Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Model dadakan


__ADS_3

Amira sengaja melakukan hal itu karena memang dirinya ingin melihat kesungguhan Adam, kira-kira pria itu memang berniat untuk berubah atau hanya ingin membohonginya.


meskipun terkesan sangat tidak sopan dan juga berlebihan serta terlihat bahwa wanita itu tidak menghormati suaminya, namun kalau semua keputusan itu memang harus diambil bagaimana lagi dengan perasaan antara ingin mempercayai apa yang dikatakan oleh Adam atau tidak.


"aku sudah siap sayang, jadi aku harus berpose di tengah jalan Itu sampai diperhatikan oleh orang-orang lain? "tanya Adam yang membuat Amira sebenarnya tidak fokus dan juga tidak nyaman adalah panggilan yang diberikan oleh pria itu.


ada yang merasa bahwa istrinya itu mengabaikan dirinya ya Otomatis memanggilnya sekali lagi, mungkin tadi Amira sedang memikirkan hal yang penting sampai-sampai lupa kalau sekarang ada dirinya di samping wanita itu.


"sayang, kamu lagi pikirin apa sih sampai-sampai serius sekali? tanda ketik dua tanya Adam yang saat ini tengah berdandan menggunakan hot pants dan juga tanktop serta memakai rambut palsu dan juga Lipstik merah menyala milik Amira.


Amira terkejut mendengar panggilan dari Adam Tetapi setelah itu wanita itu merubah tatapannya menjadi sangat tajam dan juga emosi, bukan apa tetapi memang ia sangat tidak suka dengan panggilan yang diberikan oleh Adam kepadanya itu.


padahal dulu selama mereka masih bersama jangankan memanggilnya seperti itu menyebut nama Amira saja rasa-rasanya ada enggan melakukannya, jadi akhirnya pria itu hanya memanggilnya dengan sebutan Hei, dan juga kamu serta elo.


"Aku tidak suka dengan panggilan yang kamu berikan itu, aku benar-benar merasa tidak nyaman dan meminta kamu untuk menghentikan semuanya! Aku punya nama dan Namaku itu adalah Amira,aku benar-benar merasa tidak nyaman dengan panggilan yang kamu berikan itu dengan embel-embel yang tidak jelas sebab dari dulu kamu tidak pernah melakukannya sekarang setelah melakukan kejahatan kamu malah menyadarinya aku rasa sudah terlambat dan juga tidak akan pernah membuat aku berubah pikiran! " Tolak Amira karena memang Apa yang dilakukan oleh Adam itu membuat mood wanita itu benar-benar menjadi kacau sampai-sampai melupakan tujuan awalnya untuk mengetes dan juga mengerjai pria yang masih berstatus sebagai suaminya itu


Adam yang benar-benar merasakan sesuatu yang Menghujam jantungnya sampai-sampai dirinya pun kesulitan bernafas dengan benar, penolakan yang dilakukan oleh Amira saat ini membuat pria itu sadar diri dan juga sadar posisi Kalau status mereka berdua itu meskipun masih sebagai suami istri tetapi kenyataannya layaknya seperti orang asing yang hanya terhubung karena kehamilan yang dialami oleh Amira.

__ADS_1


"maaf jika apa yang aku lakukan sudah membuat kamu tidak nyaman, tetapi Percayalah aku tidak ada niatan untuk membuat kamu benar-benar merasakan sesuatu yang tidak kamu sukai! Aku tahu dari awal memang aku sudah melakukan kesalahan, tetapi Percayalah Niatku itu baik yaitu ingin memperbaiki semuanya tetapi tidak masalah kok aku bakalan menerima keputusan kamu itu! "ada langsung merubah milik wajahnya yang tadi ingin sekali mengeluh dan menyampaikan isi hatinya hanya saja ketika tahu nanti respon Amira Seperti apa membuat pria itu mengurungkan niatnya dan memilih untuk membahas hal lain yang mungkin Amira bakalan kembali Bahagia seperti tadi.


