
Amira dari awal sudah mengatakan kepada Daniel bahwa dirinya akan pulang lebih cepat daripada Biasanya, karena selain ingin memastikan keadaannya Adam dirinya juga ingin berbicara secara langsung kepada pria itu.
"Maaf pak Tapi saya harus kembali ke rumah Soalnya ada sesuatu hal yang penting yang harus saya urus saat ini juga, maaf kalau ada yang membuat Anda tidak berkenan saat ini Tapi percayalah ini murni Keinginan saya dan keadaan yang sadar tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun! "jelas Amira membuat Daniel hanya bisa menghembuskan nafasnya secara perlahan padahal sebenarnya pria itu merasa begitu tertekan ketika membayangkan Amira yang sedang berbicara berduaan dalam posisi yang dengan Adam.
"Padahal tadi katanya kamu kan biasa saja tidak ada masalah yang berarti dengan diri kamu maka dari itu kamu memilih ke kantor, tapi kenapa sekarang kamu malah berubah pikiran seperti ini seolah-olah kantor ini hanya merupakan tempat yang kamu singgah Lalu setelah itu pergi begitu saja? "tanya salah satu Daniel yang ada di situ penasaran.
Terdengar hal nafas berat dari Amira karena sebenarnya waktu dan tujuannya ingin minta pulang yaitu ingin sekali memastikan keadaan Adam dan juga langkah selanjutnya harus apa yang ia lakukan, dan juga ingin Memastikan kira-kira kondisi Adam itu sudah diperiksa lebih lanjut atau belum serta dokter yang bertugas menangani sudah memberikan resep obat atau belum.
"ya Untuk itu saya minta maaf dengan sangat karena ini semua di luar kuasa saya untuk melakukannya, sebab memang Hari ini saya benar-benar merasa kelelahan dan juga ingin sekali istirahat! "jelas Amira sambil menundukkan kepalanya karena memang ia sangat tidak berani menatap ke arah Daniel.
Daniel mau tidak mau menarik tangan Amira agar ikut dengannya dan juga tidak peduli dengan tatapan puluhan pasang mata yang penasaran, pria itu hanya mau menarik tangan Amira tidak ada niatan untuk melepaskannya sampai membawa kamera tepat tiba di depan gerbang perusahaan.
"Jangan pikirkan omongan orang lain tetapi pikirkan tentang apa yang kamu lakukan hari ini, apakah sudah benar atau belum Dan juga sesuai fakta atau belum! kalau memang Apa yang kamu pikirkan sudah benar aku akan mendukungnya dan juga tidak akan pernah menyalahkan kamu di sini, Jadi tolong tetap jaga kondisi kamu selalu sehat dan juga waras serta jangan buat dia yang di dalam menderita akibat kamu yang keras kepala! "setelah mengatakan hal itu Daniel pun menghentikan taksi yang lewat dan menyuruh Amira untuk naik Lalu setelah itu memilih untuk kembali masuk ke dalam kantor.
Amira menatap nanar ke arah punggung Daniel yang sudah menghilangkan kembali ke dalam kantor, wanita itu benar-benar merasa bersalah tetapi Percayalah ia tidak bisa bekerja jika perasaannya masih Terbagi Dua.
__ADS_1
"Maafkan aku pak, kalau sudah membuat anda merasa marah dan juga tidak nyaman! Tapi percayalah aku melakukan semua ini karena tidak ingin padahal yang menggantung dalam kehidupanku tanpa bisa diselesaikan dengan cepat waktu, maka dari itu aku memilih untuk mengurusnya segera dan kalau memang itu tidak sesuai dengan harapan ya aku bisa apa?"jelas Amira dalam hati karena tidak mungkin ia harus menyampaikan hal itu secara gamblang di depan Daniel.
kini wanita itu sudah dalam perjalanan menuju rumah yang di mana ada Adam di dalamnya, pria itu setelah selesai meminum obat ngantuk yang mulai menyerangnya membuat dirinya memilih untuk kembali tidur dan belum lagi suasana kamar tersebut yang membuat ia sangat merasa nyaman.
suasana ini mengingatkan dulu ketika ia dan Amira masih bersama-sama dalam sebuah rumah dan juga sebuah tempat tidur, Amira paling tidak suka tidur di tempat tidur yang Sisinya sebelah kiri maka dari itu ia selalu meminta bagian tempat tidur yang sebelah kanan adalah miliknya!
Begitu egoisnya ketika Adam tidak menyetujui permintaan dari wanita itu, sehingga membuat Amira mau tidak mau harus menelan kekecewaannya dan memilih tempat yang diberikan oleh Daniel.
"aku dulu Memang egois ya ke kamu sampai-sampai sudah seperti seseorang yang kesetanan hingga membuat kamu selalu tidak nyaman tetapi terpaksa untuk tersenyum, Aku tahu kamu pasti sangat tidak akan menerima diriku aku lagi memaafkanku yang jelas-jelas sudah melakukan kesalahan tersebut dalam keadaan sadar bukan karena khilaf! "batin Adam yang tanpa sadar jika kini air matanya sudah mengalir deras membayangkan kebodohan yang sudah ia lakukan di dalam hidupnya dan juga sesuatu hal yang entah nanti bakalan dimaafkan oleh Amira atau tidak.
Mau marah atau pun berteriak tetapi inilah ke negara Wakanda yang apapun sesuatunya diukur menggunakan uang, jadi semakin engkau beruang semakin harga dirimu tinggi Tetapi semakin engkau tidak memiliki uang Percayalah harga dirimu itu hanya seharga satu bungkus terasi dan Percayalah tidak ada orang yang bakalan menganggapmu ada dan terlihat.
