Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Memohon


__ADS_3

Adam memang benar-benar dibuat bingung dengan apa yang dikatakan oleh orang tuanya barusan, karena terlihat dari wajah yang mereka tampil kan begitu sangat memendam rasa kecewa kepadanya.


"Aku minta maaf karena telah membuat kalian malu, tetapi aku mohon Tolong jangan pergi meninggalkan aku sendirian di sini! Nanti setelah aku ada perubahan aku bakalan pergi mencari Amira sampai ketemu dan membawa kembali kepada kalian, hanya untuk sekarang aku mohon Tolong mengerti dengan keadaanku saat ini kalau aku benar-benar butuh kalian!"ujar Adam penuh permohonan tetapi Percayalah rasa iba dari Dina dan juga Sakti terasa sudah mati dan juga tidak ada niatan untuk memaafkan pria itu.


"Ayo mah kita berangkat soalnya tadi Papa sudah kasih kabar pilot untuk menunggu kita setengah jam lagi, kita harus menghargai perasaan orang lain jangan berbuat seolah kita merupakan manusia paling penting dan akhirnya membuat orang lain menunggu tanda selalu !"Sakti sengaja mengatakan hal itu untuk menyindir putranya agar paham kalau sebenarnya bukan hanya dirinya saja yang berharga melainkan ada orang lain juga


Adam meraih koper yang dipegang oleh mamanya kemudian menaruh di belakangnya, pria itu memasak ratapan membalasnya berharap agar ada timbul rasa kasihan dari hati orang tuanya itu.


"Aku tidak pernah mengijinkan kalian untuk pergi dan juga tidak akan pernah melakukan hal itu, Jika kalian ingin pergi Bunuh saja aku lebih dulu Lalu setelah itu kalian bebas pergi tanpa ada rasa bahwa di sini ada seorang anak yang telah menunggu. "ancam Adam membuat Sakti jengah.


"kemarin-kemarin kamu ke mana saja? Bukannya kamu senang kalau tidak punya orang tua sama sekali dengan begitu kamu bisa bebas melakukan apapun, kami tahu kamu memang bukan anak kecil yang bisa menentukan pilihan sendiri itu? Tetapi percayalah pilihan yang kamu pilih itu salah besar, dan Kami tidak akan pernah merestuinya!"ujar Dina yang tidak ingin memaafkan kesalahan Adam.


"Permisi Tuan dan Nyonya, di luar ada seorang pria yang katanya ingin bertemu dengan anda!"jelas satpam yang bertugas untuk menjaga pintu depan membuat Dina dan juga Sakti Saling pandang karena selama mereka hidup tidak pernah keduanya menerima tamu orang asing tengah malam seperti ini.


"kira-kira siapa ya Pak yang mau ketemu sama kami? "tanya Dina penasaran.


"Saya sudah tanya tetapi katanya Tuan sama Nyonya mengenalnya jadinya disuruh untuk langsung memberitahukan saja, maka dari itu saya langsung ke sini tidak memaksa dia untuk mengatakan identitasnya jangan sampai itu merupakan keluarga?"jelas satpam tersebut membuat Adam yang sedang tertunduk langsung mengangkat kepalanya soalnya dirinya paham siapa yang ada di depan saat ini yang ingin bertemu dengan kedua orang tuanya.


"Sepertinya saya tahu orangnya nanti saya bakalan keluar untuk bertemu dengan dia, kamu pergi kembali dan katakan kepadanya untuk menunggu saja! "perintah Adam.


Adam segera keluar menyusul satpam yang sudah pergi lebih dahulu tadi, karena dirinya sangat penasaran dengan orang yang datang bertamu di tengah malam seperti itu.


Sesampainya di sana mereka semua sangat terkejut karena ternyata orang tersebut adalah orang yang sangat mereka kenal, tetapi percayalah wajah yang ditampilkan semua orang bukan wajah yang ramah melainkan sangat tidak menyukai dengan kedatangan orang itu.


Fadil


ya pria yang tidak tahu malu yang nekat datang menyambangi rumah dari keluarga Adiguna itu, adalah Fadil yang merupakan suami dari Aida dan ayah dari Franda wanita yang sangat tidak tahu diri.


Fadil terlihat mendekat ke arah Sakti dan juga istrinya itu dengan begitu antusias, karena dirinya yakin orang kaya dan juga baik hati serta Dermawan seperti mereka pasti bakalan mendengar kesusahannya.


Adam berdiri menuju ke arah Fadel agar keduanya posisinya lebih dekat satu sama lain, dirinya tidak terima ketika orang yang sudah menghancurkan rumah tangganya berdiri di hadapannya saat ini tanpa rasa berdosa sedikitpun.

__ADS_1


"Untuk apa kamu ke sini? Apa masih kurang semua kebohongan yang selama ini kalian lakukan, ya Meskipun aku juga ikut ambil bagian di dalamnya tetapi setidaknya aku ingin berubah ? "jelas Adam yang sangat tidak menyukai Fadil datang dan mengganggu orang tuanya.


mendengar pertanyaan dari Adam barusan membuat Fadil tertawa, karena menurutnya pria yang ada di hadapannya saat ini bersikap seolah merupakan malaikat yang paling benar padahal kelakuannya sama busuknya.


