
Daniel tertawa mendengar kata-kata yang dilontarkan oleh Amira barusan,, sebab wanita itu terlihat lebih rileks dibandingkan tadi dan juga terlihat lebih santai tidak memikirkan apapun yang ada di sekitarnya.
Biarlah Amira mengeluarkan kata-kata yang mungkin terdengar begitu sensitif, hanya saja tidak masalah selama wanita itu merasa senang dan juga bahagia.
"Hari ini Memangnya kamu sudah tidak ada pekerjaan lagi Jadinya malah tenang di tempat dan tidak kemanapun, Soalnya kalau jadi bos yang molor terus seperti kamu lama-lama perusahaan ini bakalan tutup sedikit lagi! "jelas Amira.
Daniel menggelengkan kepalanya pertanda bahwa dirinya sudah tidak ada kesibukan lain lagi, karena memang saat ini ia sedang ingin menemani Amira kemanapun wanita itu ingin pergi.
"aku hari ini free dan tidak akan pergi kemanapun karena aku bakal menemani kamu Kemanapun kamu pergi dan juga akan menjadi sopir pribadinya kamu soalnya kasihan kalau kamu seharian hanya di kantor saja tidak melakukan apapun di luar! "jelas Daniel membuat Amira membulatkan matanya sempurna karena tidak percaya dengan tawaran yang diberikan oleh pria itu.
"kamu Beneran bakalan mengantarku ke mana saja dan tidak akan marah kalau sampai aku meninggalkan pekerjaanku saat ini, soalnya Sumpah aku memang benar-benar capek sekali lho kalau setiap hari hanya ada di dalam ruangan ini ya Meskipun segala sesuatunya lengkap dan juga tidak membosankan? "tanya Amira memastikan karena takutnya jangan sampai tadi itu Daniel hanya mengerjainya dan ia terlanjur menyambutnya dengan begitu antusias.
Daniel menatap tak percaya ke arah Amira yang selama ini selalu saja menolakkan ajakan dirinya ketika mengajaknya untuk pergi kemanapun, namun sekarang sepertinya Dewi Fortuna sedang berpihak kepadanya karena wanita yang susah ia Taklukan itu tiba-tiba hati bekunya menjadi mencair seketika.
"Ya aku serius lah mengatakan hal itu, Memangnya kamu pikir aku suka berbohong selama ini kepada kamu? "tanya Daniel balik tetapi karena hati Amira yang sedang bahagia Hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum.
"Ya syukurlah kalau begitu! Apa kita mengajak Sarah juga agar ikut dengan kita, soalnya kasihan tuh anak Kalau kita tinggal sendiri pasti bakalan suntuk dan juga tidak semangat hidupnya?" tanya Amira membuat Daniel menatap heran ke arahnya.
"ya Mana bisa begitu dia sekarang kan masih jam kantor dan tidak mungkin Suntuk di dalam kantor karena itu memang tugasnya, kalau semua karyawan aku biarkan untuk jalan-jalan ya akhirnya perusahaan ini bakalan tutup karena majikannya terlalu lembek. "tolak Daniel karena memang saat ini yang ia inginkan adalah berduaan dengan Amira berbicara dari hati ke hati dan juga bisa melihat tumbuh kembang anak kecil yang ada di dalam rahim wanita itu.
keduanya kini sudah pergi meninggalkan kantor yang dihantar dengan tatapan para pegawai Daniel yang menatap heran ke arah majikannya dan juga Amira, mereka Bukannya tidak setuju kalau Amira bersama dengan Daniel hanya saja mereka sangat menyukai pasangan itu kalau pergi ke mana pun pasti terlihat begitu serasi Dan juga Daniel terlihat begitu perhatian terhadap Amira.
