Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Aida Drop


__ADS_3

Tepat seperti yang dikatakan oleh Dinda karena memang begitulah kenyataan yang tengah terjadi kepada Aida saat ini, wanita itu terlihat begitu pucat dan juga sangat tidak nyaman sebab suhu tubuhnya begitu meningkat tinggi.


Aida tadi sebenarnya ingin menghubungi Dina untuk meminta tolong agar wanita itu bisa segera datang ke rumahnya, sebab tubuhnya memang benar-benar sangat tidak nyaman dan sudah begitu pemandangannya sangat kabur tetapi dirinya benar-benar kehausan hanya saja kedua tungkai kakinya rasa-rasanya sulit untuk digerakkan.


Dina yang sudah tidak ingin memikirkan soal Adam sebab menurutnya anaknya itu sudah gede bisa mengurus diri sendiri, karena buktinya berselingkuh saja dirinya bisa masa iya mengurus istrinya tidak bisa kalau memang dirinya mau melakukan hal itu ya jangan menyesal jika Amira bakalan pergi lagi.


Amira yang sudah melihat Adam menjauh langsung terduduk di atas tempat tidur sambil menahan tangisnya, karena cinta membuat dirinya harus bisa mengeluarkan air mata dan karena cinta pula yang membuat ia harus bisa menekan egonya.


Amira tidak ingin menunjukkan kesedihannya itu di hadapan Adam sebab nanti pasti pria itu bakalan berpikir yang tidak-tidak, ya Meskipun kenyataannya seperti itu kalau sebenarnya Amira masih enggan memberikan kesempatan terhadap Adam karena trauma dikhianati dan juga trauma disakiti serta diabaikan itu Masih Membekas Di dalam ingatan.


Hanya saja kalau dirinya tetap di dalam pikiran seperti itu ya Otomatis tidak akan pernah melangkah maju lagi, dan juga mungkin lebih parahnya lagi anaknya lahir nanti bakalan tidak tahu siapa sebenarnya sosok Ayah kandungnya.

__ADS_1


Kini kedua orang tua Adam sudah tepat berada di depan rumahnya Aidah dan terlihat mobil wanita itu masih terparkir sempurna di garasi, dan juga lampu rumah yang sedang menyala tidak dimatikan sama sekali padahal Hari Sudah Siang dan Aida jarang sekali melakukan hal seperti itu yaitu membiarkan lampu tetap menyala karena menurutnya itu merupakan sebuah pemborosan.


pikiran aneh-aneh mulai berkecamuk dalam benak sepasang suami istri itu, apalagi yang mereka tahu bahwa Aida sekarang itu benar-benar sedang memikirkan soal putrinya dan juga tentang keberadaan Amira yang masih entah ada di mana ya meskipun sudah sempat mendengar dan juga memastikan kalau keadaan wanita itu sebenarnya baik-baik saja.


"Apa kita dobrak saja mas? soalnya aku cemas jangan sampai Aida kenapa-napa, apalagi lampu rumahnya pun tidak dimatikan sama sekali? "tanya Dina memastikan pendapat suaminya kira-kira mereka berdua bakalan sepaham atau tidak.


Sakti masih berusaha Tetap tenang dan tidak membuat kegaduhan di sekitar situ karena Takutnya nanti tetangga bakalan kepo dan juga Mulai melakukan sesuatu di luar kendali, apalagi sekarang peletnya benda persegi yang bernama ponsel itu sungguh sangat-sangat menjengkelkan karena kebanyakan orang bukan yang membantu orang lain yang sedang kesusahan eh mereka malah memvideokannya kemudian memasukkan ke dalam akun sosial media milik mereka yang berharap agar bisa menjadi viral.


Dina mendengus kesal ketika suaminya itu pasti bakalan selalu menolak saran yang diberikan olehnya, padahal tidak ada yang salah sama sekali dengan apa yang ia katakan tadi dan memang seharusnya seperti begitu.


