Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Diam saja


__ADS_3

Adam ingin melayangkan protes kepada Tania hanya saja syukurnya Karena Wanita itu sudah pergi sekarang Coba kalau masih berada di hadapannya, tidak menutup kemungkinan dia bakalan mengajaknya berdebat karena sudah membuat suasana hatinya Amira sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.


hanya saja ketika menjelaskan sesuatu sedangkan suasana hatinya Amira sedang tidak baik-baik saja lebih baik tidak usah sama sekali daripada percuma, bukan karena ingin membiarkan masalah ini berlarut-larut hanya saja sepertinya lebih baik biarkan Amira tenang dulu nanti setelah itu barulah mereka berdua berbicara tentang apa yang terjadi hari ini.


Amira tetap memasang tatapan datarnya ketika Adam sudah masuk ke dalam mobil Untuk mengantarkan mereka pulang, pria itu terlihat ingin berbicara dengan istrinya tetapi masih saja takut-takut soalnya ibu hamil itu kalau marah bakalan berkepanjangan dan tidak akan pernah mengenal sesuatu yang setengah-setengah. l


"Percuma saja tadi datang ke sini kalau akhirnya hanya mendapat tontonan yang tidak jelas, katanya sudah berubah dan juga katanya tidak pernah lagi melakukan hal aneh di luar sana tetapi sepertinya itu hanyalah Janji Manis yang tidak ada gunanya sama sekali! "ujar Amira menyindir suaminya karena memang tidak ada niatan untuk berbicara dengan secara langsung sebab itu hanya akan membuang-buang tenaga.


"Ya sebenarnya tidak masalah juga kan Karena orang itu hanya ngomong saja namun kenyataannya tidak seperti begitu, Tetapi kalau misalnya kita merespon nanti dianya tambah besar kepala dan mengira kalau kita tidak bisa melakukan sesuatu keinginannya!" ujar Adam membuat Amira benar-benar merasa kesal padahal kan kalau suaminya itu lebih baik diam terus berbicara sedikitpun tetapi kenyataannya berbanding terbalik.


Amira memilih tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh suaminya itu toh nanti juga pasti bakalan capek sendiri, karena sejak kapan yang namanya Adam itu bakalan mengakui kesalahannya jika Amira tidak marah-marah dulu terlebih dahulu dan juga jika Amira ngambekan dan juga ingin minggat.


Adam yang sudah melihat istrinya cuek memilih juga ikutan cuek masa iya sudah menjelaskan capek-capek tetapi tidak dihargai sama Sekali, ya Meskipun dulu Adam yang pernah di posisi itu tetapi untuk sekarang rasanya sudah sangat tidak mungkin ada niatan untuk melakukannya maka dari itu daripada masalahnya tanpa berat memilih untuk aman Bukankah hal yang terpuji.


"Ya Tuhan Semoga kedepannya Aku tidak pernah bertemu dengan wanita-wanita pembawa sial di dalam kehidupanku lagi, kalau tidak ya seperti ini baru 1 jam lalu balikkan dan juga maaf-maafan sekarang sudah ada lagi masalah yang terbaru di dalam hidupku! " omel Adam dalam hati yang benar-benar merasa kesal mengingat kedatangan Tania tadi dalam kehidupannya.

__ADS_1


di rumah Aida tidak tahu apapun kalau sebenarnya kedua anaknya itu sedang bertengkar saat ini, karena tadi terlihat mood Amira dalam keadaan baik-baik saja Jadi kalau misalnya sekarang sudah berubah ya itu pasti karena ada hal-hal yang sangat tidak diinginkan.


"kurang ajar semuanya kenapa sih harus bertemu dengan wanita itu yang juga dengan tiga-tiganya merendahkan Harga Diriku, Adam kenapa sampai mau dengan dia padahal jelas-jelas aku lebih dari segala-galanya dan juga lebih unggul jika di perhatikan dengan begitu baik! "Tania begitu tersulit emosinya ketika mengingat apa yang terjadi kepadanya dan juga mengingat semua perkataan yang dilontarkan oleh Amira tadi.


"kamu Kenapa baru datang terus marah-marah, Tadi katanya pengen jalan-jalan melepaskan suntuk eh tau-taunya saat pulang malah lebih parah?"tanya Kania yang merupakan adik dari Tania karena dirinya merasa heran dengan kelakuan Sang kakak yang tiba-tiba datang kemudian menghancurkan semua barang-barang yang ada di situ.


Tania menatap nyalang ke arah adiknya itu karena menurutnya Kania itu masih kecil tidak perlu harus banyak bertanya lagi dan juga mencari tahu masalah orang dewasa, cukup dengan makan dan tidur serta urus masalah pribadi menurutnya itu adalah hal yang lebih baik.


"kamu itu masih kecil Kenapa sih harus terlalu ikut campur dengan urusan orang dewasa, pergi dari hadapan ku jangan pernah muncul lagi atau aku bakalan marah! "usir Tania membuat adiknya itu merasa heran dengan perubahan sikap kakaknya karena setahunnya tadi dalam keadaan baik-baik saja tidak datang terus marah-marah seperti saat ini.


"ya salah aku kan tidak pernah ingin ditanyakan sama kamu soalnya mau tanya seperti Apapun masalahmu tidak akan pernah beres Yang ada tambah parah, karena kamu itu masih kecil tidak bahkan pernah bisa memberikan solusi yang terbaik makanya aku suruh kamu untuk pergi saja tidak usah terlalu bercampur dengan urusanku! "ujar Tania yang sebenarnya secara tidak langsung sudah melampiaskan emosi yang telah ia rasakan terhadap Amira kepada adiknya itu padahal jelas-jelas Kania tidak salah sama sekali.


