Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Meminta Ampun


__ADS_3

Tentu saja tidak akan pernah melakukan apa yang dikatakan oleh Amira di dalam pikiran Adam saat ini, apapun kejadiannya ia akan tetap berusaha mendapatkan Maaf dari istrinya sebab ada anak yang merupakan buah cinta mereka berdua meskipun dari awal ia sudah menolaknya dengan tegas.


"Jadi saya rasa seperti pembahasannya kita sudah selesai, sekarang kalau anda mau pulang ya sudah silakan saja kalau memang mau makan malam di sini juga tidak masalah! "jelas Amira yang dari tadi Nada bicaranya itu terdengar begitu datar bahkan bisa dibilang tidak ada keinginan sama sekali untuk berbaikan dengan Adam meskipun pria itu memohon sampai sebagaimana rupa.


"Apa memang benar-benar tidak ada kata maaf untuk diriku, atau mungkin sekedar berbasa-basi dan juga aku bisa menanyakan kabar tentang anak kita? "tanya Adam penasaran tetapi dengan wajahnya yang ditunjukkan Karena ia benar-benar merasa malu dan sepertinya tidak punya muka untuk menatap ke arah Amira yang tengah merasa keheranan dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh pria itu.


"Kamu itu egois maunya hanya menang sendiri, dan juga maunya diuntungkan serta tidak memikirkan perasaan seorang wanita? Sekarang aku bakalan bertanya kepada kamu kira-kira misalnya posisi kita kebalik aku yang melakukan kesalahan dan kamu merupakan pihak yang tersakiti, kira-kira kamu bakalan memaafkan aku dan menerima aku kembali serta tidak mempermasalahkan hal yang sudah aku lakukan? "tanya Amira dengan Tatapan yang ingin sekali menuntut jawaban apa yang akan diberikan oleh Adam.


Adam menghembuskan nafasnya kasar karena menurutnya dirinya jelas saja tentu tidak akan pernah memaafkan seorang wanita yang sudah berselingkuh darinya, Dan memang masuk akal kalau Amira menolak memaafkan dirinya yang jelas-jelas melakukan perbuatan Nista itu dengan adik dari wanita itu yang selama ini sudah ia jaga dengan sepenuh hati ya Meskipun bukan merupakan adik kandung dari Amira Sebab mereka berdua itu hanya istilahnya adik tiri saja.


"Kenapa diam? Bingung mau menjawab apa, Padahal aku yakin jawabannya pasti adalah tidak akan pernah kan memaafkan wanita tersebut yang sudah berani berselingkuh di belakang kamu? Jawaban itu sudah yang selama ini sudah ada di dalam benakku bahwa aku tidak akan pernah mau menerima barang yang sudah menjadi bekasnya orang, kalau memang kamu masih mau menghargaiku sebagai seorang wanita tolong pikirkan hal itu dan kembalilah ke Indonesia serta ajukan gugatan cerai!"tegas Amira lagi membuat Adam tersentak kaget karena dikiranya Wanita itu sudah melupakan kata-kata yang ia lontarkan tadi dan masih mempersalahkan soal perkataan maaf dan juga tidak yang akan diberikan oleh Adam untuknya.


"Tapi kamu kan harus memikirkan soal anak kita dan juga nanti kalau misalnya dia besar mencari aku sebagai seorang Papanya, apa yang bakalan kamu katakan kepadanya masa iya kamu bakalan mengatakan kalau kita sudah bercerai dan akhirnya dia bakalan bersedih? "tanya Adam lagi yang ingin melebih-lebihkan suatu perkataannya agar nantinya Amira akan menerima kekurangannya dan juga tidak akan pernah meninggalkan dirinya serta mau memaafkan segala kesalahan yang telah ia lakukan di dalam hidupnya kemarin-kemarin sebab hari ini pikirannya sudah terbuka dan akan berubah demi Amira dan juga buah hati yang sedang dikandung oleh wanita itu.


