Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Yang Benar Saja?


__ADS_3

Amira kebingungan harus menjawab apa pertanyaan dari suaminya tadi, karena memang itu semua sebenarnya di luar dari kuasanya sebab terlihat Adam memang benar-benar seperti orang linglung.


coba saja kalau dirinya bisa membaca pikiran orang kira-kira saat ini Adam Tengah berbohong kepadanya atau Berbicara jujur, sebab sangat tidak masuk akal dengan semua yang dikatakannya itu seolah-olah dirinya baru saja terlibat dengan sebuah kecelakaan yang besar.


masa iya ketiban buah kelapa yang sudah tua sampai kepalanya berdarah mempengaruhi bagian sarafnya juga, kalau menurut pikiran orang awam sih itu rasanya sangat mustahil Tetapi kalau bagian medis Entahlah Amira pun tidak tahu sama sekali.


"kamu yakin mas tidak ingat apapun dan juga tidak ingat beberapa saat lalu kejadian yang menimpa kamu, atau kamu sedang mengerjaiku saja dan ingin mendapatkan maaf dariku? "tanya Amira penasaran membuat Adam menatap heran ke arahnya.


"memangnya aku berbuat salah apa sampai kamu harus memaafkanku, perasaan aku tidak punya salah sama kamu deh soalnya di sini kan yang salah apa-apa Masa iya orang baru pulang kerja capek Kamu sudah memberikan pertanyaan yang aneh? "omel Adam membuat Amira mendengus kesal kenapa sekarang malah pria itu yang berbuat seolah-olah menjadi orang benar dan dirinya lah yang harus disalahkan?


"Waduh kamu Yang benar saja, Kenapa jadi sekarang aku yang disalahkan? jangan sampai ini hanya akal-akalan kamu supaya bisa mendapatkan maaf dariku ya, karena itu otomatis tidak akan pernah terjadi karena aku tidak akan pernah mengijinkannya! "Sumut Amira mana terima di sini itu yang jelas-jelas salah Adam kenapa harus dirinya yang meminta maaf dan berpura-pura menjadi orang yang sedang menyakiti suaminya.

__ADS_1


Adam Ya jelas tidak terima jika kali ini istrinya yang mempertahankan segalanya padahal yang salah itu kan Amira, menurut pikiran pria itu kalau saja Amira bertingkah biasa saja tidak terlalu berlebihan Mungkin ia tidak akan pernah salah paham kepadanya.


"nah tuh kan kamu yang salah tapi malah menyalahkanku balik, dasar wanita selalu saja bersikap seolah-olah mereka merupakan orang yang tersakiti dan juga selalu benar! "Adam yang benar-benar sedang menyinggung perasaan Amira dan juga menguji kesabarannya sehingga membuat wanita itu Ya jelas saja tidak terima.


"Aduh kamu Yang benar saja Mas, Percuma saja kalau datang ke sini terus melihat drama yang kamu ciptakan sendiri! kalau tahu begini lebih baik aku dari awal kabur dari kehidupan kamu dan tidak akan pernah menampakan batang hidung lagi, karena nanti akhir-akhirnya pasti aku yang disalahkan karena nanti akhir-akhirnya pasti aku yang selalu kamu sudutkan seperti ini! "ambilnya tidak tahu lagi harus berteriak dengan gaya Apa sebab sepertinya Pakai gaya kupu-kupu terbang pun suaminya itu tidak akan pernah mengakui kesalahannya.


"Ya bukan seperti itu juga kan, aku hanya meluruskan kesalah pahaman yang terjadi selama ini! Pastinya kamu merasa kalau aku itu tidak peduli dengan kamu, padahal sebenarnya bukan! Hanyalah sikap kamu yang berlebihan itu yang membuat aku jadi mumet, orang kerja capek pulang setidaknya diberikan senyuman malah ia dikasih pertanyaan yang nyeleneh setiap saat! Siapapun manusia itu tetap bakalan habis kesabarannya, kalau setiap hari diperlakukan seperti itu "jelas Adam.


