
Sarah dan juga Surti sangat merasa cemas akibat memikirkan apa yang terjadi kepada Amira saat ini dan juga mereka benar-benar tidak percaya kalau wanita hamil tersebut menghilang di tangan suaminya, ya kalau hubungan mereka baik-baik saja tidak masalah karena suami memang paling berhak terhadap tubuh istrinya mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut Tetapi kalau hubungan mereka yang lagi error seperti saat ini rasanya sangat mustahil.
"kira-kira sekarang Mbak Amiranya lagi Gimana ya soalnya takut jangan sampai penyakitnya kambuh di saat yang tidak tepat, sudah begitu baik Kalau Tuan Adam memperhatikannya tetapi kalau mau membiarkannya saja bisa berabe urusannya? "gumam Surti frustasi.
"Entahlah Bibi, aku juga bingung soalnya ini semua terjadi begitu tiba-tiba! mungkin mereka memang sudah merencanakannya dari awal jadi ketika mengetahui ada kesempatan seperti ini ya langsung digunakannya saja, walaupun sebenarnya Amira pasti bakalan menolak ketika dia sadar nanti dan akan mengamuk soalnya aku tahu sifatnya selama beberapa bulan terakhir setelah mempelajarinya. "jelas Sarah karena memang seperti itu kenyataannya.
"Ya tetap saja mau bagaimanapun tidak mungkin Mbak Amiranya bakalan pulang kembali ke tempat ini kalau misalnya Pak Adam membawanya ke kutub utara, Soalnya di sana itu kan yang bisa mengunjunginya hanya orang-orang kaya sedangkan Mbak Amira dompetnya saja isinya biasa saja tidak seperti miliknya Tuan Adam dan asistennya itu! "Surti berusaha untuk berpikir tenang tetapi rasanya sangat tidak mungkin.
"kok bisa-bisanya ada suami yang kurang ajar seperti itu sampai-sampai membawa kabur istrinya dalam keadaan yang sangat tidak tepat seperti saat ini, Awas saja kalau sampai kandungan Amira bermasalah sedikitpun maka Aku pastikan kalau burung beonya itu tidak akan pernah terbang dari sarangnya soalnya akan aku ikat kepalanya dan juga memakai lem yang paling terkuat mengikat pangkalnya. "omel Sarah membuat Surti bergidik ngeri karena menurutnya kata-kata dari wanita Eropa tersebut terdengar begitu menyeramkan Walaupun ada terkesan komedinya sedikit.
Daniel sekarang tengah menghubungi kedua orang tuanya Adam untuk memberitahukan semua yang dilakukan pria itu kepada Amira, Jika ditanya nomor ponselnya itu berasal dari mana maka jawabannya adalah dari Surti karena Biar bagaimanapun Surti itu merupakan mantan pekerja di keluarga Adiguna.
"Papa ini kayaknya nomor luar negeri deh, kok bisa ada yang menghubungi kita berasal dari sana padahal yang biasanya menghubungi dan memberitahukan segalanya kan hanya Rangga saja? "tanya Dina kepada suaminya karena memang ia tidak paham dengan panggilan yang berasal dari nomor asing di ponselnya saat ini.
"diangkat saja kalau memang jarang terjadi soalnya jangan sampai memang itu panggilan yang sangat penting yang harus kita respon, nanti kalau dia ngomongin tidak jelas barulah Papa yang bakalan melacak nomor ponsel itu karena sudah berani kurang ajar. "ujar Sakti meyakinkan istrinya ya Otomatis Dina mempunyai kekuatan kalau sampai diberikan kepercayaan seperti itu.
__ADS_1
"ya kalau ini dengan siapa ya, kalau memang ada keperluan Ngomong yang jelas Tetapi kalau tidak ada dan merupakan panggilan yang tidak sengaja lebih baik dimatikan saja soalnya aku punya pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. "jelas Dina membuat Daniel menghembuskan nafasnya secara perlahan karena baru kali ini dirinya berbicara dengan seorang wanita dan itu lebih parahnya lagi karena merupakan istri dari salah satu konglomerat yang cukup berpengaruh juga di negaranya dan juga merupakan klien perusahaannya.
