
Rangga jelas saja tidak bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Sakti tadi sebab menurutnya itu harusnya urusan pria tersebut dengan anaknya, Jadi kalau memastikan kepadanya ya Otomatis Ia hanya anak buah bisa apa tidak mungkin kan harus jujur padahal sudah berjanji kepada Adam kalau tidak akan ikut campur lebih jauh lagi.
maka dari itu ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Sakti ya Otomatis Rangga kebingungan harus menjawab apa, karena ini semua hanya Sebenarnya Adam sangkut pautnya dengan adam jadi seharusnya Adam yang bertanggung jawab untuk menjelaskannya.
Hanya saja Sakti tidak peduli meskipun alasan yang dilontarkan oleh Rangga itu sebenarnya masuk akal, hanya saja Siapa suruh ada niatan untuk membantu Adam kabur dan lebih parahnya lagi malah membawa dengan Amira.
"kamu Kenapa diam saja seperti itu, mau kabur dengan niatan untuk tidak membalas apapun yang saya tanyakan kepada kamu tadi? Oleh karena kamu sudah bekerjasama dengan Adam Makanya kamu sampai-sampainya membantah apa yang saya katakan, siap menjadi gembel di luaran sana Dan juga sudah siap menjadi seseorang yang tidak sangat tidak berguna dan jadi benalu untuk keluarga kamu sendiri sampai suatu saat yang tidak pernah kamu pikirkan? "Tanya Sakti kasar karena kalau tidak diancam seperti begitu ya Otomatis Rangga tetap pada pendiriannya.
Rangga terdengar penghela nafasnya secara perlahan karena terkesan bahwa Sakti sudah menyalahkan semua yang Adam melakukan kepadanya, padahal seharusnya pria itu sadar dirinya hanyalah merupakan seorang bawahan tidak mungkin membantah apa yang dikatakan oleh majikannya.
"Saya memang tidak tahu sama sekali dengan keberadaan Tuan Adam dan Nyonya Amira, karena tadi saya mengantarkan Mereka pergi Lalu setelah itu langsung kembali dan juga tuan Adam tidak memberitahukan saya ke mana mereka akan pergi! "jelas Rangga dan memang begitu adanya hanya saja tergantung pada Sakti mau percaya kejujurannya atau tidak.
"Menurut kamu saya bakalan percaya dengan apa yang kamu katakan itu dan juga tidak masalah kamu bodohi saya dengan kebohongan semuanya, tetapi asal satu yang kamu tahu kalau Amira itu dalam keadaan hamil dan tidak boleh dibawa pergi terlalu jauh yang mengakibatkan kondisinya bakalan drop dan juga kamu harus tahu kalau Amira itu menderita sindrom kelainan saat hamil dan itu resikonya sangat besar kalau Amira melanggarnya! "Rangga membulatkan matanya sempurna karena tidak percaya mendengar penjelasan yang diberikan oleh Sakti barusan ternyata dirinya sudah teledor dengan membiarkan Adam membawa pergi Amira dengan tempat yang tidak ia ketahui sama sekali tujuannya sebab itu hanya ada di dalam pikiran Adam dan juga pilot yang bekerja pada jet pribadi milik keluarga itu.
"Maafkan saya Tuan tapi sungguh Saya tidak tahu sama sekali soal keadaan Nyonya Amira yang sesungguhnya, bahkan lebih parahnya lagi saya mau nyangka bahwa Tuan Adam memang sudah berjanji akan menjaga Nyonya Amira dengan sebaik mungkin dan tidak akan pernah menyakitinya lagi!"penjelasan Rangga itu sebenarnya sudah sangat terlambat dan juga tidak berfungsi di saat seperti ini karena sejatinya Adam sudah pergi membawa Amirah.
"kamu itu saya rasa di saat yang tidak tepat dan juga sangat tidak berguna sama sekali karena yang ada hanya membuat orang lain yang kesusahan, sekarang bagaimanapun caranya kamu harus bertindak untuk mencari Amira terserah Adam mau pergi ke manapun itu merupakan haknya dia melakukannya karena dia bukan anak kecil lagi! "tegas Sakti dengan nada bicara yang kita tidak bersahabat.
"Tapi sumpah Tuan Saya memang tidak tahu sama sekali keberadaan mereka sekarang Ada di mana, Karena kalau saya mendengar dari awal keadaan Nyonya Amira yang tidak memungkinkan yang untuk apa saya membantunya melakukan semua itu! saya yakin saat ini pasti Tuan Adam dengan begitu baik menjaga Nyonya Amira, jadi Serahkan semuanya kepadanya saja dan juga percaya kalau seorang suami tidak mungkin tega menyakiti anak yang belum terlahir. "bujuk Rangga berharap agar Sakti paham dengan alasan yang ia berikan dan memberikan waktu kepada Adam agar bisa memperbaiki kesalahannya terhadap Amira.
Sakti terdiam karena memang apa yang dikatakan oleh Rangga itu tidak ada salahnya sama sekali yaitu memberikan kesempatan terhadap Adam, meskipun sebenarnya memberikan kesempatan itu adalah sesuatu hal yang sangat tidak masuk akal tetapi tidak ada salahnya kan kalau mencoba!
