
Daniel yang sedang merasa galau langsung menghentikan kegalauannya itu dan masuk ke dalam mobil serta segera menunggangi kuda besinya itu untuk meninggalkan taman kota, dirinya harus bisa kembali ke apartemennya Sarah untuk memastikan Apakah yang dikatakan oleh wanita itu memang benar apa adanya atau hanya dibuat-buat saja agar dirinya tidak bisa marah dengan Amira lebih lama lagi.
Bukannya ingin percaya diri terlalu berlebihan hanya saja tidak ada salahnya kan kalau merasakan hal itu, Lagian siapa tahu apa yang ia katakan itu benar-benar terjadi dan juga apa yang ia inginkan itu memang benar-benar sesuai dengan kenyataannya kalau Amira ingin minta maaf kepadanya Makanya sengaja menyuruh Sarah membuat drama seperti saat ini.
Daniel terlihat berusaha untuk tenang dan tidak memikirkan sesuatu secara berlebihan dan pikirannya ia usahakan agar tetap positif, meskipun Percayalah kalau rasa cemas itu pasti akan selalu ada dan tidak akan pernah hilang hanya saja dirinya ingin membuktikan kalau kekhawatirannya itu salah dan tidak pada tempatnya.
Sarah yang sampai di apartemennya sendirian membuat Surti benar-benar merasa kebingungan, karena tadi wanita paruh baya itu yang menyuruh sara untuk menyusul Amira dan juga Adam ke rumah sakit takutnya jangan sampai Amira sendirian dan tidak ada yang menemaninya.
maka dari itu ketika melihat Sarah pulang tanpa didampingi oleh Amira ya Otomatis Surti mulai merasa keanehan dan juga bertanya-tanya, sebab tidak mungkin kan Amira yang pergi tidak membawa kendaraan bakalan pulang dengan Adam sedangkan membiarkan Sarah pergi sendirian.
"loh Mbak Sarah kok pulang sendirian, Kalau boleh tahu Mbak Amiranya ke mana ya Kok tidak barengan? "Surti yang sekarang sudah lebih bisa fasih berbicara bahasa Prancis Setelah 5 bulan Amira memberikan wanita itu pelajaran khusus hanya bahasa Prancis sehingga Surti dengan begitu cepat tanggap karena yang ia lakukan hanyalah mengurus rumah Lalu setelah itu belajar bahasa Perancis dan begitu dilakukan selama 5 bulan dan alhasil Wanita itu sudah sedikit fasih mengucapkannya.
Sarah menghembuskan nafasnya secara perlahan karena jika ia mengatakan tentang keadaan Amira yang sesungguhnya dirinya yakin Surti pasti bakalan cemas yang berlebihan, sebab yang wanita itu punyai di Prancis ini hanyalah Amira seorang dan juga alasan dirinya bisa berada di tempat ini yaitu karena Amira juga sebab wanita itu ingin memastikan Amira selalu aman dan juga ada yang menemaninya Jadi jika dirinya sendirian seperti ini ya jangan ditanya lagi bagaimana perasaannya.
"semoga saja apa yang aku takutkan tidak terjadi Dan semoga saja ini memang benar-benar tidak akan pernah terjadi, karena tadi saat aku menyusul Amira dan juga tuan Adam serta Tuan Rangga ke rumah sakit ternyata mereka tidak ada sama sekali di sana bahkan mobil yang mereka tumpangi pun tidak ada! aku hafal kok mobilnya Tuan Rangga karena selama ini selalu keluar masuk di parkiran perusahaan miliknya Tuan Daniel, maka dari itu aku tahu Jadi tidak mungkin dong aku salah mengenali mobilnya dan juga sudah aku cek data di rumah sakit terdekat dari Apartemen ini nama dari tuan Adam Adiguna ternyata tidak terdaftar! lebih parahnya lagi sekarang ponselnya Amira itu tidak bisa dihubungi sama sekali, seolah-olah sengaja dimatikan karena tidak mungkin kehabisan daya sebab tadi itu akhirnya kan baru saja mencharger hp-nya itu buktinya charger saja masih terpasang di colokan! "jelas Sarah panjang lebar membuat Surti langsung terduduk lemas di atas sofa yang ada di ruangan itu Dianya bahkan sudah merasakan ingin pingsan karena tidak percaya jika sampai apa yang dikhawatirkan Sarah itu benar-benar menjadi kenyataan.