"Ya sudah kamu jalan di sana ingat ya usahakan cara jalan kamu itu kayak model yang lagi memperagakan busana ya Meskipun kamu nanti tidak ada yang bayar, tetapi Intinya kamu sudah mulai belajar biar besok-besok kalau misalnya aku seorang desainer terkenal Percayalah kalau aku bakalan mengundang kamu untuk menjadi salah satu model ku! "jelas Amira membuat Adam tersenyum bahagia karena kata-kata istrinya itu mengirakan Bahwa besok lusa hubungan mereka pasti akan baik-baik saja dan wanita itu tidak akan pernah bisa membencinya karena Biar bagaimanapun anak dalam kandungan ajaran merupakan anaknya ada ra dagingnya dan juga hasil olahan santan yang ia buat bersama istrinya itu.


"Yeh Mas Adam Bravo You keren banget Mas, pokoknya tidak ada yang bisa mengalahkan Mas Adamku! Lanjut Mas tolong lebih lentur lagi biar tambah kece badai membahana, supaya Ya mungkin kamu bisa mendapatkan hasil jepretan yang begitu banyak! "teriak Amira antusias membuat Adam tersenyum karena Percayalah meskipun Villa disitu ukurannya hanya beberapa buah saja tetapi para pengunjungnya itu kalau bisa dibilang sudah bisa mencapai puluhan orang dan otomatis yang hanya melakukan kegilaan di tempat itu adalah dirinya tetapi mau bagaimana lagi ini merupakan kemauan ibu hamil mau tidak mau ya harus menurutinya meskipun dalam keadaan terpaksa.


Adam meringis mendengar teriakan antusias dari istrinya itu antara malu dan juga bersemangat bercampur menjadi satu sungguh-sungguh rasanya nano-nano, apalagi terlihat orang-orang di sekitar Villa yang mereka tempati mulai keluar melihat kehebohan yang diciptakan oleh Amira itu.


Ada yang hanya tertawa saja sambil menggelengkan kepala melihat tingkah Adam di depan semuanya dan ada pula yang lebih parah lagi sambil tertawa ada pula sambil merekam hal tersebut, kalau yang tertawa saja sih tidak masalah tetapi yang lebih parahnya lagi sudah tertawa malah merekam dirinya Untung saja dirinya tidak punya kekuatan Om Doraemon kalau tidak sudah diambilnya semua ponsel di situ dan langsung memberikannya kepada hiu di tengah laut soalnya kasihan Hiu lagi pengen bermain sosial media tapi tidak bisa.


"You are so sexy,Man!"ujar salah satu pengunjung di situ sambil mengikuti cara berjalannya Adam membuat pria itu mendengus kesal.


Amira yang melihat aura yang dikeluarkan Adam begitu membunuh membuat wanita itu yang tadi begitu antusias langsung mendadak jadi lemas Besti, ada harapannya tadi Adam berakting selama kira-kira lebih setengah jam kan artinya ya bisa tertawa dengan puas selama waktu itu tetapi kalau sudah seperti saat ini ya sama saja untuk apa berdiri di situ yang ada malah hanya melihat tatapan milik Adam yang mengintimidasi satu persatu orang-orang di situ sampai-sampai kamera ponsel yang dipakai untuk merekam pun sudah disimpan begitu rapi di dalam kantong celana penghuni villa villa yang ada di pulau itu.


"Haisshh, iini semua gara-gara Mas Adam setidaknya Tersenyumlah masa iya langsung memasang tatapan seperti itu? hilang sudah sesuatu hal yang membuat aku nyaman dan juga betah dari tadi, soalnya punya suami bukannya mengerti dengan kemauan istrinya malah ngeyel sendiri!"omel Amira memilih untuk masuk ke dalam villa diikuti dengan Adam yang tidak ingin lagi dong mempertontonkan tingkah konyolnya jika semua orang sudah tidak ada dan juga Amira sepertinya sudah tidak fokus lagi dengannya membuat pria itu merasa begitu Bravo karena dengan begitu ia tidak akan pernah mendapatkan yang namanya ejekan lagi.


"Sayang, kamu di mana? Boleh tidak mas ngomong sebentar saja tidak makan waktu kau mungkin kira-kira hanya 5 menitan gitu, Yang penting Intinya kamu mau mendengarkan apa yang Mas katakan Lalu setelah itu terserah kamu mau berkomentar ataupun marah-marah pun tidak masalah! "pinta Adam penuh permohonan yang berbeda dengan dahulu suka sekali memaksakan kemauannya.

