannya dengan Aida kini menghampirinya kembali bersama dengan seorang wanita yang sudah menjadi istrinya selama beberapa bulan ini.


wanita itu terlihat begitu pengertian bahkan mendukung apapun yang akan dilakukan oleh Fadil sehingga membuat pria itu berani membuka usahanya meskipun secara perlahan, Yang penting niatnya untuk berubah kemudian dibarengi kerja keras dan intinya ada kemauan untuk menjalankan semuanya pasti apapun yang kita rencanakan akan berjalan dengan begitu baik.


__ADS_2