
Amira merasa bahagia ketika mendengar kabar gembira dari Sarah setelah mereka pulang dari Indonesia beberapa saat yang lalu, sahabatnya itu ternyata sudah melahirkan bayi kembar yang berjenis kelamin perempuan Semuanya membuat wanita keturunan Italia itu merasa begitu bahagia karena nantinya ia bisa menjodohkan anaknya dengan anaknya Amira yaitu Arkana.
"wah Selamat ya Sarah akhirnya kamu launching juga, Aku harap semoga keluarga kamu selalu diliputi Kebahagiaan tidak ada yang namanya penderitaan ataupun air mata pokoknya doa yang terbaik deh buat kamu! "ujar Amira lewat sambungan via telepon sebab tidak mungkin kan dirinya harus datang ke Italy sedangkan Arkana juga masih kecil dan juga di sini Dimas serta Samantha Tengah mau mengurus pernikahan mereka yang akan terjadi pada minggu depan.
pagi-pagi sekali Aida sudah sampai di rumah Amira karena semalam dirinya bermimpi tentang Franda, wanita itu datang kepada Aida sambil bersujud di bawah kakinya kemudian meminta maaf serta berharap agar Aida memaafkannya serta tidak menyimpan dendam kepadanya.
__ADS_1
Aida akui bahwa selama beranda meninggal tidak pernah sekalipun ia pergi mengunjungi makam anak itu, Padahal selama ini dirinyalah yang sudah membesarkannya menjaganya sepenuh hati bahkan bisa dibilang karena tidak pernah merasakan ada kasih sayang yang hilang dari seorang ibu sebab itu semua sudah ia dapatkan dari Aida.
Amirah yang sedang berbicara dengan Sarah merasa heran ketika melihat ibunya datang dengan wajahnya yang sulit untuk diartikan, dirinya penasaran kira-kira ada masalah baru apalagi yang terjadi Bukankah selama bertahun-tahun ini hidup mereka baik-baik saja sudah tidak ada masalah yang menghampiri.
" Ibu kenapa datang-datang kok wajahnya seperti itu, memangnya ada masalah apa sih sampai-sampai sepertinya beban pikirannya begitu berat? " tanya Amira penasaran.
__ADS_1
"Oh ya sudah Kebetulan aku juga sudah lama loh tidak ke makamnya Ayah Ya siapa tahu dia juga merindukan anaknya ini, nanti setelah mengurus Arkana baru kita berangkat ya Bu! "sahut Amira.
Sesampainya di makamnya Franda terlihat memang benar-benar tidak terawat karena daerah itu sedikit kurang terjangkau, dan juga pertanda bahwa gundukan tanah itu selama ini tidak pernah ada yang datang dan memperhatikannya.
" pagi Franda, kami baru datang sekarang karena untung juga kamu mengingatkannya! Kami pikir kamu tidak ingin melihat kamu Makanya selama ini kami juga menjaga jarak Tetapi kalau memang kamu datang meminta maaf Oke kita tidak ada dendam kok dalam hidup ini, Lagian kamu juga sudah menemui Takdirmu sendiri untuk apa coba Aku menaruh dendam pada orang yang sudah tidak ada! pergi ke sana baik-baik ya usahakan tidak boleh melakukan kesalahan lagi, pokoknya intinya doa terbaik selalu kami panjatkan kepada kamu! " ujar Amira lalu segera itu pergi karena dari tadi Aida hanya memilih diam tanpa ekspresi sama sekali sebab tidak menyangka gadis kecil yang dulu dibawa ke rumahnya yang digendong ya diurusnya sepenuh hati ternyata sudah berada di tempat lain yang sangat begitu jauh.
__ADS_1
" Ibu sudah memaafkanmu! " setelah mengatakan hal itu secara pelan Aida pun mengikuti langkah kaki anaknya.
semua sudah mendapatkan kebahagiaan mereka sendiri meskipun kebahagiaan itu diraih dengan cara yang berbeda, tetapi intinya puncak dari segala-galanya adalah siapa yang sudah menabur kebaikan ia akan menuai kebaikan pula dan begitu sebaliknya jika ia menabur yang buruk tentu saja keburukan itu akan selalu menghantui hidupnya siang dan malam.