"semoga saja Tuan Daniel dan ibu Amira berjodoh ya, soalnya mereka cocok sekali yang satu terlihat begitu perhatian dan yang satunya terlihat cantik sekali wajah khas wanita Asia. "ujar salah satu karyawan yang ada di situ.
siapapun pasti bakalan mendoakan kebahagiaan yang jelas bagi Amira dan juga Daniel, karena mengingat Sikap kedua orang tersebut yang selalu saja membantu sesama Tetapi kalau soal Daniel sangat berbeda karena pria itu tidak akan pernah tersenyum dengan lawan jenisnya yang tidak punya hubungan apapun dengannya.
"ya Kamu benar sekali pokoknya kita harus menjauhkan wanita yang tidak jelas yang selalu datang terus bergaya sok Ratu besar itu, supaya dia sadar kalau di tempat ini hanya Ibu Amira yang bakalan kita dukung untuk bersatu dengan Tuan Daniel kalau untuk yang lain tidak akan pernah terjadi! "sahur temannya menimpali apa yang dikatakan oleh salah satu karyawan dan yang tadi.
"Sarah kita pergi dulu ya! Tapi kamu tenang saja nanti besok lusa pasti Tuan Daniel bakalan mengajak kamu untuk pergi, untuk hari ini soalnya Pekerjaan kamu banyak jadi lebih baik kamu fokus aja ya!"pamit Amira membuat Sarah memasang wajah cemberutnya bukan karena merasa iri dengan temannya itu melainkan dirinya kesal karena harus bekerja di saat ingin liburan seperti saat ini.
__ADS_1
"Ya sudah kamu pergi saja deh sebelum aku berubah pikiran dan berlari mengejar kamu, ini pekerjaan juga kapan habisnya sih padahal aku juga kan pengen liburan ? " omel Sarah.
Amira tertawa karena merasa lucu dengan kata-kata yang dilontarkan oleh Sarah barusan, namun dirinya tidak punya kekuatan untuk mengajak salah pergi kalau bukan Daniel yang melakukannya.
"Ayo berangkat kenapa malah ngobrol di sini? Lain kali kalau kita ingin pergi ke suatu tempat Biarkan saja orang mau mencari tahu seperti apa, tetapi kita usahakan tidak usah memberitahu mereka soalnya takut nanti paparazi bakalan bekerja keras untuk menyebarkan foto kita berdua! "perintah Daniel dan hanya diangkubuki oleh Amirah karena memang benar apa yang dikatakan pria itu.
Sebab memang orang-orang seperti Daniel itu gerak-geriknya selalu dibatasi oleh apapun, melakukan hal yang salah sedikit pasti bakalan menjadi pemberitaan besar kemudian jalan dengan seorang wanita meskipun itu hanya kenalan pun bakalan disangka sebagai pasangan hidup.
"kamu hari ini mau ke mana? Bagaimana kalau kita pergi belanja pakaian kamu yang lebih besar soalnya aku lihat sepertinya milik kamu sekarang sudah tidak muat, maklum dia yang di dalam semakin besar dan juga kamunya juga semakin sehat ya Meskipun diagnosis sialan dari dokter itu membuat aku kadang-kadang was was?"tawar Daniel yang sebenarnya membuat Amira Tidak enak hati karena pria itu sepertinya tidak perlu melakukan semuanya karena anak yang ia kandung ini bukanlah anaknya pria itu.
"Aku rasa itu terlalu berlebihan deh! Soalnya yang aku butuhkan sekarang itu hanya jalan-jalan saja bukan untuk mau melakukan apapun termasuk belanja, Lagian aku masa iya harus mengambil kesempatan yang ada sedangkan kamu sudah berbaik hati memberi aku libur setengah hari? "jelas Amira.
"aku yang mengajak kamu otomatis aku yang harus mentraktir Apapun yang kamu inginkan, jadi jangan pernah merasa sungkan ataupun tak enak hati karena aku melakukan semua ini tulus tanpa mengharapkan apapun yang penting Intinya bisa membuat kamu bahagia. "sahut Daniel sambal tersenyum penuh ketulusan karena memang yang ada dalam pikirannya itu hanyalah Bagaimana caranya agar membuat Amira bahagia.
