
Amira tahu kalau Daniel saat ini pasti benar-benar kecewa kepadanya hanya saja mau bagaimana lagi ketika ia hanyalah seorang manusia biasa yang tidak pernah luput dari yang namanya salah, maka dari itu ketika memaafkan kesalahan seseorang merupakan sesuatu yang langka ia Kenapa tidak ia lakukan saja.
meskipun terkadang memaafkan seseorang itu ada rasa penyesalan di kemudian hari tetapi tidak ada salahnya kan kalau mencobanya lebih dahulu, terletak nanti Bagaimana sikap orang-orang tersebut ketika sudah mendapatkan Maaf Dari Kita Apakah ia masih Mengulangi kesalahan yang sama atau memilih untuk berubah.
Amira bukanlah seorang malaikat belum bukan juga seorang yang memiliki hati terbuat dari emas, dirinya hanya terdiri dari daging dan tulang serta darah yang berwarna merah maka dari itu sikapnya terkadang sama dengan orang lain tetapi terkadang berbeda.
"kamu marah karena aku membatalkan gugatan cerai yang sudah akan aku layangkan itu, terus kamu maunya aku harus bercerai dengan suamiku saat ini meskipun dia berjanji akan berubah? "tanya Amira penasaran dan ingin mendengar kira-kira Bagaimana jawaban yang diberikan oleh Daniel nantinya.
Daniel terlihat mengurut keningnya secara perlahan karena benar-benar merasa pusing seketika dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Amira itu, padahal Ia tidak pernah berniat untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan tetapi mau bagaimana lagi ketika Amira membutuhkan kepastian darinya.
"Aku sebenarnya tidak masalah kalau memang kamu benar-benar merasa yakin dengan segala macam keputusan kamu itu, hanya saja menurutku ini terlalu cepat dan kita juga belum tahu apakah dia benar-benar berniat berubah atau hanya sengaja menutupi kebohongan yang akan dia buat nantinya! kalau misalnya sudah lebih dari setahun terus kelihatan perubahannya benar-benar nyata bukan hanya ngomong doang Ya itu tidak masalah kalau memang kamu memilih jalan ini, tetapi belum apa-apa Kamu sudah menyerah kemudian memberikannya kesempatan ya aku rasa dia bakalan senang dan besok lusa jangan menyesal kalau dia bakalan mengulangi hal yang sama." jelas Daniel membuat Amira tidak tahu lagi harus menjawab Seperti apa karena memang benar logika dari pria itu.
Daniel yang melihat Amira diam saja tahu bahwa wanita itu tidak punya Jawaban dari pertanyaan yang diberikannya, membuat dirinya hanya bisa tertawa karena menurutnya Amira itu sebenarnya hatinya sangat lembut sampai-sampai tidak berani menyanggah perkataan orang lain.
"Kenapa diam saja? Bingung mau jawab apa atau memang tidak ingin menjawab pertanyaanku yang menurut kamu tidak penting, itu terletak dari pemikiran kamu sendiri karena aku tetap bakalan seperti ini pemikiranku kalau sebenarnya tidak setuju dengan keputusan yang kamu ambil!"jelas Daniel sebab menurutnya mau berbicara seperti apapun Amira itu adalah wanita yang berhati lembut tetapi pemikirannya Sekeras Batu tidak akan pernah berubah pikiran meskipun orang-orang di sekitarnya itu memohon sampai Bagaimana rupa.
"aku tuh sebenarnya Bukannya tidak mau jawab hanya kamunya saja yang terlalu percaya diri kalau aku salah semuanya, sebenarnya itu tidak masalah sih kalau misalnya kamu mau protes tapi kan semua sudah terjadi Oh bagaimana lagi masa iya sekarang aku langsung ngomong ke suamiku kalau aku kembali berubah pikiran? Lagian seorang istri yang memang harus mempercayai suaminya serta memberikan kesempatan kedua kalau memang itu diperlukan, Tetapi kalau besok lusa dia mengulangi hal yang sama ya kamu tenang saja tanpa disuruh pun aku pasti akan menggugat cerai dirinya tanpa embel-embel apapun itu! "jelas Amira berharap agar Daniel puas dengan perkataannya tetapi sepertinya tidak soalnya pria itu masih berencana mengeluarkan semua keluh kesah di dalam pikirannya saat ini mungkin dengan begitu ya bakalan meresap puas.
