Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Baikan Tapi tidak....


__ADS_3

Amira tidak ingin lagi membahas apapun dengan Adam yang menurutnya yang membuang-buang waktu, belum lagi perkataan pria itu seperti seorang puitis yang lagi sedang mengadakan pertunjukan di depan banyak orang dan menghasilkan kata-kata yang sebenarnya menyentuh jiwa tetapi bagi Amira tidak sama sekali.


Wanita itu merasa yakin jika Adam melakukan ini semua hanya untuk mendapatkan maaf dan darinya sehingga Apa yang dipikirkan oleh Amira bakalan tidak akan pernah terjadi, sebab kalau tidak ya pastinya wanita itu akan benar-benar merasa tidak nyaman meninggalkan Adam dalam keadaan seperti begini.


"kamu kalau sedang berakting aku mohon lebih baik hentikan saja semuanya, karena aku tidak akan pernah terpengaruh dengan semua kebohongan kamu! karena aku ke sini bukan untuk mendengarkan semua kebohongan kamu ataupun melihat aksi kamu yang tidak jelas ini, kalau memang kamu hanya berniat untuk mengerjaiku saja lebih baik kita pulang sekarang juga daripada di sini hanya membuang-buang waktu percuma! "ujar Amira yang sudah tidak tahan lagi kalau harus melihat akting Adam yang menurutnya sangat begitu terlihat jelas kalau pria itu tengah membohonginya saat ini.


Tes tes tes


Air mata Adam lolos begitu saja ketika tidak percaya bahwa istrinya menganggap bahwa dirinya sedang berbohong saat ini, pertanyaannya itu di mana dan juga kapan ia berbohong karena memang apa yang ia rasakan itu murni begitu sakit lu bayangin aja benda keras yang beratnya lebih dari satu kilo tiba-tiba jatuh dari ketinggian beberapa meter tepat mengenai kepala lu kira-kira apa yang bakalan terjadi?


Hanya saja ingin menjelaskan seperti apapun Amira yang sudah terlanjur curiga pasti tetap akan seperti itu, diam pun rasanya sangat percuma sedangkan tidak berbicara pun itu sama saja bohong karena terasa begitu menyiksa.


Amira sadar jika saat ini pasti Adam Tengah merasa kecewa dengan semua yang ia katakan tadi, hanya saja kalau diam terus mendengar semua yang dikatakan oleh Adam tanpa membantah ya Otomatis Amira tetap bakalan bisa dipermainkan seperti dulu lagi.


tidak masalah menjadi wanita yang tegas selagi ketegasan itu memang diperlukan, tidak masalah pula Jadi wanita itu hatinya seperti batu karena jika hal itu bisa membuat pondasi di dalam dirimu menjadi kuat.

__ADS_1


"kamu dari tadi itu ngomongnya ngelantur terus berkata bahwa aku bohong lah aku lagi akting lah sampai apapun itu, hanya saja yang jadi pertanyaannya alasan Apa yang membuat kamu begitu yakin dengan semua pikiran kamu itu bahwa apa yang kamu katakan sangat benar? Oke Baik kalau memang kamu merasa aku berbohong tidak masalah aku minta maaf tetapi bisa kamu jabarkan definisi bohong versinya aku menurut kamu, biar aku tidak bertanya-tanya sebenarnya apa sih yang kamu curigai daripada semua tingkah laku yang aku tunjukkan saat ini! "tawar Adam yang sebenarnya masuk akal karena kalau dicurigai Ya otomatis harus punya bukti dong Percuma saja kalau mencurigai sesuatu tidak punya bukti sama sekali karena itu masuk di dalam tindakan yang namanya fitnah dan tahu sendiri kan kalau fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan.


"kamu tanya dan juga perlu jawaban sekarang? Memangnya menurut kamu, aku harus menjelaskan seperti apa! berteriak-teriak mengatakan bahwa kamu selama ini sudah membohongiku, dan juga sudah mempermainkan pernikahan kita dengan cara berselingkuh dengan Franda dan juga berpura-pura melupakan hal itu agar bisa kembali baik seperti dulu lagi? aku itu manusia terkadang punya rasa capeknya untuk berakting bahwa aku sedang baik-baik saja, aku juga bisa merasa capek Jika setiap saat dipaksa harus tetap tersenyum dan juga kuat! "ujar Amira yang ingin sekali menangis menumpahkan segala kesahnya karena tidak ada yang peduli dengan keadaannya tidak ada yang peduli dengan kemauannya seolah-olah Ia merupakan benda mati yang tidak harus dipedulikan kehadirannya.


Deg


Adam tidak bisa berkata-kata lagi bahkan kini jantungnya itu serasa Berhenti Berdetak saat itu juga, karena ia tidak percaya jika sikapnya itu malah membuat Amira begitu terluka dan sepertinya ada luka yang masih menganga kembali berdarah Akibat apa yang ia lakukan.


Adam mendekati istrinya itu ingin meraih tangannya tetapi Amira menepisnya kuat, tidak masalah disebut sebagai istri yang durhaka dan tidak tahu menghargai suami yang penting intinya Adam tahu bahwa saat ini dirinya benar-benar kecewa terhadap dirinya.


"aku tanya sama kamu kita sudah berapa lama menikah, dan juga aku tanya sama kamu selama ini hubungan kita itu seperti apa? "tanya Amira yang sudah Jengah kalau penjelasan Adam tetap saja mempertahankan bahwa dirinya tidak bersalah sama sekali dan juga tidak ada yang namanya melakukan pengkhianatan seperti yang dituduhkan oleh Amirah untuknya.


