Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Di permalukan


__ADS_3

Franda begitu percaya diri ketika dirinya semakin mendekati Dika, tampak pria itu masih sibuk mengobrol dengan teman-temannya yang lain sampai tidak menyadari keadaan sekitarnya.


Franda tersenyum penuh kebahagiaan karena ia yakin bisa pasti tidak akan menolaknya kali ini, apalagi mengingat semua yang sudah pernah mereka lalui selama ini dan juga ada yang sudah pernah mereka lakukan berdua.


Sedangkan Ferdi sepertinya menyadari kalau Franda akan mengarah kepada mereka,hanya saja ia tak tahu kalau sebenarnya tujuan wanita itu adalah Andika.


" Itu wanita kok mengarah ke kita ya? Memang nya ada yang diantara kita Mengenali wanita itu, soalnya memang dia mengarahnya ke sini aku saja bingung? "tanya Ferdi penasaran membuat semua orang menoleh ke arah yang ditunjukkan oleh Ferdi dan Percayalah jika langsung merubah raut wajahnya yang tadi begitu penasaran menjadi sangat emosi dan tidak suka.


Dika menghafalkan tangannya dan percayalah jika bisa terlihat maka ada asap yang keluar dari telinganya saat ini, soalnya ia sedang tidak ingin bertemu dengan Franda sekarang Dan juga nanti karena mengingat semua kesalahan yang pernah ia lakukan.


"kalian semua ada yang mengenalinya tidak? Soalnya itu dia sudah semakin dekat dan tersenyum, Eh tapi tersenyumnya ke arah kamu Dika? "tanya Amel yang juga ikutan penasaran seperti Ferdi.


Dika menghela nafasnya secara perlahan berusaha untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan keadaan yang ada, karena menurutnya Jika ia marah-marah tidak jelas yang ada bakalan menimbulkan masalah lagi.


"Biarkan saja dia mau ngomong apa ataupun dia mau ke mana, Anggap saja kita tidak pernah mengenalinya soalnya aku memang tidak pernah kenal dengan sebelumnya Kok! "bohong Dika demi keamanan dan juga kenyamanan dirinya sendiri.


"Dika kamu di sini juga ya? Wah ternyata kita memang berjodoh dari dulu sampai sekarang, buktinya di mana ada kamu pasti di situ ada aku kayak malam ini! "ujar Franda antusias.


Teman-teman Dika mengerti dengan kode yang diberikan oleh pria itu, yaitu tidak usah mendengarkan perkataan Franda Nanti kalau sudah bosan pasti bakalan pergi sendiri.

__ADS_1


"kalian lagi ngumpul-ngumpul ya, Apa aku boleh gabung? Soalnya kalau makan sendirian, rasanya sangat tidak enak loh? "tawar Franda Yang sepertinya tidak punya malu sama sekali padahal semua orang yang ada di situ tidak peduli dengan kehadirannya sedikitpun.


Amel terlihat sangat tidak suka dengan sikap Franda itu, karena dirinya menyukai Dika dan merasa cemburu saat ini melainkan tidak nyaman dengan apa yang dilakukan oleh Franda.


"kamu sadar kan kalau tempat di sini sudah penuh semua? Terus kalau kamu misalnya ingin duduk, Memangnya kamu mau duduk di mana? Mau di atas meja atau di dalam piring sekalian, supaya Kami selalu melihat ke arah kamu? "tanya Amel emosi.


Ferdian duduk di samping Amel berusaha mengusap bahwa wanita itu agar lebih tenang dan juga tidak marah-marah terhadap orang yang tidak dikenal, karena Biar bagaimanapun mereka itu merupakan pegawai yang bakalan bertemu dengan orang banyak nantinya takutnya jangan sampai orang-orang di dalam restoran itu mengenali mereka.


"kamu sabar saja dong kalau ngomong tidak perlu sampai ngegas seperti itu, soalnya nanti yang ada kamu bakalan merugikan diri sendiri dan juga membuat kamu kesusahan nantinya! "bisik Ferdi pelan.


Amel masih memasang tatapan tidak terimanya membuat Franda pun tidak kalah emosi, karena menurutnya wanita itu tidak pantas marah-marah tidak jelas kepadanya karena dirinya datang ke tempat itu untuk bertemu dengan Dika bukan untuk yang lainnya.


"kamu bisa tidak jangan asal pegang sembarang? Memangnya kamu pikir aku ini anak kecil yang bisa saja kamu sentuh dan juga kamu belai, kalau memang kamu tidak mau makan sendiri ya sudah pulang saja makan di rumah Kamu ngapain pakai ganggu orang segala? "tanya Dika emosi.