__ADS_1
"seorang pria yang sudah kebiasaan selingkuh percayalah Dia tidak akan pernah ada niatan untuk berubah meskipun di awal-awal ya memang ada rencana untuk melakukannya, maka dari itu aku ngomong tadi kalau misalnya lebih baik kamu berikan dia waktu satu atau dua tahun untuk Melihat tingkahnya Apa benar dia berubah atau tidak! karena kalau misalnya hanya sebulan dua bulan doang kamu melihat dia berubah maka dia tetap akan mengingat janjinya Tetapi kalau sudah bertahun-tahun Percayalah dia bakalan melupakan janjinya itu, dan bakalan kembali lagi ke habitat awalnya yaitu selalu bermain api di belakang kamu tanpa kamu sadari hal itu terjadi. "jelas Daniel membuat Amira Oke memilih untuk diam dan tidak bersuara lagi soalnya capek juga sih sebab beradu argumen dengan pria itu rasa-rasanya sebuah hal yang mustahil karena Daniel selalu menyatakan bahwa dirinya benar dan orang lain salah termasuk Amira yang menjalankan hal ini.
"Oke aku akui Apa yang kamu katakan itu salah tetapi untuk sekarang Maaf aku tidak bisa mengikutinya! Maafkan aku jika selama ini sudah membuat kamu merasa tidak nyaman atau mungkin bisa dibilang kamu merasa bosan, Tapi percayalah kalau memang semua itu kamu lakukan tidak dengan ketulusan hati Maka Pastinya kamu bakalan terbebani Tetapi kalau kamu melakukannya hanya mengalir melalui hati nurani kamu percayalah pasti itu membuat sesuatu yang sangat berharga bagi kehidupan orang lain termasuk aku! "Amira tidak tahu bagaimana perasaan Daniel selama ini karena di dalam pikirannya pria itu melakukannya atas dasar mereka pernah kenal dulu waktu masih kecil kemudian Amira merupakan bawahan dari Daniel ya Otomatis pria itu bakalan rugi kalau misalnya Amira absen terus dari pekerjaannya
"apa tidak bisa orang lain memasuki hati kamu walau hanya sedikit saja, bukan untuk bersama tetapi maksudnya menjadi orang yang berharga? "lirih Daniel pelan bahkan pria itu berusaha untuk tidak menitipkan air mata soalnya baginya pantang untuk mengeluarkan air mata di hadapan wanita yang sangat berharga di dalam kehidupan yaitu.
Amira mengerutkan keningnya ketika mendengar pertanyaannya dilontarkan oleh Daniel barusan, karena menurutnya sepertinya sangat tidak masuk akal ia memberikan harapan kepada pria lain sedangkan statusnya masih sah sebagai istri dari Adam Adiguna.
"Hanya manusia-manusia bodoh yang mau memberikan harapan kepada orang-orang sedangkan dia sendiri masih berhubungan sah di mata negara dan juga agama, hanya manusia-manusia tidak berguna yang tidak mementingkan norma-norma tersebut sampai-sampai lebih mementingkan hawa nafsu dibandingkan segala macam larangan yang seharusnya dipatuhi! "Amira mempertegas hal itu Dan juga sekaligus menyiratkan kepada Daniel bahwa dirinya bukanlah wanita murahan yang bisa gila dengan segala-gala kenikmatan duniawi karena menurutnya kenikmatan dunia itu hanya sesaat saja setelah mati pasti bakalan hilang tak berbekas.
