Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Terkuak


__ADS_3

Amira yang mendengar perkataan Daniel tadi merasa bahwa Sekarang saatnya ia harus berkata jujur terhadap pria itu, soalnya kalau berbohong terus Takutnya nanti para karyawan lain dan juga Daniel bakalan berpikir kalau iya hanya Malas kerja makanya memilih alasan seperti begitu.


"Iya aku tahu kalau pria yang kamu temui itu merupakan anak dari tuan Sakti Adiguna dan juga aku tahu kalau itu merupakan dia yang sedang meeting dengan kamu, hanya saja Maafkan aku kali ini hampir saja kerja sama kamu gagal akibat belum siap bertemu dengan dia! "jelas Amira yang benar-benar mereka tidak terima kasih kepada Daniel karena dirinya sudah membawa masalah pribadi ke kantor.


Daniel juga sadar sebenarnya kalau tadi Adam juga sepertinya mengenali suaranya Amira, soalnya pria itu tetap kekeh pada pendiriannya kalau Amira yang harusnya melanjutkan Meeting itu untuk menyampaikan presentasinya sampai selesai.


"kalau misalnya kalian bertemu dan dia minta maaf, Apakah kamu mau kembali kepadanya dan meninggalkanku di sini serta melupakan apa yang pernah terjadi? "tanya Daniel penuh penasaran meskipun sebenarnya ini sebuah dosa Karena mengharapkan istri orang hanya saja Entah mengapa dirinya sepertinya benar-benar menginginkan Amira adalah calon istrinya dan juga bisa menggantikan Adam untuk menjaga wanita itu serta bayi yang tengah ia kandung saat ini.


"kalau misalnya aku mau kembali sama dia yang ngapain pakai lari dari Indonesia ke sini segala? Aku bisa mungkin hanya jarak yang dekat-dekat saja untuk pergi dan tidak perlu harus sampai sejauh mungkin, tetapi keputusan sudah aku ambil tidak mungkin dong aku rubah lagi karena yang ada kamu memang kembali tetapi luka itu masih tetap bakalan ada tidak akan pernah hilang."Amira bukan sengaja mengatakan hal itu agar Daniel berharap kepadaNya hanya memang kenyataannya saat ini di dalam pikirannya hanya itu saja yaitu tidak ada niatan untuk kembali kepada suami yang tega menduakannya dengan orang yang paling Ia sayang dan juga dirinya jaga dari kecil.


Daniel yang merasa kalau saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mencari tahu semuanya memilih untuk mengabaikan makanan yang ada di hadapannya, bukan karena ingin berbuat tidak sopan hanya saja menurutnya informasi penting dari Amira itu sangat ia butuhkan.


"Memangnya Apa yang membuat kamu memilih untuk pergi dari rumah padahal ya seperti aku lihat tadi itu orangnya sempurna tidak jelek-jelek amat Meskipun aku yang paling tampan, dan meninggalkan semuanya karena keluarga Adiguna itu bukanlah keluarga yang miskin dan tidak punya apapun?"tanya Daniel Yang benar-benar penasaran dengan jawaban yang akan diberikan oleh Amira untuknya nanti.

__ADS_1


Amira sebenarnya malas membahas sesuatu hal yang ingin sekali ia lupakan, hanya saja melihat wajah penasaran Daniel itu membuat dirinya mau tidak mau membuka kembali luka lama yang ingin sekali aku berbagi dalam tanpa meninggalkan jejak.


"aku akui kalau jiwa kepo kamu itu memang sungguh-sungguh menggoda iman! padahal Seharusnya kamu tahu dong kalau masalah dalam rumah tangga itu terkadang kita ingin sekali melupakannya dengan pergi begitu jauh, maka dari itu ketika ada orang lain yang membahasnya kembali rasanya luka yang sudah sedikit mengering akan kembali menganga dan bisa dibilang berdarah jadinya. "jelas Amira tetapi Sambil tertawa karena sudah habis air matanya untuk menangisi pria seperti Adam karena belum tentu pria itu akan menangisinya Yang ada sekarang Pasti sedang bersenang-senang dengan Franda menghabiskan waktu mereka berdua tanpa ada yang bakalan mengganggu ataupun merecoki mereka dengan menanyakan kabar suaminya.


"ya Habisnya kalau kita tidak membahas kembali aku otomatis tidak tahu apapun, Tetapi kalau memang kamu merasa tidak nyaman aku juga tidak masalah lebih baik kita ganti topik pembicaraan lainnya lagi! "jelas Daniel yang tidak ingin lagi membuat Amira kembali memikirkan hal-hal di masa lalunya membuat wanita itu menjadi drop.


Amira tersenyum ketika mendengar Daniel yang mengalihkan pembicaraan seperti itu, menurutnya sikap tanggap yang cepat yang dilakukan oleh Daniel itu pantas di acungi jempol.


"aku tidak masalah kok kalau mau membahasnya sampai habis soalnya kalau tidak dibahas Sekarang pasti besok susah kamu bakalan kepo lagi, jadi daripada berlarut-larut dan ada pembahasan berikutnya Lebih baik aku langsung kasih tahu ke intinya saja supaya kamu jangan banyak pertanyaan lagi! "jelas Amira dan membuat Daniel menghembuskan nafasnya lega karena sepertinya wanita itu sudah bisa menerima masalahnya dan mungkin sedikit berdamai dengan masa lalunya.


Daniel Masih belum paham arah pembicaraannya Amira tetapi yang ia tangkap kalau ternyata suami dari wanita ini telah berselingkuh dengan salah satu anggota keluarganya, namun entah itu siapa dan yang belum bisa menerka karena kata-kata Amira yang begitu ambigu.


