
Franda kini sudah berada di dalam ruangan tempat Fadil berada dan posisi pria itu sepertinya masih tertidur karena sekarang saat dirinya berada di situ pun Fadhil tidak menyadari sama sekali, tapi tidak masalah yang penting intinya pria itu sekarang sudah mendapatkan penanganan Medis.
"Bapak kenapa sih pakai acara sakit segala Padahal sudah tahu kalau kita ini keuangan sedang tidak baik-baik saja, kalau seperti begini terus lama-lama tabunganku bisa menipis dan juga akhirnya kita tidak akan punya apapun lagi untuk bisa dipakai ketika situasi sedang gawat seperti saat ini? "gumam Franda dalam hati karena sekarang mengeluarkan uang Rp5.000 saja ia harus memikirkan sesuatu dengan begitu baik tidak seperti dulu dia itu menghamburkan uang 50 juta dalam satu hari saja ia merasa biasa saja.
Fadil yang merasa tidurnya terusik langsung membuka matanya dan memindai keadaan sekelilingnya, pria itu benar-benar terkejut ketika tahu bahwa ada orang lain di dalam ruangan tersebut selain dirinya.
lebih parahnya lagi ini bukanlah tempat duduk yang biasa dipakai di samping rumah ketika dirinya sedang kepanasan akibat hanya menggunakan kipas angin kecil, sebab seingatnya tadi dirinya sempat berbaring di kursi yang disediakan di samping rumah Lalu setelah itu ia merasakan Kepalanya pusing dan akhirnya sudah tidak ingat apapun lagi.
"Bapak kok ada di sini Franda, Bukankah ini itu rumah sakit? Nanti kita dapat biaya dari mana untuk membayar biaya perawatan Bapak, Pokoknya kita harus pulang sekarang karena Bapak merasa baik-baik saja dan tidak perlu ada hal yang dikhawatirkan! "ujar Fadil karena memang ia sudah tidak ingin lagi lebih jauh mereka kan anaknya itu sebab Hidup itu tidak mungkin hanya berhenti di jalan saja semuanya harus bisa dilalui dan juga tidak ada yang namanya penyesalan pada akhirnya.
"Bapak jangan mengada-ngada deh, Memangnya Nanti kalau kita pulang terus kondisinya lebih mengenaskan daripada tadi setelah itu dibawa ke ruangan perawatan yang lebih intensif kita bakalan membayar pakai apa? "omel Franda tidak terima.
"Tapi kalau sekarang pun Bapak dirawat di sini kita bakalan membayarnya pakai apa Franda, Kamu kan tahu kalau Bapakmu ini hanyalah penggangguran kelas kakap yang tidak bisa melakukan apapun Hanya hobinya menyusahkan kamu saja?"Fadil yang kali ini sudah bangun tetapi Franda sudah benar-benar Jengah dan akhirnya mengancam pria tersebut.
__ADS_1
"Aku sekarang lagi tidak sedang bercanda kepada siapapun termaksud kepada bapak sendiri, maka dari itu lebih baik Bapak sadar diri dan juga hentikan segala macam aksi gila yang menurutku hanya membuat kepalaku bertambah puyeng memikirkannya! "tugas Franda karena tidak ingin lagi berdebat lebih panjang lebar karena menurutnya hanya membuang-buang tenaga dan juga pikiran serta membuat ia menjadi seseorang yang sangat tidak berguna.
Fadil benar-benar merasa kebingungan karena ia tidak bisa membantah apa yang dikatakan Franda, anaknya itu bisa dibilang sebagai tulang punggung dari kehidupan mereka berdua maka dari itu terkadang ia sedikit menyesali garis kehidupan yang sudah dialami yaitu tidak bisa berguna bagi orang-orang di sekitarnya.
"Nanti kalau Bapak sudah sedikit membaik kondisinya Lalu kita pulang biarkan Bapak tinggal di Panti Jompo saja, supaya kamu tidak usah lagi bekerja lebih keras cukup hanya mengurusi diri kamu sendiri tidak perlu pikirkan keadaan Bapakmu ini! "jelas Fadil membuat Franda mengerutkan keningnya Sambil tertawa karena menurutnya apa yang dikatakan oleh Bapaknya itu sepertinya tidak dipikirkan dulu secara baik langsung nyeplak saja.
