Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Akhirnya


__ADS_3

Oeee Oeee...


suara itulah yang terdengar saat ini di telinga Aida dan juga Surti yang sedang berada di luar ruang persalinan menunggu Amira, kalau ditanya soal keberadaan Adam jawaban mereka pasti sama saja yaitu pria itu sama tidak berguna dan juga percuma saja menjadi seorang Ayah.


Adam waktu tadi saat pertama kali datang ke rumah sakit sebenarnya sudah menemani Amira di dalam ruangan persalinan, karena tidak sampai Wanita itu sudah masuk ke pembukaan yang genap jadi tidak perlu menunggu lama lagi karena segala sesuatu sudah.


ketika Adam melihat Amira selalu meringis kesakitan dan juga ada darah yang keluar dari Jalan lahir membuat pria itu rasa-rasanya ingin mual, Lalu setelah itu kedua kaki dan juga tangannya terasa begitu lemas seolah-olah tidak mampu lagi menopang beban tubuhnya dan akhirnya pria itu pun pingsan.


dokter dan perawat yang ada di Sana hanya bisa menggelengkan kepalanya Karena sekarang pekerjaan mereka bertambah lagi, selain mengurusi Amira yang sedang berhenti kesakitan harus mengurus suami dari wanita itu yang tengah tergeletak tak berdaya.


"suster Tolong panggilkan satpam untuk menyeret suami yang tidak berguna ini sebab melihatnya saja membuat rasa sakitku sepertinya tambah parah, mungkin dengan tidak melihatnya aku bakalan langsung melahirkan saat ini juga! "perintah Amira Jengah dengan sikap suaminya karena Bukannya datang ke tempat itu dan memberikan kekuatan kepadanya malah sekarang dirinya sudah tidak sadar.


"Ya begitulah kebiasaan suami, saat melakukannya kedua matanya itu terbuka lebar-lebar tetapi saat menikmati hasilnya kebiasaan seperti begini pura-pura tidak sadar supaya tidak ikutan dianiaya istri! "omel dokter yang memang ini merupakan kebiasaannya kalau melihat para suami yang tidak bertanggung jawab dan juga tidak bisa menenangkan istri ketika merasakan sakit yang begitu sangat.


Ada suami yang sangat bagus pertahanan tubuhnya ya sangat kuat sehingga selalu menemani istrinya bahkan rela dijadikan samsak hidup ketika sakit mendera pasti istrinya itu bakalan melakukan hal yang gila, mulai mencakar tangannya menarik rambutnya begitu kuat bahkan sampai kancing bajunya pun jadi terlepas.

__ADS_1


Amira mengacungkan kedua jempolnya meskipun rasa sakit bagian perut dan juga pinggangnya seperti Mau patah, karena menurutnya Adam itu percuma tadi dari rumah sudah melupakan keberadaan ibunya dan juga Surti dan sekarang sampai di rumah sakit bukannya mengerti dengan kondisi istrinya malah harus istrinya yang mengerti dengan kondisinya.


Aida merasa heran ketika melihat ada dua orang satpam yang masuk di dalam ruangan bersalin, tidak perlu cemas karena Amira sudah ditutup dengan kain maka dari itu mereka tidak bisa melihat apapun yang mereka lihat hanyalah sosok seorang pria bertubuh tegap dan juga besar yang tengah tidak sadarkan diri di bawah lantai.


"loh kok ada satpam ya masuk ke dalam ruangannya Amira, Memangnya mereka mau mengamankan siapa? Masa iya bayi baru lahir langsung disuruh pergi kan tidak mungkin, Wah ada-ada saja peraturan rumah sakit ini! "omel Aida tidak terima.


Surti membulatkan matanya sempurna ketika melihat kedua pria yang berpakaian serba hitam tadi masuk ke dalam ruangan bersalin hanya untuk membopong tubuh Adam, dirinya bahkan menggoyang tubuh Aida agar segera melihat keadaan Adam saat ini dan saat itu pula Aida mendengus kesal.


