
Amira sebenarnya ingin mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam rumah Soalnya tidak mungkin juga kan ia membiarkan orang lain berkelahi di depan rumahnya, kalau tetangganya orang malas tahu ya tidak apa-apa tetapi tetangganya itu para emak-emak yang suka ngejulitin orang sampai mereka puas dan kalau misalnya orang yang mereka julid itu responnya masih biasa saja yang mereka bakalan gas terus sampai puas.
Hanya saja tidak mungkin juga kan ia harus meladeni mereka sedangkan dirinya Hanya satu-satunya wanita di situ, tidak mungkin membangunkan Aida agar tanpa persoalan lagi dengan begitu bisa membuat dirinya bisa menghalang semua orang dari situ tanpa merasa terbebani.
"Dimas tolong ya enyahkan kedua manusia ini dari depan rumahku soalnya memang yang satu itu aku kenal tetapi Aku inginnya dia pulang kembali ke negaranya, sedangkan dia jangankan mengenalinya pernah bertemu sebelumnya saja tidak ada! "Amira Bukannya tidak menghargai bantuan yang diberikan oleh Daniel tadi hanya saja untuk sekarang dirinya memang sedang tidak ingin berbicara dengan pihak manapun selama suaminya tidak ada.
Sebab seorang wanita tidak boleh menggunakan kesempatan untuk berbicara dengan lawan jenisnya ketika pasangannya sedang tidak ada di rumah, karena itu sama saja dia membiarkan setan berkeliaran di sekelilingnya karena jangan salahkan jika hanya ada dua orang dan itu berlainan jenis sebenarnya dilarang untuk berkomunikasi dalam bentuk apapun.
"Amira, aku di sini untuk menjaga kamu setidaknya kamu hargailah keberadaanku di sini! kalau memang kamu kaget Oke aku minta maaf karena sudah melakukan sesuatu yang tidak pernah kamu pikirkan sebelumnya, hanya saja untuk sekarang aku mohon kamu jangan tutup pintu itu karena aku ingin berbicara dengan kamu setelah manusia ini pergi! "Daniel memasang tatapan memelasnya ke arah Amira Lalu setelah itu menatap tajam ke arah Andika yang dari tadi berdiri termenung menatap semua kejadian yang ada.
Andika bukan tidak tahu siapa itu Daniel karena waktu itu anak buahnya pernah melaporkan tentang kedekatan Daniel dan juga perhatian yang diberikan oleh Daniel selama Amira masih berada di Prancis, Akan tetapi sekarang dirinya benar-benar melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana bentuk perhatian yang secara langsung diberikan oleh Daniel tanpa sadar tempat.
"kamu kalau mau ada keperluan denganku Silahkan bicara saja dengan Dimas karena dia yang akan mewakili semuanya, mulai dari mewakili suamiku sendiri dan juga diriku Karena itu adalah pesan Mas Adam dan aku mohon kamu tolong paham! "minta Amira meskipun terkesan tidak tahu diri dan juga tidak tahu Terima kasih tetapi untuk sekarang Ia hanya ingin fokus kepada rumah tangganya fokus meraih kebahagiaannya dan juga melahirkan dengan normal.
__ADS_1
Daniel memejamkan matanya berusaha menetralkan rasa emosi di dalam dirinya, sebab Biar bagaimanapun masuk akal kalau Amira menolak keberadaannya soalnya mereka memang tidak punya hubungan apapun.
"kalau begitu kita berdua yang ngomong soalnya aku sudah lama menunggu momen-momen seperti ini tetapi kenapa kamu malah merusaknya dan juga menolaknya, Aku tahu aku salah datang tanpa kepastian dan juga tidak ada kejelasan sama sekali tetapi aku bingung mau ngomong apa sama kamu Jika Respon yang kamu berikan harus seperti ini! "Andika sudah tidak punya malu dan mungkin bisa dibilang urat malunya itu sudah putus karena ia tidak pernah peduli dengan sekitarannya dan malah ngotot dengan pendiriannya.
"kamu sadar kan dengan apa yang kamu katakan itu kalau sebenarnya aku memang tidak ada niatan untuk berbicara dengan kamu dalam bentuk apapun, tolong Pahamilah apa yang aku inginkan maksudnya supaya aku tahu kalau kamu itu sebenarnya menghargaiku! "jelas Amira yang sudah tidak tahu lagi harus bersikap bagaimana biar semua pria yang ada di hadapannya ini paham kalau ia tidak ingin diganggu.