Akan tetapi ketika mendengar Adam yang protes seperti itu membuat wanita tersebut jadi kebingungan, pasalnya apa yang ia berikan selama ini sebenarnya tidak ada masalahnya sama sekali hanya saja tergantung Adam nya mau seperti apa.


"Jadi ceritanya kamu hari ini menyalahkanku karena semua yang kamu alami itu, dan kamu berbuat seolah aku yang salah dengan hukum yang seharusnya memang aku jalani dari awal dengan kamu? Sekarang pertanyaannya itu antara istri yang memberikan perhatian berlebih kepada suaminya atau suami yang malah memberikan perhatian lebih kepada wanita lain yang bukan istrinya, kalau bisa kamu jawab kira-kira Di mana letak kesalahan antara dua itu karena dengan begitu aku bisa memberikan jawaban kepada kamu kenapa kita sampai bisa berada di sini!" Amira mengatakan semua itu karena ia tidak masalah kalau memang saat ini ada di tengah akting tidak apa-apa kalau dirinya mengikuti saja kemauan pria tersebut yang penting intinya ia bisa membuat dia senang ya sudah.

__ADS_1


"tidak boleh diwajibkan seorang suami memberikan perhatian kepada wanita lain yang bukan merupakan istrinya meskipun hubungan dengan istrinya tidak baik-baik saja, karena itu sama saja dia sudah berdosa sudah melanggar peraturan yang seharusnya bisa dia tangkap di dalam kehidupannya dan dengan begitu membuat orang-orang sekitarnya merasa bahwa memang dia punya ketulusan terhadap istrinya! Tidak ada yang namanya perhatian terhadap siapapun termasuk saudara kandungnya Karena dia sudah punya kewajiban terhadap istrinya, tetapi aku bingung kenapa sampai kamu memberikan pertanyaan seperti itu jika hasil akhirnya kamu sudah tahu jawabannya nanti bakalan seperti apa!"jelas Adam penuh percaya diri.


Bolehkah saat ini Amira tertawa meskipun yang tengah berbicara adalah suaminya sendiri hanya saja ia sedang merasa lucu, Bagaimana tidak merasa lucu ketika Adam dengan penuh percaya diri mengatakan semua itu seperti dirinya tidak pernah melakukan kesalahan dulu.


"kalau misalnya aku ngomong kalau kamu pernah menjadi orang yang mencampakan istri sendiri malah tidak pernah menghargai sama sekali, apalagi saat itu istri kamu sedang keadaan hamil tetapi kamu malah menggauli orang lain kira-kira kamu percaya atau tidak? "tanya Amira dengan Tatapan yang datar seolah-olah pertanyaannya itu sebenarnya mewakili perasaannya tetapi Sejak kapan ia bisa duduk berduaan dan membicarakan hal sepenting ini dengan Adam.


Adam mengerutkan keningnya ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Amira barusan ini, seolah-olah memang dirinya pernah melakukan apa yang dicurigakan oleh istrinya itu dan membuat ia benar-benar merasa bersalah.


"kamu mewakili perasaan kamu untuk menanyakannya atau memang dulu pernah terjadi seperti ini di dalam rumah tangga kita, karena aku merasa pertanyaan Kamu itu seperti mewakili perasaan kamu juga? kalau memang iya maka aku minta maaf Tetapi kalau memang tidak pernah aku minta maaf karena apa, Karena aku selalu bersyukur baik kepada Tuhan dia masih membuat kita selalu bersama-sama lagi! meski dari awal walaupun tidak ada yang niatan aku untuk menjalani semua ini dengan kamu, tetapi tidak ada sedikitpun perasaanku untuk menduakan kamu ya kalau khilaf sih tidak masalah! "jelas Adam.


Amira tertawa Sumbang ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh suaminya itu,ternyata mau bagaimana lagi Ketika apa yang ia harapkan berjalan tidak sesuai keinginan.

__ADS_1


__ADS_2