Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Samantha Rachel


__ADS_3

seorang wanita yang tengah menggunakan jas dokter yang berwarna putih dan juga rapi yang kebetulan baru selesai memeriksa pasiennya, dikejutkan dengan kedatangan seorang pria asing ya sebenarnya tidak terlalu asing juga sih karena tadi sebelum dirinya pergi ke ruangannya Adam dan juga Amira dia sempat bertemu dengan pria itu.


Samantha Rachel yang sebenarnya tadi sengaja berbohong kepada pasangan suami istri yaitu Adam dan juga Amira, mengatakan kalau dirinya mempunyai pasangan padahal sejatinya Ia hanya ingin membuat hubungan mereka berdua tidak renggang akibat dirinya yang terlalu ingin dekat dengan sahabat masa lalunya itu.


Dimas dibuat kikuk karena Ia memang tidak pernah menduga sebelumnya Kalau bakalan dijodohkan seperti ini, kalau misalnya orang dijodohkan dengan sesuatu yang masuk akal Ya terjadi pertemuan antara kedua belah pihak tetapi yang ini berbeda karena dirinya yang dipaksa harus bertemu dengan wanitanya sendiri tanpa harus melalui dikenalkan oleh orang lain.


" maaf, kalau boleh tahu ada keperluan apa ya ada di ruangan saya? kalau misalnya mau membahas soal istrinya Adam Saya rasa langsung ke dokter bagian option saja, karena saya ini dokter ahli saraf jadi otomatis tidak bisa mengurus yang seperti begituan! "saran Samantha karena memang dipikirannya kalau Dimas itu datang ke ruangannya untuk meminta tolong mengurus Amira.


Dimas menghembuskan nafasnya kasar karena hal ini yang sudah ia duga dari sebelumnya Kalau nantinya pasti bakalan ada pertanyaan lanjutan, lebih parahnya lagi sekarang Dirinya belum bisa memikirkan jawaban dadakan yang pas dan juga tidak memalukan Ketika nanti dicerna oleh Nalar.


" Maaf itu, apa namanya, tadi saya disuruh oleh Nyonya Amira untuk meminta nomor ponselnya anda! "ujar Dimas malu-malu bukan karena merasa ada getaran Asmara tetapi merasa malu karena dirinya ketahuan seperti seseorang yang memang tidak punya inisiatif sama sekali dalam mengubah hidupnya.


Samantha mengerutkan keningnya ketika mendengar permintaan yang aneh dan juga nyeleneh dari Dimas serta tidak masuk akal seperti itu, tadi kan dia baru dari ruangannya Amira Tetapi wanita itu sepertinya tidak punya niatan untuk dekat dengannya kenapa sekarang malah seperti begini kejadiannya?


" Kalau boleh tahu ada tujuan apa ya, sampai-sampai istrinya Adam menyuruh kamu datang ke sini untuk meminta nomornya saya? Kalau memang dia ada niatan untuk meminta ya Pasti tadi sudah dilakukan soalnya kan saya tadi dari ruangan mereka kan, Atau mungkin ini ada hal yang darurat yang mesti harus dikonsultasikan dengan saya atau bagaimana sih? "tanya Samanta yang memang belum ada pikiran kalau misalnya Amira menyuruh Dimas meminta nomor ponselnya hanya untuk diberikan kepada pria itu bukan untuk di over kepadanya lagi.


Dimas menggaruk kepalanya yang tak datang karena ingin sekali ia berkata jujur kalau sebenarnya pasangan suami istri yang merupakan majikan yaitu ingin menjodohkan dirinya dengan dokter muda tersebut, hanya saja lidahnya itu terasa begitu keluh entah tiba-tiba bagaimana ceritanya sampai dirinya bisa berubah menjadi orang bisu dadakan seperti itu.


