Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Sadar


__ADS_3

Adam bukan ditinggal di mushola yang ada di rumah sakit tersebut tetapi dirinya malah memang benar-benar ditempatkan di ruangan entah apakah itu dirinya juga tidak tahu sama sekali, kalau ini merupakan rumahnya Ya tidak masalah tetapi masalahnya ini merupakan rumah sakit ya Otomatis segala macam kepercayaan gaib pasti berterbangan di mana-mana.


mau mencari keberadaan istrinya sepertinya dirinya juga ikutan kebingungan soalnya tempat ini masih asing baginya, Jadi kalau misalnya mau mencari keberadaan Amira pun rasanya sudah sangat tidak masuk akal dan juga dirinya tidak paham apa yang harus dilakukan.


"Permisi Tuan, sudah sadar ya? saya ditugaskan untuk menjaga Anda di sini, soalnya tadi pingsan di dalam ruangan bersalin maka dari itu mau tidak mau saya harus membawa anda ke sini karena kalau sampai bertahan di sana ya Otomatis mengganggu proses persalinan Nyonya Amira!" jelas petugas security yang dari tadi berdiri layaknya patung Pancoran.


Adam auto kebingungan soalnya tadi setahu dirinya ia masih tetap berada di dalam ruangan di mana Amira berada, pertanyaannya kenapa sekarang dirinya malah berada di sini dalam posisi tertidur di atas lantai.


"Kalau boleh tahu dokter Siapa yang sudah berani menyuruh saya menunggu di luar, nanti Tolong panggil dia saja karena saya mau berbicara dengannya dan katakan kalau dia siap-siap saja! "Adam tentu saja kecewa sebab setidaknya meskipun dirinya dalam posisi tidak sadar ya orang-orang tidak boleh dong mengeluarkannya begitu saja dari ruangan tempat di mana istrinya melahirkan.


"ini merupakan perintah dari Nyonya Amira secara langsung bukan dari siapapun Jadi kalau misalnya ingin protes Tolong sampaikan kepada dia saja karena kami hanya menjalankan tugas, karena anda tahu sendiri kan kalau kami tidak punya kekuasaan sedikitpun untuk membantah apapun yang dikatakan? "potong satpam tersebut Soalnya kalau sampai ia mengakui bahwa orang lain yang melakukan ini semua ya Jangan harap lagi besok bakalan datang bekerja di tempat itu.


Adam tertawa sampai-sampai melupakan hal penting kalau sekarang Sebenarnya anaknya itu sudah lahir, setelah mengingatnya pria itu tanpa banyak berbicara langsung berlari menuju ke ruangan tempat di mana Amira berada.


Brakk


Amira yang sedang istirahat karena benar-benar kelelahan harus mengeluarkan anak seberat 4 kilo dari dalam inti tubuhnya itu benar-benar menguras tenaga, dan sekarang ketika sedang menikmati istirahatnya malah ada orang yang dengan kasarnya membuka pintu seolah-olah tidak punya tata krama sama sekali padahal kan bisa mengetuknya.


"Sayang, bagaimana..


"stop di situ Pak Tua Jangan coba-coba mendekat ke sini, kamu punya sopan santun tidak sih mau masuk ke dalam ruangan orang lain? meskipun kamu Suamiku tetapi saat ini aku lagi istirahat dan Harusnya kamu paham hal itu, bukan malah asal nyelonong masuk begitu saja sudah begitu pintu yang tidak punya salah pun harus kamu aniaya? "tanya Amira dengan tatapan wajahnya yang begitu sinis sebab Siapa sih yang bakalan terima.


Adam menggaruk kepalanya yang tidak gatal tetapi intinya dirinya bersyukur karena sekarang Perut istrinya sudah kempes pertanda bayi di dalamnya sudah keluar, dan dengan begitu Ia senang karena ternyata istrinya baik-baik saja buktinya sekarang bisa memarahi dirinya dengan begitu mudah.