"Bapak pikir nanti ke panti jompo juga aku tidak akan pernah memberikan apapun lagi karena semua mereka yang tanggung, ternyata bapak sepertinya kurang up to date karena tidak sadar kalau sebenarnya biaya hidup di sana itu keluarga yang tanggung hanya saja ada orang yang membantu mengurusi para orang tua di sana karena anak-anaknya mungkin sibuk bekerja. "Fadil tidak tahu harus bersikap bagaimana ketika semua jalan yang harus dipilih ternyata sepertinya sudah mentok dan tidak bisa lagi untuk dilanjutkan dan alhasil yang memilih untuk diam saja.
"Oh ya Bapak di sini dulu aku pergi keluar mau membeli bubur dulu Soalnya dari tadi sepertinya Bapak belum makan sama sekali kan, dan sepertinya jam makan di rumah sakit juga belum sampai jadi daripada nanti kondisinya tambah parah lebih baik diwaspadai dari awal!"setelah mengatakan hal itu Franda pun keluar dari ruangan tempat Fadil berada dan Saat itu pula ketika berada tepat di depan Lorong langkah kakinya langsung terhenti karena tidak percaya dengan sepasang suami istri yang dilihatnya juga sedang berjalan menuju ke arahnya.
Amira sangat hafal dan juga kenal gestur tubuh dari orang yang ada di hadapannya saat ini yang tengah berjalan sambil menundukkan kepalanya, tatapannya menoleh ke arah suaminya yang terlihat begitu tidak peduli padahal Ia yakin Adam pasti sadar dengan keberadaan Franda entah mungkin pria itu sedang berakting atau bagaimanapun Amira tidak peduli sama sekali.
"Kenapa tidak kau sapa kekasih hatimu sampai saat ini ya masih terikat denganmu, Jangan pernah memikirkanku karena aku juga tidak akan pernah menangis kalau kamu lebih memilih dia? Bukankah selama ini dialah yang menjadi prioritas utama kamu sampai-sampai melupakan keberadaan istri sendiri, jadi untuk saat ini jangan berbohong seperti itu karena hanya membuatku ingin sekali Merasa muntah dengan segala kebohongan yang sedang terjadi di hadapanku saat ini! "Amira akhirnya tidak bisa lagi menahan emosinya ketika tahu bahwa Adam terlihat biasa saja sedangkan Franda terlihat lebih memilih untuk menundukkan kepalanya Seperti takut menatap ke arah orang-orang tertentu.
__ADS_1
Adam menghentikan langkah kakinya ketika mendengar nada-nada sinis dari Amira yang seperti ini sedang tidak bisa berdamai dengan masa lalu pria tersebut, Padahal dia memang tidak mau pedulikan sedikitpun keberadaan Franda karena menurutnya saat bersama dengan wanita itu dulu hanyalah sebuah kesalahan dan juga dosa yang sangat menjijikan maka sekarang lebih baik mengabaikannya saja tidak usah peduli sama sekali.
"sayang kamu itu bicara apa sih? Memangnya Sejak kapan aku pedulikan orang lain selain kamu, kalaupun Dulu aku pernah melakukannya maka itu Anggap saja aku sedang melakukan kebodohan yang tidak sedang aku inginkan! "ujar Adam tepat di telinga Franda yang kebetulan melintas di antara mereka berdua tetapi Amira segera menarik tangan wanita itu karena menurutnya dulu ia sudah berlari sekarang dirinya ingin menghadapi Franda dengan mengangkat wajahnya tinggi-tinggi ingin menunjukkan kepada wanita itu bahwa dirinya baik-baik saja.
"aku belum selesai urusannya dengan kamu Dan mungkin kamu ingin berbicara dengan pria ini karena kalian berdua pasti saling merindukan,, Bukankah kalian itu sukanya selalu main di belakang maka dari itu kalian hari ini aku izinkan untuk bermain di depanku saja supaya mungkin aku ingin melihat kira-kira pria yang tidak tahu diri dan juga wanita murahan itu kalau sedang bermesraan itu kira-kiranya menjijikannya seperti apa ya? "Adam tidak tahu lagi harus berkata bagaimana ketika melihat istrinya itu sepertinya Tengah mengeluarkan Semua uneg-uneg yang dia rasakan bahkan terlihat seperti Amira itu tidak peduli dengan perasaannya.