" maaf sebelum dan sesudahnya Saya ingin mengakui sesuatu ya terkesan memalukan tetapi ini terpaksa ya, Pokoknya saya tekankan ini terpaksa saya lakukan karena tidak punya pilihan lain Sebab menyangkut masa depan dan juga karir saya! "jelas Dimas berharap agar Samantha tidak salah pengertian tetapi yang ada membuat wanita itu jadi kebingungan.


sebab setahunya dirinya bukanlah petugas statistik yang datang untuk mendata tentang penghasilan seseorang atau biaya hidup seseorang, Jadi kalau misalnya pembahasannya mengarah ke arah yang itu rasa-rasanya seperti pria yang ada di hadapannya ini salah tempat untuk mengakui semuanya.


Akan tetapi karena tahu bahwa di masa sepertinya sedang serius dan pembahasannya itu seperti penting membuat wanita itu mengurungkan niatnya untuk melayangkan protes, Meskipun tidak bisa dipungkiri sebagai seorang manusia terkadang begitu banyak pertanyaan yang muncul di dalam benak hanya saja memilih untuk diam dan biar seperti begini saja tidak ada yang salah juga kan jadi orang yang bersabar.

__ADS_1


" Jadi ceritanya saya disuruh oleh Nyonya Amira datang untuk meminta nomor ponselnya dokter karena di beliau ingin menjodohkan saya dengan anda, sebenarnya kalau dipikir dengan baik ya ini sangat keterlaluan karena masuk di dalam unsur pemaksaan tetapi tidak ada salahnya juga kan mengikuti kemauannya Ya siapa tahu mungkin saya adalah jodoh anda di masa depan! "ujar Dimas yang ingin sekali muntah mendengar apa sendirian yang ia ucapkan dengan rasa sadar tanpa ada pengaruh oleh apapun itu dan Percayalah kalau di sampingnya ada lautan lepas saat itu juga dirinya bakalan langsung loncat ke dalam tanpa pamit.


Samantha menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya karena tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan, pria di hadapannya ini baru saja mengatakan sesuatu hal yang selama hidupnya tidak pernah ia temukan yaitu Ada orang datang meminta nomor ponselnya sekaligus langsung mengutarakan niatnya tanpa merasa malu sedikitpun.


" Anda sehat kan mengatakan semua itu, kalau memang tidak sehat Kebetulan saya adalah dokter saraf yang mungkin bisa memastikan secara langsung! " saran Samantha membuat Dimas wajahnya langsung memerah karena malu soalnya memang kelakuannya tadi itu dikategorikan masuk dalam orang yang gejala stress mungkin karena kelamaan jomblo kali ya.


"Astaga Nyonya Amira dan juga tuan Adam kalian mah enak duduk di sana tanpa beban pikiran sedikitpun bahkan mungkin sedang tertawa saat ini, tetapi Lihatlah diriku ini yang benar-benar sangat malu bahkan untuk bertemu dengan wanita ini lagi rasa-rasanya butuh keberanian selama 10 tahun eh salah maksudnya seumur hidup!" Dimas merutuki kebodohannya yang bisa-bisa saja mengikuti kemauannya Amira padahal sebenarnya ada 1001 Cara untuk menolaknya Tetapi entah mengapa dirinya terpaksa menjadi orang linglung dadakan.


" Jadi ceritanya anda tidak ada niatan untuk memberikan nomor ponselnya, Ya sudah tidak masalah saya bakalan langsung mengatakan kepada Nyonya Amira tentang keputusan yang Anda ambil! akan tetapi saya meminta maaf sebesar-besarnya karena memang sejujurnya tadi itu tidak ada kemauan saya sendiri, tetapi kalau misalnya diaminkan oleh anda terus disetujui Ya saya rasa lebih bagus lagi biar saya tidak kena marah dari pasangan suami istri somplak gitu! " Dimas begitu frustasi karena dirinya sangat tahu Adam itu paling tidak suka jika dirinya membantah apapun yang dikatakan oleh Amira yang meskipun itu termasuk dalam kategori tidak masuk akal.