"Maafkan saya Nyonya jika lancang sudah menghubungi anda, tetapi Percayalah Saya tidak punya niatan yang lain selain ingin menyampaikan hal penting yang harus saya sampaikan kepada orang yang tepat! "jelas Daniel membuat Dina mengerutkan keningnya karena pria dari seberang itu mengucapkan bahasa Indonesia dengan begitu fasih meskipun ada logat bule yang masih tersisa.
"kalau boleh tahu ini dengan siapa ya dan juga berasal dari mana, Soalnya saya benar-benar merasa asing dan juga tidak pernah merasa kalau mengenal anda sebelumnya? "tanya Dina penasaran
"saya adalah majikan Amira di kantor dan juga sekaligus teman masa kecilnya, di sini saya hanya ingin menyampaikan tentang kejadian yang sangat tidak menyenangkan kepada wanita itu dan ini ada sangkut pautnya dengan tuan dan Nyonya di seberang sana! "jelas Daniel membuat nafas Dina sedikit memburu Karena ia benar-benar merasa sedikit cemas Takutnya nanti Amira bakalan kenapa-napa.
"Memangnya ada hal apa yang sampai membuat Anda yakin kalau ini ada sangkut pautnya dengan kami, soalnya selama dia di sana perasaan kami dia dalam keadaan begitu baik-baik saja soalnya ada asisten suami saya yang memantaunya secara langsung? "tanya Dina heran soalnya selama Rangga selalu mengabarkan hal yang baik-baik tentang Amira masa iya sekarang malah berubah menjadi sesuatu yang tidak masuk akal takutnya jangan sampai orang yang menghubunginya ini hanya ingin meminta uang dengan cara menipu.
"Maaf apakah benar ini Tuan Daniel, anak dari Tuan Michael Smith yang merupakan pemegang dari perusahaan Smith corporation untuk saat ini? kalau memang iya saya minta maaf karena tadi Istri saya kurang begitu sopan karena memang siapa saja pasti bakalan merespon seperti itu, kalau boleh tahu kira-kira apa yang sedang terjadi dengan menantu saya sampai Anda nekat menelepon kemari di jam seperti ini? "tanya Sakti karena dirinya tahu meskipun saat ini di Indonesia Tengah siang garing tetapi di Prancis otomatis sudah malam hari dan dirinya merasa penasaran ada dorongan apa sampai Daniel menghubunginya.
"Amira dibawa pergi oleh anak anda dalam kondisi yang saya tidak tahu entah bagaimana keadaannya, dan itu semua mereka lakukan hanya dengan beralibi untuk pergi ke rumah sakit mengobati luka Adam akibat perkelahian kami berdua tadi. dan Amira ngotot untuk mengantar Adam pergi ke rumah sakit tetapi sampai sekarang tidak ditemukan sama sekali keberadaan mereka, meskipun saya sudah menyuruh anak buah saya menyusuri setiap tempat di kota ini dan juga setiap rumah sakit serta klinik tetapi hasilnya tetap sama saja yaitu Amira tidak ada di manapun dan Hal itu membuat Saya benar-benar khawatir! "apa yang dikatakan oleh Daniel itu membuat Sakti mengepalkan tangannya menahan emosi karena kalau memang benar apa yang dikatakan oleh pria itu ya Otomatis tetaplah asistennya yang bertanggung jawab.
"Jadi maksudnya anak saya dan juga Asisten saya yaitu Rangga sudah menculik Amira dan membawanya pergi tanpa kalian semua di situ ketahui sama sekali, kalau memang seperti itu kejadiannya maka saya pasti bakalan langsung bergerak untuk mencari tahu semuanya dan Saya harap anda bisa pegang kata-kata yaitu tidak ada kebohongan diantara kita dalam pembahasan kali ini! "jelas Sakti lalu segera mematikan panggilan tersebut dan menghubungi Rangga yang ia yakini pasti tahu dengan semua masalah yang terjadi.