__ADS_1


Amira yang sedang memainkan ponselnya menjadi kesal ketika mendengar teriakan Adam di pintu kamarnya, membuat wanita itu mau tidak mau dia pergi membukanya untuk memastikan kira-kira apa yang diinginkan oleh pria itu sampai-sampai nekat memanggilnya seolah-olah Ada hal penting yang ingin dibahas.


"kamu mau ngomong apa? kamu itu plin-plan loh tidak pada pendirian Tadi katanya mau mengikuti apa yang aku katakan, eh sekarang malah berubah pikiran sungguh sangat menyebalkan tidak menurut kamu? "omel Amira membuat ada meringis soalnya dirinya sudah tahu bahwa ia pasti bakalan disalahkan oleh Amira padahal yang seharusnya disalahkan itu adalah pengunjung tempat itu yang responnya terlalu berlebihan dan terkesan seolah ingin mempermalukan dirinya.


"apa Mas boleh masuk terus mengganti pakaian ini, Lalu setelah itu kita ngobrol deh alasan Mas kenapa sampai memasang tatapan seperti tadi? "tawar Adam membuat Amira memberikan jalan kepada suaminya itu untuk segera mengganti pakaiannya.


Amira hanya berdiri di depan pintu sambil menatap ke arah luar untuk memberikan waktu agar Adam bisa mengganti pakaiannya saat ini, dirinya memang berada dalam satu Villa dan juga satu ruangan serta berbagai Oksigen yang sama hanya saja masih ada kecandungan yang terjadi maklumlah perpisahan mereka itu bukan hanya satu atau dua hari doang melainkan sudah berbulan-bulan dan perpisahan itu juga didasari dengan yang namanya pengkhianatan dan juga perselingkuhan.


Adam memakai pakaiannya dengan begitu cepat Soalnya tidak tega membiarkan Amira menunggu seperti itu, ternyata beginilah rasanya Satu ruangan berdua dengan sang istri yang masih ada konflik internal yang terjadi antara mereka.


"Sudah Sayang, Sini duduk deh di sampingnya Mas! Soalnya ada yang ingin dibicarakan, Kalau kamu tidak suka ya sudah Biar mas pakai berdiri saja Terus kamunya yang duduk! "ajak Adam yang tidak sadar kembali memanggil sebutan untuk Amira seperti itu padahal tadi awalnya Wanita itu sudah melarangnya dengan keras.


"Aku itu bukan tidak suka dengan apa yang ingin kamu katakan nantinya tetapi aku yang sangat tidak menyukai yaitu panggilan yang kamu berikan, padahal Dari awal kan aku sudah ngomong ya panggil saja aku dengan sebutan Namaku atau kamu atau Hei pun tidak masalah yang penting Intinya jangan memanggilku dengan sebutan itu karena aku benci mendengarnya! "tolak Amira tegas.


Adam merutuki kebodohan ya Yang sepertinya tidak sadar kalau apa yang ia lakukan Sudah memancing emosi pada diri istrinya, hanya saja mau bagaimana lagi ia ingin membebaskan diri dengan menyebut hal itu kepada Amira tetapi sepertinya Amiranya yang merasa tidak nyaman.


"Ya sudah kalau begitu Mas tidak akan pernah memanggil kamu dengan sebutan itu lagi, tetapi Mas akan memanggil kamu dengan sebutan Dek! apa boleh Mas memanggil kamu dengan sebutan itu ,kalau memang tidak boleh pun tidak masalah! Hanya saja Mas ingin menghormati wanita yang masih berstatus istrinya Mas, dan juga wanita yang merupakan calon ibu dari anak-anaknya Mas nanti?"jelas Adam membuat Amira menghela nafasnya secara perlahan karena sepertinya kemauan Adam itu sangat keras sampai-sampai memberikan alasan yang masuk akal dan mungkin sudah dipikirkannya selama ini.

__ADS_1


"Ya sudah mau ngomong apa? soalnya setelah ini aku pengen kita jalan-jalan di depan sana karena sepertinya suasananya itu nyaman dan juga sejuk, pokoknya aku tidak terima penolakan lagi ya soalnya yang mengajak aku ke sini kan kamu Masa Iya tidak bisa menikmati liburan malah duduk terbengong-bengong di dalam kamar? "perkataan Amira Itu bukan lagi sebagai tawaran melainkan perintah membuat Adam sedikit ngeri mengingat apa yang baru saja terjadi kepadanya beberapa saat yang lalu.


__ADS_2