
Adam tidak bisa mendekati Amirah sama sekali bukan karena takut melainkan karena dirinya benar-benar merasa malu, Bagaimana tidak merasa malu ketika Ternyata wanita itu hamil dengan dirinya sedangkan ia lebih memilih mengurusi wanita yang tidak ada ikatan sama sekali dengan.
kalau ditanya Apakah ia merasa bersalah jawabannya sangat-sangat merasa bersalah, Tetapi kalau harus meminta maaf dan mengatakan bahwa berubah sepertinya anak kecil pun tidak akan pernah percaya.
manusia itu membutuhkan bukti bukan janji karena kalau janji hanya enak diucapkan di bibir setelah itu entah mau dilaksanakan atau tidak yang penting dilihat nantinya, Tetapi kalau bukti dirinya tidak akan memberikan janji langsung melakukan hal tersebut dan orang akan langsung percaya Karena buktinya sudah nyata bahwa Adam ada niatan untuk berubah.
Rangga tahu bagaimana perasaan majikannya itu hanya saja itu bukanlah lingkup urusannya untuk membuat Adam bisa bertemu dan berbicara secara langsung dengan Amira, karena perintah Sakti dan juga dihina dari awal yaitu Rangga hanya cukup mengawasi gerak-gerik adem agar tidak melakukan kesalahan yang kedua kalinya mengingat Bagaimana pergaulan dan juga kebebasan yang berada di Eropa.
Amira tidak peduli dan juga bukan dengan sengaja menunjukkan keromantisan ataupun ingin balas dendam secara langsung kepada Adam, dengan mendekati Daniel melainkan wanita itu hanya ingin menunjukkan kepada Adam kalaupun tanpa kehadiran pria itu ia masih bisa hidup dengan tenang.
Amira ingin membuktikan bahwa tanpa Adam ada di sisinya, dirinya bisa merawat anak mereka dengan penuh kasih sayang karena buktinya meskipun ia didiagnosis mengidap Hellp syndrome sampai sekarang dirinya masih biasa saja meskipun terkadang merasa pusing.
Daniel dari tadi tersenyum ketika melihat wajah Amira lebih sumringah daripada biasanya, meskipun tidak bisa ia pungkiri kalau ada rasa cemburu di dalamnya karena melihat perubahan mood Amira ketika mengetahui ada Adam di sekitarnya.
"jadi setelah ini kita mau ke mana lagi? kalau kamu mau mengajakku ke ujung dunia pun aku bakalan mengizinkannya, Bila perlu saat ini aku bakalan menghubungi asistenku untuk menyiapkan jet pribadi untuk kita berdua! "ujar Daniel sembari tersenyum menggoda membuat Amira mendengus kesal karena menurutnya pria itu sedang memamerkan kekayaan kepada dirinya yang merupakan wanita yang biasa-biasa saja.
"kamu tunggu ya aku bakalan bekerja di perusahaan kamu mengumpulkan uang sebanyak mungkin lalu mendirikan perusahaanku sendiri, dan aku bakalan membeli jet pribadi sebanyak 10 buah Lalu salah satunya akan ku parkir di depan rumahmu biar kamu tahu kalau Amira Indira itu juga bisa maju! "Sahut Amira kesal membuat Daniel tertawa ngakak dan begitu pula Adam yang mendengar kata-kata yang dilontarkan oleh Amira membuat dirinya juga merasa terhibur meski sudut hatinya terasa begitu nyeri.
suami Mana yang tidak merasakan sakit hati Ketika istrinya lebih nyaman dengan orang lain, tetapi memang hal itu masuk akal bukan karena Amira sudah terbiasa tebar pesona pesona kemari namun dirinyalah yang melakukan kesalahan sehingga membuat wanita itu menjauh.