"syukurlah kamu baik-baik saja soalnya kalau tidak Mas lama-lama sudah kayak orang gila nih, oh iya di mana anak kita cowok apa cewek sih soalnya mas penasaran loh? "tanya Adam antusias membuat Amira memutar bola matanya malas soalnya sekarang saja sudah mulai menanyakan anaknya tadi saja pingsan tidak sadar sampai-sampai lupa Kalau anaknya mau datang.

__ADS_1


"Baru ingat kalau punya anak, Aku pikir kamu ingatnya hanya tidur saja sampai lupa kalau sudah menjadi seorang ayah? "Sindir Amira dengan tatapan matanya yang begitu menyorot sikap Adam yang tidak terlalu kooperatif sebagai seorang suami yang harusnya berbagi suka dan duka bersama dengan istrinya di saat-saat seperti ini.


Adam cengengesan ketika mendengar sindiran dari istrinya itu ya memang dia tidak bisa menampilkan jikalau hal itu memang benar-benar kenyataan, tapi bisakah istrinya pending dulu untuk mengomentari dirinya soalnya kan sekarang mereka lagi berbahagia ya tidak boleh saling memanas-manasi satu sama lain harusnya bersikap seperti layaknya pasangan pada umumnya.


"aku juga sebenarnya tadi marah kepada diriku sendiri masa iya tumbang di saat yang tidak tepat, tetapi mau bagaimana lagi ketika melihat kamu meringis kesakitan belum lagi ada darah yang keluar ya ampun Astaga matapun langsung berkunang-kunang ada bintang di atasnya dan akhirnya tepar deh! "jelas Adam membuat Amira jika tidak merasakan sakit di area bawahnya tentu saja ia sudah mengajak suaminya itu untuk berduel Siapa yang menang maka boleh bertahan Siapa yang tidak menang silahkan minggat.


"dasar suami tidak berguna taunya hanya cetak doang tetapi hasilnya tidak bisa dipanen dengan begitu baik, Kalau model seperti begini terus Jangan harap aku bakalan melahirkan lebih baik kamu yang melahirkan biar kamu merasakan Gimana sih rasanya pinggang mau terbelah bagian 6, "sarkas Amira kasar membuat suaminya Itu bergidik ngeri karena menurutnya istrinya itu benar-benar strong soalnya masa iya baru saja melahirkan langsung marah-marah memangnya tidak mengkerut itu otot bagian bawahnya.


"Ya sudah Sayang jangan kamu marah-marah kasihan loh yang dibawa itu kayaknya dia lagi butuh yang namanya istirahat, Aku hanya ingin memastikan di mana anak kita sekarang supaya aku pergi mengunjunginya saja soalnya mengunjungi mamanya tetapi sepertinya Papa salah terus deh? "tawar Adam yang memang benar-benar ingin bertemu dengan anaknya dan juga ia merasa penasaran.


"sana lihat sendiri anak kamu berjenis kelamin apa yang penting Intinya jangan sampai kamu menggendong anak orang lain, kalau anak Selingkuhan kamu mah urusannya bisa ribet karena suaminya pasti berpikir jika itu merupakan hasil perbuatan bejat kalian! "Sindir Amira membuat Adam mengkerutkan keningnya karena sejak kapan ia meniduri wanita sampai ada hasilnya karena setahunya hasil yang dirinya dapatkan itu hanya terhadap Amira saja.


"bibit unggul itu hanya akan jadi kalau bertemu dengan wadah yang unggul juga, jadi kamu harus percaya diri dan berbangga hati karena punya suami yang berasal dari bibit unggul dan alhasil kamu mendapatkan sesuatu yang tidak pernah terduga! "setelah mengatakan hal itu Adam pun berlari keluar soalnya istrinya tidak mungkin dong mengejar dirinya orang bekas jahitan saja di mana-mana.