__ADS_1
"saya pegang Apa yang kamu katakan barusan, kalau sampai anakku kenapa-napa dan juga termasuk cucuku juga kamu adalah orang pertama yang bakalan saya ajak untuk membuat sebuah perhitungan tentang keteledoran kalian terhadap Amira! "ancam Sakti lalu segera mematikan panggilan tersebut.
Rangga benar-benar merasa posisinya terancam karena ia sudah mencoba untuk mencari perkara terhadap majikannya sendiri, kalau dirinya sudah memperhitungkan semuanya dan juga mengetahui apa yang sedang terjadi kepada Amira tentu saja ia tidak akan pernah membantu Adam untuk menghubungi pilot pribadi keluarga itu.
"Apa yang sudah aku lakukan membuat aku yang bakalan kesusahan sendiri, Semoga saja Tuan Adam menempati janjinya dengan tidak akan pernah menyakiti Nyonya Amira sampai kapanpun! "batin Rangga frustasi Karena mengharapkan sesuatu tanpa ada kepastian terasa begitu menyiksa.
Adam kini di tengah Menyiapkan makan malam untuk dirinya dan juga Amira yang dari tadi masuk ke dalam kamar belum keluar juga, ia yakin kalau wanita itu sebenarnya merasakan begitu kelelahan akibat baru saja melakukan perjalanan yang lumayan jauh selama kehamilan.
Amira yang tengah tertidur pulas dikejutkan dengan suara ketukan pintu membuat wanita itu segera bangun dan melihat Siapakah gerangan yang sudah membangunkannya, Sesampainya di depan pintu ia melihat Adam Tengah tersenyum kepadanya dan juga di tangannya ada piring berisi makanan serta yang lain pun sudah ada yang disusun rapi di atas meja.
"Mas Adam masak? Mimpi apa semalam sampai mau memegang spatula dan juga penggorengan, Padahal selama menikah jangankan memegangnya melihatnya saja kamu enggan melakukannya? "tanya Amira penasaran membuat Adam wajahnya memerah karena istrinya mengingatkan kebodohan yang pernah ia lakukan di masa lalu.
"Ya sudah tidak masalah apapun yang ingin kamu lakukan aku bakalan mengikutinya yang penting intinya itu tidak mengganggu si prikitiew yang ada di dalam perutku, soalnya dia itu kalau lagi rewel susah ditenangin dan aku sendiri saja kadang-kadang kewalahan! "jelas Amira sambil tersenyum mengusap pelan perutnya yang sudah mulai membuncit soalnya saat ini kehamilannya itu sudah memasuki trimester ketiga yang artinya bayi di dalam sana sedang bergerak begitu aktifnya.
"Nama anak kita begitu lucu tetapi aku tidak akan pernah mau memanggilnya karena itu nanti bakalan menjadi bahan ledakan orang lain, bagaimana kalau kita menamakan dia Prince karena dia akan menjadi raja dari keluarga Adiguna dan juga keluarga dari orang tua kamu! "tawar Adam membuat senyuman Amira langsung hilang.
"Aku yakin apa yang kamu impikan itu tidak akan pernah terjadi, Soalnya kamu sendiri yang membuat Kami pergi dari rumah! Aku tidak ingin Anakku bernama Raja atau apapun itu Karena dia hanyalah milikku dan tidak akan pernah aku berikan kepada Adiguna atau siapapun itu, Kalau kamu tidak suka dengan keputusan yang aku berikan pergi hamil saja Franda kekasih impian kamu Bukankah dia lebih cocok untuk hamil dan mengandung anak kamu bukan aku yang merupakan wanita Kampung dan juga sangat tidak berguna ini? "ujar Amira dengan tatapan matanya yang begitu memerah seolah Tengah menahan tangisnya membuat ada merututi kebodohannya yang bisa-bisanya mengucapkan kata-kata yang salah sehingga membuat mood Amira langsung berubah drastis.
Adam yang berusaha meraih tangan Amira tetapi Percayalah wanita itu menolaknya mentah-mentah, sebab Amira sudah terlanjur kecewa dan kekecewaan yang beberapa saat lalu berusaha ia lupakan kini kembali mencuat di permukaan.
"Aku minta maaf Tolong jangan membuat aku menjadi orang di posisi serba salah seperti ini, ambil saja sesuatu di sini Apapun yang kamu inginkan pukul aku sesuka hati kamu juga itu bisa membuat kamu merasa lega! "perintah Adam membuat Amira tersenyum Smirk.
__ADS_1
"Beneran kamu mau melakukan apapun yang aku inginkan tanpa mau menolaknya, dan juga kamu bakalan tidak akan marah setelah aku meminta sesuatu hal ini kepada kamu? "tanya Amira yang akhirnya mengeluarkan suara setelah beberapa saat lamanya bungkam membuat Adam tersenyum senang dan menganggukkan kepalanya pertanda setuju apapun yang diinginkan oleh Amira nantinya.
