Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Kecewa


__ADS_3

Amira tidak menyangka keputusannya untuk bergabung dengan ibunya dan juga Surti saat ini ternyata malah dijadikan bahan ejekan, mau kabur kembali ke dalam kamar pun rasa-rasanya sudah tidak mungkin karena mereka pasti akan terus-menerus mencecarnya dengan berbagai macam ejekan yang akhirnya membuat dirinya jadi kesal sendiri.


"Ya sepertinya kayak begitu Ibu Soalnya dari tadi mbak Amiranya itu tidurnya saja tidak tenang, Padahal tadi katanya ingin beristirahat soalnya sudah capek Tetapi tahu-tahunya malah kembali duduk! ya kalau misalnya bukan merindukan suaminya sekarang dia malah merindukan apa coba, tidak mungkin kan merindukan Mbak Sarah di sana soalnya di sana kalau jam begini Sepertinya dia lagi kerja?" jelas Surti membuat Amira memasang wajah cemberutnya karena menurutnya wanita paruh baya itu seharusnya membela dirinya.


"ya Bibi ini terlalu sekali sih bukannya membela aku malah membela Ibu, di sini itu yang wanita hamil adalah aku jelas-jelas Aku itu butuh kasih sayang dan juga perhatian! "omel Amira tidak terima membuat Aida dan juga Surti tidak bisa menahan tawa Mereka lagi.


"yang seharusnya butuh perhatian itu kamu dari suamimu bukan dari kami yang jelas-jelas juga harusnya diperhatikan, kalau di Surti mah enak anaknya banyak sekali Jadi kalau misalnya yang satu sudah kawin ya ada yang lain tetapi ibu? "omel Aida membuat Amira mengerutkan keningnya kenapa malah dirinya yang disalahkan?


"loh Memangnya Ibu tidak ada niatan untuk nikah lagi gitu, Ya siapa tahu mungkin selama ini ada pria yang nyasar gitu masuk ke dalam rumah kita dan melamar ibu? tenang saja pokoknya aku bakalan mendukung apapun yang ibu lakukan yang penting Intinya ibu selalu bahagia dan juga tidak ada yang namanya perceraian lagi, terus kalau mau pilih suami usahakan jangan bawa anak perempuan soalnya nanti kita sudah besarkan capek-capek eh malah menusuk kita dari belakang kan rasanya tidak etis! "tawar Amira.


Untung juga Amira dalam keadaan hamil kalau tidak sudah dipastikan ibunya itu bakalan menampol kepalanya, Soalnya bukannya mendoakan agar ibunya selalu baik-baik saja dan tidak terjadi apapun Eh ini malah ngomong yang tidak jelas.


"Kamu tuh bukannya mendoakan agar ibu selalu sehat malah menyuruh ibu untuk menikah lagi, Memangnya kamu pikir nikah lagi itu gampang dan juga bisa mendapatkan suami yang sesuai kriteria di usia yang sudah tua begini ada? Sudah menikah selama bertahun-tahun saja tidak menjamin tetap bahagia apalagi yang baru OTW mau menikah, yang ada ibumu ini bakalan stres setiap hari kemudian hasil akhir bakalan cekidot! "omel Aida.


"wah wah kenapa jadi pikirannya sempit begitu Bu, tidak selamanya orang bakalan terpuruk terus dan juga tidak selamanya orang itu Bakalan mendapatkan sesuatu yang tidak baik melulu! Setiap manusia di dunia ini sudah punya garis kehidupannya masing-masing tinggal Bagaimana cara menjalaninya agar sesuai dengan keinginan, bukan malah menyerah sebelum bertanding Kalau sudah seperti begini ya bisa dipastikan Entah berapa banyak orang di luar sana yang tidak akan pernah memilih untuk mempunyai pasangan lagi! "jelas Amira yang ingin agar ibunya itu tidak terlalu terpuruk dan juga kalau bisa bersikapnya biasa saja tidak perlu harus terlalu yang wow gitu.


"Amira tolong ibu ya jangan mengotori pikiran ibu dengan apapun itu, karena Ibu sudah tidak ada pikiran untuk menikah apalagi menjalin hubungan serius dengan pria manapun! mempunyai kamu saja sudah merupakan kebahagiaan tersendiri di dalam kehidupan Ibu sekarang apalagi nanti ada kedatangannya si utun, Ibu pastikan hidup Ibu bakalan lebih berwarna lagi dan juga tidak akan pernah ada namanya kesepian yang penting Intinya kamu dengan suamimu aman-aman saja sampai kapanpun! "jelas Aida sebab harapan semua orang tua di dunia yang seperti itu anaknya selalu sehat kemudian rumah tangga mereka baik-baik saja dan mendapatkan suami yang bisa bertanggung jawab serta menyayanginya dengan begitu tulus.