"Tidak mungkin kan kalau Pak ada menculik Mbak Amira, nggak mungkin juga kan Kalau tuan Adam tega menyakiti Baim Amira yang kondisinya seperti begitu? Kenapa semua ini harus terjadi kepadanya dan juga Kenapa tidak ada yang mengerti dengan keinginannya Mbak Amira, apa salahnya sih tuh anak selama ini Padahal dia selalu berbuat baik dan juga menolong orang lain tetapi kenapa nasibnya sendiri tidak pernah menolongnya? "ujar Surti perlahan entah bagaimana caranya dan juga bagaimana nasibnya kedepannya yang sekarang ada dalam pikirannya adalah Amira Apakah dalam keadaan baik-baik saja dan juga Apakah Adam tidak menyakiti wanita itu.
__ADS_1
Daniel memencet bel ketika dirinya sudah sampai di apartemennya Sarah pria itu bahkan terlihat begitu tidak sabaran ingin segera dibukakan pintu untuk dirinya masuk ke dalam, sebab Ia sangat penasaran Apakah pikirannya tadi bahwa Amira ada di dalam apartemen itu memang benar apa adanya atau itu hanyalah ilusinya Semata.
Sarah yang mendengarnya langsung segera menuju ke arah pintu untuk membukakannya sebab dirinya tahu kalau itu merupakan Daniel yang berada di luar, ketika Daniel masuk terlihat wajah penasarannya sehingga dirinya menerobos melewati Sarah begitu saja lalu memindai seluruh ruangan tersebut tidak peduli jika itu merupakan ruangan wanita yang belum bersuami dan juga bukan merupakan wanita sahnya Daniel sampai harus segitu lancangnya.
Sarah kebingungan dengan Sikap yang ditunjukkan oleh Daniel saat ini, seolah-olah sedang mencarikan sesuatu yang tengah ia sembunyikan tetapi pertanyaannya sampai saat ini dirinya tidak pernah menyembunyikan sesuatu milik pria tersebut.
"Maaf Pak kalau boleh tahu apa sih yang sedang anda cari, kalau memang mencari barang anda yang ketinggalan di sini maka saya rasa itu sangat mustahil karena memang tidak ada sama sekali?" tanya Sarah penasaran.
Daniel menatap tajam ke arah Sarah karena dirinya yakin wanita itu sedang berbohong kepadanya, Terserah mau dibilang Ia merupakan tamu yang tidak tahu diri dan juga terserah mau dikatakan bahwa dirinya seperti orang yang tidak punya pendidikan yang penting intinya rasa penasaran itu segera terjawab.
"saya sedang tidak ingin bermain-main dengan kamu ya, dan juga saya sedang tidak ingin kamu mengatakan sesuatu hal yang terlalu berlebihan tentang Amira! sekarang katakan kepada saya di mana keberadaan Amira karena saya ingin berbicara dengannya Sekarang, karena jika kamu sampai berbohong Jangan menyesal jika apartemen kamu ini bakalan saya hancurkan saat ini juga! "tegas Daniel membuat Surti dan juga Sarah Saling pandang ketika mendengar kecurigaan yang dilontarkan oleh Daniel kepada mereka berdua secara Surti pun ada di ruangan tersebut ya kalau misalnya Daniel mencurigai ya pasti dirinya juga yang kena imbasnya.
