
Fadil tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Franda barusan tadi karena dengan Begitu teganya menyuruh dirinya bekerja sebagai seorang kuli bangunan, seharusnya anaknya itu sadar kalau usianya sudah tidak mudah lagi dan pekerjaan seperti itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki tenaga yang full tidak seperti dirinya yang selama ini terlihat terlalu Santai Menikmati hidupnya dengan segala kemudahan yang ada..
"kamu tidak salah mengatakan semua itu kepada bapak, apa kamu sebagai anak Sampai sebegitunya tidak suka melihat bapak yang duduk saja di rumah dan tidak melakukan pekerjaan apapun itu? Terus selama ini biaya Bapak membesarkan Kamu memangnya bisa dibayar, Jadi kamu dengan penuh percaya diri menyuruh Bapak melakukan sesuatu yang sebenarnya dari dulu sampai sekarang tidak pernah Bapak pikirkan sedikitpun? "tanya Fadil tidak suka ketika Franda harus mengurusi hidupnya dengan sesuatu hal yang sebenarnya tidak perlu dilakukan karena keranda itu adalah seorang anak ya bukan rahasia umum lagi kalau seorang anak itu harus bertanggung jawab dengan kehidupan orang tuanya jika sudah tidak sanggup bekerja dan itulah yang Fadil inginkan dari anaknya untuk saat ini.
Franda otomatis tidak terima dengan apa yang dituduhkan oleh Fadil kepadanya itu seolah-olah dirinya merupakan anak durhaka dan tidak ada niatan untuk mengurus orang tua, padahal Ia hanya ingin memberitahukan kepada Fadil jika pria itu masih kuat bekerja terlihat dari gestur tubuhnya maka dari itu ya Otomatis masih bisa bekerja meskipun pekerjaan itu bisa dibilang sesuatu hal yang tidak pernah dilakukan sebelumnya.
"ya Tidak ada salahnya kan mencoba sesuatu yang baru ketika dia suasana yang genting seperti ini, tetapi kalau hanya mau duduk saja terus tidak melakukan apapun sekarang pertanyaannya Memangnya bapak pikir ada yang ngomong kasih makan kita secara gratis dan datang mengantarkan uang? jadi orang itu berpikirnya masuk akal sedikit dong Jangan bersikap seperti orang kaya yang hanya duduk saja Tetapi uang selalu mengalir, kalau kejadiannya terus seperti begini lama-lama aku bakalan pindah kos dan akan tinggal di tempat lain supaya tidak terbebani dengan kehadiran Bapak di sini! "tegas Franda merasa kesal sekali dengan sikap adil yang terlalu sok-sok memberikan perintah kepadanya.
__ADS_1
"lah kalau misalnya kamu pindah dari sini terus ini kontrakan nanti siapa yang bakalan membayar, Jangan egois seperti itulah Cobalah kamu pikirkan biaya hidup yang Bapak berikan selama bertahun-tahun ketika kamu belum ada pekerjaan sama sekali? biar setimpal ya Tidak ada salahnya kan kalau sekarang kamu gantian mau ngurus orang tua sendiri, hitung-hitung mendapatkan pahala dan juga intinya Bapak tidak bakalan kelaparan karena tidak punya tempat tujuan! "jelas Fadil membuat Franda menatap jengah ke arahnya.
"ya makanya kalau takut kelaparan kerja dong jangan hanya duduk saja memangnya bapak pikir uang bakalan mengalir datang begitu saja tidak perlu harus bekerja keras, aku itu masih punya masa depan yang cerah Tetapi kalau semua uang gajiku dipakai habis ya nanti aku bakalan hidup kedepannya seperti apa? seharusnya sadar dong kalau setiap hari ini selalu kita bahas tetapi Kayaknya tidak ada yang paham sedikitpun, apa salah kalau aku hanya menginginkan hidup yang lebih baik dan juga menginginkan perubahan yang begitu besar dalam hidupku? "tanya Franda emosi.