"Terima kasih banyak karena kamu hadir di saat aku terpuruk seperti ini, karena perhatian dari kalian adalah hal yang utama untuk kami berdua!" jelas Amira.
Daniel mengacak gemas rambut Amira karena merasa sangat bahagia dengan perkataan yang dilontarkan oleh wanita itu, karena apa yang dikatakan oleh Amira menyiratkan bahwa apa yang dilakukan oleh Daniel sangat berharga baginya.
"Kamu sangat menggemaskan membuat aku tergoda!" ujar Daniel santai.
Keduanya tertawa karena memang benar-benar merasa lucu dengan pembahasan yang baru saja mereka lakukan, jika semua orang yang melihat pasti bakalan mengira bahwa pasangan tersebut adalah pengantin baru yang selalu saja kemana-mana hobinya mengumbar kemesraan tidak peduli kalau orang lain bakalan memarahi mereka atau tidak.
Cahaya dan juga Andara hari ini berniat pergi ke kantornya Daniel, hanya saja keduanya tidak jadi masuk ke dalam ketika melihat Daniel dan juga Amira keluar dengan berjalan berdampingan Sambil tertawa.
Andara tersenyum melihat perubahan anaknya itu ketika bertemu dengan Amira karena lebih banyak tertawa dan juga bisa diajak kompromi dalam berbicara, tidak seperti sebelumnya yang setiap kali ngomong pasti hanya ia ataupun tidak dan itupun tergantung kalau ditanya kalau tidak ya seperti begitu layaknya patung.
Respon yang diberikan oleh Cahaya itu sangat berbeda, karena sekarang wanita itu Tengah menghafalkan tangan yang menahan emosi ketika melihat Andara reaksinya biasa saja.
"ini nenek tua peot kenapa malah diam saja bukannya berkomentar soal kelakuan anaknya itu, padahal aku sudah bela-belain lo datang ke sini dan meng-cancel semua jadwal yang ada tapi yang ada malah seperti begini kejadiannya?"Cahaya dalam hati.
__ADS_1
"Jadi gimana Tante, apa kita samperin Daniel saja? Soalnya sayang loh kita sudah jauh-jauh datang ke sini, tetapi pulang dengan tangan kosong? "tawar Cahaya penasaran Bagaimana Respon yang akan diberikan oleh Andara nantinya.
Andara menghela nafasnya secara perlahan karena mungkin ini memang semua kesalahan Ada apa adanya, karena secara tidak langsung sudah memberikan Cahaya harapan bahwa wanita itu bakalan jadi menikah dengan putranya.
Hanya saja sekarang keadaan dan juga Kebenaran ada di depan mata mereka yaitu Daniel lebih memilih Amira dibandingkan Cahaya yang jelas-jelas bukanlah wanita bersuami, Namun semua juga sudah terlanjur terjadi penawarannya pun sudah berlaku hanya saja mungkin beginilah takdir yang harus dihadapi oleh Cahaya bahwa pria yang ia harapkan menjadi jodohnya ternyata lebih memilih jodohnya orang lain.
"Maafkan Tante Nak, tetapi sepertinya sekarang kita pulang saja deh! Soalnya Daniel juga kayaknya mau pergi tuh bareng Amira, dan Tante juga tidak enak hati harus mengganggunya! "tawar Andara sambil tersenyum.
"Baiklah Tante kalau seperti itu! "sahut Cahaya yang memaksakan senyuman di wajahnya meskipun Percayalah di dalam hatinya Tengah memaki Andara habis-habisan karena sudah membuat yang tidak bisa ditepati sama sekali.
"kemarin katanya bisa menjodohkan aku dengan anaknya kenapa sekarang malah seperti itu? memangnya apa Bagusnya sih wanita hamil yang tidak ada suami itu, sampai-sampai semua orang rasanya begitu menyayanginya Padahal jelas-jelas di sini dalam segi apapun Aku adalah yang paling unggul! "omel Cahaya dalam hati karena tidak mungkin mengatakan secara langsung di depan antara sebab yang ada wanita itu bakalan tidak percaya kalau sifat aslinya Cahaya itu sangat kasar.