" Ah tidak masalah nanti saya bakal memberikan nomor ponsel saya kepada kamu Bukankah Semakin banyak teman semakin lebih bagus, Lagian saya juga sendirian loh di sini tidak punya kenalan yang baik mau berdekatan dengan Adam pun takut salah Nanti istrinya bakalan marah-marah jadi kalau kamu sebagai gantinya Saya rasa It's okay! "ujar Samanta membuat Dimas ingin sekali bergoyang patah-patah atau apalah itu karena sungguh tidak percaya jika aksi nekatnya tadi berbuah manis.


setelah Dimas meninggalkan ruangannya Samantha hanya menggelengkan kepalanya karena tidak percaya ada orang yang mau saja kehidupannya diatur oleh orang lain, Lagian apa yang diperintahkan oleh Amira itu sebenarnya bukan merupakan bagian dari pekerjaannya Dimas tetapi kenapa pria itu mau saja melakukannya seolah-olah itu merupakan sebuah keharusan dan tidak ada bantahan sama sekali.


Dimas dengan euforia yang begitu terlihat jelas di wajahnya seolah-olah baru saja pulang kencan yang begitu manis masuk ke dalam ruangan tempat di mana Adam dan juga Amira berada, pasangan suami istri itu menatap ke arahnya dengan penuh penuh tanda tanya berharap ya mungkin ada kabar berita yang baik yang tidak perlu membuat mereka cemas berlebihan.


" Bagaimana tadi, kamu berhasil atau gagal? "tanya Amira dengan wajah penasaran bahkan kali ini ia tidak mau membiarkan Dimas menjelaskan sendiri biarkan dirinya yang mencari tahu.


Adam menatap tidak suka ke arah Dimas sebab menurutnya ini sudah sangat keterlaluan masa iya istrinya begitu perhatian dengan orang lain sedangkan suaminya dibiarkan begitu saja, ternyata menjadi Dimas itu sepertinya sangat menyenangkan karena diperhatikan oleh wanitanya maka lebih baik biarlah posisi Adam digantikan menjadi posisinya Dimas.


" Enak ya jadi kamu harus diperhatikan oleh istriku sedangkan aku sebagai suami dibiarkan begitu saja menganggur malah, cepat katakan apa yang ditanyakan oleh istriku tadi setelah kami mendapatkan jawaban sekarang juga Kamu harus langsung pergi! "omel Adam dengan wajahnya yang datar karena memang benar-benar kesal sedangkan Amira memilih bodo amat Lagian Memangnya ada yang salah jika bertanya sesuatu itu masuk di dalam yang namanya ranah perselingkuhan gitu.


"saya mendapatkan nomornya dan dia juga mau untuk kami bisa berhubungan yang lebih dekat , tetapi yang saya minta kepada Tuan dan juga Nyonya Tolong Jangan Paksa kalau sampai Kami memang tidak cocok nantinya! "ujar Dimas permohonan soalnya Ya paling tahu bagaimana sikapnya Amira ketika sudah mendengar ada titik terang seperti ini.

__ADS_1


" Oh tentu saja pokoknya kamu jangan khawatir karena kami juga tidak mungkin mau ikut campur urusan kamu, Memangnya kamu siapanya kami mengurus diri kamu saja membuat kami kepala sakit apalagi kami harus ikut di dalamnya! "omel Adam yang sudah tidak terima lagi kalau istrinya terlalu peduli dengan segala macam urusan pria itu.


seminggu kemudian segala macam rencana menjadi begitu mudahkan oleh Tuhan, karena Dina sudah diizinkan pulang dan bisa melanjutkan rawat jalan di Indonesia jadi tidak perlu harus berjauhan lagi menjalankan pengobatan di negeri orang meninggalkan anak dan juga cucunya.


Sedangkan Dimas malah dibiarkan keluyuran oleh Amira dan jika Adam memarahi pria itu maka Amiralah yang jadi Dewi pembelanya, karena Amira juga tidak tega ketika umur Dimas yang sudah hampir memasuki kepala 4 malah jomblo tersebut yaitu dan tiap hari hanya menguntit suaminya saja.


