Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Adam Bingung


__ADS_3

Amira menatap jumlah ke arah Daniel yang terlalu mempermasalahkan sesuatu yang sebenarnya sangat tidak terlalu harus dipermasalahkan, Ya iyalah manusia Siapa yang mau duduk bengong tanpa melakukan pekerjaan sama sekali sedangkan lawan bicaranya malah Tengah asyik dengan pekerjaannya sendiri.


namun ya begitu Daniel tetap tidak ingin disalahkan dan merasa diri paling benar, mau berkomentar pun rasanya tidak mudah dan juga tidak mungkin soalnya orang itu kebanyakan inginnya menang sendiri tidak mau mendengarkan pendapat orang lain.


"Astaga masalahnya hal sepele itu saja kamu terlalu ambil pusing, kalau tahu seperti begitu lebih baik tadi suruh dia tetap bekerja kan supaya jangan disalahkan terus-menerus? "omel Amira yang tidak peduli kalau Daniel itu merupakan majikannya hanya saja kalau salah ya harus dikasih tahu supaya sadar kalau Apa yang dia lakukan itu salah.


Daniel menghembuskan nafasnya kasar sambil menatap sinis ke arah Sarah yang terlihat sudah tersenyum penuh kemenangan, sebab saat ini Amira sudah membelanya ya Otomatis dan Niel mana berani kalau sampai Amira sudah turun tangan seperti tadi.


"kamu bisa keluar? Soalnya ada hal yang penting yang ingin aku bahas dengan Amira sekarang, dan aku minta Tidak ada orang lain di dalam ruangan ini karena ini hanya merupakan urusan aku dengan dia saja. "jelas Daniel berharap agar Sarah paham.


"Baiklah Tuan karena Kebetulan saya juga ada urusan penting di depan yang sudah saya tinggalkan beberapa jam lamanya, nanti kalau ada keperluan yang mendesak silakan kasih kabar saja karena saya bakalan OTW ke sini secara langsung tanpa menunggu lagi. "sahut Sarah antusias karena menurutnya terbebas dari situ otomatis Ia Merdeka dengan tidak mendapatkan amarah dari Daniel nantinya.


Amira tersenyum sambil menggelengkan kepalanya ketika melihat Sarah yang antusias sekali keluar dari ruangan Daniel, karena memang setiap kali berdekatan dengan pria itu pasti Sarah bakalan olahraga kesabaran karena setiap kali pembahasan yang dilakukan pasti dirinya yang selalu disalahkan.


"Maaf Pak bukannya saya lancang tetapi hanya ingin mengingatkan saja, kalau menurut saya jangan terlalu benci sama seseorang karena kata orang dari dulu sampai sekarang benci sama cinta itu beda tipis loh! "goda Amira sebelum naik turunkan alisnya membuat Daniel mendengus kesal karena apa hubungannya dirinya marah-marah dengan Sarah.


"Kalau boleh tahu kenapa tadi ketika mendengar nama Adiguna, Kamu sepertinya ingin menghindar dan ekspresi kamu itu sangat berbeda daripada biasanya? Ada yang kamu bisa ceritakan kepadaku Ya mungkin dengan begitu aku bisa tahu apa sebenarnya yang terjadi, tidak seperti tadi sudah terlihat seperti orang bodoh dan tidak tahu apapun? "tanya Daniel yang tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya membuat Amira menghentikan kegiatannya memeriksa berkas yang harus diperiksa oleh Daniel nantinya karena harus dipakai untuk meeting bertemu dengan klien sore nanti.


Amira tidak tahu apakah bercerita kepada Daniel itu merupakan suatu hal yang sangat membuat dirinya berdosa, karena Biar bagaimanapun masalah yang terjadi ini adalah masalah antara dirinya dan juga Adam dan itu mencangkup rumah tangganya tidak pantas orang-orang di sekelilingnya mengetahuinya.