Amira menghela nafasnya secara perlahan karena ternyata berbicara dengan Daniel itu bukanlah memberikan solusi yang terbaik dalam hidupnya malah menambah masalah, karena terbukti kepala Amira yang tadi baik-baik saja kini mendadak menjadi pening hanya karena tidak tahu lagi harus bersikap seperti apa agar Daniel puas dan berhenti untuk berbicara aneh-aneh.
"aku rasa kamu ini manusia yang tidak pernah menghargai perasaan orang lain, dan bisa dibilang kamu itu egois sampai-sampai inginnya didengar tetapi tidak mau mendengarkan! Maafkan aku seperti yang pernah aku katakan berulang kali kalau memang sudah pernah membuat kamu merasa tidak nyaman, hanya saja aku mohon tolong hargai privasiku dan juga tolong hargai rumah tangga aku yang sedang berusaha agar tetap baik-baik saja sampai kapanpun! "setelah mengatakan hal itu Amira pun memilih untuk pergi karena ia juga sudah capek dari tadi harus ngobrol dengan Daniel tapi pembahasan mereka tidak jauh-jauh dari masalah rumah tangganya yang ingin sekali dikuburnya sedalam mungkin sehingga tidak ada yang bisa mengoreknya kembali.
Daniel tidak ingin mencegah Amira pergi dari situ dirinya malah membiarkan punggung wanita itu semakin menjauh, meskipun ia akui ada rasa penyesalan kemudian rasa bersalah dengan kata-kata yang sudah dikeluarkannya tetapi terkadang ada rasa kecewa di dalamnya ketika Amira tidak pernah mau mendengarkan apa yang ia katakan.
"Ya Tuhan kenapa mencintai orang yang tidak pernah menatap ke arah kita itu rasanya sesakit ini, beribu-ribu KM sudah aku lalui bahkan bisa dibilang aku sampai meninggalkan orang tuaku hanya untuk dia tetapi sepertinya kedatanganku ini memang tidak pernah diharapkan! "lirih Daniel dalam hati bahkan kini air matanya lolos begitu saja terserah mau orang mengatakan dirinya pria cengeng Terserah mau mengatakan dirinya sedang patah hati yang penting intinya sekarang ya butuh pelampiasan yang bisa membuat hatinya merasa tenang.
__ADS_1
Amira pun menitikan air matanya karena sebenarnya Ia juga tidak tega terhadap Daniel karena sudah rela jauh-jauh datang dari Perancis untuk bertemu dengannya, malah dirinya memberikan respon seperti ini soalnya mau bagaimana lagi ketika hati tidak bisa dipaksakan maka otomatis kata-kata yang sangat menyakitkan yang harus dikeluarkan agar orang tersebut paham bahwa mereka tidak mempunyai perasaan yang sama.
"Maafkan aku Daniel, karena aku yakin Tuhan pasti menyiapkan jodoh yang terbaik untukmu dan juga aku yakin orang tuamu pasti tidak setuju dengan statusku sebagai istri orang! Aku pun tidak berniat untuk meninggalkan suamiku meskipun dia pernah melakukan kesalahan yang sangat fatal dalam rumah tangga kami, Karena bagiku kesempatan kedua selalu ada sebab Aku tidak tahu kehidupanku besok lusa Seperti apa takutnya Jangan sampai aku melakukan kesalahan dan Tuhan tidak memberikan kepadaku kesempatan kedua! "lirih Amira dalam hati dan memilih untuk masuk ke dalam toilet karena ia tidak mungkin bertemu dengan keluarganya dalam keadaan seperti ini dan juga dalam suasana hati yang tidak begitu baik.
