Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Terus terang


__ADS_3

seorang suami adalah kekuatan dalam rumah Tetapi kehadiran seorang istri sebenarnya lebih penting dari segala-galanya, bukan ingin menggurui ataupun membuat agar seseorang mempunyai pemikiran yang beda tetapi hanya ingin membuka jalan pikiran orang lain agar tidak meremehkan keberadaan seorang ibu rumah tangga.


Sakti sekarang berada di fase di mana ketika tiang dalam rumahnya sedang tidak bisa berfungsi dengan benar, dan otomatis dirinya sebagai kepala ia tidak bisa berpikiran dengan jernih jika hasil akhirnya hanya membuat ia merasa kebingungan dengan semua yang terjadi.


Dina adalah segala-galanya bagi pria itu sebagai sumber kekuatannya kemudian semangat hidupnya dan juga tujuan hidupnya, ketika posisinya sedang tidak baik-baik saja ya Otomatis segala sesuatu yang berada di dalam lingkup itu menjadi tidak terkendali.


"Papa itu ngomong apa sih sampai tidak jelas seperti itu, kalau aku salah Oke aku minta maaf tetapi Papa itu adalah kekuatanku untuk sekarang jadi tolong jangan pernah putus asa! "pinta Adam yang penuh permohonan.


"Papa itu bukan putus asa atau ingin menyerah dengan keadaan tetapi sekali-kali Hidup itu memang harus punya negatif thinking, ya Meskipun hasil akhirnya bakalan dianggap remeh oleh orang lain Tetapi kan tidak ada salahnya kalau memang kita harus punya pemikiran seperti itu. "jelas Sakti sambil tersenyum meskipun perasaannya sebenarnya sedang tidak baik-baik saja saat ini.


"Mama itu merupakan wanita kuat percayalah Dia pasti bakalan sembuh, jadi karena masalah sepele seperti ini dia menyerah itu tidak akan pernah terjadi."bujuk Adam sampai tersenyum membuat Sakti hanya bisa menghela nafasnya kasar Kalau dibilang percaya ya boleh percaya kalau dibilang tidak Ya tentu saja tidak.


"kamu tenang saja karena papamu ini bukan anak kecil yang tidak akan pernah paham dengan segala macam kejadian yang ada di dunia ini, Oh iya Hampir lupa tadi kamu sudah menghubungi Amira belum untuk menanyakan keberadaannya di sana soalnya kan daripada kamu cemas seperti tadi? "tanya Sakti mengalihkan pembicaraan saat ini soalnya keadaan Amira itu sebenarnya lebih penting dibandingkan pembicaraan yang mereka lakukan.


Adam itu sebenarnya kebingungan dengan perkataan istrinya tadi sebab Ia yakin pasti Amira Tengah menyembunyikan sesuatu, entah Apakah itu dirinya saja tidak tahu sama sekali tetapi yang pasti ia tidak mungkin membiarkan istrinya itu harus sendirian melalui semuanya.


"dia baik-baik saja ya Meskipun dia yang baik tetapi aku yang sedang tidak baik, hanya saja aku lebih mempercayakan dia dan juga mempercayakan Rangga bisa menjaga istriku sampai aku kembali nanti! Meskipun Percayalah kalau aku itu sebenarnya tidak percaya dengan pria manapun yang berada di dekat istriku, karena aku yakin mereka akan menggunakan Kesempatan Dalam kesempitan serta mungkin ini adalah ajang balas dendam atau apalah itu? "jelas Adam membuat Sakti ingin sekali tertawa.