"maaf tuan bukannya saya ingin lancang atau tidak menghormati Anda, Tetapi hanya ingin menyampaikan kalau Sebenarnya saya itu baik-baik saja dan kalau tadi lihat respon terhadap nama Adiguna terlalu berlebihan ya itu mungkin terkejut saja pengusaha sebesar itu bisa bekerja sama dengan perusahaannya kita! "jelas Amira berbohong tetapi Percayalah Daniel itu dulu pernah kuliah jurusan S1 kedokteran Namun karena permintaan Mikael yang maunya ia terjun ke dunia bisnis jadi mau tidak mau ya memilih S2 mengambil Bisnis Manajemen.


"Kalau berbohong kamu lebih cocok berbohongnya sama Sarah ataupun Diana, Tetapi kalau kepadaku rasanya kamu hanya buang-buang tenaga karena aku tetap bakalan menuntut jawaban kebenaran dari kamu! "sahut Daniel sambil memicingkan matanya dengan tatapan menyelidik membuat Amira ingin sekali tertawa karena merasa lucu dengan sikap pria itu.


"Emang saya Ketahuan ya kalau lagi bohong? Ya habisnya dari dulu itu tidak suka berbohong kalau sekali berbohong pun pasti langsung bakalan ketahuan, maka dari itu saya lebih baik memilih untuk jujur tetapi kali ini Anda memang Bravo Man karena bisa tahu kalau saya lagi berbohong! "jelas Amira yang ingin sekali mengalihkan topik pembicaraan.


"kamu ngomongnya sudah lari ke arah mana ini? Yang aku minta itu penjelasan dari kamu soal hubungan kamu dengan keluarga Adiguna, bukan malah membahas soal kejujuran dan juga kebohongan Ya itu terserah dari seseorang jika memang keadaan terpaksa kalau dia berbohong tidak masalah dong yang penting jangan Jadi keterusan! "jelas Daniel.

__ADS_1


"kalau penjelasannya nanti setelah makan siang boleh? soalnya saya benar-benar kelaparan loh dan ngomong itu kan butuh tenaga, jadinya saya harus mengisi tenaga saya full supaya saat ngomong nanti bisa langsung ke intinya dan bersemangat tanpa harus setengah-setengah! "bujuk Amira lagi.


"Sarah kamu Tolong pesankan makanan dan bawa ke sini sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Amira, Ingat tidak pakai lama Kalau bisa dalam waktu 15 menit sudah sampai ke tempat tujuan dengan tanpa kekurangan satupun! "ujar dan dia lewat intercom yang ada di dalam ruangan yaitu.


Amira membulatkan matanya sempurna karena tidak percaya Daniel melakukan apa yang ia katakan, Padahal tadi salah baru saja kembali Kasihan sekali anak itu nasibnya selalu tidak pernah beruntung ketika berurusan dengan yang namanya Daniel Smith.


"ya tuan Daniel keterlaluan sekali loh kalau tahu seperti begini kan saat saya di sana deh langsung memberikan perintahkan tidak masalah, mau bilang Tapi biar sudah orang kaya mah seperti begitu kelakuannya kadang-kadang rada-rada tidak jelas dan hanya membuat orang kebingungan. "sungut Sarah yang meratapi nasibnya yang begitu tidak beruntung pasalnya memiliki majikan yang benar-benar tidak punya hati nurani sama sekali.


"Kamu kenapa wajahnya cemberut seperti itu, ingat ya di luar itu cuacanya Lagi cerah jangan kamu memasang tatapan seperti itu nanti hujan bakalan datang tiba-tiba!" Ejek Diana.


"Kamu itu tidak tahu apa-apa dan juga selalu Selamat kalau setiap kali Tuan Daniel mengamuk, Nah aku Jangankan terbebas sehari saja tidak dapat marah dari dia yang ada itu tiap menit detik pasti aku yang bakalan disalahkan entah walaupun itu dunia yang melakukan kesalahan! "jelas Sarah yang terlihat begitu mendramatir keadaan seolah-olah dirinya merupakan makhluk yang paling terzalimi di dunia ini.


"Ya sudah sekarang Kamu mau ke mana? Soalnya aku mau ke depan mau pesan makanan, karena meeting hari ini itu memang sungguh-sungguh membuat aku terkadang merasa tertawa soalnya kedua pemimpin perusahaan pergi dan tersisa hanya para sekretarisnya saja untuk meng acc inti dari rapat hari ini!"jelas Diana sambil menggelengkan kepalanya.


