
Amira Tentu saja tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Adam itu, karena dulu saat mereka bersama saja pria itu bisa berbohong apalagi sekarang Sudah terpisah selama beberapa bulan lamanya tidak menutup kemungkinan kebiasaan itu bakalan bertambah buruk kan?
"Maaf bukan ingin menggurui ataupun merasa diri paling benar di antara kita berdua padahal hanya manusia biasa saja, hanya saja Dari awal kan aku sudah ngomong kalau tidak ada kata maaf dan juga tidak ada yang namanya kesempatan kedua di dalam kamus kehidupanku untuk sebuah kesalahan yang sangat fatal yaitu perselingkuhan. Jadi kamu Kalau merasa diri menjadi kaum yang sangat tersakiti itu hak nya kamu, karena di sini yang harusnya merasa seperti hal tersebut dibilang dua kali lagi pasti kamu sadar. "ujar Amira.
Adam otomatis tidak bisa membantah apa yang dikatakan oleh Amira itu karena memang semuanya tidak ada yang salah, dirinya yang terkesan terlalu egois dan juga memaksakan kehendak agar Amira bisa mengikuti semua keinginannya tanpa terkecuali.
Padahal pria itu sendiri harus tahu selamanya Amira akan tetap seperti itu sikapnya karena biarpun mereka berdua kembali tetapi rasa dendam itu pasti akan ada, manusia itu biasa saja sikapnya tetapi tidak bisa menyamakan sang penciptanya karena ia bisa marah dan juga bisa memendam perasaan dendam dan juga bisa merasa iri dan juga bisa membunuh.
Amira sebenarnya sudah capek karena Adam sepertinya tidak pernah mengerti dan juga kapok dengan semua yang ia katakan selama ini, pria itu bahkan seolah-olah tidak mengindahkan semua yang dikatakan oleh Amira dan merasa diri bahwa kesalahannya itu biasa saja tidak perlu harus sampai yang bagaimana.
"Aku tahu tetapi bisa setidaknya kan kamu pikir dengan anak yang ada di dalam kandungan kamu saat ini, karena saat dia lahir tidak mungkin bakalan bisa memahami keadaan yang tidak sama dengan anak-anak yang di sekelilingnya kan? kamu itu harusnya jangan egois dong dan memikirkan apa yang aku katakan tadi, serta sedikit-sedikit mengakui kalau sebenarnya manusia itu tidak ada yang sempurna sebab semuanya pasti bakalan melakukan kesalahan termasuk aku dan juga kamu! "ujar Adam.
Amira ingin sekali tertawa mendengar ucapan dari Adam yang tidak pernah mau menghargai perasaan orang lain yang ada di sekitarnya, karena pria itu memilih untuk tetap didengarkan meskipun dari awal Amira sudah menolak semua perkataan yang ia lontarkan nantinya.
wanita itu bahkan sampai menggelengkan kepalanya dan juga merasa sedang dipermainkan oleh takdir saat ini, kalau orang lain mungkin bakalan langsung memberikan pembuktian tentang sikap mereka yang berubah dan menyesal tetapi Adam berbeda karena pria itu inginnya didengar tanpa mau mendengarkan orang lain sedikitpun.
"kamu itu egois dan juga harusnya hidup sendirian di hutan saja, supaya Jangan berhubungan dengan orang lain lagi. Maunya hanya didengar tapi setidaknya dengar dong Apa yang menjadi keinginan orang lain dan juga semua yang diinginkan?"Amira rasanya sepertinya kesabarannya itu sudah habis tidak tersisa sama sekali jadi sekarang terletak pada sikapnya Adam Apakah mau mendengarkan keinginannya atau tidak.
__ADS_1
"Oke baik aku bakalan ngomong dan kali ini tolong didengarkan tanpa kamu bantah sedikitpun, kalau kamu mau ribut Ya sudah silakan saja tetapi untuk kali ini Dengarkan Aku baik-baik! "ujar Amira dengan tatapan matanya yang serius tidak ada terlihat kebohongan di dalamnya seolah-olah apa yang ia katakan nantinya bakalan berpengaruh kepada hubungannya dengan Adam.
wanita itu lalu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang di seberang, dirinya ingin berbicara dengan mereka secara langsung dengan disaksikan oleh Adam agar pria itu sadar bahwa dirinya tidak sedang bercanda saat ini.
Aida saat ini benar-benar Dilema karena sudah berbulan-bulan lamanya tetapi anaknya tidak pernah kunjung memberikan kabar walaupun Hanya Satu Menit Saja, membuat kondisi wanita itu sedikit drop akibat tidak terlalu tidur dengan tenang dan belum lagi setiap malam akan selalu memimpikan Amira yang menangis kesakitan.
"Ini siapa sih yang menelponku di jam seperti ini, sudah tahu apa kalau aku tidak bisa tidur sama sekali Jadi kalau diganggu malah lebih tidak akan pernah tidur lagi?"omel Aida tetapi memilih untuk mengangkat saja panggilan tersebut karena jangan sampai orang tersebut benar-benar membutuhkan bantuannya atau sekedar bersilaturahmi kepadanya karena zaman sekarang itu orang bakalan menelpon ketika ada perlunya dan kalau memang tidak ada pasti engkau bakalan dilupakan begitu saja dan juga kehadiran kamu itu tidak bakalan dianggap sedikitpun.
Netra Aida sama bulat ketika melihat ternyata nomor yang menghubunginya saat ini adalah Putri kandungnya sendiri yaitu Amira, anak yang setiap malam membuat dirinya menangis karena terlalu cemas dan juga anak yang selama ini ingin sekali ia temukan karena Biar bagaimanapun Amira adalah bagian dari kehidupannya saat ini.