"Iya aku berjanji akan melakukan semua yang kamu inginkan tanpa terkecuali, tetapi Tolong jangan kamu membenciku karena aku rasa-rasanya sangat tidak bisa menghadapinya! "sahut Adam penuh ketegasan bahkan bisa dibilang ada nada kepercayaan dirinya bahwa nantinya Amira akan memaafkan dirinya tanpa banyak melakukan Drama lagi.
"Aku ingin kamu menggunakan pakaian yang seksi mungkin dan usahakan kalau bisa dibilang hanya menggunakan underwear saja Lalu setelah itu kamu lari di depan, melambai-lambai layaknya pria yang tulangnya lunak dan setelah itu berteriaklah kalau kamu merupakan pria tercantik di Pulau ini! "perintah Amira itu membuat jantung Adam berdenyut begitu cepat bagaimana ia tidak pernah percaya jika istrinya itu menyuruhnya melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak wajar sama sekali.
"Apa kamu yakin mau melakukan hal ini kepadaku, dan juga kamu yakin kalau aku tidak bakalan dipermalukan dan juga tidak diviralkan ke dunia? "tanya Adam memastikannya siapa tahu Amira bakalan berubah pikiran dengan begitu ya bakalan melakukan hal tersebut di depan istrinya saja meskipun hampir setahun lamanya mereka tidak saling bersentuhan tetapi intinya ia akan melakukan di depan Amira Tetapi kalau di depan umum Percayalah harga dirinya itu masih dijunjung tinggi dengan begitu baik.
Amira memasang wajah cemberutnya ketika mendengar penolakan yang dilakukan oleh Adam kepadanya, dirinya tahu apa yang ia lakukan itu sebenarnya sangat memalukan bagi Adam yang jelas-jelas merupakan pria normal dan juga seorang pemimpin perusahaan yang terkenal tetapi mau bagaimana lagi ia hanya ingin melihat kira-kira perkara seperti itu Adam rela mengedepankan dirinya atau lebih mementingkan egonya.
"Kenapa kamu menolaknya jangan bilang kalau kamu itu sebenarnya hanya memberikan harapan palsu kepadaku lagi dengan menjanjikan bahwa kamu akan berubah, kalau seperti begini lebih baik kita atur diri masing-masing dan kamu antar saja aku pulang biar di sana aku bakalan melakukan apapun yang aku inginkan dan meminta tolong orang lain soalnya mereka bakalan lebih cepat mendorong kau dibandingkan kamu yang...
"Oke aku bakalan melakukannya tetapi Tolong jangan marah lagi dan juga jangan membawa-bawa orang lain yang jelas-jelas tidak ada di sini, aku bakalan melakukan seperti yang kamu inginkan dan juga tidak akan pernah membiarkan kamu mengandalkan orang lain selain suami kamu sendiri! "janji Adam penuh dengan kepercayaan dirinya yang begitu sangat membuat Amira tersenyum penuh kemenangan karena menurutnya pria ini ternyata memang benar-benar ada niatan untuk berubah buktinya Amira menyuruhnya melakukan sesuatu yang memalukan terlihat Adam awalnya terpaksa tetapi akhirnya mau melakukannya juga.
"nah kebetulan ini kan pantai dan di villa ini itu sudah disediakan berbagai macam keperluan baik pria maupun wanita untuk Berselancar Di Pantai, Jadi mungkin dulu Papa kamu menyiapkan karena memikirkan bahwa aku itu belum hamil saat datang ke sini soalnya kan untuk bulan madu tetapi Ya begitulah suamiku kan lebih memilih wanita lain! Sekarang kamu pakai dulu barang-barang tersebut yang tersimpan di ujung lemari sana, usahakan berwarna pink kemudian pakailah wig yang menggantung di balik pintu dan juga memakai lipstik yang berwarna merah terang itu!"Adam mengerutkan keningnya ketika mendengar perintah yang diberikan oleh istrinya seolah-olah ini semua sudah diatur oleh Amira tinggal dirinya yang bagian mengeksekusinya saja.
"kamu yakin barang-barang itu memang ada di dalam semuanya, atau jangan-jangan kita salah kamar dan di sini itu ternyata orang-orang yang aneh-aneh yang baru saja menempatinya? "tanya Adam penasaran membuat Amira mendengus kesal.
"kalau misalnya kita salah masuk kamar yaitu jelasnya kamu yang salah dari awal sudah menunjukkan sesuatu yang tidak benar, lagian itu foto kita menempel di dinding Kok Masa iya ada orang lain yang memiliki foto tersebut?"omel Amira membuat ada menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu menuju ke dalam kamar dan melakukan seperti yang diinginkan oleh istrinya meskipun Percayalah jiwa pria tulennya itu sedikit meringis karena tidak percaya jika selama ini apa yang ia lihat dan ia dengar ternyata akan dilakukannya saat ini juga semoga saja di villa itu tidak ada orang yang miring-miring karena Takutnya nanti dikira dirinya sedang tebar pesona.
Oh Amira sungguh sadis balas dendam yang kau lakukan kepada suamimu!
__ADS_1