"Wah kalau misalnya kamu beli jet pribadi 10 buah itu artinya aku harus membeli sebanyak 20 buah, supaya nanti kalau kita menikah punya kita kan jadi banyak Nah kita juga harus membuat anak sebanyak itu supaya satu-satu anak itu punya masing-masing! "jelas Daniel sambil sudut matanya menatap ke arah Adam yang ia yakin pasti Tengah menahan emosi.
"Idih enak sekali kamu kalau ngomong! Memangnya kamu pikir aku ini mesin brojol yang tiap tahun melahirkan pun tidak masalah, awas aja ya kalau sampai besok lusa kamu punya istri terus istri kamu itu dijadikan mesin pencetak anak aku bakalan cetak kepala kamu! "ancam Amira membuat keduanya tertawa ngalor ngidul kemana-mana sampai-sampai melupakan jika ada seseorang yang tengah terbakar saat ini tetapi bukan karena api dan juga tidak mengeluarkan asap melainkan karena cemburu.
__ADS_1
"makanan ini aku sudah kenyang terus masih ada sisa banyak gimana kalau kita bawa pulang terus kasih ke Bik Surti, Soalnya ini bukan makanan sisa melainkan makanan yang sudah terlanjur dipesan tetapi tidak disentuh?"tanya Amira yang mengingat asisten rumah tangganya di rumah dan kebetulan makanan yang dipesan oleh Adam tadi itu bukan hanya satu porsi melainkan double porsi maka dari itu ketika ia memakan satu porsinya tersisa satunya itu tidak disentuh sama sekali padahal sudah dibayar.
"Oh untuk Bik Surti tadi sudah aku pesan nanti buat kita makan ini malam, jadi kamu Jangan memikirkan hal itu tenang saja karena aku merupakan calon suami idaman jadi apapun yang tinggal dengan kamu aku bakalan mengurus mereka dengan sepenuh hati!"jelas Daniel membuat Amira mengacungkan kedua jempolnya karena memang pria itu pantas untuk dipercaya karena dirinya selalu mengingat sedetail mungkin kebutuhan Amira yang terkadang dirinya saja melupakannya.
Adam yang benar-benar terkejut dengan apa yang ia dengar karena dikiranya Surti itu pulang ke kampung dan tidak bekerja dengan Amira lagi, Entah mengapa dirinya melupakan hal penting tersebut dengan tidak pergi ke kampungnya Surti dan menanyakan keberadaan wanita itu tetapi yang ada dirinya malah fokus menyelesaikan urusannya dengan Franda dan juga tinggal Menanti kabar terbaru dari para anak buahnya yang sampai sekarang tidak memberi kepastian sama sekali.
"jadi Surti tidak pulang ke kampung melainkan ikut dengan Amira ke sini, ya Tuhan ternyata orang lain saja mengingat istriku masa aku sebagai suaminya malah melupakan hal itu? "batin Adam yang benar-benar merutuki semua kebodohan yang pernah ia lakukan dalam hidupnya sampai-sampai melupakan hal sepenting ini.
"Sabar Tuan! Terkadang kesalahan itu tidak perlu harus diratapi setiap saat, karena Biar bagaimanapun manusia punya masa lalu dan jika di masa lalu ia sudah melakukan kesalahan maka usahakan di masa depan hidup benar dan tidak terjerumus ke hal yang sama lagi! "jelas Rangga dan Adam menyetujui hal itu karena memang harusnya seperti itu.
"karena sudah selesai makannya dan juga pesanan makanannya juga sudah selesai lebih baik kita jalan-jalan lagi, soalnya aku sedang memesan sesuatu hal yang sangat berharga dan janjinya Hari ini aku bakalan pergi mengambilnya Makanya kamu juga harus ikut ke sana! "ajak Daniel sambil menarik tangan Amira membuat wanita itu hanya pasrah dan mengikutinya saja membuat Adam sudah tidak bisa tahan lagi akhirnya memilih untuk mengikuti wanita yang masih berstatus sebagai istrinya tapi Tengah bergandengan tangan dengan pria lain.