"Maksudnya mbak Amira ngomong seperti itu apa ya, Bukankah sekarang Mas Adamnya sudah sama Mbak Amira kenapa sekarang malah mengganggu kehidupanku lagi?" Franda Jelas saja tidak terima ketika Amira harus kembali membahas soal masa lalu antara dirinya dan juga Adam yang jelas-jelas sudah selesai ketika kedapatan berselingkuh dengan Andika namun Kenapa mantan saudara tirinya itu malah seperti Tengah ingin meluapkan emosinya yang mungkin selama ini selalu ditahan.
"Oh jadi ceritanya kamu merasa tidak pernah melakukan kesalahan dengan dia, padahal aku loh yang mau menyodorkan dia kepada kamu siapa kamu mungkin kamu masih ingin memakainya lagi? Harusnya kamu bersyukur ada orang yang sebaik aku di dunia ini sampai-sampai memberikan harta benda miliknya kepada orang asing, ya Meskipun aku terkesan jahat tetapi bukannya apa yang kalian lakukan dulu lebih jahat dan juga sangat menjijikan ketika Diingat dan aku tidak percaya loh bisa berhubungan dengan manusia-manusia sampah seperti kalian berdua ini! "setelah mengatakan hal itu Amira pun pergi dari situ karena menurutnya urusannya dengan Franda itu sudah selesai dan juga apa yang ingin Ia sampaikan tepat di hadapan Adam dan juga Franda yang sudah terjadi Jadi untuk apa ya Harus berlama-lama melihat wajah menyebalkan dari wanita yang dulu Sudah ia gendong dan sudah dirinya urus sepenuh hati bahkan sudah dianggapnya seperti adik kandungnya sendiri tetapi malah menusuknya dari belakang.
"Saya harap ini merupakan pertemuan kita yang terakhir kalinya Karena saya sudah tidak ingin melihat wanita kurang ajar dan juga pengganggu seperti kamu, Karena dulu saya sangat bodoh sampai tidak bisa membedakan mana yang baik dan tidak tetapi sekarang saya sudah sadar kalau sebenarnya yang merupakan berlian dan pantas dipertahankan adalah istri saya yang saat ini ada di hadapan saya! " Sinis Adam tanpa menoleh ke arah Franda ya mendengar perkataan pria tersebut membuat jelas saja tidak terima.
"apa kamu lupa jika dulu kamu juga sempat tergoda olehku dan juga bahkan sampai menyakiti istri kamu sampai segitunya, dan sekarang kamu malah menyalahkan semua ini kepadaku seolah-olah yang melakukan dosa hanyalah aku sendiri sedangkan kamu tidak melakukan kesalahan apapun? kamu tenang saja karena aku juga tidak Sudi untuk berkenalan ataupun mengingat tentang apa yang pernah terjadi antara kita berdua, Jadi kalau misalnya kamu menyuruh aku untuk melupakannya itu sudah aku lakukan dari dulu tanpa kamu minta atau pun tanpa kamu katakan seperti tadi!"Franda juga tidak mau kalah karena memang dari awal ia sudah melupakan kesalahan yang terjadi bukan karena ingin Insaf ataupun ingin berubah menjadi orang benar hanya saja menurutnya Adam itu sangat sulit untuk digapai apalagi melihat kesalahan yang sudah dilakukannya bersama dengan Dika rasa-rasanya itu sebuah hal yang sangat mustahil untuk benar-benar terjadi.
__ADS_1
"Baguslah kalau kamu sadar karena dengan begitu usahakan Jangan pernah muncul lagi di hadapanku sampai kapanpun, karena jika hal itu terjadi jangan menyesal kalau hidupmu dan juga hidup Bapakmu yang tidak berguna itu bakalan aku buat berhenti saat itu juga sampai kalian lupa caranya bernafas yang benar. "setelah mengatakan hal itu Adam pun berlari menyusul istrinya yang ternyata benar-benar merasa kecil dengan sikap suaminya yang bukan yang menyusul dirinya Tetapi malah memilih untuk berbicara dengan Franda meskipun Amira tidak mendengar dengan jelas apa saja yang diperbincangkan oleh kedua manusia itu.