"Kamu kenapa hari ini tidak masuk kerja? apakah rasa sakit di kepala kamu dari kemarin itu belum hilang-hilang juga, ya sudah lebih baik kamu berobat daripada dibiarkan nanti berlarut-larut dan lebih parah! "saran Fadil yang tidak bisa membantu apapun di dalam kehidupan itu soalnya dirinya saja seorang pengangguran kelas Kakap jadi mana punya penghasilan untuk bisa mengurus kebutuhan anaknya dan juga dirinya sendiri.
"ini semua kan gara-gara bapak yang tidak berfungsi sekali sebagai seorang kepala keluarga dan juga seorang pria, sampai-sampai tidak malu untuk menumpang hidup di orang lain dan juga benalu di dalam kehidupanku saat ini! "ujar Franda yang terlihat sudah habis kesabarannya menghadapi Fadil yang Tiap hari hanya duduk dan juga nonton TV untuk menghabiskan kuota listrik.
__ADS_1
"Iya sekarang kan giliran kamu berbakti kepada orang tua dan Bapak hanya menikmati kebaktian yang sudah kamu lakukan itu, jadi jangan marah-marah dong seolah-olah kalau bapak ini melakukan sesuatu yang salah padahal sebenarnya kan masuk akal kalau anak itu diurus oleh orang tua kan? "tanya Fadil tanpa beban membuat Franda menatap tak percaya ke arahnya.
"Wah ternyata bapak masih punya pemikiran sepicik itu ya berharap hidup daripada anak sendiri yang harusnya Sebenarnya masih harus Bapak urus, kaki tangan bapak itu masih bisa digunakan loh bukan sudah patah atau tidak berfungsi jadi tidak mau bekerja sama sekali untuk mengisi perut sendiri? Pantasan si wanita tua itu memilih untuk bercerai dengan bapak karena Siapa sih yang bertahan ada benar di dalam kehidupannya dan membuat susah saja tidak pernah membawa kesenangan, jadi mau dia bucin seperti apapun pasti suatu saat bakalan membuang batu kerikil yang selalu menghambat perjalanan hidupnya dan memilih orang yang lebih bagus dan juga lebih pengertian serta bisa diandalkan di dalam perkataan dan juga perbuatannya nantinya! "ujar Franda yang tidak paham dengan arah pemikiran Fadil karena merasa diri paling benar dan juga tidak pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya.
Fadil hanya menghembuskan nafasnya kemudian menatap ke arah Franda, terlihat sekali wanita itu sepertinya tertekan mungkin karena memiliki begitu banyak beban hidupnya soalnya kehidupannya itu berubah drastis selama beberapa bulan saja dan ini semua dikarenakan masalah mereka yang baru saja dilalui.
"Ya maafkan Bapak bukan karena tidak mau bekerja tetapi siapa yang mau mempekerjakan bapakmu Ini yang tidak punya skill apapun untuk bisa dibanggakan dan juga dijual, jadi mau tidak mau hanya bisa menggantungkan hidup dengan kamu saja dan juga tidak bisa lagi mencari jalan keluar karena kita tidak punya keluarga dekat! "penjelasan Fadel itu sebenarnya sangat tidak masuk akal menurut Franda karena meskipun Fadil merengek dan juga mengemis kepada keluarga mereka tetapi satupun tidak akan membantunya karena mengingat dia itu merupakan seorang pria yang sehat bugar tanpa ada riwayat penyakit bawaan dan juga masih bisa bekerja dengan baik di luaran sana.
Franda memilih untuk masuk ke dalam kamarnya dan tidak peduli lagi dengan ocehan Fadil yang menurutnya hanya bikin emosi tetapi tidak pernah memikirkan perasaannya, dirinya sampai tidak habis pikir harus mengalami kesialan dalam hidupnya yaitu bisa memiliki orang tua yang modelnya seperti Fadil tidak ada rasa tanggung jawabnya sama sekali.
"sudah tahu bahwa bapakmu Ini kan duda dan juga tidak punya pekerjaan sama sekali masa iya masih mengeluh di belakang, Lagian hanya memberikan makan orang tua yang sehari-harinya mengeluarkan 50 ribu perak saja masih mengeluh! Harusnya kan kamu berterima kasih karena bapak sudah mau merawat kamu selama ini, dan ikut mendukung Apapun yang kamu lakukan karena Bapak yakin ini semua untuk masa depan kita juga kan hanya saja ternyata tidak sesuai dengan harapan! "ujar Fadil karena memang dirinya mendukung anaknya itu untuk berselingkuh dengan Adam dan membantu menyembunyikan di hadapan Aida dan juga Amira yang jelas-jelas orang yang sangat berharga di dalam kehidupannya dan juga Franda.
Ternyata bahasa yang selalu mengatakan bahwa Jangan pernah menampung sesuatu di dalam kehidupan rumah tanggamu karena sesuatu yang kamu tampung itu bakalan balik menyerang kamu suatu waktu, itu adalah sangat benar dan tidak ada salahnya sama sekali karena Biar bagaimanapun terkadang orang terdekat itulah yang bakalan membuat kita menjadi hancur karena maksud dan tujuannya dari awal adalah melakukan hal itu.
Fadil memilih untuk melanjutkan nonton acara TV kesukaannya dan tidak peduli dengan perasaan hancurnya Franda karena harus berjuang sendirian, tanpa ada sosok yang mau membantu dirinya Padahal kalau Fadil ikutan bekerja ya mereka pasti tidak bakalan terlalu kesulitan seperti saat ini dalam di dalam finansial.
__ADS_1