
Aida benar-benar merasakan kehilangan anaknya padahal sebenarnya Amira masih hidup dan juga masih bernafas dengan baik, hanya saja percuma ketika hanya sugestinya Aida yang mengatakan anaknya itu baik-baik saja tanpa bisa melihat keadaannya tanpa bisa memastikannya secara langsung.
"Kamu itu sebenarnya di mana nak? kalau memang mau pergi Ya tidak masalah tetapi saya tidaknya ngomong dong sama orang tua sendiri, supaya Ibu tahu kalau kamu itu memang benar-benar dalam keadaan baik-baik saja dan juga tidak kekurangan apapun! Percuma saja ibu kamu mengurus semua warisan yang ditinggalkan oleh Ayah kamu, jika akhirnya anaknya sendiri tidak bisa menikmati semua itu dan malah memilih untuk bekerja membanting tulang! "lirik Aidah yang benar-benar tidak menyangka kalau anak satu-satunya yang ia punya harus menghilang sampai selama ini.
"kalau aku bertanya kepada Dina dan juga Sakti pasti jawabannya mereka bahwa sudah mengurus Amira dengan baik jadi aku tidak perlu khawatir, padahal seharusnya mereka tahu kalau dia merupakan milikku satu-satunya keren Aku sudah tidak punya siapa lagi di dunia ini!" sambung Aida lagi.
hubungannya dengan Fadil sudah berakhir lama jadi otomatis Aida tidak pernah menyesali keputusannya untuk berpisah dari pria yang sudah puluhan tahun menemaninya itu, karena Percuma saja mempertahankan hubungan jika akhirnya terasa begitu Toxic dan juga menyiksa serta tidak bisa diterima dengan akal sehat.
"Gimana Pak tawaran Franda semalam, apa mau pergi bertanya di tempat proyek itu atau tidak? kalau memang Bapak malu ya sudah nanti Franda saja yang menanyakannya, soalnya hidup di kota besar itu tidak boleh nganggur dan juga Hanya duduk di rumah karena hasil akhir diri sendiri yang bakalan kesusahan! " Franda benar-benar penasaran dengan apa yang ada di dalam pikirannya Fadil sampai-sampai susah sekali untuk diajak pergi bekerja.
Fadil jelas saja tidak terima ketika mendengar perintah yang diberikan oleh Franda itu, karena menurutnya anda tidak boleh mengeluh soal mengurusinya, atau pembahasan mereka berdua itu kan sudah dilakukan setiap saat tetapi hasil akhir ya tetap seperti itu saja.
"kamu maunya Bapak menjawab yang seperti apa lagi supaya bisa paham kalau dari awal Bapak tidak akan pernah pergi bekerja apapun itu, apalagi harus bekerja menjadi seorang kuli yang jelas-jelas merupakan pekerjaan yang sangat tidak masuk akal dan intinya hanya bakalan dianggap remeh oleh orang lain! "tolak Fadil tegas membuat Franda menatap heran ke arahnya sebab Randa pikir tadi malam dirinya menghentikan pembahasan karena ingin agar Fadil berpikir dengan jernih tetapi ternyata apa yang ia harapkan itu tidak sesuai dengan kenyataan sama sekali.
"Astaga bapak! Kaki bapak itu masih bisa berfungsi dengan benar kedua tangan Bapak juga seperti itu, kenapa tidak digunakan agar bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat Tetapi malah seperti ini? Hidup itu hanya sekali bisa tidak melakukan sesuatu yang membuat orang lain merasa terbantu, mungkin dengan begitu mereka bakalan menganggap bahwa kehadiran bapak itu memang benar-benar berpengaruh dan juga bisa dibilang mungkin membantu keadaan orang lain yang sebenarnya lagi butuh bantuan.:" jelas Franda tetapi Fadil rasa-rasanya sudah seperti orang yang mati rasa dan juga tidak ingin bergerak sama sekali Entah kenapa di umur yang masih begitu jiwa pemalasnya muncul begitu saja mungkin karena selama ini sudah terbiasa dengan hidup enak.
__ADS_1
"Ya sudah kalau memang Bapak tidak mau seperti yang aku katakan semalam kalau ini merupakan hari terakhir ku berada di tempat ini, Terserah Bapak mau menghilangkan manapun ataupun mau minta rujuk kembali kepada wanita sombong itu pun terserah karena aku tidak akan pernah ikut campur dan juga tidak akan pernah mau tahu lagi! "tegas Franda yang sebenarnya hanya menggertak Fadil saja soalnya tidak mungkin kan dirinya mencari kontrakan lain lagi sedangkan kontrakan yang mereka tempati sekarang itu merupakan kontrakan yang paling murah di antara semuanya.
Fadil Ya tentu saja merasa panik ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Franda Itu sebab jangan sampai Wanita itu pergi meninggalkannya, kalau ia mempunyai apapun otomatis sudah pasti dirinya yang bakalan menyeret wanita itu dan pergi dari situ.
"jangan seperti itu dong nak, kalau misalnya kamu memperlakukan Bapak seperti itu sekarang pertanyaannya nanti bapak bakalan penumpang hidup sama siapa lagi? maafkan Bapak kalau selama ini sudah membuat kamu merasa tidak nyaman tetapi Percayalah bapak itu benar-benar tidak ada niatan untuk bekerja keras, soalnya semua sudah habis apapun yang bapak inginkan sudah tidak tercapai sama sekali jadi untuk apalagi pasti yang Bapak butuhkan sekarang hanya makan dan juga tidur lalu setiap harinya bakalan seperti itu saja tidak akan pernah menyusahkan kamu lagi."ujar Fadil yang terlihat begitu stres dengan apa yang menimpanya apalagi selalu melihat penolakan yang dilakukan oleh Franda seolah-olah bahwa dirinya itu memang benar-benar tidak pantas untuk mendapatkan perhatian dari siapapun dan juga sangat tidak pantas jika membela diri seperti saat sekarang ini.