__ADS_1
Rangga yang sedang beristirahat karena baru saja kembali mengantarkan Adam dan juga Amira merasa terkejut ketika ada panggilan masuk dari majikannya yang berada di Indonesia, dirinya benar-benar heran kenapa bisa-bisanya Sakti menelponnya di jam segini karena biasanya pria itu pasti bakalan membahas sesuatu yang penting setelah dirinya melakukan rapat dengan klien seperti biasanya.
"maaf tuan Ada yang bisa saya bantu, soalnya saya juga baru selesai dari rapat bertemu dengan klien? "tanya Rangga berbohong membuat Sakti ingin sekali tertawa tetapi tidak mungkin juga yang meragukan apa yang dikatakan oleh anak buahnya itu.
"Bagaimana kabar Amira hari ini, Bisakah kamu memotretnya sekarang juga agar saya melihat kalau dia dalam keadaan baik-baik saja begitu pula dengan cucu kami? "apa yang dikatakan oleh Sakti membuat Rangga benar-benar mati kutu dan tidak tahu harus bersikap bagaimana karena pria itu pasti sudah mengetahui semuanya hanya saja sedang mengetes kejujurannya.
"Maafkan saya tuan tetapi Apapun yang terjadi dengan Nyonya Amira tidak tahu sama sekali, karena saya memang benar-benar baru pulang ketemu dengan klien dan kalau anda tidak percaya Bisa tanyakan kepada Mr Watson yang baru saja kembali?"Rangga mau tidak mau harus berbohong karena ini demi kebaikan Adam dan juga demi kehidupannya yang lebih mapan daripada biasanya.
"sekarang siapa yang sedang mengatakan kalau kondisi Amira sedang tidak baik-baik saja, karena yang saya suruh yaitu kamu kirim gambar menantu saya sekarang karena saya ingin memastikan Aktivitas apa yang sedang ia lakukan ? " pertanyaan Sakti itu sebenarnya berupa jebakan untuk Rangga entah pria itu tahu cara menjawabnya atau tidak.
"nanti kalau setelah pulang dari kantor saya bakalan langsung memotretnya dan mengirimkan kepada Anda tuan, tetapi untuk Sekarang saya lagi sibuk jadi saya benar-benar tidak bisa melakukan seperti apa yang Anda katakan tadi maka....
Sakti Ya jelas saja tidak terima dengan penolakan yang dilakukan oleh Rangga karena selama ini mau ada hujan badai petir kilat pun pria itu akan selalu mengikuti apa yang ia katakan, jadi akan sangat tidak masuk akal Kalau tiba-tiba pria itu langsung tidak bisa menyanggupi apa yang ia perintahkan.
"saya sedang mencoba untuk bersabar kepada kamu jadi tolong jangan uji kesabaran saya seperti itu sebab nanti kamu yang bakalan dirugikan sendiri akibat coba berbohong, karena dia itu merupakan menantu saya dan orang yang terpenting di dalam keluarga Adiguna maka dari itu jika dia kenapa-napa harusnya kamu langsung mengabari Saya tanpa harus ditanyakan dulu?"tegas Sakti yang benar-benar tidak ingin dibentak sedikitpun karena menurutnya Rangga sudah terlalu jauh mencampuri urusan keluarganya dan juga sudah terlalu sibuk dengan apa yang tidak boleh ia lakukan karena itu sama saja sudah melanggar peraturan kontrak yang ia tanda tangani dan juga melanggar peraturan yang selama ini ditetapkan oleh Sakti bahwa kehidupan pribadi dan juga pekerjaan harus dibedakan tidak boleh disamakan apalagi disatukan.
__ADS_1
Rangga berada posisi serba salah antara harus menyembunyikan kebohongan yang dilakukan oleh Adam atau memilih untuk jujur kepada Adiguna, karena kedua orang itu sangat berpengaruh di dalam kehidupan dan juga karirnya.