Fadil mendekat ke arah Adam lalu memasang senyuman mengejeknya terhadap pria itu, tidak masalah kalau ada mau menghinanya seperti apa tetapi intinya apa yang ia inginkan harus didapatkan saat ini juga.


"Kamu sedang menghina saya atau menghina diri kamu sendiri ? Bukankah kamu itu lebih parah dari saya, yang berselingkuh dengan seorang wanita padahal sudah punya istri dan lebih parahnya lagi istri kamu itu pergi dari rumah tanpa kejelasan?"ujar Fadil dengan Tatapan yang begitu mengejek ke arah Adam menyiratkan seolah bahwa pria itu tidak pantas berbicara ataupun menghina dirinya Karena Adam lebih busuk daripada Fadil.


Adam mengepalkan tangannya menahan emosi karena dirinya tidak mungkin Memukul orang yang lebih tua darinya, tetapi pertanyaannya kalau orang yang lebih tua itu sopan santunnya sudah tidak bisa dijaga sama sekali maka jangan menyesal ia bakalan melakukan hal yang tidak pernah terduga.


"kamu untuk apa datang ke rumah saya? Kalau tidak ada kepentingan sama sekali lebih baik kamu pergi, karena kami tidak punya urusan sama sekali dengan manusia seperti kamu itu! "tegas Sakti yang benar-benar tidak suka jika ada orang lain yang mengganggu kenyamanan dan juga ketenangan dari keluarganya.


Fadil terkekeh ketika mendengar nada bicara Sakti yang tidak bersahabat itu seolah-olah menolak keberadaannya di situ, namun ia tidak mempermasalahkan hal itu karena menurutnya poin penting dari keluarga itu sedang dirinya pegang. Jika sekali-kali ia keluarkan di muka public, otomatis hancur sudah harga diri mereka.


"Wah ternyata kalian ini memang sombong sekali ya, sampai-sampai melupakan hal penting yang sudah dilakukan oleh anak sendiri? Apa perlu saya panggil media datang ke sini kemudian menyoroti apa yang anak kalian lakukan itu dan membongkarnya, Atau saya bakalan membawa Franda untuk tes visum sekalian supaya tahu berapa kali anak Anda dan juga dia berhubungan?"tanya Fadil sambil mengerutkan keningnya.


Percayalah hal itu bukannya membuat Dina merasa murka dengan Fadil melainkan emosi wanita itu tertuju kepada Adam, karena jika anaknya itu tidak keganjenan dengan wanita di luar sana pastinya Amira tetap ada di sini dan Fadil tidak akan datang untuk mengancam mereka.


Tidak mungkin juga mereka mengelak jika Fadil itu hanya berbohong dan merekayasa cerita karena memang sesungguhnya benar-benar terjadi, dan jika semua orang meminta bukti otomatis Fadil juga akan mempunyainya karena memang hubungan Franda dan juga anaknya sudah sejauh itu.


"Saya memang tidak lupa siapa itu kamu dan juga saya tidak akan pernah melupakan, kalau kamu adalah orang yang sudah tidur dengan anak saya tetapi mencampakkan dia layaknya sampah! Saya datang ke sini tidak perlu kalian tanyakan karena saya yang bakalan mengutarakannya sendiri, kalau saya ingin kalian bertanggung jawab untuk kehidupan saya dan juga anak saya sampai selama-lamanya! "jelas Fadil yang sudah merasa kapok semalaman tidur di emperan toko dan juga uang hasil pemberian dari Aida habis ludes diambil oleh para gelandangan.


Dina mendesis kesal ketika mendengar pertanyaan dan juga permintaan dari Fadil barusan, karena menurutnya pria itu terlalu percaya diri jika nantinya Bakalan mendapatkan uang dari keluarga mereka.


"kamu pulang atau saya seret kamu dari sini dan setelah itu melenyapkan kamu tanpa jejak, Soalnya kamu datang ke sini pun saya yakin tidak ada orang yang mengetahuinya jadi lebih baik kamu atur diri bagus-bagus sebelum saya yang mengatur kamu!" ancam Sakti dengan tidak ada nada bercanda di dalamnya bahkan Aura yang ditampilkan oleh pria itu sangat mematikan.


Fadil sebenarnya sangat mewaspadai dengan Aura yang dipancarkan oleh Sakti, hanya saja kalau ia berdiam diri dan tidak melakukan apapun nanti kesusahannya tidak ada yang bakalan menanggung.


"Saya tidak akan berbuat macam-macam jika anak Anda juga tidak melakukan hal-hal yang merugikan Franda, maka dari itu saya minta kalian dengan sukarela memberikan uang Tutup mulut agar saya juga bisa menjaga jarak! "ujar Fadil.


Adam benar-benar menutupi kebodohannya karena bisa-bisanya harus berhubungan dengan orang yang seperti Franda dan juga ayahnya itu, kenapa dulu ya harus termakan omongan wanita itu dan sekarang akibatnya dirinya yang sendiri tanggung sedangkan orang tuanya memilih untuk tidak peduli.