"Terserah Bapak seperti apapun yang diinginkan aku sudah tidak mau peduli lagi soalnya pekerjaanku saja sedang ribet sekarang, karena Bapak kan tahu bekerja menjadi pegawai toko itu sebenarnya gajinya sudah tidak seberapa kemudian belum lagi cibiran orang-orang tentang apa yang sudah Franda lalui kemarin-kemarin! "jelas Franda karena memang permasalahannya antara Adam dan juga Dika waktu itu di depan Apartemen sempat diabadikan seseorang dan akhirnya diketahui bahwa dirinya merupakan seorang pelakor.
untung juga ada temannya yang mau berbaik hati memberikannya pekerjaan sebagai pegawai di toko miliknya sendiri, maka dari itu karena Akhirnya bisa punya pekerjaan Kalau tidak hidupnya bakalan lontang-lantung di jalan dan tidak jelas dan juga tidak punya penghasilan apapun.
"semoga saja anakku itu bisa bertemu dengan pria kaya lagi dan dengan begitu hidup kami bakalan langsung berubah drastis tidak perlu harus sempit-sempitan di tempat ini, dulu saja kamarku ber-ac dan tidur di atas ranjang in size sekarang malah hanya beralaskan tiga tipis dan juga hanya kipas angin butut bekas dari miliknya warga yang kebetulan tidak dipakai karena sudah membeli yang baru!" nasib Fadil yang dulu dan sekarang itu benar-benar sangat dramatis tetapi intinya ia tidak mendapatkan apapun dari perceraiannya dengan Aida.
Amira kali ini benar-benar merasa begitu bahagia karena Akhirnya bisa menginjakkan kakinya di pantai yang menurutnya sangat Asri suasananya dan juga nyaman serta tidak terlalu banyak pengunjung, dirinya bahkan betah berlama-lama duduk di pinggir pantai itu membuat Adam sedikit merasa cemas karena takutnya jangan sampai nanti ada pohon kelapa yang jatuh atau bagaimana gitu dan mengenai kepalanya Amira kan bisa bahaya Urusannya di situ memang ada klinik tetapi tidak secanggih rumah sakit.
"Amira kalau sudah puas-puas duduk di situ kembalilah ke dalam villa dong, aku takut nanti kamu bakalan masuk angin kalau dari tadi Hanya duduk di luar saja dengan menggunakan pakaian pantai seperti itu! Nanti besok lusa kan masih bisa liburan lagi di sini karena tidak akan pergi ke mana-mana kita berdua sampai kamu puas, jadi untuk saat ini Tolong kembalilah karena aku sungguh-sungguh benar khawatir dengan keadaan kamu! "teriak Adam.
__ADS_1
Amira mendengus kesel ketika mendengar teriakan yang dilakukan oleh Adam barusan, sebab menurutnya itu terasa begitu mengganggu dan membuatnya merasa tidak nyaman sama sekali apalagi mereka kini menjadi bahan tontonan semua orang.
"Astaga aku itu duduk di sini Baru beberapa menit-an lamanya kenapa sekarang kamu malah memanggilku untuk kembali ke situ, Ini loh di bawah pohon kelapa rasanya adem banget membuat hati dan pikiranku tentram dan juga bisa melupakan kalau ternyata aku itu lagi berjalan sama penipu! "ujar Amira dengan nada menyindir membuat Adam hanya bisa mengusap wajahnya kasar karena Lagi Dan Lagi setiap kali berbicara sesuatu pasti Amira bakalan membahas tentang kesalahan yang pernah ia lakukan seolah-olah hal itu harusnya menjadi bahan pembahasan mereka berdua setiap kali ada pembicaraan yang serius ataupun tidak.
"ya bukan seperti itu tapi....
Bughhh
"Mas Adam....Waduh Ini kelapa nakal sekali lho kok bisa-bisanya menjitak kepala suamiku yang sedang berfungsi dengan begitu baik? "omel Amira yang malah menyalahkan sesuatu yang sebenarnya tidak ada sangkut pautnya dengan apa yang dialami oleh Adam saat ini.
Adam sudah tidak mampu lagi memindai keadaan sekitarnya karena terasa begitu gelap dan juga tidak nyaman, serta merasa seperti ada yang mengalir tepat di jidatnya dan ketika ia memastikannya ternyata itu merupakan darah segar mengalir dengan begitu manisnya seolah-olah tidak peduli dengan nada protes yang diberikan oleh pemiliknya dan juga Respon yang diberikan oleh istrinya yang sangat terkejut.
"Mas Adam,kamu berdarah? Ya Tuhan mana Aku bingung kita sekarang ada di mana terus kamu jangan juga seperti ini, Aduh Sepertinya kamu yang tidak cocok berada di tempat ini jadi alhasil Kamu kena deh batunya! "ini Amira bukannya memberikan sebuah nada-nada yang membuat suaminya merasa tenang eh malah memarahinya Kalau sudah seperti begini pertanyaannya Siapa yang salah coba ?
"Istriku Tolonglah Seharusnya kamu membantu suamimu yang keadaannya sedang sekarat dan tidak berdaya ini bukan malah mengatakan sesuatu yang sepertinya tidak perlu, kalau sampai aku mati di Pulau ini kan tidak lucu niatnya mau membawa kabur istri malah nyawaku yang bakalan dibawa kabur! "batin Adam yang akhirnya menutup mata karena tidak percaya jika kecelakaan yang menimpanya ini membuat Amira menjadi panik.
__ADS_1