Eitts, Jangan salah paham dulu ya sebenarnya dan dia melakukan hal itu karena kondisi Amira sekarang yang Tengah berbadan dua! Apalagi Mall tersebut dalam kondisi ramai otomatis wanita tersebut perlu mendapatkan perlindungan ekstra, apalagi dengan kondisi kesehatan Amira yang tidak begitu baik maka dari itu Daniel tidak ingin mengambil resiko yang akan merugikan wanita itu akibat kebodohannya.
"kalau tahu seperti begini mendingan tadi aku tetap duduk di restoran terus kamu pergi mengambil pesanan, enak sekali lho ke mana-mana ajak aku terus Memangnya kamu pikir aku ini istrimu yang di mana-mana harus menemani kamu? "omel Amira tetapi Daniel tidak peduli karena mana mungkin dirinya meninggalkan Amira di tempat itu Sedangkan ada suaminya juga di situ takutnya jangan sampai Adam nekat dan melakukan hal yang tidak tidak.
Terkesan keterlaluan sih Tetapi kalau memang harus seperti begitu Ya tidak masalah Daniel akan tetap melakukannya, Lagian Amira sendiri yang memilih untuk menjauh dari suaminya jadi jangan salahkan Daniel dong kalau ia menggunakan kesempatan yang ada.
"Nah tuh tokonya sudah ada di depan, pokoknya jaraknya tidak jauh kan jadi jangan berantem lagi atau marahan terus ya? "bujuk Daniel sambil mencubit gemas hidung Amira itu.
Daniel bahkan sekali-kali tersenyum Devil ke arah sosok yang dari tadi menguntit di belakang mereka, dirinya sangat kenal sosok tersebut karena sudah terkenal bertemu sekali dan juga tadi di restoran ia menghafal betul bentukan tubuh Adam maka dari itu ia tahu kalau pria itu Tengah mengikuti mereka dan dengan hal tersebut membuat dirinya tanpa semangat untuk membuat Adam cemburu.
"Sudah deh jangan bertingkah aneh-aneh tanpa kamu melakukan hal-hal yang aneh-aneh pun dia sudah melihatnya, tetapi kamu tenang saja dia tidak akan pernah cemburu soalnya kan di dalam hatinya ada wanita lain bukan aku! "ujar Amira yang dari tadi sudah Jengah melihat tingkah Daniel yang sok romantis dan juga selalu saja menyentuh dirinya tanpa permisi.
__ADS_1
Daniel merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Amira karena tadi ia melihat dengan jelas Bagaimana ekspresi cemburu milik Adam, hanya saja kalau memang Amira berpikiran sampai di situ Ya tidak masalah karena dengan begitu maka selamanya pikiran wanita itu tetap mencurigai kalau Adam tidak pernah punya perasaan kepadanya.
"Siapa juga yang mau membuat pria itu cemburu orang aku memang merasa gemas dengan kamu kok, lagian kan kita di sini itu untuk berbahagia untuk apa mengingat orang di masa lalu belum tentu orang itu bakalan mengingat kita kan? "jelas Daniel yang setengah berbohong dan juga setengah mungkin jujur.
"Paris Jewelry? Wah kamu lagi menyiapkan kado istimewa untuk siapa, memangnya Nyonya Andara mau ulang tahun sebentar lagi? "tanya Amira penasaran karena tidak biasanya seorang pemimpin perusahaan itu mau pergi ke toko perhiasan jika tidak ingin mempersembahkan barang tersebut untuk orang yang spesial dalam hidupnya.
Daniel mengerutkan keningnya ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Amira barusan, Sejak kapan ia menyiapkan perhiasan untuk Andara karena seleranya dan juga selera Mamanya itu sangat berbeda sekali.