__ADS_1


"ya sekarang baru kamu rasakan akibatnya dulu saja kamu tidak pernah memikirkan semuanya, Coba kalau kamu lebih paham kemudian Tidak sembarangan dalam bertindak ya pasti semua baik-baik saja! kamu sekarang itu pergi kemana-mana tetapi pikiran Kamu itu sebenarnya ada di rumah, takut jangan sampai istri kamu balas dendam kemudian takut nanti istri kamu bakalan kepincut pria lain padahal kamu sendiri tahu karena sifat Amira itu seperti apa? jadi lebih baik Jangan berpikiran yang negatif karena orang lain belum tentu memiliki sifat sama seperti kita, Papa harap kamu lebih dewasa tidak suka berpikiran negatif apalagi mencoba mencerna sesuatu hanya untuk membuat pikiran kamu itu menjadi tidak jelas! "bujuk Sakti lalu segera berdiri di depan pintu ruangan tempat istrinya berada karena ingin menunggu kira-kira itu dokter yang ada di dalam kapan keluarnya


Andika yang kalau misalnya semua pembaca lupa dia itu sebenarnya salah satu selingkuhannya Franda ketika masih menjadi kekasih gelapnya Adam, pria itu sudah berubah dan tidak ada keinginan untuk melakukan kesalahan yang sama.


karena menurutnya sudah cukup kemarin-kemarin melakukan kesalahan maka sekarang ia tidak akan pernah melakukan kesalahan itu lagi, yang ada harus diperbaiki kesalahannya kemudian menjalin hubungan yang serius dengan seseorang yang memang benar-benar ada niatan serius juga.


"permisi, apa orang di dalam?"tanya Andika yang kebetulan sedang mengetuk pintu rumahnya Amira.


Rangga saat ini tidak berada di situ karena dirinya harus bertemu dengan Dimas sebab Seharusnya yang menjadi tugas untuk menjaga Amira yaitu Dimas, sedangkan dirinya ditugaskan untuk mengurus pekerjaan dan juga segala sesuatu masalah yang terjadi haruslah dirinya yang menghandle semuanya tanpa terkecuali sehingga bisa beres dan juga aman terkendali.


Amira yang sedang bersantai merasa heran ketika mendengar ada yang mengetuk pintu dari luar, Memangnya manusia Siapa sih yang bertamu di rumah orang siang panas seperti begini padahal Seharusnya kan sedang beristirahat.


"Ya, ada apa ya Mas? "tanya Amira penasaran pasalnya orang yang ada di hadapannya ini sebenarnya tidak dikenalnya sama sekali.


Andika tersenyum canggung sebab selama ini dirinya memang tidak pernah bertemu dengan Amira sedikitpun, dan sekarang ketika melihat wanita itu dari dekat ada perasaan lain yang menyelimuti dirinya yang entah kalau dijabarkan dengan kata-kata sepertinya tidak cukup satu bab saja.


"maaf kalau boleh tahu ini rumahnya Mbak Amira, soalnya dulu saya pernah bertemu dengan Mbaknya di Prancis tetapi karena belum sempat berkenalan makanya saya datang ke sini? "tanya Andika membuat Amira mengerutkan keningnya sebab menurutnya modus yang dipakai pria itu terlalu garing dan juga sudah terlalu menjadi alasan klasik selama ini yang sudah dipakai oleh orang lain.

__ADS_1


"kalau begitu ada urusan apa ya datang ke sini soalnya saya tidak pernah merasa bertemu ataupun mengenal Mas sebelumnya, atau mungkin kamu kenalannya Mas Adam Tetapi kalau kamu udah tanya sekarang sepertinya tidak tepat waktu soalnya dia lagi keluar dan untuk asistennya sebentar lagi pasti bakalan sampai! "jelas Amira dan belum selesai wanita itu berbicara ternyata Dimas sudah muncul membuat wanita itu menghilang nafasnya lega karena ternyata yang muncul adalah Dimas bukan Rangga.


Rangga itu sebenarnya tidak terlalu buruk hanya saja persekongkolannya dengan Adam dan perbuatannya yang tidak sopan membuat Amira merasa emosi setiap kali bertemu dengannya, mau pria itu meminta maaf seperti apapun sepertinya tidak bakalan digubris sama sekali karena yang ada itu Amira tampak kesal dan juga muak melihat wajahnya.