"Amira,iya ini anakku Amira yang telepon!"ujar Aida antusias.
"Astaga Nak kamu ke mana saja sih selama ini sampai-sampai lupa kasih kabar kepada Ibu di sini, Memangnya kamu pikir ibu kamu ini sudah mati mengikuti Ayah kamu jadi lupa dan juga tidak ingat sama sekali!"Lirih Aida pelan membuat Amira juga ikutan merasakan apa yang dialami oleh ibunya di seberang.
"Maafkan Amira bu, bukan karena melupakan keberadaan ibu hanya saja benar-benar belum sanggup untuk jujur semuanya, Jadi maafkan Amira ya Bu tolong jangan marah seperti itu karena memang benar-benar sangat tidak sengaja melakukan semua itu! " Ujar Amira.
Aida menghela nafasnya secara perlahan dan otomatis tidak mungkin harus memarahi putrinya itu lagi setelah sekian Purnama baru kembali, yang penting intinya Amira dalam keadaan sehat walafiat Meskipun demikian yang terdengar dari nada bicaranya saja.
__ADS_1
"Ya sudah Syukurlah kalau kamu sehat sekarang, kalau boleh Ibu telepon sekarang itu ada di mana sih sampai-sampai seperti menghilang Ditelan Bumi dan tidak bisa dihubungi sama sekali? "tanya Aida penasaran.
"Aku ada di Perancis sekarang, nanti kalau keadaan sudah membaik aku pasti bakalan kembali kok! Hanya saja untuk sekarang aku mau ngomong penting sama Ibu jadi tolong didengar kan, nanti kalau mau menyela setelah aku menjelaskan apa maksud dan tujuanku untuk menelpon!"ujar Amira menjeda perkataannya karena ingin mendengar kira-kira Respon yang diberikan oleh ibunya itu nantinya seperti apa
"Ya sudah Katakan saja apa yang ingin kamu sampaikan nanti kalau memang Ibu merasa kurang nyaman tidak masalah kan kalau disela sedikit, biar Maksudnya apa yang kamu sampaikan itu langsung bisa diketahui dan juga kamu juga merasa tidak kurang hati karena seperti itu tidak setuju dengan segalanya. "jelas Aidah.
"Aku ingin ibu dan juga Mama Dina serta Papa Sakti tolong ajukan kegiatan perceraianku untuk Adam, kalau sudah selesai tolong bilang saja kepadaku dan sepertinya kalau mendapatkan tanda tangan dari Adam itu susah karena dia ada di sini maka dari itu tolong Papa Sakti menggunakan kekuatannya untuk membuat semuanya lebih cepat selesai!"jelas Amira membuat Adam yang tadi mengira bahwa Amira sengaja menelpon ibunya yaitu mendengar tanggapannya tentang dirinya ternyata malah berbanding terbalik dengan kenyataan saat ini karena istrinya itu yang ada menyuruh ibunya untuk mengurus perceraiannya dengan Amira.
Aida terdiam karena tidak percaya jika anaknya itu memang ingin sekali berpisah dengan suaminya, dan lebih parahnya lagi sekarang Adam berada di tempat yang sama seperti Amira.
Aida akhirnya pun mengingat soal pembahasan Dina yang ingin sekali melakukan pengobatan di negara tersebut, ternyata memang dari awal mereka sudah tahu sebenarnya di mana keberadaan Amira hanya saja menyembunyikan hal itu darinya.
"kamu yakin? Jangan mengambil keputusan di saat sedang emosi karena nanti kalau sudah sedikit membaik bakalan ada penyesalan loh, padahal kesulitan sudah kita lalui dan itu tidak mungkin diperbaiki lagi dari awal yang seperti bagaimanapun karena sekali rusak ya seperti begitu?"meskipun Aida tahu bagaimana kelakuan menantunya tetapi intinya hanya satu yaitu dirinya inginkan yang terbaik untuk anaknya.
"Aku yakin karena keputusan ini sudah aku pikirkan matang-matang selama beberapa bulan terakhir ini, dan juga aku sudah merasa tidak nyaman dengan dia yang selalu saja datang menggangguku di saat yang tidak tepat seperti begini! Agar Kalau memang dia melakukan hal yang tidak aku inginkan maka tidak ada salahnya dong kalau menjauhi dia, soalnya kan tidak ada dosa lagi karena tidak mengabdi kepada suami sendiri karena hubungannya kami yang sudah berakhir! "jelas Amira ya mau tidak mau menyanggupi keinginan putrinya itu karena memang seharusnya dari awal seperti begitu bahwa tidak ada namanya pernikahan antara keluarga Adiguna dan juga Amira.
"Ya sudah baiklah nanti Ibu bakalan telepon mama Dina untuk ngomong semua ini, yang penting Intinya kamu tolong ngomong sama Adam jangan pernah mengganggu kamu atau Ibu bakalan benar-benar marah!"ujar Aida.
__ADS_1
"dia ada di sini Bu pasti otomatis mendengarkannya karena telinganya juga kan masih berfungsi dengan benar, Oh iya sudah Bu nanti lain kali aku bakalan menelpon lagi dan membahas hal yang selama ini aku sembunyikan dan tidak pernah Ibu ketahui sama sekali.: setelah mengatakan hal itu Amira langsung mematikan panggilan tersebut dan menatap bajumu ke arah Adam yang dari tadi terlihat begitu Syok dengan keputusan yang diambil oleh Amira.
"kamu sudah dengarkan apa yang aku katakan kepada Ibu tadi Jadi sepertinya tidak perlu harus dijelaskan ulang lagi, kalau memang Kamu manusia ya Otomatis Kamu paham ya apa yang aku katakan kalau memang kamu itu bukan manusia maka teruslah bersikap seperti itu!" ujar Amira tajam.