"Ah syukurlah aku ada teman jalannya. Soalnya tadi Tuan Daniel menyuruh aku untuk memesankan makanan untuk dikasihkan kepada Amira, karena sepertinya dia lagi kelaparan deh tadi wajahnya tuh pucat sekali loh bikin aku juga jadi cemas. "sahut Sarah menjelaskan.


...****************...


Adam Adiguna Percayalah dari tadi itu uring-uringan yang tidak jelas sampai-sampai hasil akhirnya pekerjaan dirinya hari ini terbengkalai, padahal sudah masuk jam makan siang tidak ada satu berkas pun yang bisa masuk ke dalam otaknya yang membuat ia paham.


pria itu bahkan kerjaannya dari tadi hanya membolak-balikkan berkas tersebut mulai dari atas ke bawah bawa ke atas pertengahan ke samping Ya seperti itulah, karena mungkin dengan cara begitu dirinya bisa paham maksud dari semua tulisan yang di atas kertas itu tetapi sepertinya usahanya itu bakalan hanya sia-sia saja.


Rangga yang baru datang mencari makanan untuk dirinya dan juga Adam, menatap heran ke arah pria itu yang terlihat wajahnya sangat-sangat kelelahan tetapi Bukankah dari tadi tidak ada pekerjaan yang ia lakukan?


"maaf tuan ini sudah jam makan siang jadi sebaiknya kita makan dulu nanti baru Lanjutkan pekerjaan itu lagi, atau lebih bagus Anda istirahat dulu soalnya penerbangan selama beberapa jam dari Indonesia ke Perancis itu bukan sesuatu jarak yang sangat dekat! "jelas Rangga membuat Adam menatap kesal ke arahnya.


"Kalau tadi akhirnya kamu menyuruh saya beristirahat yang lebih baik tadi saya tetap berada di kantor pria itu, supaya bisa bertemu dengan wanita yang sudah membuat saya mati penasaran! "jelas Adam merasa kesal karena tadi dirinya memilih untuk pulang karena alasan yang diberikan oleh Rangga itu sangat masuk akal yaitu masalah pekerjaan.

__ADS_1


Rangga hanya bisa menundukkan kepalanya soalnya menurutnya orang kalau lagi patah hati ya tinggalnya seperti Adam itu, apapun yang dilakukan oleh orang sekitarnya pasti bakalan salah bahkan lama-lama orang yang bernafas pun akan mereka larang karena saking kesalnya.


"Apa kamu tahu soal sesuatu yang disembunyikan oleh Papa di tempat ini, soalnya saya lihat kinerja kamu bagus tidak perlu harus kami menggantikan segala sesuatunya kamu sudah bisa menyelesaikannya sendiri? "pertanyaan Adam yang ambigu itu membuat Rangga menghentikan kegiatannya yang sedang menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


"maksudnya Anda mengatakan hal itu apa ya tuan? soalnya saya tidak paham sama sekali arah ke mananya pembicaraan ini, karena memang tugas seorang pemimpin dan juga pemilik perusahaan ya Meskipun 2 tahun sekali ataupun 5 tahun sekali tetap dia harus datang dan mengecek keadaannya kan? "tanya Rangga balik karena dirinya tidak mungkin jujur Jika ada orang penting di negara ini yang sedang membuat Adam uring-uringan yang tidak jelas.


"Iya memang apa yang kamu katakan itu benar tidak ada salahnya sama sekali, hanya saja sangat tidak masuk akal kalau sesuatu yang bisa dikerjakan dengan mudah tanpa melibatkan kami Tetapi malah membuat aku buang-buang waktu datang ke tempat ini! "jelas Adam yang dari tadi memang sudah tidak tahu lagi arah ke mana pekerjaannya nantinya semenjak kepergian Amira otaknya itu tiba-tiba tidak berfungsi dengan benar.


