
Adam kebingungan karena di saat dirinya sedang berbahagia dengan kelahiran anak pertama dirinya dan Amira,ia juga harus dibuat tak berdaya dengan keadaan sang Mama yang belum sadar juga.
Adam tak pernah bisa menerima semuanya karena ini semua tidak adil baginya, Mungkin Tuhan ingin menghukum ya dengan melakukan hal ini mengingat segala macam kesalahan yang pernah dilakukan saat total dan juga tidak bisa termaafkan walaupun sudah ditelan waktu.
Ingin sekali membawa kembali Mamanya itu karena sama saja tidak ada perubahan sama sekali, yang ada wanita itu tetap betah dalam posisi seperti saat diambil bersama jadi Jika ditanya menyesal tentu saja sebab bukanlah sebaiknya dulu tidak ada yang namanya rujukan.
Amira tahu jika saat ini pasti suaminya sedang kebingungan dan juga sedang begitu frustasi dengan segala keadaan yang menimpanya, jika harus menyuruhnya untuk menyusul kedua orang tuanya pun rasanya tidak mungkin karena ada pasti bakalan menolaknya.
Amira juga pernah berada di posisi ini seperti yang tengah dirasakan oleh suaminya saat ini, yaitu sangat manjamaskan keadaan orang tuanya namun waktu dan juga tempat sepertinya tidak mendukung hal itu.
"Sebenarnya aku itu mau bertanya sesuatu hal penting kepada kamu tetapi sebaiknya aku diam saja deh, soalnya Harusnya kamu yang menanyakan keadaanku tetapi kali ini tidak masalah jika terbalik karena memang kamu juga butuh perhatian,"jelas Amira dalam mode serius membuat Adam menatap ke arahnya meminta untuk tidak boleh menggantung ucapannya Jika ada yang ingin disampaikan ya sudah secara langsung saja tidak perlu harus memutar ke sana kemari alhasil otaknya yang lagi ngeblank tidak bisa berpikir.
"ada sesuatu yang ingin disampaikan kepadaku, kalau memang iya ya sudah sampaikan saja aku bakalan mendengarkannya kok! Tetapi kalau misalnya ini ada hubungannya dengan kedua orang tuaku dan kamu menyuruhku untuk kembali ke sana sepertinya lebih baik tidak usah dibicarakan sama sekali, karena kalian berdua itu juga merupakan tanggung jawab dan sebagai seorang suami sangat fatal kalau sampai meninggalkan kalian dalam keadaan seperti ini! "Adam sedikit Waspada takutnya jangan sampai para fansnya Amira bakalan muncul seperti kemarin Yang kemarin saat dirinya tidak ada.
__ADS_1
Amira menghela nafasnya karena sebenarnya itulah maksud dan tujuannya ingin berbicara, tetapi belum ngomong responnya sudah seperti ini membuat dirinya kebingungan dan harus bersikap bagaimana.
"Aku hanya ingin yang terbaik buat kamu bukan buat siapa-siapa dan aku juga tidak ingin ketika Tubuh kamu ada di sini tetapi pikiran kamu traveling ke mana-mana, aku sudah beres tinggal pulang ke rumah tidak ada yang perlu dicemaskan juga kemudian anak kita juga keadaannya baik-baik saja jadi Sekarang sudah saatnya kamu mengurus kedua orang tua! Jadi anak itu setidaknya pengertianlah dalam keadaan orang tua ya Meskipun kalau bisa dibilang kamu bukanlah seorang pria bebas seperti di luar rencana, hanya saja untuk sekarang sepertinya tidak terlalu harus kita memikirkan seperti begitu!" jelas Amira membuat suaminya itu hanya bisa tersenyum karena menurutnya istrinya memiliki hati yang begitu lapang tetapi Percayalah semuanya akan baik-baik saja karena dia sekarang berada di tangan yang tepat.
"Terima kasih atas pengertiannya kamu tetapi intinya aku yakin mereka bakalan baik-baik saja di sana, kamu juga memerlukanku di sini dan juga anak-anak tidak mungkin harus kutinggalkan karena dia yang selama ini kita tunggu! Mama pasti bakalan marah besar kalau sampai aku meninggalkan kalian di saat yang tidak tepat, nanti kalau misalnya dalam beberapa bulan ke depan tidak ada perubahan sama sekali nanti kita bakalan pergi ke sana bersama dengan Arkana!"jelas Adam berharap agar istrinya itu paham dengan kondisinya saat ini yang sangat tidak memungkinkan untuk pergi ke sana kemarin hanya untuk memastikan keadaan Dina.
"aku baik-baik saja kok di sini karena ada ibu kemudian ada Bibi Surti, apalagi asisten kamu itu selalu berkeliaran di sekitar kami jadi kalau mencemaskan sesuatu sepertinya tidak terlalu etis deh! "jelas Amira yang masih saja mencoba agar suaminya itu bisa mengunjungi mertua kemudian memastikan keadaan secara langsung.
"jangan terlalu keras kepala sebagai seorang istri dan tolong patuhi apapun yang dikatakan oleh suamimu, aku tahu apa yang terbaik dan juga tidak jadi mau membujuk dengan cara apapun tetap jawabanku tidak akan pernah berubah sedikitpun!"jelas Adam dengan penuh ketegasan dan akhirnya Amira memilih untuk bungkam soalnya berdebat di saat seperti ini Kayaknya sangat tidak tepat.
"kalian kenapa ? Sariawan atau lagi mogok bicara, ini ruangan itu kayak kuburan loh kalau sampai kalian hanya seperti ini?"tanya Aida penasaran membuat Amira ingin sekali tertawa soalnya Mana ada dirinya sariawan dan juga mogok bicara karena yang ada itu ia sedang berdebat dengan suaminya namun tidak bisa menemukan titik terang yang pasti di antara mereka berdua soalnya masing-masing lebih memilih untuk mengikuti Ego.
