
Amira tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh suaminya ketika melihat dirinya memberikan perintah seperti itu dan juga bisa dibilang sangat keterlaluan sih, hanya saja mau bagaimana lagi ketika permintaan seperti itu menggebu-gebu di dalam benaknya Padahal selama ini Amira itu orangnya paling simple di dalam kehidupannya yaitu tidak pernah meminta sesuatu secara berlebihan kemudian selera makannya pun tidak terlalu sulit layaknya kebanyakan Wanita hamil lainnya.
Adam tidak mungkin memarahi istrinya itu jika sebenarnya kalaupun Amira itulah masih sebatas wajar, soalnya selama ini kan istrinya itu juga tidak terlalu meminta sesuatu yang sangat di luar Nalar maka dari itu sangat masuk akal dan juga tidak terlalu bermasalah jika semuanya itu masih bisa di handle.
"Kamu kenapa wajahnya seperti itu mas, mau marah atau mau tertawa dengan apa yang aku lakukan tadi ya sudah terserah saja karena aku tidak ada niatan kok buat marah-marah? "wajar Amira yang terlihat begitu santai sambil menunggu pesanannya yang menurutnya sangat terlalu lama padahal Percayalah kalau si utun di dalam perutnya itu lagi mengamuk meminta untuk dikasihani sebab sudah sangat kelaparan minta ampun.
Adam memaksakan senyuman di wajahnya karena memang dirinya tidak ada yang niatan untuk melakukan semua itu mau tertawa pun rasanya sangat tidak berguna, karena istrinya itu pasti bakalan langsung tersinggung Padahal tadi dia yang menyuruh maka dari itu sebelum terjadi lebih baik di waspadai saja dari awal.
"tidak ada kok yang mau ditertawakan apalagi harus memperlakukan kamu seperti aku dikatakan tadi karena menurut Mas itu masih batas wajar dan juga tidak ada masalahnya sama sekali, jadi lebih baik kita tunggu saja pesanan kamu soalnya sepertinya sebentar lagi Bakalan datang dan nanti kalau misalnya sudah tidak mampu jangan dipaksakan diri ya takutnya jangan sampai kamu alergi! "bujuk Adam soalnya saya tidak masuk akal Ketika istrinya itu memesan makanan dalam kursi jumbo yang bisa dibilang isinya itu sangat fantastis jumlahnya di dalam.
"Nah lain kali harus seperti itu kalau aku ngomong kamu tidak boleh menjawab apalagi mencoba untuk menertawakan ku karena aku pasti bakalan marah besar, soalnya masa iya hanya ngomong seperti itu saja kalian tampaknya heboh sekali padahal sebenarnya biasa-biasa saja. "nah tuh kan untuk menjaga Adam tidak tertawa tadi Kalau tidak bisa jadi masalah besar Padahal tadi Amira sudah menyuruh dirinya untuk berbuat sesuka hatinya menurut pemikirannya tetapi sekarang malah membahas soal rasa tersinggung dan sebagainya maka dari itu Syukurlah kalau ia mewaspadai dari awal karena jika tidak bisa bahaya urusan nantinya.
"Permisi mbak ini pesanannya! "ujar pelayan restoran tersebut sambil menyajikan makanan di dalam piring dan juga satu buah nampan besar yang berwarna biru sesuai dengan keinginan dari Amira sehingga terlihat semua tempat makan yang ada di mejanya itu berbeda dengan tempat orang lain yang seperti biasanya Tidak ada perubahan sama sekali.
"Wah Lain kali itu harus memang seperti ini kalau misalnya orang-orang minta sesuatu yang berbeda harus kalian siapkan juga tidak perlu harus diomeli dulu, tetapi Intinya saya suka sesuatu yang berbeda Lain kali kalau bisa simpankan piring-piring untuk saya khusus seperti itu ya soalnya supaya kalau saya datang kalian sudah tahu. "Adam tidak tahu lagi harus bagaimana untuk mencegah istrinya berbuat terlalu lebay dan juga rasa-rasanya sangat berlebihan Takutnya nanti istrinya itu bakalan jadi bahan candaan dari semua orang atau bisa dibilang dirinya bakalan menjadi bahan olok-olokkan Soalnya dari tadi semua orang pada senyum-senyum dan menatap ke arahnya.
