
Adam dan juga keluarganya kini telah sampai negara yang berjulukan negeri Singa itu, Mereka pun langsung Segera membawa dunia ke salah satu rumah sakit yang terbesar di situ, sebab kondisi wanita tersebut sekarang belum sadarkan diri juga padahal ini sudah hampir seharian.
Sakti terlihat berusaha tegar dan juga tetap kuat karena kalau tidak ya seperti ini sudah, maka dari itu lebih baik berusaha untuk Tetap tenang karena Bukankah dirinya juga sudah bergerak dengan cara membawa istrinya ke tempat ini untuk melakukan pengobatan agar ada perubahan.
Kebetulan semua pihak-pihak yang diperlukan sudah stand by di bandara jadinya saat mereka sampai mereka langsung membawa Dina, sedangkan Adam nanti menyusul dari belakang karena ia harus menghubungi istrinya yang pastinya menunggu kabar terbaru darinya.
Adam tahu kalau mengurus Mamanya juga merupakan hal yang penting Tetapi kondisi istrinya juga membuat dirinya membutuhkan perhatian ekstra, jadi sekarang terlebih dahulu dirinya harus memberi kabar kepada Amira tentang kondisi terbaru dari Mamanya itu.
Amira yang kebetulan sedang beristirahat dikejutkan dengan suara ponselnya, maka dari itu wanita itu segera meresponnya dan tersenyum ketika tahu bahwa ternyata sekarang suaminya yang sedang menghubunginya.
"Iya Hallo Mas, gimana sudah sampai di sana? keadaan Mama kayak gimana sekarang, Memangnya dia sudah sadar?"tanya Amira penasaran.
"Ya seperti itulah belum ada kemajuan sama sekali bahkan bisa dibilang tidak bisa diharapkan sama sekali untuk bisa segera bangun, Tadi Papa sudah diantar sama anak buah dari rekan bisnisnya menuju ke sana!"jelas Adam membuat Amira hanya bisa menghela nafasnya secara perlahan karena ternyata mertuanya itu memang belum sadarkan diri sama sekali.
__ADS_1
"Astaga aku pikir mungkin sudah dalam perjalanan ke sana dan memakan beberapa waktu lamanya Mama sudah sadar, tetapi belum ya semoga saja setelah ditangani oleh orang yang tepat dia bakalan mengalami perubahan. "ujar Amira yang benar-benar merasa Terpukul dengan keadaan dari mertuanya untuk saat ini.
"Semoga saja! Bagaimana keadaan kamu di sana kira-kira ada yang mengganggu kamu atau tidak, atau lebih baik Mas suruh itu apa namanya Rangga menunggu kamu di sana supaya Jangan sampai ada orang-orang yang tidak bertanggung jawab datang mengganggu kamu kan ada yang sudah menjaga? "tawar Adam yang sebenarnya sengaja menempatkan asistennya itu di rumahnya Amira supaya pria tersebut bisa berjaga-jaga takutnya jangan sampai nanti ada Daniel yang datang mengganggu.
Amira tersenyum mendengar tawaran yang diberikan oleh suaminya itu dan bersyukur dari Rangga tidak ada di situ, kalau tidak apa yang dilakukan oleh pria itu kepada Franda yang sudah mengganggu ketenangannya dan juga Aida.
"sepertinya terlalu berlebihan deh! Soalnya Memangnya manusia Siapa sih yang bakalan mengganggu ketenangan kami di sini, terus kalau misalnya mereka datang masa iya kami bakalan diam saja dan tidak bisa melawan? "jelas Amira.
Amira tahu kalau suaminya itu jika sudah memiliki pendirian yang kokoh maka tidak akan pernah bisa untuk dicegah, hanya saja terkadang kalau terlalu berlebihan juga rasanya membuat tidak nyaman.
"Bukankah itu terlalu berlebihan Mas, dan juga aku rasa nantinya kamu yang bakalan mengalami kesulitan lho? Lagian aku di sini akan baik-baik saja kalau memang kamu takut Oke selamat kamu di sana Aku tidak bakalan keluar rumah, yang penting Intinya kamu jangan merasa cemas di sini Percayalah kalau istri kamu itu bakalan menjaga diri dengan begitu baik dan menunggu suami tersayang untuk pulang!"Amira sengaja mengatakan kata-kata yang manis seperti itu agar mungkin pikiran suaminya begitu tenang.
Adam merasa terbang melayang ketika mendengar kata-kata yang dilontarkan oleh istrinya itu, dan dirinya juga begitu senang ketika akhirnya Amira sudah mulai perlahan kembali seperti dulu keceriaannya dan juga bentuk perhatiannya.
__ADS_1
"Wah kalau kamu bersikap seperti begini terus, Mas pastikan bakalan langsung pulang sekarang juga! jadi jangan ngomong yang aneh-aneh ya atau beneran loh bakalan langsung jalan sekarang juga, soalnya Siapa sih yang tidak dibuat melayang dengan kata-kata pujangga yang begitu cantik diseberang sana!" Goda Adam.
"Ya sudah Mas ayo pergi nyusul Papa supaya mungkin kamu bisa membantu Papa atau mungkin sekedar menghibur dia, kasihan loh soalnya wanita yang selama ini menemani dia puluhan tahun harus seperti begitu keadaannya kan dia memang ngomongnya kuat tetapi di dalam hatinya kan kita tidak tahu?" Bujuk Amira.
"Baiklah kalau begitu sekarang juga Mas bakalan pergi menyusul Papa di sana, kamu baik-baik ya ingat kalau ada apa-apa langsung kasih kabar atau mungkin langsung ngomong kepada Rangga tetapi jangan terlalu dekat dengannya!" Ujar Adam.
"ya Mana bisa kalau mau minta tolong terus-terusan dekat dengan orangnya secara langsung terus nanti kalau ngomongnya pakai apa coba, kamu ini ngadi-ngadi saja deh pikirannya masa iya mau minta tolong sama orang terus kitanya malah sombong gitu?" Omel Amira.
Adam tertawa Lalu setelah itu meminta izin kepada istrinya untuk segera mematikan panggilan tersebut dan menyusul Papanya, dan Sesampainya di sana dirinya begitu Terpukul ketika melihat Papanya sedang duduk di depan sebuah ruangan.
"Papa, Mama ada di mana sekarang? Apa sudah bertemu dengan dokter dan memastikan keadaannya secara langsung, atau mungkin mereka sedang melakukan pemeriksaan?"tanya Adam penasaran.
"Mama kamu masih ada di dalam ruangan pemeriksaan itu dan dokter sedang memastikan keadaannya secara langsung serta mengecek kira-kira sel kanker itu sudah menyebar sampai di mana, berdoa saja semoga baik-baik saja dan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan dan juga semoga Mama bisa bertahan sampai sejauh manapun!"Sakti tahu dirinya sebenarnya tidak boleh mengatakan kata-kata putus asa seperti itu hanya saja manusia yang tidak luput dari yang namanya seperti itu yang terjadi kepada Dina saat ini jadi harusnya ia pasrah dan juga siap menerima apapun yang terjadi kedepannya.
__ADS_1