Sesampainya di ruangan bayi Adam bukannya bertanya kepada suster malah dengan percaya diri menyangka bahwa bayi mungil di hadapannya ini merupakan anaknya, dirinya bahkan sampai menitikan air mata dan tidak menyangka ternyata anak kecil yang masih merah itu adalah buah cintanya dengan Amira.


"Oh kalau bayi yang ini itu cewek Pak, memangnya Anda siapanya dia ya? "tanya suster tersebut penasaran pasalnya bayi mungil di hadapannya ini katanya Papanya sedang bekerja di luar Jadi yang datang ke tempat ini hanya mamanya dan juga nenek.


"Oh ternyata cantik jelita ini merupakan putriku, Terima kasih banyak yang suster Apakah aku boleh menggendongnya?"tanya Adam bahkan sampai menangis tersedu-sedu seolah-olah ada bagian tubuhnya yang lain yang dipatah saat ini sampai-sampai terasa begitu ngilu.


"Ya tentu saja yang penting Intinya kalau memang Anda merupakan Papanya maka itu merupakan sebuah kewajiban Papa untuk menggendong anaknya sendiri, Sebenarnya saya merasa kasihan kepada istri anda Pak karena tadi dia berjuang melahirkan sendiri terus ketika ditanya di mana suaminya eh tahu-tahunya dia malah mengatakan kalau suaminya sedang tugas di luar kota! "ujar suster tersebut meneramatir keadaan membuat Adam tambah menangis tersedu-sedu.


"Astaga suster asal anda tahu saja ya tadi itu saya pingsan dan sedang dibaringkan di tempat antah berantah yang saya juga bingung itu apa, tetapi saya tidak boleh dong ngomong secara langsung soalnya nanti harga diri saya bisa jatuh ke bawah tanah tanpa tersisa! "batin Adam meringis mengingat keadaannya beberapa waktu yang lalu ketika Amira hendak melahirkan.


"Ya begitulah soalnya mau mengatakan saya bakalan sampai segera takutnya istri saya bakalan menahan sakit dan menunda kelahirannya, maka dari itu lebih baik saya katakan tidak bisa datang Mungkin dengan begitu dia bakalan berwujud dalam waktu dekat, "Adam itu membuat suster tersebut hanya tertawa sambil menggelengkan kepalanya karena tidak percaya ada pria absurd ini padahal tampan sih.

__ADS_1


"Oh anakku Kamu kenapa secantik ini tetapi Kenapa hidung kamu pesek tidak seperti papa dan juga mama ya kemudian kulit kamu kok sedikit hitam, sudah begitu kenapa rambut kamu jadi Ikal ya karena Perasaan Papa sama Mama rambutnya lurus semua? "gumam Adam yang melihat bayi mungil yang digendongnya ini sangat berbeda baik wajah istrinya maupun dirinya maka dari itu otomatis ada rasa penasaran.


"Anda kenapa Tuan, Apa ada yang salah dengan bayinya? "tanya Adam penasaran.


"ini perasaan saya saja atau mungkin ada kelainan genetik atau apalah tetapi saya merasa bayi ini berbeda loh dengan istri saya, karena kulit saya putih istri saya lebih putih bening lagi Kemudian rambut kami berhubung lurus serta hidung kami berdua mancung tetapi kenapa dia berbeda ya? "tanya Adam penasaran membuat suster tersebut merasa heran karena saya tahunya wanita yang melahirkan bayi dalam gendongan Adam itu adalah wanita berkulit hitam memiliki rambut keriting dan juga hidungnya minimalis.


"loh bukannya istri Anda memang wajahnya sama seperti bayi yang anda gendong itu masa iya istri sendiri tidak dikenal, Ah mungkin definisi putih kulitnya sangat berbeda ya dengan yang menjadi kenyataan? "tanya suster tersebut membuat Adam lebih kebingungan lagi kan apa istrinya berubah menjadi berkulit hitam dan berambut Kriwil.


