
Amira bernafas lega ketika mendengar Respon yang diberikan oleh Aida kepadanya tadi, dirinya begitu bahagia karena akhirnya ia bisa mengungkapkan isi hatinya meskipun Terkadang ada yang masih mengganjal di dalam pikirannya.
bukan dirinya tidak mempercayai Adam seperti dulu lagi hanya saja Percayalah rasa cemas itu terkadang datang secara tiba-tiba, membuat dirinya ingin sekali menyesalinya tetapi balik lagi mencoba untuk tetap percaya kesungguhan Adam pokoknya setiap hari yang ia rasakan Dilema.
Adam yang berada di samping Amira hanya bisa menghembuskan nafasnya lega, karena ia Akhirnya bisa bersyukur jika Aida kembali memberikan kepercayaan kepadanya untuk menjaga Amira seperti dulu lagi.
namun satu yang membuat dirinya penasaran Bagaimana hubungannya dengan Franda sampai-sampai membuat Amira tidak percaya lagi kepadanya, Haruskah ia menyelidikinya semua dari awal akibat amnesia diadakan yang ia dapatkan beberapa jam yang lalu membuat pria itu benar-benar sudah seperti orang linglung.
"ya sudah terima kasih banyak Bu karena sudah mau percaya lagi kepada Mas Adam dan juga memberikan Dia kesempatan, Aku melakukan hal ini ya karena Ibu tahu pikiran aku dari awal yaitu mengingat janji suci pernikahan dan juga aku merupakan tipe orang yang tidak ingin mempermainkan pernikahan apapun itu keadaannya. meskipun ada rasa marah ketika apa yang aku jaga malah dinodai oleh suamiku sendiri, hanya saja mau bagaimana lagi ketika semua sudah terjadi Tetapi kalau misalnya dia mengulang lagi kesalahan yang sama maka aku berjanji tidak akan pernah memaafkannya sampai kapanpun! "tegas Amira menatap tajam ke arah Adam yang hanya menundukkan kepalanya tidak seperti dulu jika Amira berbicara Ketus kepadanya maka pria itu bakalan langsung pergi dan tidak peduli lagi dengan teriakan yang dilontarkan oleh Amira akibat belum selesai bicara tetapi ditinggalkan begitu saja.
"Ya sudah Ibu juga percaya kalau kamu bukanlah wanita lemah yang mau saja ditindas, pokoknya kamu harus ingat pesan yang Ibu katakan sudah berulang kali . Kalau kamu tidak boleh menjadi wanita lemah yang tidak bisa melawan ketika harga diri kamu diinjak-injak, karena yang kita punya sebagai seorang wanita yaitu harga diri selain itu yang sudah tidak ada lagi apalagi kalau wanita tersebut sudah menikah dan memiliki suami ya jelas tubuhnya merupakan milik suaminya! "ujar Aida dan memang Amira memiliki ajaran yang bagus dari orang tuanya sehingga wanita itu tahu membedakan mana yang harus ia lakukan dan juga mana yang tidak boleh.
"Aku bakalan mengingat semua pesan ibu dan tidak akan pernah melupakannya di dalam hidupku, sekali lagi Terima kasih banyak Bu karena sudah mau mengerti dengan keadaanku! "ujar Amira tulus tanpa ada kebohongan di dalamnya karena Biar bagaimanapun hanya Aida saja yang ia punya di dunia ini.
__ADS_1
panggilan tersebut sudah dimatikan dari tadi dan kini keduanya sedang berada di dalam kamar karena Amira sedang memeriksa bekas perban di kepala suaminya yang terlihat seperti mengeluarkan darah, Amira sebenarnya kesal kepada Adam karena tadi katanya menyesal dengan semua yang ia lakukan dulu dan juga dengan ingatannya yang menghilang secara mendadak membuat pria itu memukul kepalanya secara keras dan alhasil darahnya keluar kembali.
"kalau tangan kamu itu tidak gatal menggaruk sana-sini memukul ini dan itu ya Otomatis bekas jahitannya tidak pasti bakalan terbuka lagi kan, Jadi orang kok nyeleneh sekali pikirannya ini lihat akhirnya kamu sendiri kan yang bakalan merasakan kesakitan? lain kali jangan seperti begini lagi soalnya aku mau urus yang mana Terus yang tinggalkan yang mana, Ini anak di dalam perut kamu juga dari tadi pagi belum dikasih makan loh Memangnya kamu mau dia keluar dengan kekurangan gizi akibat orang tuanya yang terlalu egois ? "omel Amira sambil menekan kuat kepala Adam membuat pria itu meringis kesakitan tetapi tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena memang apa yang dikatakan oleh Amira itu tidak salah sama sekali.