__ADS_1


"Urusan kamu itu dengan dia bukan dengan kami, silakan saja mau membahas apapun itu terserah kalian karena kami tidak akan pernah ikut campur sedikitpun! "setelah mengatakan hal itu Sakti pun menarik tangan istrinya agar segera pergi dari situ karena untuk apa ikut campur urusan Adam jika pria itu yang lebih dulu memulainya.


Adam tidak percaya jika orang tuanya memang tidak peduli dengan segala keadaannya saat ini, mereka menganggap bahwa dirinya itu sudah besar Jadi jika bisa menimbulkan masalah otomatis bisa juga menyelesaikan masalah.


"Saya tidak punya urusan dengan kamu, kalau kamu mau pergi pergi saja kalau kamu mau tinggal saja!"Adam Dengan terburu-buru mengatakan hal tersebut Lalu segera berlari menyusul Dina dan juga Sakti yang terlihat sudah masuk ke dalam mobil hendak pergi dari tempat itu.


Dina hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar ketika melihat kegigihan Adam untuk mengikuti mereka, padahal dari awal mereka sudah menolak kehadirannya mentah-mentah hanya Entah mengapa pria itu terlihat lebih keras kepala saat ini.


"kamu itu Ngapain coba pakai ikut masuk ke dalam mobil segala, bukannya calon mertua kamu sedang menunggu saat ini untuk bisa bersilaturahmi dengan calon menantunya? "tanya Dina sinis


"aduh Mama tolong jangan dibahas lagi dan biarkan saja pria itu mau menunggu sampai berkarat pun tidak masalah, Soalnya kan bukan aku yang mengundangnya datang ke rumah sini tetapi itu atas kemauannya sendiri kan ?" tanya Adam yang memilih untuk tiduran di jok belakang mobil itu membiarkan kedua orang tuanya menatap tidak suka ke arahnya.


Sakti tidak akan menjalankan mobil jika Adam masih berada di dalamnya, karena Biar bagaimanapun Mereka ingin pergi meninggalkan Indonesia jadi kalau ada Adam lagi ya percuma saja mereka pergi.


Adam merasa heran karena dari tadi Papanya Itu memilih untuk duduk dan tidak menjalankan mobil sama sekali, padahal terlihat kedua orang tuanya itu sudah hendak pergi tetapi kenapa malah bengong di sini.


"Papa tidak jadi jalan atau pengen menginap di dalam mobil saja, Kalau iya katakan saja aku sih tidak masalah yang penting intinya kalian tidak boleh pergi dari sini? "tanya Adam penasaran tetapi antara Sakti dan juga Dina tidak ada niatan untuk menjawab pertanyaan dari Putra mereka itu.


Orang tua yang terlanjur kecewa dengan tingkah laku anaknya sendiri terkadang lebih memilih untuk diam, bukan karena enggan berbicara hanya saja percuma kalau mereka berbicara panjang lebar tetapi tidak dihargai sedikitpun.


...****************...


Franda mencoba untuk menghubungi Andika karena biasanya jika dirinya lagi suntuk seperti itu, pria tersebut bisa diacak menjadi teman curhat dan juga teman olahraga di atas ranjang.


Namun sayang berapa kali pun ia menelpon tidak digubris sedikitpun oleh pria di seberang, seolah-olah Franda itu merupakan orang yang tidak penting jadi mau wanita itu menghubunginya berapa kali pun Andika memilih untuk masa bodoh dan tidak peduli.


"Ini orang Kenapa sih tidak bisa dihubungi dari tadi? Apa deh lupa kalau selama ini yang memenuhi segala kebutuhannya itu adalah aku, jadi pria kok sok jual mahal sekali padahal jelas-jelas hanya merupakan simpanan tapi berbuat seolah menjadi raja?"Franda mengomel sepanjang waktu ketika merasa bahwa Andika tidak menghargai usahanya ini.


Andika sangat tahu nomor yang menghubunginya saat ini yaitu nomornya Franda, meskipun wanita itu menggantinya dengan nomor yang baru.


Oleh karena ia selalu tahu pergerakan yang dilakukan oleh Franda jika semua orang membuangnya pasti bakalan lari kepadanya, dan dirinya sudah berjanji dari awal kalau tidak akan pernah berniat untuk membuka diri kepada wanita itu lagi yang jelas-jelas sikapnya sangat temperamental.

__ADS_1


"Mau apa lagi wanita itu menghubungiku? Apa dia lupa jika aku merasa malu di hadapan Adam karena kelakuannya, meskipun dari awal aku tahu semua yang kami lakukan itu tidak ada yang salah karena kami berdua masih single?"gumam Andika monolog meratapi nasib dan juga memikirkan keberadaan Amira yang tidak tahu sekarang ada di mana dan juga lagi bersama siapa.


Kalau dirinya bisa kembali kemudian meminta tolong papanya yang jelas-jelas merupakan pemimpin dari mafia, tetapi itu semua tidak mungkin karena mengingat permintaan orang tuanya yang menurutnya begitu sulit yaitu menghadirkan calon menantu bagi mereka.


__ADS_2