__ADS_1
"Oh Tenang saja karena sebenarnya kami juga punya beberapa klien yang lain ya seperti Mbak saat hamil, jadi ini bukanlah sebuah perkara yang begitu sulit yang bisa kami kabulkan karena memang tempat umum seperti begini kan kita harus menyediakan segala sesuatu sesuai dengan keinginan pelanggan! "jelas mereka membuat Amira mengacungkan kedua jempolnya pertanda setuju dengan pemikiran semuanya soalnya Ya memang harus seperti itu.
Kini pasangan suami istri itu Tengah sibuk dengan menghabiskan kepiting saus Padang dalam porsi jumbo yang bisa dibilang sangat tidak masuk akal tetapi bagi seorang wanita hamil yang sangat masuk akal, Adam bahkan berkali-kali menengak salivanya kasar Karena jarang makan istrinya itu seperti seseorang yang tengah kesurupan dan juga akibat tidak makan selama beberapa hari lamanya sampai-sampai buru-buru untuk menghabiskan semuanya agar bisa merasa kenyang dan juga tidak kelaparan lagi seperti saat yang tadi mereka datang ke tempat ini.
"Sayang pelan-pelan saja dong, tidak ada lho yang mau mengambil makanan ini dari kamu! nanti kalau misalnya masih kurang kita bakalan pesan lagi supaya mungkin kamu merasa lebih puas ya Meskipun ini ssangat banyak tetapi kalau mau lagi ya mas tidak bakalan keberatan kok Untuk memesannya Sekali lagi, hanya saja tolong Makanya pelan-pelan jangan seperti itu nanti kamu bakalan tersedak dan takutnya bakalan kenapa-napa loh!"ujar Adam mengingatkan istrinya itu tetapi terlihat Amira sepertinya Masa bodoh soalnya perkataan suaminya itu dianggapnya sebagai angin lalu karena apa yang ada di hadapannya ini lebih menggugah selera daripada harus mendengarkan celotehan yang hanya membuat kepala sakit.
"kamu diam dan bantu aku menghabiskan semuanya daripada kamu harus ngomong tidak jelas seperti itu padahal jelas-jelas Makanan ini sangat nikmat dan membuat orang lain pasti bakalan mengiri karena melihat aku makan sebanyak ini, tetapi kalau misalnya kamu tidak berminat Ya sudah lebih baik diam saja jangan banyak ngomong deh soalnya aku mumet mau mendengarkan kamu bicara atau memilih untuk melanjutkannya." omel Amira.
Tanpa mereka berdua sadari kalau sebenarnya dari tadi setiap pergerakan yang dilakukan terlihat dengan jelas oleh seorang wanita yang mengepalkan tangannya menahan emosi, pasalnya selama bersama dirinya Adam tidak semanis itu dalam bersikap bahkan terkesan seperti dingin dan juga cuek serta tidak peduli dengan apapun yang ia lakukan namun berbeda dengan wanita yang ada di hadapannya saat itu ya Meskipun hanya kelihatan dari arah punggungnya saja tetapi membuat wanita itu sudah sangat tidak suka sama sekali.
"Oh Tuhan ternyata ini sungguh sangat melegakan dan juga sangat mengenyangkan serta membuat aku benar-benar puas, nanti Minggu depan kita datang ke sini lagi ya kita pesan kerang dalam porsi jumbo Soalnya aku yakin itu pasti enak dan juga membuat si utun tambah mendapatkan gizi yang begitu banyak! "pinta Amira membuat Adam mencubit gemas hidung istrinya itu Adam nya memang merasa lucu dengan permintaan yang diberikan sebab menurutnya terlalu heboh Padahal tidak perlu juga kan harus seperti itu karena mau meminta kapan saja pun suaminya itu pasti bakalan mau dengan senang hati menemaninya.
"Aku pasti akan memberikan Apapun yang kamu inginkan tanpa terkecuali yang penting intinya kalau kamu mau menyukai sesuatu bicara saja, sebab sebagai seorang suami ya sudah menjadi kewajibanku untuk melayani Apapun yang kamu inginkan dan juga melayani segala sesuatu yang menjadi kebutuhan kamu! "jelas Adam membuat Amira tersenyum tetapi kemudian memilih untuk pergi ke kamar mandi soalnya mungkin karena kepiting saus Padangnya agak pedas maka dari itu membuat dirinya terlalu banyak meminum air dan akibatnya kandung kemihnya seolah-olah ingin selalu dikeluarkan isi dalamnya apalagi dengan kehamilannya yang sebesar itu.
