Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Takut Kehilangan


__ADS_3

Amira sebenarnya tahu kalau ibunya itu sengaja mengatakan semua itu karena ingin melihat bagaimana Respon yang ditunjukkan oleh Adam nantinya, sebab orang tua manapun tentunya tidak akan pernah melupakan kesalahan orang terhadap anak mereka ya meskipun itu kesalahan yang kecil sekalipun.


Sebab biar bagaimanapun yang diinginkan oleh semua orang tua di dunia ini yaitu sesuatu yang terbaik bagi anak mereka, terkadang sampai kesalahan anak pun tidak pernah mereka beritahukan kepada dunia karena saking ingin melindunginya namun itu semua terkadang disalah Artikan oleh orang-orang sekitar.


Kalau boleh memilih Aida ingin agar Amira dan juga Adam berpisah saja ya Meskipun Tuhan sangat membenci yang namanya perpisahan atau perceraian, hanya saja Terkadang manusia itu tidak bisa menerima sebuah kesalahan apalagi kesalahan itu menyangkut yang namanya kesetiaan kemudian kejujuran dan juga tanggung jawab.


akhirnya sengaja mengatakan semua itu karena ingin melihat nantinya nanti mungkin ada bakalan memberikan respon yang begitu Wah, Nah di situlah dirinya akan menasehati pria itu karena sudah berani-beraninya menyakiti Amira dalam kondisi seperti itu.


namun terkadang Harapan tidak sesuai dengan kenyataan karena terbukti sekarang Adam memilih untuk hanya menundukkan kepalanya tidak berani membantah apa yang dikatakan oleh mertuanya tersebut, karena memang kenyataannya seperti itu jika dirinya sampai bercerai dengan Amira yang otomatis istrinya itu pasti bakalan langsung berubah status dari janda menjadi seorang istri karena Amira memiliki fisik yang good looking kemudian pokoknya paket lengkap lah.


Dina yang mendengar perkataan dari besannya itu otomatis menyambut dengan begitu baik, bukan ingin mendukung agar anaknya itu bercerai dari menantu kesayangannya Tetapi hanya ingin membuat efek Jera kepada Adam agar tidak Mengulangi kesalahan yang sama Esok Dan Seterusnya.

__ADS_1


"Iya benar Amira seperti yang dikatakan oleh ibu kamu kalau misalnya di sana ada pria yang memang ingin menjadikan kamu Istrinya kenapa tidak kamu terima saja, toh daripada kamu kembali kepada suami yang model seperti dia tidak tahu menghargai istrinya sendiri kemudian apa yang sudah dikasih sama Tuhan eh malah mau meminta lebih! Memangnya definisi istri yang bagus dan juga sesuai dengan kriterianya itu model seperti apa sih, yang hobinya membuka auratnya kemana-mana kemudian memberikan service yang terbaik? "Dina tidak peduli jika kata-katanya begitu absurd dan juga vulgar sebab Adam itu merupakan anaknya Jadi kalau misalnya ia berbicara dengan menggunakan kata-kata yang begitu manis dan juga sopan lihat tentu saja lama sampainya Tetapi kalau kata-kata yang langsung mengarah kepada hal-hal yang tidak baik tentunya Adam pasti bakalan langsung paham kalau sebenarnya orang tuanya itu sangat tidak nyaman dengan kelakuannya.


"Ibu Tolonglah itu infus masih lengket loh di tangan, Kenapa sih sekarang malah marah-marah? Aku lagi berusaha untuk tetap diam dan membiarkan saja dia mau melakukan apapun selagi memang dia mampu, Tetapi kalau misalnya setiap kali dia melakukan kesalahan terus kita responnya berlebihan Percayalah kalau dia itu bakalan besar kepala dan akan terus seperti itu. "Amira bukan hidup hanya sehari doang dengan suaminya itu maka dirinya tidak bisa mengerti dengan kelakuan Adam dan juga Bagaimana sikap pria itu selama ini terhadap dirinya yang tidak pernah menghargainya ataupun menganggap kalau dirinya itu berstatus sebagai istri dari seorang Adam Adiguna.


"Ah terima kasih Istriku yang paling terbaik di dunia ini karena Akhirnya sudah bisa membela suamimu, aku memang tahu kalau kesalahan yang kulakukan itu fatal dan bisa dibilang kata maaf itu pun tidak akan bisa menyelesaikan semuanya hanya saja aku harus melakukan apalagi biar kalian paham kalau sebenarnya aku tuh berubah 100%? kalau semua orang selalu menjadi juri dan juga tidak pernah mempercayaiku pertanyaannya Siapa lagi yang membuat aku bisa berharap agar penjelasanku diterima oleh semua orang, ya terkadang meskipun rasa-rasanya sangat mustahil tetapi mau bagaimana lagi? "Adam Bukannya ingin pasrah dan membiarkan semua orang memarahinya hanya saja posisinya saat ini benar-benar tidak bisa diuntungkan untuk membela diri maka dari itu memilih untuk diam dan juga Tidak berkomentar sama sekali.


Sakti adalah satu-satunya orang yang dari tadi Tidak berkomentar panjang lebar karena dirinya sekarang sedang sibuk memeriksa email yang dikirimkan oleh Rangga kepadanya, karena dirinya memberikan hukuman kepada pria itu untuk mengerjakan semua pekerjaan yang harusnya di handle oleh Adam karena anaknya itu sengaja healing sejenak dengan istrinya.