"cobaan itu memang harus selalu ada karena Tuhan ingin menguji kira-kira Batas kesabaran umatnya Seperti apa kemudian isi di dalam otaknya itu bisa berpikir sampai di mana, Jadi kalau memang Anda merasa belum mampu berpikir dengan jernih lebih baik istirahatkan tubuh karena tubuh itu perlu istirahat robot saja kadang-kadang dia minta ganti baterai apalagi tubuh manusia yang hanya terdiri dari tulang daging dan juga darah. "jelas Rangga yang Bukannya ingin menjadi seorang pendakwah dadakan hanya saja ya ingin menyampaikan pendapatnya Sebelum terlambat.


"Aku bingung dengan semua ini yang Terkadang ingin maju Tetapi ada saja halangan yang membuat aku tetap berdiri di tempat, dan halangannya itu bukan orang lain melainkan orang tuaku sendiri seolah-olah tidak ingin aku menemukan Amira dengan begitu cepat padahal seharusnya Masalah itu harus diselesaikan secara cepat agar tidak berlarut-larut kan? "Adam sudah capek menghadapi semuanya sampai-sampai tidak sadar jika dirinya sekarang sedang curhat padahal stylenya selama ini tidak pernah begitu.


Rangga memilih mengangkat kedua bahunya karena bukan ranahnya untuk ikut campur urusan antara orang tua dan anak, dirinya hadir di tengah-tengah mereka karena semata hanya ingin bekerja dan juga mengurus perusahaan tidak lebih dari itu.


Amira dari tadi pun sebenarnya merasakan hal yang sama hanya saja ia memilih untuk menyimpulkan diri dengan memeriksa berbagai macam berkas yang ada di hadapannya, karena menurutnya pekerjaan adalah hal yang paling penting saat ini untuk bisa mengalihkan fokusnya dan juga pemikirannya yang di dalamnya hanya berisi tentang kekhawatirannya jika nanti bertemu dengan Adam.


Daniel yang sudah menerima makanan dari Sarah langsung menatanya di atas meja yang kebetulan ada di ruangan itu, lalu menarik tangan Amira agar segera duduk di atas sofa dan menikmati semua yang ada Sebelum menjadi basi karena hanya dipandangi saja.


"kalau kamu ingin selesai makan baru bercerita pun terserah tetapi saat makan mau ngomong pun tidak masalah, yang penting intinya aku ingin kamu jujur dengan masalah kamu sebab dengan begitu Siapa tahu aku bisa membantu sebisaku! "tawar Daniel membuat Amira ya akhirnya memilih untuk jujur saja daripada berbohong juga pasti tidak ada gunanya sama sekali.


"aku bingung tadi itu keluarga Adiguna Yang mananya dan juga tampangnya Seperti apa, soalnya di negaraku itu Nama Adikku namanya banyak sekali bahkan ada yang digunakan untuk nama depan tetapi ada yang digunakan juga di nama bagian belakang." jelas Amira membuat Daniel mengangkat alisnya sebelah karena tidak paham atau mungkin bisa dibilang masih penasaran dengan Lanjutan cerita Amira.


" Seperti kamu tahu kan kalau aku saat ini hamil dan jelas kalau hamil itu artinya punya suami, dan Suamiku itu namanya Adam Adiguna!"sambung Amira lagi membuat Adam merasakan seperti disambar petir di siang bolong dan tidak percaya sama sekali dengan apa yang dikatakan oleh Amira barusan.


"Kamu tahu tidak klien tadi yang aku temui di ruangan Meeting itu namanya siapa, namanya Adam Adiguna anak dari pemilik perusahaan yaitu Sakti Adiguna!"jelas Daniel dengan tampang yang ingin tertawa karena bisa terjadi kesamaan yang seperti ini dan membuat langkahnya untuk mendapatkan Amira sepertinya bakalan lebih sulit nantinya kalau sampai dirinya terus-menerus bertemu dengan Adam.


Amira menghembuskan nafasnya secara perlahan karena dirinya yakin tadi itu memang Adam karena Suaranya sangat ia kenali meskipun hanya beberapa kata, pria yang hidup dengannya walaupun hanya 2 tahun mau jalan 3 tahun itu sangat ya hafal segala macam mulai dari suaranya bentuk tubuhnya apapun itu.

__ADS_1


__ADS_2