"Hadeuhh, kalau tidak tahu apapun lebih baik kamu diam saja deh! Memangnya Sejak kapan aku memberikan perhiasan untuk Mama, nanti yang ada Aku membawa kepadanya dia bakal langsung teriak kalau itu tidak sesuai dengan seleranya?" ujar Daniel membuat Amira tak bisa menahan tawanya karena memang dari dulu selera pria itu terkadang berbeda dengan selera wanita jadi yang cocok membeli perhiasan adalah membawa seorang wanita kemudian mengikuti seleranya.
"Permisi Miss, Apakah saya boleh mengecek pesanan atas nama Daniel Smith?" tanya Daniel dengan wajahnya yang datar membuat Amira bergidik ngeri karena pria itu ketika berbicara dengannya ekspresinya sudah seperti bayi yang imut Tetapi kalau sudah berbicara dengan orang lain termasuk Sarah dan juga dia anak pasti ekspresi pria itu seperti saat ini.
"Oh pesanan yang untuk wanita spesial atas nama Tuan Daniel Smith itu ya, sudah kami siapkan dan juga kami simpan sesuai dengan keinginan anda!"jelas Manager di tempat itu membuat Daniel tersenyum bahagia Tetapi senyumannya itu diarahkan kepada Amira karena sesuai dengan Perkiraannya Ternyata apa yang dia inginkan sesuai dengan kenyataan saat ini.
"Sepertinya tidak usah Disimpan dulu! Bawa saja ke sini karena orangnya sudah ada, tinggal saya kasih pakai langsung saja! Soalnya kalau disimpan lagi rasanya terlalu ribet, dan juga memakan waktu! "ujar Daniel sambil tersenyum penuh arti kepada Amira Tetapi wanita itu memilih untuk tidak ambil pusing soalnya menurutnya Daniel pasti punya wanita lain dan wanita itu bukan dirinya yang jelas-jelas sedang hamil anak dari orang lain.
"Nah ini dia Tuan, kalung bertahta kan berlian sesuai dengan keinginan anda!"ujar Manager tersebut sambil memberikan sebuah kalung yang untaiannya sangat mungil tetapi begitu cantik dan juga bersinar membuat Amira juga sempat terpesona tetapi sadar diri kalau harga dari barang tersebut itu pasti sangat fantastis mengingat ada berlian kecil yang tergantung sempurna di mata kalung tersebut.
"Tunggu ya saya pakaikan dulu kepada orang yang spesial itu, kalau dia cocok maka akan saya ambil Tetapi kalau tidak maka harus dicocokan sesuai dengan seleranya dia! "jelas Daniel lalu memakaikan kalung tersebut ke arah lehernya Amira membuat wanita itu benar-benar terkejut dan tidak menyangka dengan apa yang dilakukan oleh Daniel kepadanya.
"Kamu ini apa-apaan sih Daniel? Ini itu mahal loh terus aku juga bukan siapa-siapanya kamu, ngapain juga harus mengeluarkan uang segini banyak hanya untuk membelikan kalung? "tanya Amira dengan wajahnya yang memerah karena malu dan juga karena merasa kesal dengan sikap Daniel.
"Apapun akan aku kasih untuk kamu yang penting tolong Kamu hargai itu, tidak masalah kita tidak punya hubungan apa-apa yang penting Intinya kamu mau berteman denganku dan aku nyaman dengan kamu!"ujar Daniel yang manajer tempat itu tidak akan pernah mengerti karena keduanya ngomong pakai bahasa Indonesia sedangkan Adam mengepalkan tangannya menahan emosi karena tidak menyangka apa yang dilakukan oleh Daniel yang begitu Royal terhadap Amira saat ini.
__ADS_1
"Tapi ini mahal sekali loh.. Aku kan..
"Apapun akan aku lakukan jadi tolong hargai itu! "pinta Daniel penuh permohonan membuat Amira mau tidak mau menganggukkan kepalanya tidak ada niatan untuk menolak bukan karena dirinya gila harta hanya saja menghormati pemberian orang yang tulus kepada kita.