Fadil memilih bungkam bukan karena merasa bersalah dengan perkataan yang dilontarkan oleh Franda tadi, tetapi dirinya merasa malas Jika setiap saat hanya berdebat terus seperti ini seolah-olah tidak ada pembahasan lain yang harus mereka bahas.
"Kenapa diam saja memangnya tidak punya perbuatan yang untuk dikatakan agar aku bisa mendengarkan, lebih baik dari awal tidak usah bercerai saja dengan Aida agar Bapak bisa selalu menumpang hidup kepadanya dan juga tidak harus kelaparan serta terlunta-lunta seperti ini karena memang dari awal menikah kan tujuannya seperti itu! "omel Franda.
__ADS_1
pada selama hidup dengan Aida Fadil tidak perlu harus memikirkan soal perut dan juga memikirkan soal Bagaimana besok ia bisa mendapatkan uang untuk membeli makan, karena segala sesuatu sudah disiapkan oleh wanita itu dan dirinya tinggal menikmatinya saja apalagi harta peninggalan dari mendiang suaminya Aida bisa dibilang mencukupi kebutuhan mereka selama hidup jadi otomatis Fadil tidak perlu harus bekerja untuk bisa menafkahi anak istrinya karena keuangan Aida selalu stabil dan tidak pernah meminta sepeserpun kepadanya sehingga membuat dirinya Terlena.
"Memangnya kamu pikir dari awal Bapak udah niatan untuk bercerai darinya, Bukankah dia yang malam minggu bercerai jadi yang mau bisa bagaimana lagi soalnya kan itu artinya kehadiran kita sudah tidak diharapkan di sana! Apalagi kesalahan yang sudah kamu lakukan terhadap suami dari anaknya, Memangnya kamu pikir dia masih mau menampung keluarga benalu seperti kita? jadi lebih baik sadar diri tidak usah banyak mengeluh dan juga Nikmati saja keadaan yang ada, mau tidak mau Suka tidak suka bapak tetap akan berharap hidup dari kamu dan juga tidak akan pergi kemanapun karena memang dari awal sudah tidak punya tujuan sama sekali! "jelas Fadil membuat Franda Langsung kembali masuk ke dalam kamarnya tidak ada niatan untuk mengobrol lebih lama lagi dengannya karena hanya membuang-buang waktu dan memancing keributan.
"Dasar orang tua tidak berguna bisa-bisanya membebani anak sendiri dengan sesuatu yang seharusnya tidak boleh terjadi dari awal, kalau tahu seperti begini mendingan waktu itu aku membiarkan saja dia mau jadi gembel atau apapun itu daripada malah menjadi parasit! "omel Franda kesel terhadap kebiasaan Fadil yang menurutnya hanya memancing emosi dan juga membuat dirinya itu ingin sekali marah-marah tidak jelas dan juga ingin melampiaskan kekesalannya dari tadi bertahan di dalam otak.
Aida sekarang merasa hidupnya lebih nyaman dan juga tenang setelah tidak ada keluarga benalu yang selalu bertahan hidup dengannya, meskipun terkadang pikirannya sedang tidak baik-baik saja ketika menyadari Amira yang belum pulang sama sekali dan juga tidak ada kabar.
__ADS_1
meskipun beberapa hari yang lalu anaknya itu sempat menelpon untuk menurunnya mengurus ikatan cerai terhadap Adam, tetapi ia belum ada niatan untuk melakukan hal itu sebab jika Amira belum ditemukan itu sama saja bohong tidak akan pernah bisa terwujud sama sekali.
merindukan anaknya itulah yang dirasakan oleh Aida karena hanya dialah yang wanita itu punya tidak ada yang lain setelah ditinggalkan oleh suaminya, anak yang selama ini selalu Mandiri dan tidak pernah membuatnya ternyata ketika pergi terasa kehilangannya sungguh sangat menyiksa.