"Ya ampun Bu Masa iya di ruangan ini kami berdua harus teriak-teriak, yang masuk akal sedikit dong kalau mau bertanya itu? kami berdua itu lagi ber cosplay Gimana caranya kalau misalnya suatu saat di dunia ini hanya sisa kami berdua saja, ya otomatis harus bisa belajar untuk irit berbicara kasihan kuping orang lain bakalan lepas loh kalau setiap hari dengar celotehan kita saja?"jelas Amira membuat suaminya juga hanya ikutan menganggukkan kepala soalnya ya Ikut sajalah kemauannya Seperti apa padahal sebenarnya berbanding terbalik dengan apa yang dipikirkannya saat ini.
__ADS_1
"nanti kalau Arkana sudah bisa dibawa pergi ya barang 2 bulan begitu dan mama kamu belum ada perubahan ya kita bakalan menyusul ke sana, Soalnya Ibu juga sangat Memikirkan Dia terkadang tidak bisa tenang karena dia itu merupakan sahabat satu-satunya yang Ibu punya di dunia ini! Ketika Ibu sakit dia adalah orang pertama yang muncul dan mengurus Ibu bahkan sampai-sampai melupakan kondisi dirinya sendiri, maka dari itu ibu tidak ingin apapun momen yang dia lalui apapun keadaan yang harus ia rasakan tanpa kehadiran orang-orang di sisinya sehingga dia selalu berpikir kalau lebih baik mengurus orang lain daripada diri sendiri!" Aida tidak ingin lagi melakukan kesalahan jika kesalahan yang dilakukan itu hanya akan membuat ia jauh dari sahabat nya.
"Amira juga pengennya seperti itu tapi Mas Adam nih selalu getol katanya kami tidak boleh kemana-mana Takutnya nanti bakalan kenapa-napa, padahal dulu waktu masih awal-awal hamil saja kami berdua sudah terbang begitu jauh malah sekarang diragukan seperti ini?"ujar Amira sambil menatap tidak suka ke arah suaminya itu karena seharusnya pria itu sadar jika seseorang di kehamilan trimester pertama itu sangat rentan yang namanya morning sicknes kemudian kondisi tubuh yang sangat tidak nyaman.
"Mas tahu kalau kondisi kamu memang kuat saat ini hanya tolong kita pikirkan saja untuk ke depannya tidak seperti kemarin-kemarin, kalau misalnya kemarin Kondisi kamu aman terkendali Ya tidak masalah tetapi untuk saat ini jangan sampai terjadi sesuatu hal yang tidak pernah kamu ketahui sama sekali! kita jangan hanya memikirkan diri sendiri sampai-sampai melupakan kalau ada tanggung jawab yang harus kita pikul dan kita pikirkan, Takutnya nanti malah keputusan yang kita ambil itu merugikan diri sendiri dan juga orang-orang di sekitar kita Kemudian untuk memperbaikinya Sepertinya harus memakan waktu! "jelas Adam berharap agar istrinya itu sedikit paham dengan permasalahan yang ada biar jangan terlalu susah untuk diatur .
Amira bukanlah anak kecil yang tidak paham dengan keinginan suaminya tadi hanya saja Bukankah memberikan nasehat itu adalah tugas seorang istri ketika suaminya salah mengambil langkah, Begitupun sebaliknya jadi istilahnya saling simbiosis mutualisme tidak hanya menyusahkan pihak sebelah sedangkan yang lain tidak pernah sadar diri.
"Ibu setuju apa yang dikatakan oleh Adam tadi, kalau memang kondisi kamu saat ini sebenarnya belum bisa dibawa untuk berpergian jauh begitu pula dengan anak kalian! jadi Bukankah lebih baik menunggu dulu karena Ibu juga yakin kedua orang tua kamu pasti paham dengan keadaan di sini sekarang, karena kalau terlalu memaksakan diri untuk terburu-buru pergi ke sana sepertinya sangat tidak sopan!"jelas Aida yang ikut menimpali perdebatan yang terjadi antara suami istri itu dan bukan dirinya ingin memonopoli semuanya tetapi kalau memberikan jalan sepertinya tidak ada yang salah.
"Iya aku paham dengan apa yang kalian pikirkan tetapi tidak ada salahnya juga kan kalau melontarkan hal itu toh bukan hari ini juga kita bakalan berangkat, Aku juga tidak mungkin dong dengan Teganya membiarkan anakku kenapa-napa Padahal dia masih kecil belum paham tentang apapun! "jelas Amira berharap agar semua orang yang di dalam ruangan itu paham karena Biar bagaimanapun Ia hanya ingin menjadi anak yang berbakti kepada orang tuanya.
"Ya sudah lebih baik kamu istirahat karena Mas ada keperluan dengan Dimas sekarang, kalau kamu membutuhkan sesuatu tinggal ngomong saja jangan dipendam sendirian seperti kebiasaan kamu selama ini!"Adam memang tidak ingin terlalu mengatur kebebasan Amira menurut keinginannya dan juga tidak ingin membuat wanita itu merasa tidak nyaman ketika berada di dekatnya.
__ADS_1
kini suaminya Amira itu Tengah duduk serius di salah satu ruangan yang tidak jauh keberadaannya dari ruangannya Amirah saat ini karena mereka sengaja menyewa dua lorong sekalian, kalau ditanya soal Berapa biaya yang dikeluarkan menurut Adam itu tidak seberapa dengan perjuangan istrinya untuk melahirkan Arkana ke dunia ini.