
Dina hanya bisa menangis ketika tahu bahwa tadi suaminya benar-benar kecewa dan juga marah kepadanya, hanya saja dirinya merupakan manusia biasa yang punya banyak kesalahan dan juga punya banyak keinginan yang semuanya terkadang tidak bisa diterima oleh orang-orang sekitar.
pada hal dirinya hanya menginginkan semua orang untuk menghargai keputusannya meskipun itu terkesan lebih banyak menyiksa diri sendiri, daripada hanya diam tidak jelas Lalu setelah itu orang lain bakalan mengalami kesulitan dengan apa yang ia alami saat ini jadi lebih baik tidak usah sama sekali mengurus diri.
Seorang Istri ya memang harus berbakti kepada suaminya kemudian mengikuti apapun yang ia katakan karena itu memang pilihan yang terbaik, hanya saja terkadang apa yang kita inginkan berbeda jauh dengan orang-orang terdekat inginkan maka dari itu terkadang ada yang namanya perdebatan pendapat yang bentrok dan sebagainya.
"Maafkan aku Mas jika tidak mengikuti kemauan kamu, Percayalah aku tidak ingin membuat semua orang repot hanya karena sakit yang aku derita saat ini! Aku kuat kok tidak perlu harus menjalani segala macam rangkaian pemeriksaan dan juga sesuatu yang ribet ini lainnya, karena yang aku inginkan hanyalah selalu berada di samping kamu sampai kapanpun nanti kalau misalnya dipanggil Tuhan ya Otomatis Aku sudah memberikan yang terbaik! "ujar Dina yang memilih untuk langsung tidur Padahal selama ini Ketika bepergian ke manapun pasti pulangnya ya bakalan mandi kemudian merawat dirinya dengan benar namun sekarang menurutnya sudah sangat percuma.
Sakti yang sedang tidak ingin ribut dengan Dina karena biar bagaimanapun kondisinya itu sebenarnya tidak boleh terlalu ditekan, maka dari itu memilih untuk menghubungi dokter pribadi yang biasanya merawat Dina selama ini dan ingin menanyakan kira-kira perawatan apa yang pas untuk kesembuhan istrinya itu.
"Halo selamat siang pak, ini saya Sakti Adiguna suami dari pasien Anda yang bernama Dina Adiguna! kalau Boleh saya tahu kira-kira bagaimana perkembangan kondisi istri saya untuk sampai saat ini, soalnya ketika diajak untuk berobat dan melakukan apapun di luaran sana kebanyakan dia menolak! "jelas Sakti menyampaikan maksud dan tujuannya untuk menelpon dokter tersebut sebab Biar bagaimanapun pria itu sekarang adalah orang yang lebih tahu kondisi Dina dibandingkan dirinya.
Terdengar Helaan nafas berat dari pertanda bahwa pria di seberang itu benar-benar merasa kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Dina, karena pasiennya itu harusnya terjadwal mengambil obat lanjutan dan juga pemeriksaan lengkap serta menjalankan kemoterapi tetapi sepertinya Dina selalu mampir dan jika dipikirkan dengan baik-baik wanita itu seolah-olah menolak untuk disembuhkan.
Terkadang hal ini yang membuat seorang dokter merasa kecewa karena dirinya sedang berjuang mencari tahu dan mencoba menganalisa serta memberikan keputusan yang nantinya membuat pasiennya tersebut akan sembuh total, tetapi perubahan yang terbalik dengan keinginan dari orang yang sakit itu sendiri yaitu memilih untuk menghindar tidak ingin melakukan apapun bahkan terkesan perkataan dokter itu mereka anggap seperti sebuah kebohongan saja.
__ADS_1
"Maafkan saya tuan Sakti! Bukannya tidak ingin menolong istri Anda atau tidak ingin membantunya biar bisa segera sembuh dan juga terbebas dari penyakit leukemia, hanya saja terlihat jelas kalau istri anda itu yang tidak pada niatan untuk sembuh karena kalau memang dia berniat sembuh ya dia mau terapi yang sudah saya jadwalkan kemudian pemeriksaan cek darah lagi. supaya kita bisa tahu kira-kira perkembangan sel kanker itu sudah sampai di bagian mana dan juga sudah sampai mana, tetapi ya tetap menggantung Apalagi sudah selamat sebulan ini dia tidak pernah lagi datang untuk bertemu dengan saya dan melakukan medical check up seperti biasanya!" jelas dokter tersebut membuat Sakti hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar karena ternyata bukan hanya dirinya yang merasakan kekecewaan tetapi orang-orang yang sudah ikut ambil bagian Demi kesembuhan dari Dina pun merasakan hal yang sama.
"Sebenarnya bukan anda saja merasakan hal itu tetapi saya sebagai suaminya pun merasakan hal yang sama ketika istri saya sulit sekali untuk diatur, pada hal sudah berbagai macam cara saya lakukan agar dia mau sembuh dan juga melakukan pengobatan tetapi Ya seperti itulah responnya terkadang malah tahu dan juga tidak mau peduli dengan diri sendiri ! "jelas Sakti.
dokter tahu tentang masalah yang dialami oleh Sakti saat ini karena bukan hanya dinas saja yang responnya seperti itu, para pasiennya yang lain pun sama Ada yang ingin sekali sembuh kemudian ada yang sudah patah semangat pokoknya berbagai macam lah sampai-sampai dirinya yang merupakan tenaga medis pun kebingungan.