"ya kita kan menikah baru setahun lebih kan tetapi aku bersyukur loh akhirnya kamu bisa hamil juga daripada benih ku terbuang percuma tidak berguna, saat itu aku tahu kalau peranan memang selalu menggodaku tetapi Percayalah meskipun kita menikah tanpa dasar cinta tetapi aku tidak ada niatan untuk mendoakan dan juga menghancurkan pernikahan ini ! "Amira tadi yang sempat merasa lega kalau ternyata Adam tidak pernah menyentuh Franda kini mendadak langsung lesu seketika karena ternyata yang suaminya ingatannya tahun pertama pernikahan mereka.


"terserah apa yang mau kamu katakan Mas, terserah juga kamu mau melakukan apa! Intinya cuma satu yaitu kamu jangan pernah mempermainkanku apalagi mempermainkan pernikahan ini yang jelas-jelas pasti akan berakhir ketika ibu sudah memasukkan gugatan cerai ku ke pengadilan, kamu tenang saja soal tanda tangan karena sekarang itu sistem online bisa dilakukan lewat jarak yang jauh pun tetap akan terasa begitu dekat dan juga tidak sulit!"Amira sudah tidak mungkin lagi bersaing dengan Franda yang jelas-jelas dulu selalu dipilih oleh suaminya dan juga Amira tidak mungkin lagi bisa kembali kepada Adam yang jelas-jelas tidak punya yang namanya kesetiaan di dalam hidupnya.

__ADS_1


Adam terdiam ketika mendengar penegasan dari Amira Yang sepertinya tidak ada nada bercanda di dalamnya, wanita itu salah yakin jika apa yang ia katakan itu tidak ada yang namanya bakalan berubah pikiran.


"Apa benar kalau aku pernah berselingkuh dengan Franda? Apa benar aku pernah menghancurkan pernikahan kita berdua dengan tanpa memikirkan perasaan kamu, akhirnya kamu memilih untuk bercerai saja dan berpisah dariku? "tanya Adam pelan bahkan terlihat pria itu benar-benar sedang kecewa entah ditujukan kepada siapa hanya saja yang pasti dirinya menyesali semua kelakuan yang pernah ia lakukan dulu.


"Menurut kamu, aku bakalan tenang ketika tahu bahwa pikiran kamu itu sudah tidak tertuju pada pernikahan kita? maka dari itu aku harus ngomong jujur biar kamu sadar kalau tidak selamanya hidup itu indah sesuai dengan keinginan kamu, dan juga satu hal lagi yang perlu kamu ketahui kalau aku tidak akan ada yang namanya bertoleransi ketika diminta berbagi apapun itu! "jelas Amira dengan sorot matanya yang penuh keyakinan tidak ada keraguan sedikitpun di dalamnya ada bicaranya seolah-olah apa yang ia katakan itulah yang berasal dari hati nuraninya dan itulah yang sudah ia pikir kan selama berbulan-bulan ini.


Adam yang tadi sempat merasa baik kan tiba-tiba pandangan matanya sedikit mengabur seolah-olah Hidupnya akan berhenti saat itu juga, tidak percaya jika dulu dirinya pernah melakukan kegilaan yang sangat sehingga membuat Amira memilih untuk berpisah darinya.


"aku minta maaf Sungguh benar-benar Minta maaf kalau memang aku sudah melakukannya secara berulang kali dan menyakiti kamu sumpah demi dia yang di atas kalau aku tidak ada niatan untuk menyakiti hati siapapun, tetapi ya balik lagi siapa juga sih yang mau berbagi Jadi kalau memang itu keputusan kamu Oke tidak masalah tetapi intinya biarkan si utun lahir dulu Lalu setelah itu kita bakalan berbicarakan untuk bicara bercerai karena tidak enak Jika dia lahir tanpa ada sosok Papa yang mendampinginya!" Pinta Adam penuh permohonan mungkin inilah akhir cerita antara dirinya dan juga Amira tidak ada yang namanya kelanjutan atau pun berhenti di tengah jalan.


Adam Memilih kembali-kembali ke kamarnya tidak peduli dengan jawaban yang nantinya akan diberikan oleh Amira karena dirinya sudah bisa menebak, daripada tambah sakit hati lebih baik memilih untuk menghindar untuk cari aman dan juga tidak Terpuruk di hadapan wanita yang sudah ia sakiti berulang kali itu.


Amirah hanya menatap ke arah punggung Adam yang semakin menjauh itu dengan tatapan tanpa ekspresi sedikitpun, Tidak ada penyesalan di dalam kehidupannya seperti Adam berulang kali melakukan hal itu tetapi merasa santai saja seolah-olah itu merupakan hal biasa yang tidak perlu harus dipermasalahkan.


"kecewanya aku tidak seperti yang kamu rasakan saat ini, Mas! Dari awal kamu sudah membuang kami dan juga kamu tidak pernah menganggap keberadaan Kami sedikitpun, bahkan awal Aku pingsan pun hanya ada mang Tejo dan juga Bi Surti yang merawatku tetapi kamu yang sebagai suamiku jangankan menanyakan kabarku untuk sekedar menelponku saja tidak kamu lakukan sama sekali! "lirih Amira mengingat semua sakit yang diberikan oleh Adam kepadanya sampai-sampai wanita itu rasanya sudah tidak sanggup lagi untuk menghadapi semuanya.

__ADS_1


__ADS_2