Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Mengejar Dika


__ADS_3

Franda Tentu saja tidak terima ketika Dika meninggalkannya begitu saja tanpa mempedulikannya sedikitpun, Padahal tadi dirinya sudah menurunkan ego agar pria itu mau memaafkan kesalahannya dan kembali kepadanya lagi.


wanita itu bahkan tidak peduli dengan cibiran semua orang yang ada di sekitar situ, karena berpikir bahwa Franda itu sebagai seorang wanita benar-benar sangat murahan karena tidak bisa menjaga harga dirinya.


"Astaga itu cewek cantik-cantik kok malah mau rebutin miliknya orang, Padahal pria itu tidak peduli dengan dia loh dari tadi?"ujar salah satu pengunjung restoran tersebut dan didengar jelas oleh Franda membuat wanita itu emosi dan juga tidak terima.


"Eh kalau ngomong itu dijaga ya, memangnya siapa yang ngerebutin miliknya orang asal kalian tahu kalau dia itu adalah miliknya saya makanya saya harus mengambilnya kembali! "Ketus Franda lalu kembali mengejar Dika yang sudah masuk ke dalam mobilnya.


Dika akan pergi tetapi beranda malah berdiri cepat di depan mobil pria itu dan juga melarang agar pria itu tidak boleh pergi sama sekali, membuat Dika benar-benar sudah habis kesabarannya karena menurutnya wanita itu memang sangat tidak punya kerjaan sama-sama sekali sampai harus mengganggu orang lain seperti itu.


"kamu kalau sudah bosan hidup lebih baik loncat saja dari jembatan tetapi jangan melibatkan aku sama sekali, kalau memang kamu ingin melibatkan aku boleh saja tetapi tunggu setelah aku pergi ke luar negeri soalnya melihat wajah menjengkelkan kamu itu membuat aku muak! "teriak Dika namun Franda tidak peduli.

__ADS_1


"itu wanita psikopat kenal Dika di mana sih sampai-sampai ngotot sekali loh, Lagian Dika jadi cowok kok tidak bisa tegas sekarang dikejar-kejar baru nyolot!" omel Amel lalu mengajak Ferdi agar pergi dari situ soalnya dia sudah capek dari tadi melihat drama yang ditunjukkan oleh Franda.


Ferdi dari tadi sudah tidak mau ikut campur urusan Dika karena menurutnya sahabatnya itu sudah besar, jadi pasti tahu Langkah apa yang harus diambil dalam hidupnya tidak perlu harus mengurus ataupun membantunya menghalau Franda dari kehidupannya.


Dika yang merasa bahwa Franda tidak peduli sama sekali dengan kata-katanya, memilih untuk memundurkan mobilnya lalu pergi dari tempat itu membuat Franda menghentakkan kakinya karena benar-benar merasa kesal.


"Dika penjahat! Memangnya apa sih kurangnya aku dibandingkan Amira itu, sampai kamu dan juga Adam seolah-olah lebih mementingkan dia daripada aku? "teriak Franda emosi sampai nafsu makannya pun hilang dan memilih untuk langsung pergi ke clubbing tidak peduli lagi dengan urusan perutnya karena moodnya benar-benar sudah hancur berantakan.


Sesampainya di sana karena emosi yang masih ia bawa sehingga Saat berjalan pun tidak melihat ke depan dan alhasil menabrak tubuh seorang wanita, yang kebetulan juga sedang asyik memeriksa chat yang masuk di dalam ponselnya.


"ini manusia Siapa sih yang kurang ajar jangan tidak pakai mata sampai pakai tabrak orang segala, kok bisa-bisanya badan aku sebesar ini tidak dilihat sama kamu?"tanya Franda kesal.

__ADS_1


"Ceritanya kamu marah kepada saya? Padahal yang jelas-jelas jalan tidak pakai mata itu kan kamu, ini pintu lebar lho 5 orang sekali masuk pun bisa Tetapi kok kamu malah menabrak saya? "tanya Tania tidak terima.


Yah wanita yang ditabrak oleh Franda adalah Tania yang merupakan wanita di masa lalunya Adam dan juga yang sedang proses mengejar Dika sama seperti Franda, kedua wanita itu jika disandingkan benar-benar sangat cocok karena merupakan mantannya Adam dan juga lagi OTW mengejar Dika padahal pria itu sedang memikirkan istrinya Adam.


"Ih dasar manusia nggak jelas sama sekali! "sinis Franda lalu melenggang pergi begitu saja.


Amira saat ini sudah pulang dari kantor dengan wajahnya yang begitu kelelahan padahal kerjaannya Hanya duduk dan memeriksa berkas, ketika Daniel pergi pun untuk bertemu klien diarynya hanya ditemani oleh Diana sedangkan Sarah ditugaskan Daniel untuk menjaga Amira.


Surti yang melihatnya pun merasa miris soalnya tidak tega dengan kondisi yang seperti begitu Amira harus memikirkan masalah keuangan mereka, sedangkan dirinya tidak bisa membantu sama sekali karena Ia memang tidak punya penghasilan selama tinggal dengan Amira meskipun wanita itu selalu memaksakan memberikan uang saku dan juga menyuruhnya mengirimkan uang untuk anak-anaknya di kampung.


"capek ya mbak? "tanya Surti pelan sambil duduk di bawah lantai dan membaluri kaki Amira dengan minyak urut kemudian mengurutnya secara perlahan tetapi Amira menarik kakinya karena merasa tidak enak dengan wanita paruh baya itu yang selama ini selalu saja menjaganya dengan sepenuh hati.

__ADS_1


"Ya ampun Bi Sur, tolong dong jangan pegang kakiku karena tadi dari luar masih kotor! Aku baik-baik saja kok hanya ingin duduk bersandar kemudian merilekskan Pinggangku yang sedikit nyeri, tetapi Bibi Janganlah melakukan hal yang seperti tadi soalnya aku tidak enak hati ! "ujar Amira yang benar-benar sangat menghormati Surti apapun status wanita itu karena menurutnya mereka berdua itu sama saja harusnya saling menjaga saling mendukung dan juga tidak membiarkan yang lain mengalami kesusahan.


"Ya nggak papa mbak! Aku itu senang malah kalau melihat Mbak Amiranya lebih rileks kemudian enak kalau duduk ataupun bergerak, karena memang yang diperlukan oleh orang hamil ya ini yaitu dipijat secara perlahan!"jelas Surti membuat Amira tersenyum dan juga tersentuh dengan perhatian yang diberikan olehnya.


__ADS_2