"Mas kamu tunggu di sini Bila perlu langsung dibayar saja soalnya Setelah itu kita langsung pulang, soalnya aku mau ke toilet dulu tehnya kantong Tengah aku sudah terlalu full dan si utun sudah merasa berat! "jelas Amira sambil terkekeh geli soalnya karena cara makannya Yang seabsurd itu membuat dirinya langsung tepar.
__ADS_1
"Ya sudah hati-hati nanti kalau bisa jalannya pelan-pelan takut jangan sampai ada banyak orang di dalam sana Dan juga...
"Astaga Mas istrimu ini bukan anak kecil lagi jadi mau pergi kemanapun juga harus diomong dulu, aku ini sudah calon Mama loh masa iya melakukan sesuatu pun tidak tahu sama sekali ! "ujar Amira lalu segera pergi dari situ.
"ya kan hanya mewaspadai saja siapa tahu kamu lupa soalnya saking kekenyangannya, sebagai seorang suami ya Harus ngomong takut jangan sampai istrinya kenapa-napa! "sahut Adam membuat Amira mendengar kesal soalnya suaminya itu selalu saja mencari perkara dengan dirinya.
"sudah jalan wanita itu kenapa tidak kamu tendang sekalian supaya jangan kembali lagi agar kita berdua bisa berhubungan kembali seperti dulu lagi, Memangnya apa Bagusnya sih dia itu sampai-sampai kamu sikapnya lebih manis dibandingkan dengan diriku yang sudah menemani kamu waktu masih kuliah? "tanya seorang wanita yang tiba-tiba duduk di hadapan Adam tanpa permisi bahkan tempat yang tadi ditempati oleh Amira wanita itulah yang mendudukinya saat ini.
Adam mengerutkan keningnya ketika melihat wanita itu ada di hadapannya saat ini, Jika ditanya Apakah ia kenal Oh jelas saja dirinya sangat kenal tetapi untuk sekarang apakah masih berhubungan Oh tentu saja tidak karena ia sudah punya Amira.
"kamu untuk apa muncul di hadapanku di saat seperti begini, lebih baik kamu pergi karena aku takut nanti istriku bakalan salah paham? kalau misalnya kamu datang hanya untuk menyapaku Oke terima kasih tetapi setelah itu tolong jalan mengganggu kehidupanku dari sekarang kedepannya dan untuk selamanya, karena menurutku manusia di masa laluku itu tidak pernah aku anggap lagi kehadiran mereka karena hanya akan merusak kehidupanku dan juga merusak Rumah tanggaku! "ujar Adam membuat Tania mendengus kesal karena benar-benar tidak terima ketika harus mendapat penolakan seperti itu padahal Ia sudah berusaha menunggu dari tadi agar setelah Amira pergi ia bisa berbicara secara langsung dengan pria itu.
"kamu tidak mengusirku dari sini, padahal dulu Kamulah yang menelponku untuk datang ke tempatnya kamu agar kita bisa Menghabiskan malam bersama? Memangnya apa gaya-hebatan wanita itu sampai-sampai membuat kamu tega mencobakan ku seperti begini sampai-sampai tidak ingin mendengarkan apapun yang aku katakan,kamu itu tega dan juga berubah dan aku pastikan kalau wanita itu tidak akan pernah hidup dengan tenang Karena sudah mengambil kamu dariku!"ujar wanita itu dengan nada bicara yang sudah sedikit meninggi membuat Adam mengerutkan keningnya dan juga memasang tatapan tidak suka sebab menurutnya takutnya jangan sampai tiba-tiba nanti Saat Amira muncul Bisa bahaya dan juga bisa membuat wanita itu berpikiran kalau sebenarnya Dirinya belum berubah sama sekali.
"hentikan semua kegilaan kamu saat ini jika tidak ingin membuat diri kamu sendiri yang merasa malu, saya sudah cukup sabar dari tadi dengan tidak menyeret kamu keluar dari sini! "tegas Adam.
__ADS_1