"kalau begitu Biarkan saja kepalaku seperti begini aku bakalan memasak kan kalian makanan yang paling enak soalnya aku mana mau istri dan anakku kekurangan gizi, nanti apa kata orang pasti mereka bakalan berkata masa iya suaminya kaya raya tetapi tidak mampu memberikan makan istri sendiri!"ujar Adam lalu segera bangkit tetapi Amira menekan tangannya agar kembali duduk soalnya ia belum selesai merapikan perban di kepala suaminya masa iya harus bergerak lagi dengan begitu nanti kalau terjadi infeksi dirinya juga yang bakalan repot.
"kamu bisa tenang tidak? Aku itu lagi mengurus kepala kamu yang Bonyok tadi ini, Terus kalau kamu misalnya tidak peduli ya sudah tinggalkan saja tidak usah sibuk! "omel Amira sebab menurutnya Kapan lagi bisa memarahi Adam sampai sepuas ini soalnya dulu jangankan mengomelinya baru saja mengangkat wajah dan menatap tajam saja Adam sudah tidak peduli.
"Ya sudah kalau begitu kamu selesaikan biar aku bakalan menyiapkan makanan untuk kalian, atau mungkin kita pergi ke restoran terdekat sini saja soalnya aku yakin di tempat ini pasti ada tempat makan yang bisa kita pergi ke sana? "tawar Adam membuat Amira mengerutkan keningnya karena menurutnya selama mereka datang ke sini tidak ada kendaraan sama sekali yang lewat terus Villa di sini mungkin berjumlah hanya 20-an Jadi kalau misalnya ada restoran Wah itu sebuah keberuntungan.
Adam tersenyum sambil menggandeng tangan istrinya Soalnya kalau ia menjawab otomatis perdebatan mereka tidak akan pernah selesai, maka dari itu tidak ada salahnya kan kalau ia langsung mengajak istrinya itu pergi ya mungkin dengan begitu saat sampai di tempat tujuan kalau memang tidak ada barulah Amira berkomentar tidak masalah.
ketika melewati bangunan yang ke-9 tampak di depan mereka ada restoran seafood yang benar-benar menggugah selera dengan tampilan baliho di depannya, membuat Amira tanpa sadar langsung mencubit gemas pipi suaminya itu membuat Adam meringis kesakitan dengan apa yang dilakukan oleh Amira tadi.
__ADS_1
"Kamu itu kenapa sih tidak ngomong dari kemarin-kemarin biar kita bakalan tiap hari ke sini, Aduh ini makanan seafoodnya Kenapa sih tampilannya seenak ini semoga sampai di sana tidak membuat kedatangan kita di sini sia-sia! "Amira benar-benar sudah tidak tahan lagi untuk masuk ke dalam situ maka dari itu dirinya sampai-sampai meninggalkan Adam sendirian dan memilih masuk ke dalam.
Adam menggelengkan kepalanya ketika melihat mood ibu hamil langsung bangkit ketika melihat sesuatu yang benar-benar sesuai dengan keinginannya, apalagi di kehamilan trimester kedua ini biasanya nafsu makan ibu hamil itu semakin meningkat maka dari itu ketika sesuatu yang menggugah selera ada di hadapannya pasti tidak akan pernah dilewatkan.
"Ya ampun Kenapa Ibu hamil itu semakin menggemaskan sih? dan Kenapa juga ya aku seperti merindukan goyangan Istriku itu, ah Jangan berpikir aneh-aneh Adam mendapatkan maaf saja susahnya minta ampun apalagi mendapatkan hal itu sepertinya Lebaran tahun depan dulu! "desah Adam frustasi karena sepertinya Apa yang diharapkan tidak bakalan ada sesuai dengan kenyataannya.
"Ya Tuhan, Mas Adam kamu mau bikin aku malu di sini?"teriak Amira dari dalam karena dari tadi suaminya itu tidak masuk ke dalam padahal Ia ingin sekali memesan makanan saat ini juga.
"loh siapa yang ingin membuat kamu malu? perasaan aku tidak ada niatan untuk melakukan hal itu, kamu jangan ngadi-ngadi deh suami Mana sih yang mau membiarkan istrinya dipermalukan oleh dirinya sendiri? "ujar Adam sambil terkekeh geli.
"Ya jelas kamu bakalan membuatku malu lah Soalnya aku tadi masuk ke sini itu tidak membawa uang sepeser pun, terus nanti kalau misalnya kamu tidak jadi masuk dan kamu kembali ke rumah padahal aku sudah terlanjur memesan makanan Menurut kamu aku bakal membayar pakai apa coba? "jelas Amira memasang wajah cemberutnya karena menurutnya suaminya itu tidak pengertian sama sekali.
"Hahaha, astaga maaf Yang aku lupa!" ujar Adam sambil mengusap pelan kepala Amira yang sedang memasang wajah cemberutnya.
__ADS_1
"Makanya jangan terlalu lelet jadi orang,jadi begini kan akibatnya!" omel Amira membuat Adam benar benar merasa gemas dengan tingkah istrinya itu.
"Istriku memang paling imut dan juga menggemaskan sampai ingin ku bungkus bawa pulang,soalnya nanti takut nanti di ambil orang!" puji Adam gemas.