Franda dari tadi sebenarnya sudah merasa dipermalukan oleh Amel dan juga Dika, pria itu bahkan seolah-olah tidak mengenalinya sama sekali sampai-sampai disentuh olehnya pun sepertinya tidak ingin.


Namun Franda tahu kalau dirinya tetap begini sih otomatis dia bakalan kelaparan nantinya, apalagi melihat perubahan yang dialami oleh Dika saat ini siapa sih yang tidak bakalan tergoda.


"ya percuma saja aku pulang padahal sudah ketemu kamu di sini! Lagian Apa susahnya sih temani aku makan, seperti kedua orang asing yang tidak saling kenal Padahal kita kan sudah biasa sama-sama?" dua omel Franda kesal.

__ADS_1


"Di dalam mimpi pun aku tidak peduli bersama dengan wanita licik seperti kamu, lebih baik aku sendirian sampai mampus tidak masalah yang penting tetap dan pikiranku tenang! "ujar Dika.


"Maaf Nona kamu dengarkan penolakan yang dilakukan tadi kepada kamu, jadi lebih baik sekarang kamu kembali ke tempat duduk kamu yang semula dan jangan ikut campur urusan orang lain!" Ferdi yang memilih untuk sedikit sopan terhadap Franda karena ia memang tidak punya masalah sama sekali dengan wanita itu.


"Kalian ini kenapa sih seolah-olah merupakan musuh dan tidak pantas untuk dihargai sedikitpun, padahal maksud dan tujuanku untuk baik hanya ingin berduaan dengan Dika dan kalian lanjutkan saja kegiatan yang lainnya? "Franda itu sudah seperti seorang wanita yang tidak punya malu sama sekali.


"Sebenarnya kamu itu yang harus dipertanyakan, Kenapa orang lain tidak menerima keberadaan kamu tetapi kamu malah nyolot di sini? "tanya Amel heran karena meskipun ia tidak pernah bertemu dengan rendah sebelumnya tetapi melihat tingkah wanita itu saja sudah membuat dirinya merasa tidak nyaman dan juga rasa-rasanya seperti membenci kepribadian Franda yang terlalu murahan.


"Kalian kalau mau pulang pulang saja soalnya aku juga mau kembali, Kalau berlama-lama di tempat ini rasa-rasanya otak aku yang tadi sudah jernih langsung ngeblank! "ujar Dika.


"Ya sudah ayo kita pergi saja dari sini! Kamu juga istirahat bro nanti kami bakalan usahakan mencari seperti apa yang kamu inginkan, Soalnya kami yakin wanita seperti itu yang membuat kamu lebih fokus menjalani hidup! "Ferdi sengaja Menjelaskan hal itu agar Franda sadar kalau sebenarnya di dalam kehidupan kita itu ada wanita lain bukanlah dirinya ataupun siapapun yang ada di hadapan pria itu saat ini.


Franda menatap tidak percaya ke arah Dika ketika mendengar perkataan sahabat dari pria itu, kalau sebenarnya Dika itu ada wanita lain dalam hidupnya dan jelas-jelas orang itu bukanlah dirinya.


"kamu Jawab dengan jujur sebenarnya Apa maksud dari mereka mengatakan semua itu tadi, kamu sudah punya wanita lain selain aku dan juga selama ini ternyata kamu pergi hanya karena lebih mementingkan wanita itu? Terus selama ini hubungan kita seperti apa yang di dalam pikiran kamu, sampai-sampai Kamu sepertinya lupa dan juga tidak peduli lagi dengan diriku yang sudah menunggu kamu selama berhari-hari tapi tidak muncul anda yang seperti ini?" Tanya Franda yang sepertinya tengah mendramatisir keadaan.


Dika mengerutkan keningnya ketika mendengar pertanyaan dari Franda itu, karena menurutnya wanita itu terlalu berlebihan dalam menyikapi sesuatu Padahal mereka tidak punya hubungan yang sampai yang bisa dibilang lebih daripada hubungan yang spesial.


"Aku rasa kamu itu sedang mempermalukan diri sendiri! Bukannya Seharusnya kamu sadar kalau sebenarnya aku dari tadi itu tidak pernah mengakui kamu, tetapi kenapa kamu tetap ngotot kalau apa yang kamu katakan itu benar semuanya dan ingin supaya orang lain percaya?"ujar Dika yang benar-benar sudah capek berhadapan dengan wanita ular seperti keranda maka dari itu ia memilih untuk pergi saja dari situ dan tidak peduli lagi dengan wanita itu terserah mau mengatakan apapun.

__ADS_1


__ADS_2