__ADS_1


"Amira itu bukannya tidak ingin selalu berada di dekat ibu dan juga tidak ingin menjadi anak yang tidak tahu diri dan juga tidak tahu berbakti kepada orang tuanya, hanya saja yang Amira inginkan Ibu pun merasa kebahagiaan di hari tua seperti begini ada yang menjaga kemudian ketika ada beban pikiran yang begitu banyak bisa ada tempat untuk berbagi! Ini berlaku juga loh untuk Bibi Surti soalnya dia juga sudah tua masa iya harus mengharap sesuatu pada anak sendiri, padahal sudah menjadi ja**a bertahun-tahun apa tidak ada niatan gitu untuk menikah lagi? "tanya Amira sambil meledek ke arah Surti yang sebenarnya usianya itu tidak beda jauh dari Aida.


Surti mendengus kesal kenapa Lagi Dan Lagi dirinya juga ikut-ikutan di dalam prahara perdebatan antara Ibu dan juga anak itu, padahal dirinya sebenarnya lingkupannya orang lain di situ dan kalau misalnya mau niatan menikah oh sudah jelas dilakukannya dari kemarin-kemarin.


"Mbak Amira tolong deh jangan bikin Bibi ini menjadi posisi serba salah, Soalnya selama ini memang ada niatan untuk menikah? Tetapi yang ganteng ya kayak Oppa Oppa tampan kan tidak ada ya jadi lebih baik tidak bisa sama sekali kan? "sahut Surti membuat semua orang menjadi tertawa soalnya gaya wanita itu begitu kecentilan.


"Ya Tuhan Bibi kalau misalnya ada pria di dunia ini yang fotokopiannya Babang ganteng, maka Aku pastikan bakalan menikah dengannya dan meninggalkan Mas Adam karena dia juga bukan sesuai dengan kriteria aku! "jelas Amira sambil tertawa padahal sebenarnya itu semua tidak berasal dari hatinya hanya ingin bercanda saja soalnya boring juga sih tidak ada kaum pria di antara mereka sehingga pembahasannya yang mengarah kepada urusan wanita saja tidak mengarah kepada hal-hal lainnya mungkin pekerjaan atau apalah itu seperti yang biasa terjadi dalam sebuah rumah tangga.


Daniel dari tadi itu sebenarnya sudah gelisah karena Ia memang melihat Amira sudah pulang diantar oleh Rangga, hanya saja dirinya tidak berani mendekat karena tadi sempat bertemu dengan Rangga dan pria itu sudah mengancamnya jika sampai beraninya mendekati Amira tanpa ada urusan yang jelas atau mungkin bisa dibilang malah mengganggu ketenangan wanita itu.


"Saya kira Anda sudah pergi dari sini setelah tahu bahwa Nyonya Amira lebih mementingkan Tuan Adam, tetapi ternyata anda punya nyali juga ya untuk berhadapan dengan penerus dari keluarga Adiguna tersebut? Jadi kalau misalnya terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan Saya harap anda menjadi seorang pria yang Gentlemen, karena Tuan Adam sudah memperingati berulang kali tetapi sepertinya Anda tidak mengindahkan peringatannya itu!"tegas Rangga dengan tatapan matanya yang nyalang membuat dan ia lihat jelas saja tidak terima sebab menurutnya karena keterlibatan Rangga membuat Amira Akhirnya bisa kembali kepada suaminya.


"kamu tidak perlu Harus sombong ataupun percaya diri seperti itu dengan mengancam saya dengan kata-kata kamu yang menurut saya sudah terlalu basi dan juga tidak berguna, Amira itu terpaksa kembali dengan suaminya karena mungkin tidak tega dengan ibunya tetapi percayalah Dia itu sebenarnya sudah tidak ada rasa lagi dengan suaminya! Lebih baik kalian tidak usah banyak bicara dan juga lihat saja kira-kira Berapa lama akhirnya bakalan bertahan dengan suaminya itu, karena saya yakin Amira itu tidak akan mungkin pernah memaafkan kesalahan suaminya begitu fatal dalam sebuah rumah tangga dan kamu mana pernah paham dengan masalah itu soalnya kan kamu tidak pernah menikah sampai sekarang!"ujar Daniel dengan tatapan matanya yang sinis Terserah mau dibilang ia terlalu nyolot tidak masalah.