""nah kebetulan itu dia orangnya datang silakan kalau mengobrol sama dia soalnya aku lagi ada urusan di belakang, maaf ya bukannya tidak sopan tetapi saya memang tidak punya kepentingan dengan siapapun kalau memang Masnya tidak punya keperluan sama sekali! "pamit Amira tetapi Andika mencekal tangannya ya Meskipun tidak sopan karena sudah berani menyentuh istri orang tetapi daripada nanti Amira masuk dan ia hanya mendapatkan kuah kosong?


"saya datang ke sini tujuannya untuk bertemu dengan mbak Almira, maaf jika terkesan tidak sopan Tetapi hanya ini yang bisa saya lakukan sebab selama ini kesulitan untuk berjumpa dengan anda "jelas Andika membuat Amira benar-benar tidak tahu maksud dan tujuan pria itu mengatakan semuanya.


"Maksudnya apa ya ketemu sama saya? Padahal jelas-jelas kita berdua tidak pernah bertemu sebelumnya dan juga tidak pernah saling kenal, Jadi kalau misalnya mas memang ada keperluannya sudah ngomong kebetulan ada asisten suami saya supaya sekalian dia langsung menyampaikan kepada suami saya secara langsung! "tawar Amira membuat Andika sedikit mewaspadai karena kebiasaan kepribadiannya yang sedikit tertutup membuat ketika bertemu dengan orang lain terlalu banyak itu mentalnya bakalan langsung sedikit Down.


"Ya sudah kalau memang tidak mau ngomong Saya juga tidak bakalan mempermasalahkannya, hanya saja saya rasa kedatangan Mas di sini itu hanya mengganggu waktu saya saja!"Amira sudah sedikit tersinggung karena menurutnya Andika itu sudah seperti orang stress yang ketika datang bertemu dengan orang lain Tetapi malah tidak tahu apa yang menjadi tujuan kedatangannya.


"kamu itu sangat can...


"kamu Andika kan yang merupakan teman dekat dari Franda yang dulu sempat dilabrak oleh Tuan Adam ketika menempati apartemennya, kira-kira ada keperluan apa ya datang ke sini dan juga maksud dan tujuannya Bagaimana silakan utarakan biar saya yang menghandle? "tanya Dimas penasaran karena memang waktu itu dirinyalah yang menggerebek keberadaan Andika di apartemennya Adam yang diberikan untuk Franda jadi otomatis ia tidak akan pernah melupakan sosok itu.


Andika belum selesai mengucapkan kata-kata pujian kepada Amira kini dirinya malah langsung di brondong pertanyaan oleh Dimas, ingin mengelak tetapi sepertinya tidak mungkin soalnya seingatnya waktu Adam datang dirinya jelas bertemu dengan pria yang ada di hadapannya ini juga.

__ADS_1


Amira mendengus kesal ketika mendengar penjelasannya Dimas sebab menurutnya pasti kedatangan Andika ke rumahnya ini ada sangkut pautnya dengan dirinya yang tadi memarahi Franda, Padahal jelas-jelas di sini wanita itu yang salah sebab sudah masuk ke dalam rumah orang mencaci maki pemiliknya sedangkan dirinya saja tidak Diundang.


"kamu Sepertinya harus mulai mencari kesibukan lain soalnya hobinya kamu hanya mengganggu orang lain ketika kamu harus berhubungan dengan yang namanya Franda, Oke saya tidak masalah kamu datang ke sini Tetapi kalau memang tujuan kamu yang seperti tadi saya katakan lebih baik pulang saja sebelum emosi saya benar-benar habis! "setelah mengatakan hal itu Amira pun memilih untuk masuk ke dalam rumah dan membiarkan Dimas yang mengurus semuanya sebab tugasnya pria itu ya Melakukan hal tersebut.


__ADS_2