"Pak usahakan kasih tidur dia di ruangan jenazah saja soalnya sepertinya teman-temannya ada di sana, masa iya datang untuk menemani istri malah dia teler lebih dulu! "perintah Aidah membuat kedua satpam itu hanya tertawa karena merasa lucu.


Aida sangat menyayangkan di momen seperti ini tidak ada Dina di sampingnya, Coba kalau ada pasti wanita itu bakalan antusias sekali sebab dirinya sudah lama menunggu sosok cucu hadir di dalam keluarga Adiguna.


"Ah Dina Coba kalau kamu ada di sini pasti kita bahagia bersama melihat cucu kita hadir ke dunia ini, Kamu kenapa sih betah sekali tidur Memangnya Apa sih yang sedang kamu mimpikan sampai-sampai tidak mau bangun?" Batin Aida sambil menitikan air matanya karena memang tidak menyangka dengan apa yang terjadi.


"sabar ibu, yang penting intinya Nyonya Dina Masih bersama kita karena suatu saat pasti dia kembali dan bertemu si kecil! "bujuk Surti yang sangat paham dengan perasaannya Aida saat ini yang tentunya begitu terluka sebab keluarga mereka tidak lengkap dan juga ada yang harus masih tertidur di ranjang pasien.

__ADS_1


"Wah Selamat ya Ibu, anaknya tampan sekali kulitnya pun putih bersih mirip sama Bapak dan juga Ibunya!"dokter tersebut menyerahkan bayi mungil yang masih kecil dan juga kulitnya yang berwarna merah dengan hidungnya yang begitu bangir kepada Amira membuat wanita itu menitipkan air mata karena tidak percaya jika anaknya sekarang sedang bersamanya.


Anak yang dulu ya bawa pergi dalam keadaan masih berbentuk biji jagung hanya untuk menghindari perbuatan Papanya, kini sudah ada di dalam dekapannya dengan wajahnya yang begitu menggemaskan menggambarkan perpaduan antara dirinya dan juga Adam dan menunjukkan kepada semua orang kalau itu merupakan hasil kerja keras mereka berdua.


"Welcome to the world my baby boy! Sehat selalu Nak, jangan jadi anak yang nakal seperti papa kamu ya Dan kalau misalnya kamu mau mencari dia sepertinya ditunda dulu soalnya itu orang lagi menghilang Ditelan Bumi! "sempat-sempatnya Amira mengajak bayi mungil itu bercanda karena memang keadaan mereka sekarang itu sangat menggelikan tidak ada suami yang menemani tidak ada suami yang berbahagia padahal dari awal harapannya Ya seperti ini ada Adam yang selalu menemaninya.


"permisi Nyonya, Kami mau membawa anak anda untuk dibersihkan nanti kalau ada keluarga yang di depan bisa kami suruh untuk ikut! "ujar perawat tersebut membuat Amira ingin sekali menangis karena dirinya ini masih bersama dengan anaknya itu melepaskan rindu.


"Apa bisa beberapa menit lagi soalnya aku masih sangat ingin memandang wajahnya yang begitu Teduh, nanti Tolong panggilkan Ibu ke sini saja biar aku bakalan ngomong sama mereka? "minta Amira penuh permohonan.


Aida masuk sambil membersihkan air matanya yang dari tadi seolah tidak mau berhenti untuk turun, dirinya begitu bahagia ketika melihat bayi mungil di dalam dekapannya Amira.


"Ya Tuhan akhirnya di usia yang seperti begini Aku punya cucu juga, anak Kamu cewek apa cowok si Amira Soalnya Ibu penasaran loh? "tanya Aida mau memastikan.


"Baby Boy, Nenek!"sahut Amira sambil tersenyum.

__ADS_1


"Wah keren dong akhirnya kita punya sosok superhero yang akan menjaga kita berdua, tapi sayang bapaknya penakut sampai-sampai masa iya istri melahirkan suaminya malah pingsan! "omel Aida.


__ADS_2