"Kamu jangan marah ya karena sudah jauh-jauh dari tempat tinggal kamu datang ke sini Tetapi malah mendapatkan fakta yang seperti ini, karena memang dari awal Tante tidak pernah tahu kalau Daniel itu sedang mencoba mendekati seseorang yang jelas-jelas masih mempunyai suami seperti Amira! "jelas Andara karena memang begitulah keadaannya saat ini.
Cahaya hanya bisa memaksakan senyuman di wajahnya meskipun hatinya begitu kesal, namun selagi belum ada ikatan yang resmi diantara Daniel dan juga Amira ya masih bisa pula dirinya mendekati pria itu.
Daniel kini mengajak Amira pergi jalan-jalan ke salah satu Mall terkenal di tempat itu, membuat Amira benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini dan juga mengacungkan jempol menyetujui kalau perkataan Paris adalah kota mode itu sangat benar sekali.
Sebab berbagai macam pakaian dengan merk terkenal berasal dari tempat itu dan juga sudah terkenal di seluruh dunia sampai pelosok sekalipun, dan wanita itu begitu bangga ketika bisa menyaksikan secara langsung apa yang ada di hadapannya saat ini.
"ya Tuhan Aku tidak percaya lho bisa datang ke tempat yang semegah dan juga sebesar ini, dan kamu lihat tuh Jejeran gaun-gaun cantik di sana Aku begitu tergoda!"Amira terlihat begitu antusias mengatakan semuanya membuat Daniel hanya tersenyum saja dalam hati.
"Kamu mau gaun-gaun yang di sana itu? kalau memang kamu mau pilih saja berapapun yang kamu inginkan bila perusahaan toko itu sekalipun tidak masalah, yang penting Intinya kamu senang dan juga senyum sepanjang hari ini ketika bersama denganku! "jelas Daniel membuat Amira menatap kesal ke arahnya.
"aku itu hanya mengaguminya saja bukan menginginkannya, lagian itu semuanya pada kekurangan bahan bagian tengahnya dan juga belahan pahanya itu sangat membuat aku bisa kemasukan angin sepanjang waktu! "Ketus Amira yang niat awalnya ingin mengagumi mahakarya yang sempurna langsung menciut seketika karena kata-kata yang dikeluarkan oleh Daniel itu.
"Oh aku pikir kamu yang terlalu antusias seperti tadi itu sangat menginginkan semuanya, maka dari itu aku tawarkan saja kepada kamu siapa tahu mau! "jelas Daniel karena memang seperti begitu yang ada di dalam pikirannya saat ini.
Segala macam tas merk dari desainer terkenal kemudian sepatu dan juga perhiasan semuanya dipajang di dalam mall tersebut, membuat Amira akhirnya sadar dan juga mengutuki kehebohannya dari awal tadi saat datang ke tempat ini.
__ADS_1
"kamu ini sebenarnya membawaku ke mana sih? ini kan merupakan tempat-tempat untuk orang-orang yang berduit dan yang hobinya mengoleksi sesuatu secara berlebihan, dan lihat sekarang Aku akhirnya sadar kalau sebenarnya kantong itu tidak menunjang aku untuk berada di sini! "jelas Amira sambil menatap kesal ke arah Daniel yang tengah menetap keheranan ke arahnya
"ya kita nikmati saja pemandangan yang ada tidak perlu harus membeli atau memilikinya, karena menurutku apapun yang ada di sini pasti bisa membuat pikiran sedikit rileks dan juga bahagia serta tidak terlalu harus monoton memikirkan suatu hal saja! "jelas Daniel yang terlihat santai saja mendengar keluhan yang dilontarkan oleh Amira tadi seolah apapun yang dikatakan oleh wanita itu tidak ada masalahnya sama sekali Bagi dirinya .