"Ya sudah Mas responnya juga biasa saja Biarkan saja Ibu mau berbicara apa karena selama ini dia kan belum pernah ngomong secara nyata dengan kamu kan, aku harap dengan begini kamu tidak akan pernah kapok dan juga tidak pernah bosan ketika mendengar Ibuku menasehati kamu untuk sesuatu yang baik!" minta Amira setelah itu memilih untuk diam karena ia juga masih mengingat soal kesalahan fatal yang dilakukan oleh suaminya sebab bisa-bisanya ngomong berdua dengan selingkuhannya yaitu Franda.


Semua orang di dunia ini pasti pernah melakukan kesalahan ya Meskipun berbeda-beda tingkatannya, mulai dari yang ringan kemudian sedang sampai sesuatu yang luar biasa. hanya saja terletak pada sikap orang tersebut mau mengakui kesalahan yang dibuat atau memilih untuk biasa saja, toh kalau memang memilih untuk biasa saja maka tidak menutup kemungkinan Keesokan dirinya bakalan melakukan hal yang sama seperti yang terjadi saat ini.

__ADS_1


Setelah merasa semua sudah tenang dan tidak ada yang berniat untuk menyindirnya kini Adam mendekati Papanya yang dari tadi memilih untuk cuek, Padahal selama ini Sakti adalah orang yang selalu membimbingnya ketika ia salah kemudian mengarahkan dirinya ketika ada sesuatu hal penting yang mungkin tanpa sengaja dilupakannya.


"Papa lagi ngapain Serius amat? Kalau boleh aku bisa kok membantu untuk menghandle semua ini tanda kurma soalnya memang Ini semua salahku karena hampir meninggalkan pekerjaanku setahun lamanya! "tawar Adam dan Sakti langsung menunjukkan semua email yang masuk dari Rangga membuat pria itu tertegun dan juga benar-benar tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya.


"Sudah lihat kan sebab akibat dari kesalahan yang kamu lakukan selama ini dan juga pelarian kamu akibat dari kebodohan yang sudah terjadi, coba saja kalau selama ini kamu hidup dengan normal kemudian menikmati rumah tangga yang sudah mulai kalian bangun mungkin semua hal ini tidak akan pernah terjadi! Ini secara tidak langsung kamu sudah mampir dari tanggung jawab yang seharusnya kamu pikul, padahal kamu tahu sendiri kan di bawah perusahaannya Adiguna itu banyak sekali perut yang sedang bergantung hidup kepada mereka? "Sakti tidak ingin membahas masalah tentang kesalahan yang dilakukan oleh Adam karena itu semua sudah dibahas oleh Amira dan juga Aida serta Dina tetapi yang kali ini harus ia bahas adalah soal pekerjaan yang merupakan mata pencaharian yang tetap bagi Ribuan Orang dan juga bagi dirinya serta anaknya itu.


"Maafkan aku papa tapi kalau aku tidak seperti begini sikapku maka bisa dipastikan Amira tidak akan pernah kembali ke sini, aku ke sana berjuang untuk mempertahankan Rumah tanggaku agar bisa kembali baik-baik saja maka dari itu untuk urusan semuanya Jika ada yang bisa menghandlenya kenapa harus aku memilih bertahan dan membiarkan Rumah tanggaku jadi berantakan dan semakin runyam urusannya serta kami berdua akan semakin menjauh? "Adam hanya ingin menyampaikan apa yang menjadi pendapatnya tidak ada niatan untuk berargumen dengan papanya karena itu sama saja dirinya tidak mengakui kalau Sakti merupakan orang yang senyum di dalam menjalani kehidupan dan juga bisnis sekalian.


"Ya sudah terserah tapi tolong Nikmati saja email dari Rangga ini dan usahakan langsung berikan saja keputusan saat ini juga tidak boleh menunda-nunda sesuatu hal yang baik, karena belum tentu besok lusa ada sesuatu hal yang baik bakalan terjadi."tawar Sakti membuat Adam hanya bisa menghela nafasnya secara perlahan karena ternyata hidupnya itu memang tidak akan pernah jauh yang dari namanya berkas dan juga pulpen padahal Ia sedang ingin beristirahat dan juga bisa membina rumah tangga dengan istrinya itu serta memperbaiki semua kesalahan dan juga momen-momen penting yang sudah Terlewatkan.


"cucu Omah Bagaimana keadaannya di dalam, selama ini kamu pernah tidak melakukan pemeriksaan medis untuk kalian berdua agar bisa tahu bagaimana keadaannya di dalam sana? "tanya Dina penasaran sambil mengusap pelan perut buncit milik menantunya itu yang terlihat sudah begitu mengembang sempurna.

__ADS_1


Amira hanya bisa tertawa ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Dina barusan, sebab seharusnya Dina itu sadar dong kalau Amira tidak mungkin membiarkan anaknya itu kenapa-napa di dalam kandungannya.


"ya benar apa yang ditanyakan oleh mertua kamu kira-kira selama ini kamu pernah tidak melakukan cek repotin untuk kondisi kamu dan juga anak yang di dalam kandungan kamu itu, Soalnya biar bagaimanapun dengan aktivitas yang berat kemudian pekerjaan kamu yang menumpuk serta pikiran kamu yang begitu banyak takutnya bakalan bermasalah kepadanya bukan kepada orang lain?"tanya Aida ikut menimpali apa yang dikatakan oleh besannya itu soalnya memang dari tadi Ia juga merasa penasaran Hanya saja karena melihat Sakti jadi jangan salahkan dirinya ingin sekali memarahi pria itu karena akhirnya setelah melakukan kesalahan dan berbulan-bulan menghilang bisa muncul juga di hadapannya.


__ADS_2