"Saya harap anda bisa berusaha bagaimana caranya agar Nyonya Dina bisa segera datang dan menemui saya di sini, karena Biar bagaimanapun beliau harus diurus dan juga harus diperhatikan tentang kondisi kesehatannya yang terbaru sebelum nantinya kita bakalan terlambat mengambil langkah yang terbaik! "jelas dokter tersebut.
Sakti tahu dengan menyanggupi apa yang dikatakan dokter otomatis ia bakalan mengajak Dina untuk bertengkar, hanya saja kalau Hanya berdiam diri seperti ini dan melihat istrinya menderita itu sama saja lebih baik dari awal tidak usah menjadi suaminya Dina sama sekali karena akhirnya juga tetap tidak bisa bertanggung jawab dengan kehidupan dari wanita itu.
setelah berbicara dengan dokter yang menangani istrinya kini pria itu memilih untuk menyusul Dina, Sesampainya di sana istrinya itu ternyata sedang menyeka hidung yang keluar darah membuat pria itu benar-benar merasa segala sesuatu yang ada di hadapannya itu percuma.
"Masih sanggup menjalani semua ini, masih sanggup tidak mau mengobatinya?" tanya Sakti dengan nada bicara yang tidak biasa.
"Astaga Papa, ini tadi itu karena Mama sakit kepalanya minta ampun makanya dia keluar tetapi biasanya kan tidak? Sudahlah jangan terlalu berlebihan seperti itu lebih baik urusan saja anak-anak kita bagaimana caranya agar mereka selalu bersama, karena mama itu tidak pernah meminta banyak di dalam hidup hanya itulah saja yang Mama inginkan jadi tolong pahami Satu Kali Saja! "jelas Dina membuat Sakti menembus kesal karena selalu saja membuat dirinya Tersakiti tetapi orang lain haruslah senang di atas penderitaan yaitu Padahal kalau Adam dan Amira tahu belum tentu mereka bakalan berdiam diri saja dan membiarkan Dina mengalami hal itu.
__ADS_1
"Mereka itu akan selalu bersama kalau memang berpisah itu sudah dari awal, jadi bisa tidak Jangan memikirkan sesuatu yang tidak pernah terjadi dan hanya ingin mengorbankan diri sendiri? Tidak ada niatan untuk melihat cucu kamu lahir, tidak ada niatan juga untuk selalu menua bersamaku sampai kapanpun?"tanya Sakti penasaran.
"Ya jelas lah siapa sih yang tidak punya niatan sampai situ tetapi untuk sekarang Tolong ya jangan menyiksaku dengan pemeriksaan yang aneh-aneh dan juga berbelit-belit, nanti ada saatnya aku bakalan pergi ke sana sendiri tanpa kamu bilang dan juga tanpa kamu paksa sedikitpun tapi untuk sekarang tolong hargai keputusanku! "jelas Dina.
Amira dan Adam saat ini sudah sampai di rumahnya Aida, Percayalah wanita paruh baya itu benar-benar merasa heran dengan perubahan sikap pasangan suami istri itu.
pasalnya tadi Saat pergi dari rumah mereka senyum-senyum saja tidak ada tampang cemberut seperti saat ini yang terjadi dan juga yang dilakukan oleh Amira, mau bertanya pun rasanya enggan Soalnya takutnya jangan sampai mereka tadi terlibat masalah besar makanya sampai di bawah juga ke dalam rumah.
Amira memilih untuk masuk ke dalam kamar Sedangkan Adam memilih untuk duduk di luar saja, Soalnya kalau masuk ke dalam terus terjadi perang dunia ke sekian kalinya kan bisa ribet.
"Amira kenapa? kalian bertengkar lagi seperti biasanya dan pembahasannya itu pun yang itu-itu saja, atau Ada hal lain yang lebih serius yang selama ini tidak bisa diketahui oleh orang rumah? Ingat ya dia Itu posisinya seperti begitu Jadi rasa sensitifnya begitu tinggi, kalau kamu sebagai suami memilih untuk terlalu egois lebih baik kamu pulang ke rumah kedua orang tua kamu biar dia ibu yang mengurusnya! "tawar Aida membuat Adam menatap heran ke arah mertuanya itu.
"Aduh Ibu, ini semua itu sebenarnya tidak ada masalah sama sekali tapi mau menjelaskannya juga bingung harus dari mana dan juga sampai di mana! Hanya saja tadi ada orang yang tidak punya kerjaan mengganggu dia di restoran untung juga sudah selesai makan, terus orangnya itu malah nyolot lagi ya sudah akhirnya dia terbawa emosi dan mereka bertengkar." jelas Adam.
"Nah benar kan Ini pasti ada sangkut pautnya sama kamu Makanya Amira seperti begitu, bisa tidak kamu sehari saja tidak membuat anak saya itu emosi? kayaknya hidup kamu itu penuh drama deh membuat orang-orang yang berada di sekitar kamu pasti tidak akan bisa hidup dengan tenang, Makanya jangan kebanyakan tebar pesona nanti akhirnya kan seperti begini! "Omel Aida.
__ADS_1