"Begitulah kelicikan seorang Suami yang waktu melakukan kesalahan tidak pernah memikirkan perasaan Istrinya, bahkan lebih parahnya lagi waktu istrinya pingsan Mau mampus disuruhnya sekalian mati saja agar tidak usah mengganggu hidupnya lagi! Kenapa sekarang berubah pikiran, apa sudah menyesalinya? Ataupun karena sudah merasa Franda itu bukan wanita yang baik lagi? Aku tidak akan pernah memaafkan pria yang waktu senang aku ditinggalkan, dan waktu sekarang sudah melarat malah meminta untuk kembali karena itu sama saja aku merupakan tong sampah yang menerima orang yang sudah dibuang! "jelas Amira dengan kata-katanya yang membuat sebenarnya harga diri Adam itu benar-benar Terinjak.


Namun pria itu sepertinya sudah mati rasa dan tidak mempedulikan semuanya, karena yang ada dalam pikirannya saat ini bagaimana caranya agar Amira mau memaafkannya.


"Aku benar-benar minta ampunan dari kamu dan tidak ada niatan untuk Meminta cerai dari kamu sekarang Dan juga nanti, aku tidak ingin menyesali keputusanku yang sudah melakukan kesalahan satu kali dengan menduakan kamu dan kini malah memilih untuk meninggalkan kamu! "tegas Adam frustasi karena sepertinya Amira tetap pada pendiriannya yaitu mereka berdua akan berpisah.


"Baiklah kalau memang maunya kamu seperti itu aku akan menelpon papa dan juga mama kamu untuk membantuku mengajukan gugatan cerai untuk kamu, jadi kamu penasaran Kapan lebih baik sekarang juga kamu kembali ke tanah air dan Tunggu saja aku janji tidak sampai seminggu berkas gugatan itu sudah masuk sampai ke tangan kamu?"ujar Amira dan berdiri hendak meninggalkan Adam Karena Wanita itu sudah capek untuk berdebat dari tadi.

__ADS_1


"Amira tolong pikirkan anak kita nanti kalau dia mencari aku sebagai Papanya kamu akan menjawab apa, tidak mungkin kan kamu mengatakan kalau kita sudah bercerai atau Aku sedang tidak ada di tempat dan kamu bakalan membohonginya sepanjang waktu?"minta Adam lagi dengan kata-katanya yang sama tidak ada perbedaan sama sekali hanya untuk meluluhkan hati Amira.


"Kamu tenang saja kalau soal anak aku bakalan ngomong kok kalau dia punya Papa dan nama Papanya adalah Adam Adiguna, hanya saja ada suatu kondisi yang membuat Mama sama papanya berpisah dan tidak akan pernah mungkin bersama! Seorang anak suatu saat akan mencari keberadaan orang tuanya ketika dia tahu bahwa yang selama ini berada di sisinya itu hanyalah seorang single parent, maka dari itu kamu tenang saja anak kamu tidak bakalan melupakan kamu dan akan mencari Papanya suatu saat nanti!"jelas Amira lalu masuk ke dalam kamarnya dan menepis gua tangan Adam agar berhenti memegangnya karena ia sudah merasa mati rasa dengan pria itu dan tidak ada niatan untuk kembali lagi.


Adam tergugu dan terduduk di bawah lantai air mata pria itu bahkan bisa dibilang tidak berhenti mengalir ketika mendengar kata-kata terakhir yang dilontarkan oleh Amira untuknya, perasaan sakit itu selalu ada bahkan datang di saat seperti begini itu benar-benar tidak bisa ia mampu ucapkan dengan kata-kata.


Adam yang barulah sadar Bagaimana perasaan Amira ketika dirinya selalu mengabaikan wanita itu baik dalam keadaan sehat maupun sakit, bahkan ketika ia berjuang saat ini untuk membesarkan anak mereka sendiri sampai tidak ada niatan untuk menggugurkannya karena anak itu merupakan anaknya Adam juga.