"Waduh perasaan istri saya masih sama tadi saya baru saja ketemu dengannya dan tidak ada perbedaan sama sekali, kecuali mulutnya yang semakin pedas dan juga dari tadi saya menjadi korban amukannya entah itu namanya hormon marah-marah pasca melahirkan atau apalah itu! "jelas Adam membuat mereka berdua kebingungan.


Aida dan Surti yang sudah selesai menemani suster memandikan Baby Boy milik Adam dan juga Amira menjadi keheranan, sebab pemandangan dihadapan mereka ini membuat keduanya menggeleng-gelengkan kepala karena Adam sekarang itu sedang menggendong bayi milik orang lain.


Sudah begitu Mama dari bayi tersebut Tengah berdiri menatap tajam ke arahnya dan jangan salahkan dengan tubuh bongsornya itu jika menidih Adam pasti bakalan langsung kempes, Aida yakin jika menantunya itu pasti sudah membuat kesalahan yang begitu fatal dan entah nanti Bagaimana kejadiannya yang penting intinya ini sudah sangat menggemaskan.


"Adam, kamu ngapain di situ? Jangan aneh-aneh deh Itu anaknya orang Letakkan saja di situ Itu lihat mamanya sudah datang marah-marah, Jadi orang tua aneh-aneh sekali sukanya tukang cari masalah?"omel Aida membuat Adam membulatkan matanya sempurna karena dirinya sekarang sedang menggendong seorang bayi eh mertuanya menggendong seorang bayi pula dan pertanyaannya sebenarnya siapa yang benar di sini.


"Ibu ngapain gendong bayinya orang? Lihatlah ini bayinya kami seorang anak perempuan, letakan saja anak itu di tempat lain Nanti orang tuanya bakalan marah!"Adam terlihat memberikan kode kepada Aida agar segera meletakkan bayi mungil itu karena menurutnya anak yang ia gendong ini merupakan anaknya.


"Adam Coba sekarang kamu perhatikan anak yang sedang kamu gendong itu dengan wanita yang ada di belakang kamu, kalau ada perbedaan maka Ibu yakin itu merupakan anak kamu tetapi jika mereka sama maka kamu yang salah dan ibu bakalan melaporkan hal ini kepada Amira! "perintah Aida membuat Adam langsung menoleh seperti yang diperintahkan oleh mertuanya tadi dan dirinya langsung bergidik ngeri karena ternyata bayi dalam gendongannya itu Sama persis dengan wanita yang tengah ingin sekali menerkamnya saat ini.


"Mamamia aku telah melakukan kesalahan! "batin Adam.


"Aduh Nyonya minta maaf ya tadi itu saya kasihan bayinya menangis makanya saya gendong, maka dari itu saya menyerahkan kembali kepada anda karena Tenang saja saya bukan penculik bayi soalnya itu anak saya ada di dalam gendongan neneknya! "jelas Adam sambil menyerahkan bayi mungil itu pelan-pelan kepada ibunya dan segera berlari keluar sambil menunggu mertuanya agar membawa bayinya.


Aida bukannya tertawa malah menatap kesal ke arah menantunya itu soalnya Kok bisa ya masih muda sepikun itu, dan tidak bisa membedakan mana wajah anak sendiri dan juga anaknya orang lain.

__ADS_1


"kamu kalau bersikap seperti tadi itu terus maka kami bakalan berpikir kalau wanita itu merupakan Selingkuhan kamu, soalnya kamu tidak bisa membedakan mana yang merupakan anak kamu dan juga mana yang bukan!" Omel Aida sepanjang jalan dan membuat Adam hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil sesekali mencuri pandang ke arah anaknya yang sedang digendong oleh Aida saat ini.


"Ibu boleh aku gendong anakku sekarang, soalnya tadi aku sudah salah gendong takutnya dia merajuk dan tidak terima? "tawar Adam.


__ADS_2