Daniel tertawa Sumbang karena tidak percaya Amira begitu membencinya saat ini bahkan terkesan seperti ingin menghindar, Padahal dia tidak punya kesalahan dulu sampai saat ini karena di dalam hatinya dan di dalam pikirannya selalu menjaga agar Amira selalu baik-baik saja.
Amira membanting pintu begitu kuat menyeretkan kepada semua orang yang ada di depan situ agar segera pergi dari hadapannya saat itu juga, bukan ingin menjadi pribadi yang tidak sopan hanya saja terkadang ketenangan dan juga kenyamanan itu datang di saat kita menghalau orang-orang yang mengganggu.
"Anda lihat sendiri kan kalau Nyonya Amira sedang tidak ingin diganggu saat ini, dan saya mohon ada perhatiannya dari tuan-tuan semua karena kondisi dia itu sedang hamil jadi otomatis perlu istirahat dan juga perlu ketenangan tidak boleh stress! "Dimas terlihat tenang mengucapkan semua itu tetapi ada tatapan intimidasi di dalamnya.
"saya bakalan menunggu dia di sini sampai dia mau berbicara dengan saya dan menghiraukan keberadaan saya di sini, kalau memang saat ini dia tidak mau bicara ya sudah tidak masalah tetapi untuk membiarkan saya pergi maka itu tidak akan pernah terjadi! "tolak Andika yang tetap kokoh pada pendiriannya bahkan bisa dibilang sepertinya pria itu tidak capeknya buat berbicara.
__ADS_1
Daniel mengepalkan tangannya menahan emosi sebab sebenarnya ia paling tidak suka jika ada orang lain yang selalu saja mengganggu dirinya, apalagi ini menyangkut Amira melawan suami dari wanita itu saja susah apalagi harus menambah satu personel lagi.
"Dimas saat menyangkut Amira kita berseberangan tetapi kalau menyangkut pria ini maka kita satu jalan Jadi tolong kamu mengerti kan maksudku, karena aku tidak akan pulang sebelum dia ini pulang jadi lebih baik kita bereskan saja tikus-tikus kecil yang masih berkeliaran! "ujar Daniel yang dipahami benar oleh Dimas dan akhirnya mereka pun menyeret Andika pergi dari situ meskipun suara pria itu meraung-meraung menolak perbuatan mereka tetapi keduanya tidak peduli sama sekali.
Amira hanya bisa melihat semuanya itu dari dalam jendela kamarnya tidak ada niatan untuk keluar dan mencegah keributan yang terjadi, hidupnya saja sedang ribet masa ia harus mengurusi kehidupan orang lain lagi nanti kapan urusan dirinya sendiri bakalan selesai.
Daniel dengan cepat membuka pintu mobilnya Andika lalu segera mendorong masuk pria itu dan menguncinya lagi, pria itu bahkan menarik kerah bajunya Andika menyiratkan agar pria itu lebih baik pergi dari situ sebab kehadirannya tidak diharapkan sama sekali.
"Bukannya teman kencannya Adam masih berkeliaran bebas belum punya pasangan sama sekali dan Kalian juga pernah berhubungan dulu kan, jadi kenapa sekarang kamu malah mengejar-ngejar wanita bersuami Padahal jelas-jelas di luar sana masih ada wanita bebas yang sedang menunggu kedatangan pria bebas juga?"Sindir Daniel yang tidak sadar sebenarnya Ia juga di posisi yang sama seperti Andika yaitu mengejar-ngejar Istri orang.
"kamu lupa dengan apa yang kamu lakukan sekarang ini, bukankah kita itu sama yaitu mengejar-ngejar Amira tetapi tidak dipedulikan? Amira bahkan lebih peduli dengan suaminya yang jelas-jelas saat ini tidak ada di sampingnya, jadi jangan Kamu mengejekku jika akhirnya nanti mempermalukan diri kamu sendiri! "sahut Andika lalu tancap gas soalnya daripada di situ ia Jadi bulan-bulanan keliaran dari Daniel dan juga Dimas.
Daniel menghela nafasnya kasar karena akhirnya Andika pergi juga sedangkan saat ini Dimas malah menatap tajam ke arahnya, sebab menurutnya Kalau Andika pergi seharusnya Dimas juga sadar diri dan pergi dari situ bukan malah duduk dan bengong menunggu sesuatu tanpa kepastian.
__ADS_1