Surti yang dari tadi duduk tidak jauh dari Adam langsung mendekati pria itu sebab Biar bagaimanapun Adam adalah majikannya yang sudah pernah membantunya ketika ia kesusahan dulu, jadi sekarang ketika Adam sudah menjadi orang lain ya Otomatis masih mempunyai rasa hormat itu walaupun hanya secuil saja.


"Maafkan Mbak Amira,Pak! Hanya saja tolong jangan memaksakan dia untuk bisa menerima anda lagi, karena dia itu hanya manusia biasa yang tidak punya kekuatan untuk bisa memberikan ampunan kepada orang lain dan tidak akan pernah kembali memikirkan kesalahan yang pernah dibuat!"jelas Surti sambil memaksakan senyuman di wajahnya Karena ia merasa kasihan dengan keadaan Adam saat ini.


"Apakah Bik Surti tidak ada niatan untuk menolongku dan membuat aku dan Amira kembali bisa bersatu, Kasihan anak dalam kandungannya yang bakalan lahir tanpa seorang Papa dan aku tidak ingin hal itu terjadi kepada anakku? "lirih Adam penuh permohonan membuat Surti ingin sekali tertawa karena menurutnya pria itu tadi sebenarnya sudah mendengar jawaban yang diberikan oleh Amira.


"Bukannya tadi Pak Adam sudah mendengar jawaban yang diberikan oleh Mbak Amira nya, kalau suatu saat anak Anda sudah besar pasti dia bakalan mencari Papanya dan tidak perlu Anda ragukan kebenaran itu? "jelas Surti sambil menggelengkan kepalanya karena merasa pertanyaan Adam itu konyol dan terlalu berulang-ulang sehingga membuat orang-orang pasti bakalan bosan mendengarkannya.


"Apakah tidak bisa diusahakan lagi....


"Cukup Pak Adam Adiguna yang terhormat, Kalau Anda bersikap seperti begini terus yang ada tuan rumah bakalan bosan dan bakalan mengusir Anda saat ini juga karena sudah mengganggu kenyamanan!"Jelas Surti Jengah.


Adam tidak tahu lagi harus berkomentar apa ketika semua orang yang berada dalam rumah itu tidak ingin lagi melihat keberadaannya, meskipun Ia juga sadar kalau semua perkataannya dan permohonannya itu hanyalah sebuah bualan belaka karena sudah terlalu berulang kali dan sepertinya terlalu memaksakan diri dan juga kehendak agar orang lain mau mengikutinya.

__ADS_1


"Ya Tuhan apakah ini merupakan hari terakhirku melihat dia, Tapi percayalah aku benar-benar tidak ingin berpisah darinya! Baiklah aku bakalan memakan makanan yang ada di rumah ini meskipun itu bukan kamu yang masak, yang penting intinya aku bisa merasakan kehadiran kamu di sekitarku meskipun terasa begitu menyakitkan!"lirih Adam yang memilih untuk memakan makanan yang ada di atas meja meskipun sebenarnya tenggorokannya itu tidak bisa menelan sama sekali dan juga air matanya itu tidak pernah berhenti untuk mengalir.


Amira juga ikutan menangis ketika ia melihat CCTV terdapat Adam yang tengah duduk makan di atas meja sambil menangis, dan dirinya merasa seperti istri yang tidak berguna karena sudah membuat suaminya itu menangis.


Hanya saja ia tidak mungkin memaafkan pria yang sudah berani menduakannya dan juga melanggar janji suci pernikahannya, karena Biar bagaimanapun perceraian itu sebenarnya dilarang Tetapi kalau memang kedua Insan itu sudah tidak bisa disatukan lagi karena keegoisan dan ketidak jujuran serta kesetiaan yang tidak ada maka tidak ada salahnya kan kalau meninggalkan hanya untuk mencari bahagia masing-masing?