"Maaf Pak! sekarang pertanyaannya hal bodoh Apa yang menyebabkan saya harus menyembunyikan Amira di setiap sudut rumahnya saya, karena yang ada dia bakalan tersiksa dan juga kekurangan ruang gerak serta kekurangan pasokan oksigen Padahal dia sedang hamil? "Sarah menjelaskan tersebut sambil menahan emosi tetapi di wajahnya ia Tampilkan senyuman terbaiknya sebab menurutnya menghadapi orang seperti Daniel itu tidak bisa harus menggunakan kekerasan tetapi menggunakan kata-kata yang begitu masuk akal agar ia paham jika perkataan yang dilontarkannya itu benar-benar sesuai dengan jalan pemikiran Daniel yang terlihat sedang buntu dan juga tidak berguna sama sekali serta sepertinya Tengah kehilangan akal.
Daniel langsung lemah seketika ketika mendengar penjelasan yang dilakukan oleh Sarah barusan, pria itu rasa-rasanya sangat lemas bestie akibat segala sesuatu yang terjadi secara dadakan dan juga tidak pernah terduga dan juga tidak pernah IA pikirkan sebelumnya.
Tanpa banyak bicara Daniel segera menghubungi anak buahnya satu persatu untuk menyusuri segala bentuk rumah sakit serta klinik yang ada di kota itu saat ini juga, bersyukur karena anak buahnya yang berjumlah ratusan itu ya dengan mudahnya bisa berpencar saat itu juga ketika mendapatkan perintah langsung dari majikan mereka yang terlihat sedang tidak bermain dan juga tidak bisa menunggu sampai keesokan harinya.
__ADS_1
"Bagaimana Pak apa sudah ada titik terang tentang keberadaan Amira saat ini, soalnya Sepertinya saya sedang mencurigai sesuatu hal yang tidak perlu dicurigai deh? "tanya Sarah penasaran membuat Daniel memasang tatapan tajamnya ke arah wanita itu menyiratkan agar Sarah diam agar suasana lebih tenang nyaman dan juga damai Tetapi kalau wanita itu nyerocos terus tanpa henti bukannya membuat Daniel berpikiran lebih tenang yang ada pria itu malah bertambah stres karena mendengar suara Sarah yang begitu kencang dengan gaya khas cemprengnya itu.
"Saya rasa kamu diam lebih aman dan juga lebih terkendali serta pikiran saya menjadi lebih pintar, Tetapi kalau kamu dari tadi nyolot terus Percayalah yang ada kamu bisa membuat saya hari ini bertamu di rumah sakit jiwa Karena stress! "ujar Daniel kasar membuat Sarah bergidik ngeri karena merasa takut ternyata ada ya pria tampan tapi sama mengerikan itu syukurlah dirinya bukan salah satu deretan wanita pemuja Daniel karena jika sampai hal itu terjadi maka ia bakalan Black list dirinya sendiri untuk tidak usah sampai ada merasakan perasaan itu terhadap Daniel.
"Ya Tuhan Semoga Mbak Amiranya baik-baik saja dan juga tidak ada hal-hal yang sangat mengkhawatirkan terjadi kepadanya, Kenapa sih Ada saja cobaan hidup yang harus ia alami padahal kemarin-kemarin sudah selalu tersenyum tiap hari tidak memikirkan tentang rumah tangganya tetapi kenapa malah Tuhan mengirimkan Pak Adam datang lagi di kehidupannya Mbak Amira? "batin Surti frustasi karena dirinya merupakan satu-satunya orang yang selalu mendampingi Amira saat awal-awal wanita itu merasa begitu terpuruk dan juga kecewa dan ketika perlahan mulai bangkit dari rasa sakitnya dan juga mencoba untuk membenahi diri dan menikmati proses kehamilannya yang menurut Surti begitu tidak mudah karena harus sering bolak-balik ke rumah sakit dan juga check up serta entah terbilang Sudah berapa banyak biaya yang harus ia keluarkan belum lagi harus menahan ngidam ketika posisi sudah tengah malam sedangkan tidak ada pria yang bakalan mengabulkannya.