"Ya sudah kalau begitu aku juga tidak akan pernah peduli dengan urusan kalian apapun itu dan juga jangan pedulikan semua urusanku nantinya, kalian itu orang dewasa susah sekali loh untuk menyelesaikan masalah dengan kebahagiaan untuk berpikir dengan baik supaya lebih terlihat berkelas! "Omel Kania tidak terima dan memilih ya pergi dari situ daripada berbicara terus tetapi tidak ada yang menghargai keputusannya sama sekali.


Dina dan juga Sakti saat ini sudah berada di rumah mereka tetapi sebenarnya Dina itu hanya terpaksa menunjukkan kepada semua orang kalau kondisinya baik-baik saja, Percayalah sebenarnya kesadarannya itu sudah mulai berkurang tetapi entah kekuatan dari mana wanita itu selalu menampilkan senyuman di wajahnya menyiratkan bahwa semua orang tidak perlu khawatir dengan kondisinya.

__ADS_1


"kamu baik-baik saja kan, Kalau sudah tidak mampu lagi dan juga sudah merasa pusing sekali lebih baik kita kembali ke rumah sakit? supaya di sana kamu bisa diperiksa kembali seperti kemarin-kemarin dan juga mau memastikan kira-kira langkah terbaik apa yang harus kamu ambil, kalau soal Amira kamu lihat sekarang kan dia sudah baik-baik saja dengan anak kita dan juga kita tidak perlu cemas ataupun memikirkan kondisi Aida nya lagi soalnya sekarang yang paling terpenting adalah bagaimana caranya agar bisa memastikan kalau kamu baik-baik saja dan juga kita melakukan sesuatu Sebelum terlambat!"tawar Sakti yang sudah tidak ingin berdiam diri dan melihat kondisi istrinya seperti itu apalagi wajah Dina yang sudah mulai pucat seperti tidak ada aliran darah sama sekali.


Dina memaksakan senyuman di wajahnya karena menurutnya sekarang Bukan saatnya pergi berkunjung kepada dokter yang bertugas, melainkan dirinya harus beristirahat dengan begitu baik sebab kondisi tubuhnya ya sekarang memerlukan hal tersebut karena kalau memaksakan diri dengan melakukan sesuatu yang merugikan itu sama saja bakalan membunuh umur secara perlahan.


"aku baik-baik saja Mas Jadi kamu tidak perlu cuma seperti itu, nanti kalau misalnya aku sedang tidak baik-baik saja aku pasti bakalan ngomong kok tidak akan diam seperti ini! "jelas Dina tetapi Sakti bukanlah anak kecil yang bisa begitu saja dengan kebohongan yang sedang dilakukan oleh istrinya itu.


"Kamu itu maunya apa sih? kemarin-kemarin disuruh berobat Alasannya karena masalah anak-anak belum kelar, setelah sekarang mereka sudah kembali kamu tidak mau melakukan hal ini dan itu hanya untuk mendapatkan kesehatan kamu lagi? kalau memang kamu sudah tidak ingin bersama kami lagi ya sudah ngomong, biar aku tahu kalau sebenarnya Istriku itu sudah tidak menyayangi suami dan juga anak-anak serta cucunya yang bakalan lahir tidak lama lagi! "Sakti bukan ingin bersikap kasar dan juga membuat Dina merasa tertekan hanya saja untuk saat ini sepertinya memang itu merupakan satu-satunya jalan yang harus ia pilih.


Sakti bukanlah tipe seorang suami yang tidak pernah mengerti dengan kondisi kesehatan istrinya dan juga kondisi psikis istrinya yang bisa dibilang sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja,hanya saja untuk saat ini kalau misalnya diam kemudian tidak melakukan apapun lebih baik ia tidak usah saja menikah dengan wanita itu dulu supaya tidak pernah mengetahui masalah yang terjadi di kemudian hari.


"Aku itu merasa baik Kalau misalnya aku sudah tidak kuat lagi aku pasti bakalan ngomong kok ke kamu, tetapi kalau misalnya sekarang aku dalam keadaan baik-baik saja terus kamu paksa ke rumah sakit ya itu sama saja melakukan satu hal yang tidak ada gunanya sama sekali kan? "ujar Dina membuat suaminya itu benar-benar menatap tidak percaya ke arah istrinya yang terlihat begitu santai padahal Sebenarnya ada penyakit serius yang sedang ia derita.


"Oke melalui kasat mata Semua orang pasti yakin kamu baik-baik saja, Tetapi bagaimana dengan semua pemeriksaan yang sudah pernah kita lakukan sebelumnya? Apa kamu masih berbohong kalau alat-alat medis yang pernah melakukan pemeriksaan itu sebenarnya bukanlah sebuah hal yang serius, hanya saja terlalu menanggapinya secara berlebihan padahal kamu baik-baik saja dan alat medis itulah yang berbohong? "tanya Sakti dengan tatapan menyelidik membuat Dina menatap ke arah lain Sebab tiba-tiba pandangannya itu sedikit mengabur tetapi syukurlah karena ia sempat berkilah dan memilih untuk pergi ke kamar karena harus beristirahat jika tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan .


"Selalu saja seperti ini ketika ingin diajak berbicara serius pergi begitu saja tidak menghargai apapun yang orang lain katakan, seolah-olah di dunia ini hanya kamu sendiri saja yang hidup dan orang lain itu sudah tidak ada lagi jadi kamu tidak pedulikan sama sekali setiap perkataan mereka! "sarkas Sakti kasar karena ia belum selesai bicara tetapi terlihat Dina malah pergi meninggalkannya.

__ADS_1


__ADS_2