"Aida kamu udah di dalam kan? Ayo dong buka pintunya pegel nih kakiku kalau dipakai buat berdiri terus, kalau memang kamu tidak mau membukanya Ya sudah biar aku dobrak sekarang juga kalau soal ganti rugi tenang saja nanti Mas Sakti yang bakalan tanggung jawab! "teriak Dina Dari pintu luar membuat suaminya itu menatap heran ke arah istrinya masa iya Dina yang mendobrak malah dirinya yang harus mengganti rugi.

__ADS_1


"aduh Mama kalau panggil ya panggil saja tidak perlu harus pakai menjual Papa segala seperti tadi, kalau memang Aida tidak menyahut Ya sudah nanti papa bakalan dobrak tetapi ingat ya kalau sekarang Papa yang dobrak berarti mama yang harus tanggung jawab! "ujar Sakti sambil mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu rumahnya Aida.


Sakti sebenarnya sedikit kewalahan karena biar bagaimanapun pintu rumahnya Aida itu sangat lebar kemudian Sangat kokoh, Jadi kalau menggunakan tenaga yang alay dan juga biasa saja Percayalah sampai itu kucing ada tanduknya pun tidak akan pernah terjadi.


"Ya sudah apa-apa didobrak saja ini sudah tidak ada yang merespon dari dalam takutnya kita nanti terlambat atau mungkin bisa dibilang Aida bakalan kenapa-napa, papa kalau terlalu lama pikir Mama beneran teriak tetangga nih supaya cepat datang dan melakukan pertolongan pertama dengan segera mungkin! "omel Dina yang tidak suka dengan sikap suaminya yang menurutnya terlalu lelet tentu saja hal itu bakalan selalu saja mempengaruhi aktivitas seseorang.


"Ya sudah Mama pergi Panggil sudah para tetangganya tidak perlu harus banyak ngomong lagi kan, mau tidak cepetan ketemu dengan Aida dan juga segera memastikan keadaannya? "omel Sakti yang sudah capek mendengar ocehan dari istrinya yang sepertinya tidak punya jeda sedikitpun sampai-sampai orang lain yang mendengarkannya pasti bakalan merasa sedikit emosi tetapi mau bagaimana lagi semua sudah terjadi yang penting intinya hanya satu yaitu Dina segera menjauh agar suaminya bisa segera melakukan eksekusi.


"eh mas saya bisa minta tolong tidak? tenang saja itu nanti buburnya bakalan saya borong sekalian dengan gerobak dan juga Masnya, hanya untuk sekarang ini tolong ya Bantu suami saya dong mau membuka pintu rumah teman saya soalnya ditelepon tidak diangkat kemudian dipanggil tidak dijawab sama sekali padahal lampu masih dalam keadaan menyala? "tawar Dina membuat Sakti Hanya bisa menggelengkan kepalanya sebab menurutnya Ia yang bekerja keras siang dan malam saja masih menyayangkan kalau keluar uang tanpa sebab dan juga akibat eh istrinya itu malah menawarkan kepada orang lain seolah-olah tidak punya beban sama sekali.


Tukang bubur itu Ya jelas aja menyambutnya dengan begitu antusias soalnya kapan lagi ada orang bakalan melakukan hal Royal itu kepadanya, karena Kebanyakan orang jika mau beli bubur terus ada kembalian beberapa ratus perak pasti akan langsung dingin minta.

__ADS_1


"Saya lagi tidak sedang mengikuti acara televisi kan? Atau mungkin saya lagi di prank begitu, soalnya itu bubur saya semuanya berjumlah 150.000 Jadi kalau Mbaknya mau mengeluarkannya sekarang juga ya mungkin dengan mudah saya bisa membantu apa yang mau dilakukan saat ini?"ternyata nepotisme itu masih selalu ada karena buktinya orang baku melakukan apapun yang terbaik di dalam kehidupannya yang penting intinya apa yang mereka harapkan itu bakalan langsung berjalan sesuai dengan kenyataan.


__ADS_2