Sarah yang melihat kegelisahan di mata Surti memilih untuk mendekati wanita itu kemudian mengusap bahunya secara perlahan, karena jika dibalik posisi Sarah berada di posisinya seperti saat ini ya wanita itu pasti bakalan merasakan hal yang sama yaitu tidak tahu harus bersikap Bagaimana dan juga tidak tahu harus minta tolong kepada siapa.
"Sabar ya Bibi, Amira itu merupakan wanita yang kuat karena menghadapi perselingkuhan suaminya saja dia tetap tersenyum apalagi kalau misalnya diculik sama suaminya itu pasti dirinya bakalan menghajar beonya pria itu agar tidak bisa terbang lagi dan memilih untuk tetap tidur dalam sangkarnya! "perkataan Sarah itu sedikit membuat suasana lebih nyaman tidak setegang tadi dan juga sedikit mencair karena Surti tersenyum begitu pula Daniel yang hanya tersenyum layaknya orang meringis karena begitu terpaksa tetapi mau tidak mau melakukannya karena sempat-sempatnya terkecoh dengan apa yang dikatakan oleh Sarah.
"ya maka dari itu saya selalu menyarankan Mbak Amira dulu untuk menguasai seni bela diri karena untuk menjaga-jaga siapa tahu ada pria Kurang ajar, eh malah yang kurang ajar adalah suaminya sendiri kenapa juga ya dulu Tuan Sakti dan juga Nyonya Dina harus menjodohkan anak mereka dengan Amira yang jelas-jelas sikapnya sangat manis seperti ibu Aida. "ujar Surti sebab dirinya memang mengetahui semuanya awal dari permulaan pertemuan antara Adam dan juga Amira serta pernikahan mereka yang tidak pernah sehat karena Adam dari awal memang menolak Perjodohan yang dilakukan oleh orang tuanya.
"masih ada ya satu lagi stok pria sebodoh itu di dunia ini yang sudah dikasih sesuatu yang baik dan juga enak serta sedang dipandang malah memilih mencari rongsokan, syukur-syukur kalau rongsokannya itu bisa digunakan Tetapi kalau misalnya digunakan sudah berkali-kali dan sudah dibuang layaknya sampah maka dia merupakan tong sampahnya karena suka memungut sesuatu yang tidak berguna! "ujar Sarah untuk juga tidak didengar oleh Adam kalau tidak betapa malunya pria itu karena dirinya sama dengan tong sampah.
Daniel dari tadi mengutak-atik ponselnya dan bersyukur tidak lama para anak buahnya mulai menelpon satu persatu, Namun karena tidak dapat dijawabnya yang memilih mereka menggunakan voice mail saja agar lebih mudah untuk dirinya ketahui.
"Maaf tuan setelah satu persatu kami cek ternyata seluruh rumah sakit di kota Prancis tidak ada satupun pasien yang bernama Adam Adiguna dan juga wanita bernama Amira Indira, dan juga kami pastikan tidak ada klinik yang menampung mereka sebab memang kondisi semuanya sedang sepi karena ini sudah hampir tengah malam! "Bagaikan tersambar petir di langit yang cerah itulah yang dirasakan oleh Daniel saat ini.
__ADS_1
"kurang ajar, tidak tahu malu sekali pria itu sampai bisa-bisanya membawa Amira pergi! Bibi Surti Apakah kamu mempunyai telepon dari tuan Sakti Adiguna di Indonesia, karena saya harus menghubunginya dan melaporkan semua sikap kurang ajar anak mereka yang lakukan terhadap Amira? Dan kalian tolong Tetap tenang di sini tidak usah pergi kemanapun dan juga Tidak usah mencoba untuk mencari tahu sendiri, karena anak buah saya sudah menyusuri semua dan memang kosong itu artinya Amira saat ini tidak berada di kota Prancis dan entah pria Kurang ajar itu membawanya ke mana. "tegas Daniel lalu segera pergi dari situ sebab dirinya harus bisa mencari Amira sampai ketemu Bila perlu sampai di lubang semut pun ia bakalan mencarinya.