"Bapak baik-baik saja? kalau memang butuh sesuatu yang menyegarkan lebih baik pesan taksi kemudian suruh dia mengantar Bapak berkeliling kota ini, percayalah destinasi wisata di situ itu banyak loh dan tentunya akan membuat suasana hati lebih nyaman dan juga damai! "Surti tiba-tiba muncul ketika tahu bahwa Amira sudah masuk ke dalam toilet meninggalkan Daniel sendiri karena kebetulan wanita itu juga baru keluar dari toilet makanya ia bisa melihat Amira.
Daniel tersenyum tetapi Percayalah senyumannya itu penuh dengan luka yang tidak bisa disadari oleh semua orang, Surti adalah seorang yang sudah memakan asam garam di dunia ini jadi otomatis percintaan anak muda sudah ia ketahui lebih jelasnya karena dulu dirinya juga pernah merasakannya.
"Dia lebih memilih suaminya, Bibi! Bahkan lebih parahnya lagi dia meminta aku supaya tidak usah lagi mengingat-ngingat soal itu, ya meskipun dia tidak mengatakannya secara langsung tetapi kata-katanya dari tadi yang menyanggah Apapun yang aku katakan itu sudah menyiratkan segalanya! Percayalah rasa sakit ketika ditolak sebelum memulai sesuatu itu lebih menyedihkan daripada sudah memulai Tetapi berhenti di tengah jalan, Karena perjuangan kita itu rasa-rasanya tidak dihargai dan juga bisa dibilang seperti apa yang aku lakukan selama ini sia-sia saja! "jelas Daniel yang sudah tidak tahu lagi harus berbicara apa tetapi Percayalah kekecewaan itu amat sangat ia rasakan saat ini sampai bingung harus menghitungnya seperti apa.
"kekecewaan dalam sebuah hubungan itu sebenarnya masuk akal karena Bibi juga sepertinya paham dengan perasaan Mbak Amira saat ini, karena buktinya dia yang sudah menikah Jalan 3 tahun dengan suaminya saja harus disakiti seperti ini apalagi Pak Daniel yang belum memulai sama sekali ya jelas-jelas harusnya responnya biasa saja dong."ujar Surti yang Bukannya ingin mengejek Daniel hanya saja ingin membuka jalan pikiran pria itu kalau sebenarnya ia belum mengeluarkan sesuatu hal yang begitu banyak kepada Amira jadi seperti itu responnya kan rasa-rasanya sangat memalukan.
"Astaga Bibi, aku itu lagi butuh dukungan loh bukan malah diberikan kata-kata penghiburan yang semenyakitkan ini? Setidaknya kasih keluar kata-kata yang membangun mood aku lah masa iya malah menghancurkannya, ah nanti Anta Bagaimana respon Mama ketika aku kembali Prancis pasti dia bakalan tertawanya minta ampun soalnya Dari awal kan dia sudah mewanti-wanti kalau aku bakalan gagal!"Daniel yang tadi menangis kini berubah menjadi tertawa karena ia sangat paham betul bagaimana wajah Andara ketika dirinya memutuskan untuk mengikuti Amira sebab terlihat Mamanya itu seperti meragukan bakal ada berita yang bagus yang diberikan oleh Daniel.
"ya maka dari itu lebih baik berkeliling kota Siapa tahu tidak mendapatkan Mbak Amira Tetapi malah mendapatkan jodoh yang lebih baik di sini, karena kebetulan ada di Indonesia Ya setidaknya bawalah kriteria yang diinginkan oleh Nyonya Andara yaitu calon menantunya merupakan orang yang memiliki darah dari negara kelahirannya kan? "saran dari Surti membuat Daniel mendengus kesal.
"etdah Bibi Yang benar saja deh kalau ngomong, masa iya baru patah hati beberapa menit yang lalu sudah disuruh cari pengganti? Memangnya Bibi pinggir cari calon istri itu gampang seperti cari gorengan di sini, Auto Kalau kayak begitu mah aku sudah menikah sebanyak 20 kali mengalahkan suaminya Amira yang hobi Selingkuh Itu! "omel Daniel.
__ADS_1