"Dulu waktu aku berumur 10 tahun datang ke rumah seorang pria paruh baya bersama dengan seorang anak kecil yang masih berusia 3 tahun, anak kecil itu sudah tidak punya ibu sama seperti aku yang tidak punya ayah karena Ayahku sudah meninggal. singkat cerita akhirnya pria tersebut menikah dengan ibu yang jelas-jelas sudah menyandang status janda lebih dari 7 tahun, awal-awal ya biasa saja kami bermain bersama kemudian apapun rahasia kami bakalan selalu berbagi tetapi sepertinya dia merasa apa yang dia miliki saat ini itu kurang dan merasa iri ketika aku mendapatkan seorang CEO terkenal di sebuah perusahaan besar. mereka berdua akhirnya bertemu secara diam-diam di belakangku entah awal pertemuan berdua saja itu di mana Aku juga tidak tahu sama sekali, aku sedang sekarat di rumah sakit akibat gejala kehamilan pertama yang tidak aku ketahui sama sekali ternyata mereka berdua malah asik bercinta di dalam rumah orang tuaku!"Amira menghentikan semua penjelasannya karena Entah mengapa tiba-tiba dadanya Begitu Terasa sesak tidak mampu lagi melanjutkan kata-katanya karena sungguh hanya pria dan juga wanita kuat yang dapat melakukannya tetapi untuknya sekarang sepertinya tidak bisa apalagi usia kehamilannya yang sudah memasuki trimester ketiga itu.

__ADS_1


"Memangnya saat kamu pergi dia tahu kalau kamu itu hamil? Soalnya jangan sampai dia sama adik kamu sudah menikah sekarang, Bukankah lagi viral ketika pria berselingkuh dan istrinya menggugat cerai bukannya minta maaf malah menikahi selingkuhannya!"tanya Daniel penasaran membuat Amira mengangkat kedua bahunya karena memang sejak ia memilih pergi dari rumah segala macam informasi yang berasal dari Indonesia dan juga terlebih dari keluarganya sudah ia blokir habis-habisan supaya mereka tidak bisa menghubunginya dan membiarkan dirinya hidup dengan tenang tanpa ada gangguan sedikitpun.


"Ya sudah jangan bahas berita lagi soalnya kalau bahas mereka itu yang ada nanti malam aku nggak bisa tidur loh, Memangnya kamu mau tengah malam aku telepon Tolong Daniel datang ke sini soalnya aku tepar harus dibawa ke rumah sakit! "ujar Amira Sambil tertawa kecil.


"ya kalau misalnya membawa kamu ke rumah sakit mah itu tidak masalah karena memang kewajibanku harus menjaga kamu 100% tanpa cacat sedikitpun, jadi jangan pernah sungkan meskipun saat itu aku baru saja tertidur satu detik lamanya tetapi aku langsung bangun dan menemui kamu dan juga meskipun Tornado yang datang aku tetap bakalan melewatinya hanya untuk menolong kamu!" kata kata dari Daniel itu selalu saja bisa membuat mood-nya Amira kembali normal soalnya pria itu selalu seperti begitu ketika ia sedang sumpek seperti saat ini.


"ya sudah terima kasih banyak atas hiburan yang kamu berikan untukku tetapi sekarang aku permisi dulu soalnya harus pergi kembali bekerja, jadi jangan tolong untuk protes saat ini juga karena nanti apa kata karyawan lainnya kepadaku ketika merasa bahwa hanya aku yang di specialkan di sini! "tolak Amira tegas membuat Daniel Tentu saja tidak terima.


"Yang melakukan itu semua kan aku kenapa jadi mereka yang sewot dan juga kenapa harus mendengarkan kata-kata mereka, kalau kita mau makan kan selalu usaha pakai keringat sendiri bukan membawa kotak makan lalu meminta kepada mereka dan pulang ke rumah? "jelas Daniel yang lebih memilih untuk santai saja karena hidup itu hanya sekali untuk apa dibikin ribet karena kalau ada kedua kalinya otomatis banyak orang di dunia ini tidak akan pernah bertobat dan mengenal Tuhan.


"Ah aku lupa kalau kau itu merupakan Tuan majikan yang maha benar dan tidak akan pernah mau disalahkan Apalagi kata-kata kamu itu dibantah, Jadi sekarang Bisakah aku pergi dan jangan pernah mengajakku ngobrol lagi karena kalau kamu melakukan itu ya Otomatis Aku bakalan tetap di tempat dan tidak bergerak sama sekali? "Amira sebenarnya sudah pamit dari tadi tetapi Daniel masih saja mengulur waktu dengan mengajaknya ngobrol sesuatu hal yang sebenarnya sangat tidak penting apalagi tentang desain bangunan.


"Aku melakukan ini semua karena kamu itu merupakan orang yang sangat spesial dan juga tidak ada duanya di dalam kehidupanku, kalau dibandingkan kamu dengan aku maka aku bakalan mementingkan kamu karena separuh nafasku itu ada di kamu apalagi kehidupanku jelas-jelas semuanya ada di dalam tangan kamu. "ujar Daniel kali ini ngegombal membuat Amira menatap sinis ke arahnya.

__ADS_1


"kalau ditanya apa Aku senang kamu mengatakan ke gombalan itu maka jawabannya aku ingin sekali muntah mendengarnya, Jadi sekarang jangan ngomong lagi atau kamu bakalan lihat aku kembali lemes!"ledek Amira.


__ADS_2