Rangga mengepalkan tangan menahan emosi,karena tidak terima.


"Saya sudah peringatkan anda berkali-kali tetapi sepertinya Anda memang melupakan hal itu, maka jangan salahkan saya jika suatu saat akan melakukan sesuatu yang tidak pernah diduga!" Ancam Rangga.

__ADS_1


Daniel tahu kalau Rangga itu merupakan seorang yang ambisius yang tidak akan pernah merubah pikirannya dengan keadaan apapun meskipun satu dunia yang membantahnya, tetapi Daniel adalah seorang pria tidak mungkin kan harus mengalah dan juga tidak mungkin kan tidak bisa mencoba untuk berusaha mendapatkan hatinya Amira?


"Ingat pesan saya tadi dan jangan pernah untuk membantahnya apalagi ada niatan untuk melanggar, Saya tahu anda merupakan seseorang yang berpendidikan dan juga berasal dari keluarga yang mampu ya kalau begitu untuk mencari wanita di luar sana sebenarnya tidak terlalu sulit! "jelas Rangga lalu segera pergi dari situ soalnya ia sudah memberikan ultimatum kepada Daniel dan terlepas dari pria itu terserah mau menurutinya atau tidak.


Daniel menatap tajam ke arah punggung Rangga yang semakin menjauh,sambil tersenyum smirk ia tahu jika Rangga pasti sedang kesal padanya.


"Terserah kalian mau bicara apa karena aku tetap ada pendirianku untuk akan mengejar Amira sampai kapanpun, meskipun satu dunia menentang karena aku tidak akan pernah terpengaruh." Batin Daniel.


Amira tidak pernah menyangka dan juga tidak pernah tahu kalau sebenarnya masih ada Rangga di sekitarnya, dan wanita itu juga tidak pernah memikirkan jika sebenarnya Daniel belum kembali sama sekali ke Perancis karena pria itu sejatinya masih berkeliaran di sekitarnya.


"belum ada kabar terbaru dari suami kamu, atau mungkin dia sudah menelpon kamu tetapi kamu belum mengecek ponsel kamu? "tanya Aida penasaran karena dirinya benar-benar sangat ingin mendengar kabar terbaru dari Dina.


Aidah meskipun membenci putra dari Dina itu karena sudah menyakiti anaknya,namun persahabatan mereka tidak pernah hilang atau apa pun itu karena persahabatan mereka berdua itu sudah dari dulu terjalin sebelum mereka menikah.


"belum sih Mungkin mereka belum sampai di sana soalnya kan dia sudah berjanji kalau sampai di sana akan langsung memberi kabar kepada kita di sini, Jadi tunggu saja karena sepertinya perjalanan ke sana juga mau makan waktu yang lumayan! "jelas Amira yang terlihat santai saja sebab menurutnya Adam kalau sudah berjanji biasanya dia akan menepatinya ya Meskipun saat dulu janji pernikahan mereka sempat ia lupakan.


"Ya sudah kalau begitu kita doakan saja semoga perjalanan mereka lancar tidak terjadi apapun di tengah jalan, Dan intinya mereka bisa segera mengatur agar Dina mendapatkan penanganan secepat mungkin karena itu orang memang kepala batunya minta ampun! "ujar Aida yang memang benar-benar merasa kecewa kepada sahabatnya itu padahal jika dirinya sakit terlihat Dina paling antusias membawanya ke rumah sakit tetapi giliran Dina sakit ketika dibujuk sampai mampus pun wanita itu tidak akan mau mengikuti.

__ADS_1


"Nyonya Dina itu sebenarnya orang baik hanya saja terkadang dia itu tidak suka jika merepotkan orang lain, dianya maunya direpotkan tetapi untuk merepotkan balik tidak pernah ada dalam pikirannya! "Surti dulu pernah bekerja dengan Dina dan juga Sakti tetapi ketika Amira dan ada menikah maka dirinya dipindahkan untuk membantu mereka.


"Sebelum Bibi ngomong saya sudah tahu dia itu seperti apa dari dulu, sukanya memberi tapi tidak suka diberi dan bahkan bisa dibilang dia tidak suka kalau orang lain memikirkan masalahnya! "jelas Aidah sambil tersenyum ketika mengingat Bagaimana seorang Dina yang selalu membelanya ketika diganggu oleh orang-orang tetapi ketika Dina diganggu ia tidak suka juga Aida membela takutnya jangan sampai nanti orang yang mengganggunya itu malah membully Aida lagi.


__ADS_2