" sudah seminggu kita seperti begini terus kira-kira bagaimana perasaan kamu, kalau tidak ingin berkencan denganku yang sudah tidak masalah tetapi kalau ingin ya sudah kita lanjutkan saja hubungan ini? "tanya Dimas yang kali ini sudah sedikit lebih berani karena menurutnya ia sepertinya merasa cocok dengan Samantha yang ternyata tidak terlalu buruk-buruk amat di matanya dan permintaannya juga tidak terlalu nyeleneh serta memaksakan diri agar dirinya bisa memenuhi semuanya.


Samantha menganggukan kepalanya karena memang menurutnya berhubungan dengan Dimas itu tidak terlalu buruk dan juga pria itu ternyata di luar dari ekspektasinya, ia pikir bahwa pria yang lebih tua darinya itu bakalan memiliki pemikiran dan juga kemauan yang aneh-aneh tetapi ternyata tidak mereka berdua bahkan seleranya hampir sama.


Franda sudah dua minggu ini merasakan ada yang aneh di daerah sensitifnya seperti terasa begitu tidak nyaman dan juga ketika buang air besar pun rasanya sangat menyesal, membuat wanita itu mulai berpikiran yang aneh-aneh sebab selama ini dia sudah berubah menjadi wanita yang sangat nakal Karena mungkin tuntutan hidupnya dan juga kemauannya yang sangat tidak jelas.


Fadil yang selama ini bekerja sebagai buruh bangunan di proyek dekat perumahan depan Kompleks kos-kosan milik mereka, merasa heran ketika melihat wajah anaknya yang begitu pucat padahal kalau bisa dibilang Franda tidur dengan tenang bahkan pekerjaannya di warung makan pun sudah dihentikan karena Katanya sudah tidak sanggup lagi bekerja.


"kamu lebih baik pergi periksakan kondisi kamu di rumah sakit sekarang jangan sampai Takutnya nanti ada masalah serius Yang tengah kamu hadapi Tapi tidak diketahui sama sekali, sebab selama ini yang bapak lihat kamu Tiap hari hanya dijemput oleh pria yang berbeda-beda dari malam sampai tembus pagi seolah-olah kamu tidak punya rumah sama sekali! "saran Fadil ya bukannya ingin mencurigai anaknya itu tetapi bukan kamu waspadai segala sesuatunya dari awal itu malah lebih baik.


Franda mengikuti saran yang diberikan oleh bapaknya itu karena memang tubuhnya juga sedang tidak bisa diajak kompromi, bagi itu juga dirinya langsung pergi ke rumah sakit melakukan pemeriksaan seluruh bagian tubuhnya jangan sampai apa yang ditakutkan oleh bapaknya memang benar-benar terjadi.


" Nona Franda, Silakan masuk ke dalam ruangan dokter karena sudah ditunggu dan sekarang merupakan nomor antriannya anda! "ujar suster yang bertugas di situ membuat Franda dengan hatinya yang sedikit gelisah memilih untuk masuk ke dalam ruangan dokter dengan suasana yang tidak begitu nyaman.


" oke baiklah nama Franda silakan sampaikan keluhan anda, biar saya bisa mengambil langkah yang tepat Seperti apa untuk melakukan pemeriksaan! "ujar dokter tersebut membuat Franda mulai sedikit merasakan kecemasan tetapi berusaha untuk bersikap biasa saja.


mulai menceritakan keanehan yang ia alami Hal itulah yang dilakukan oleh Franda saat ini, membuat dokter itu akhirnya memilih kesimpulan untuk melakukan pemeriksaan darah lengkap untuk mengetahui Sebenarnya apa yang terjadi dengan pasiennya yang satu ini.

__ADS_1


"hasilnya akan keluar dalam dua jam lagi kalau mau menunggu silakan Tetapi kalau tidak ya kembali dulu nanti baru 2 jam kemudian datang lagi, saya harap apapun hasil yang keluar nanti bisa ikhlas dan memang tidak terjadi apapun Ya syukur!" perkataan dokter itu begitu ambil itu membuat Franda rasa-rasanya ingin lemas dan pingsan saat itu juga.


__ADS_2