"Maafkan aku ibu karena tidak bisa membuat yang terbaik untuk hari tua Ibu, dan juga tidak bisa berada di samping ibu malah pergi dan juga tidak memberikan kabar sama sekali! "Amira benar-benar sangat merindukan Aida disaat seperti begini rindu tidur di pangkuan wanita itu sambil kepalanya diusap lembut oleh tangan rentanya Aida kemudian mendengarkan nasehat-nasihat yang bisa membuat hati terasa begitu lega dan juga nyaman serta merasa yakin kalau di dunia ini bukan hanya dirinya sendiri melainkan ada orang yang melahirkannya yang selalu ada di sampingnya.


Adam mau makan semuanya itu dengan perlahan bukan karena ingin menguler waktu Tetapi semuanya terasa begitu seret di tenggorokannya, seperti makanan yang disajikan oleh Amira itu semuanya ada paku di dalamnya dan ketika ia menelannya bakalan langsung menusuk tenggorokannya namun Ia tetap memaksakan diri karena menurutnya Kapan lagi bisa berada di rumah istrinya itu lebih lama lagi selain hari ini.


Sebab belum tentu besok lusa Ya kembali Amira bakalan menerimanya untuk masuk ke dalam situ, Entah mungkin nanti wanita itu bakalan mengusirnya secara langsung atau lebih parahnya lagi Amira bakalan pindah tempat tinggal?


"Maafkan Mas, Sayang! Kalau memang besok lusa kamu ada apa-apa tolong kabari saja, karena Mas tidak akan pernah kembali ke Indonesia lagi tanpa membawa kamu. Kalau kamu mau mengajukan gugatan cerai, silakan saja itu merupakan haknya kamu dan Mas juga punya hak untuk menolak menandatangani gugatan tersebut!" Ujar Adam lalu meletakkan sebuah kartu kredit berwarna hitam yang selama ini tidak pernah IA pakai dan juga menaruh pin atm-nya di atas kartu tersebut dan pergi dari tempat itu sebab Ia yakin pasti Amira bakalan menerimanya Terserah mau dipakai atau tidak yang penting Adam sudah merasa bisa bertanggung jawab kepada istrinya dan juga anaknya.


Amira menghela nafasnya ketika mendengar kata-kata yang dilontarkan oleh Adam yang tetap kokoh tidak akan pernah ingin ada niatan untuk bercerai darinya, padahal dari awal ia sudah menjelaskan Kalau hatinya tidak mudah untuk memaafkan Adam begitu saja mengingat penghianatan yang dilakukan.


Amira merasa yakin kalau Adam pasti bakalan mengulanginya lagi karena berselingkuh dengan adik yang tinggal dengan ibunya satu rumah pun ada yang bisa melakukannya, apalagi wanita lainnya yang asing yang tidak pernah diketahui oleh Amira sedikitpun keberadaannya pasti ada bakalan lebih mau melakukannya secara sembunyi-sembunyi karena ia yakin Amira tidak akan pernah tahu.


Adam kembali menemui Rangga di dalam mobil yang tengah menatap penuh tanda ke arahnya berharap bahwa pria itu membawa kabar terbaik, Namun sepertinya Adam tidak ada niatan untuk menjawab pertanyaan melalui sorotan mata dari Rangga karena menurut pria itu biarlah nanti ada waktu terbaik barulah dikatakan semuanya.


Rangga pun memilih untuk tidak ikut campur terlalu dalam karena biar bagaimanapun Tugasnya di sini hanyalah bagian pekerjaan saja, itu terkecuali urusan pribadi Adam dan pria itu meminta bantuan kepadanya Ya dengan senang hati pasti bakalan ia lakukan mengingat segala kebaikan yang dilakukan oleh orang tua Adam kepada dirinya selama ia tinggal di tempat ini.

__ADS_1


__ADS_2