Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Swarovski


__ADS_3

Amira hanya bisa memajangkan matanya ketika Daniel memakaikan kalung bertatapan berlian yang entah apa namanya dirinya tidak tahu, karena seorang awam tidak akan pernah paham dengan urusan perhiasan yang harganya bernilai fantastis selain emas, perak dan juga Kuningan.


maka dari itu Amira sebenarnya menolak dari awal tetapi Daniel tetap pada pendiriannya yaitu ingin memberikan kalung tersebut untuk Amira, dan Amira juga tidak enak hati karena pria itu terlihat tulus memberikan semuanya kepadanya hanya saja takutnya nanti orang lain bakalan salah paham dengan perhatian yang diberikan oleh pria itu kepadanya.


"Ya ampun Astaga, apa pantas untuk memakai perhiasan semahal ini? Padahal jangan kan membeli yang mahal, yang murahan saja rasanya tidak sanggup?" batin Amira .


Selesai memakaikan kalung yang tadi ia belikan untuk Amira, Daniel tersenyum puas karena ternyata sesuai dengan keinginannya dan juga sangat pas dan cocok di leher Amira.


"Wah ini cocok sekali dengan kamu dan juga ternyata aku tidak pernah salah memilih sesuatu, Aku harap kamu bakalan memakai terus supaya bisa mengingat kalau ini merupakan pemberian dariku!" jelas Daniel dengan tatapannya yang penuh harapan berharap agar Amira tidak menolak apapun itu.


"Aduh kamu jangan ngomong gitu dong soalnya aku memang benar-benar tidak bisa berjanji, Apakah bakalan menuruti kemauan kamu atau tidak! hanya saja kalau untuk saat ini rasanya tidak masalah kan soalnya aku juga sangat menyukainya, Tetapi kalau nanti ada yang banyak berkomentar maka dari itu terpaksa aku harus Melepaskannya soalnya kan mereka pasti merasa aneh!"jelas Amira dan Daniel Tentu saja tidak keberatan karena memang seharusnya seperti itu Takutnya nanti Amira bakalan kewalahan untuk memberikan jawaban yang tepat.

__ADS_1


"ya aku mengerti kok dengan perasaan kamu nantinya ketika menjadi bahan gunjingan orang lain, hanya saja aku hanya ingin kamu mengingat bahwa benda ini merupakan hadiah ketulusan dariku untuk kamu! "ujar Daniel.


Adam Tentu saja tidak terima ketika melihat ada pria lain yang memberikan sebuah kalung yangng harganya fantastis untuk Amira yang masih bersatu sebagai istrinya, dan terlihat wanita itu menerimanya dengan penuh kegembiraan seolah-olah tidak memikirkan perasaan dirinya yang sebagai suami dari wanita itu.


"Kenapa Amira tidak bisa menolak pemberian dari pria itu, memangnya Seberapa penting dia di dalam kehidupannya sampai-sampai protes sedikitpun juga tidak bisa? "tanya Adam penasaran.


Rangga Tentu saja tidak bisa merespon apa yang dikatakan oleh majikannya itu, karena menurutnya masalah tersebut itu sebenarnya antara Amira dan juga ada hanya saja sepertinya komunikasi mereka berdua masih belum terjalin karena Amira yang masih kecewa sedangkan Adam yang merasa bersalah.


"Dia itu bukan wanita itu melainkan adalah istriku, jadi kamu harus memanggilnya dengan sebutan Nyonya Amira! "jelas Adam kesal.


"Oh maafkan saya tuan soalnya saya yang benar tidak tahu sama sekali kalau dia itu merupakan istri anda, tetapi anda tenang saja Pokoknya saya bakalan membantu agar kalian berdua bisa kembali seperti dulu lagi! Akan tetapi kalau misalnya Nyonya Amira yang menolak untuk kembali kepada anda, maka saya tidak bisa lagi mengusahakannya sebab itu semua tergantung dari niatnya dan juga Apakah dia sudah mau memaafkan Anda atau belum! "jelas Rangga yang sebenarnya dengan sengaja mengatakan semua itu agar Adam lebih gencar lagi mendekati Amira karena kalau tidak pria itu pasti sudah patah semangat dan tidak akan ada niatan Untuk berjuang lagi.

__ADS_1


"kamu tidak perlu meminta maaf dan juga tidak perlu harus mengatakan hal-hal yang aneh-aneh sebelum membuat pikiran saya menjadi Blank, karena Intinya saya tetap bakalan berjuang untuk mendapatkan dia jadi kamu tidak perlu harus menakut-nakuti saya seperti itu seolah-olah saya ini merupakan anak kecil! "jelas Adam yang menatap kesalah kepada Rangga karena pria itu dengan sengaja mengatakan semua itu.


Rangga tersenyum penuh kemenangan di dalam hati karena tidak menyangka hanya dengan mengatakan hal yang sesederhana itu terlihat Adam benar-benar merasa khawatir, dan hal itu bagus untuk hubungan antara Adam dan juga Amira yang mungkin nanti bakalan bisa diperjuangkan oleh pria itu.


"Ah Sepertinya kamu harus memesan sesuatu yang lebih berharga daripada itu supaya aku tidak Merasa tersaingi seperti ini, soalnya kalau kamu tidak melakukannya untukku maka bisa dipastikan Aku tidak akan pernah tenang dalam bekerja!" Perintah Adam kesal karena terlihat sekarang Amira begitu bahagia Memakai kalung yang diberikan oleh Daniel kepadanya.


"Bisa tidak kalung itu tiba-tiba putus dari lehernya dan dengan begitu dirinya tidak bakalan memakainya lagi serta membuat aku merasa sakit hati seperti ini, karena melihatnya merasa bahagia seperti itu sungguh membuat aku benar-benar merasa tersiksa dan juga tidak nyaman sama sekali? "lirih Adam pelan tetapi Rangga tidak peduli dengan perkataan majikannya itu karena menurutnya pria itu sekarang sedang mengekspresikan kekesalannya maka dari itu biarkan saja ia mengeluarkan kata-kata apapun yang penting intinya ia tidak akan pernah berbuat nekat.


"Ya saya rasa apa yang anda inginkan itu tidak akan pernah menjadi kenyataan karena barang tersebut mereka gambaran yang mahal jadi segala sesuatu kemungkinan sudah diprediksi dari awal, maka dari itu lebih baik anda legowo dan memilih tidak banyak protes serta menikmati saja ketika Nyonya Amira berbahagia dengan orang lain! "ujar Rangga yang terlalu capek mendengar nada sungutan dari Adam tadi yang seolah-olah tidak pernah ada matinya untuk mengucapkan semua itu.


Adam tentu saja sebenarnya tidak terima dengan kata-kata yang dilontarkan oleh asistennya itu, hanya saja ada benarnya juga sih kalau dirinya terus merancang sesuatu yang buruk Padahal sama sekali tidak menjadi kenyataan yang ada itu ia bakalan menambah Dosa dalam hidupnya lagi.

__ADS_1


"Ya sudah tidak masalah seperti yang kamu inginkan tetapi Tolong ya jangan pernah melupakan yang tadi Aku perintahkan, dan usahakan punyaku lebih mahal dan juga lebih bagus dari miliknya dia supaya istriku bakalan lebih senang memakai hal itu! "sahut Adam lagi yang menegaskan perintah yang tadi ia sudah lontarkan untuk Rangga dan juga tidak ingin pria itu melupakan hal tersebut karena menurutnya itu merupakan hal yang terpenting yang harus dilakukan oleh Rangga saat ini dan tidak boleh memikirkan hal yang lain.


__ADS_2