
Fadil yang tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh Aida kepadanya memilih untuk pergi ke rumah wanita itu, dirinya pun mengetuk pintu kamarnya keranda karena meminta ongkos untuk bisa pergi ke rumahnya Aida soalnya dirinya tidak punya sepeser pun.
"Franda kamu keluar sebentar doang, Bapak ada perlu sedikit dengan kamu! Tolong nak ini sangat darurat jadi tidak bisa menunggu sebentar atau besok, Bisakah kamu keluar sebentar saja nanti setelah itu kamu mau beristirahat atau apapun terserah! "ujar Fadil dari depan pintu kamarnya Franda membuat wanita itu yang tengah berdandan untuk kembali ke clubbing nanti malam soalnya dirinya yakin akan bertemu Dika disana.
Franda sambil memasang wajah cemberut ya keluar untuk menemui Fadil, ingin sekali ia memarahi Bapaknya itu tetapi diurungkannya soalnya menurutnya sudah capek harus tiap hari berdebat terus dengan Fadil.
"Ada apa lagi sih Pak? Aku itu baru masuk untuk istirahat Loh kenapa Langsung digangguin seperti ini, kalau tadi mau ngomong ya silakan ngomong saja tidak perlu harus pakai jeda segala kan! "omel Franda.
Fadil memilih untuk tidak peduli dengan kemarahan yang sedang ia dapatkan dari Franda tadi, karena menurutnya saat ini itu ia tidak punya apa-apa yang bisa dibanggakan Jadi kalau sekedar menjawab perkataan Franda rasanya tidak perlu sama sekali.
"Bapak bisa minta ongkos taksi tidak banyak 100.000 saja, nanti kalau Bapak punya uang bakalan Bapak ganti deh dan Anggap saja ini sebagai hutang? "tanya Fadil pelan membuat Franda membulatkan matanya sempurna karena tidak percaya jika saat ini bapaknya itu malah utang kepadanya padahal kasih makan saja adalah dirinya sekarang kenapa pria itu malah tambah nyolot.
"Astaga Bapak jangan mentang-mentang karena aku diam jadi tambah ngegas ya! Lagian mau ke mana sih pakai harus naik taksi segala, memangnya tidak bisa jalan kaki? Jangan mengada-ngada deh, hanya membuat pusing orang lain sudah tahu bahwa penghasilan tidak ada kok malah ngeyel? "sungut Franda dengan wajah cemberutnya karena menurutnya permintaan bapaknya itu kebanyakan anehnya daripada benar.
Fadil memegang tangan putrinya itu karena memang ia harus meminta tolong kepada Franda sampai dapat uangnya, karena jika tidak yang ada ia tidak akan pernah bisa bertemu dengan Aida nantinya.
"Hanya Rp100.000 saja Nak! Bapak janji kalau sudah mendapatkan gantinya akan langsung dikembalikan, tetapi untuk sekarang tolonglah Bapakmu Ini yang benar-benar sangat memerlukan uang itu! "jelas Fadil membuat Franda memasang tatapan curiga kepada nya.
"Jangan bilang Bapak itu mau bertemu dengan Aida ya? Aku kan sudah bilang jangan pernah peduli dengan wanita itu lagi, dan dengan dia menggugat cerai itu tandanya hubungan kalian sudah selesai kan? "tanya Franda dengan nada suaranya yang sedikit ditinggikan karena ia sangat tidak menyukai sikap Fadil yang sepertinya melupakan apa yang ia suruh.
__ADS_1
"Tapi Bapak harus bicara dengan dia Apapun Yang Terjadi, karena perceraian tanpa alasan yang jelas itu sangat tidak masuk akal! Lagian Bapak ini adalah seorang laki-laki yang tidak terima jika dipermainkan seperti begini, kalau kamu memang menghargai Bapak sebagai orang tua kamu jadi Tolong berikan Bapak uang 100.000!"tegas Fadil yang benar-benar tidak ingin dibantah membuat Franda mau tidak mau masuk ke dalam kamarnya dan menyerahkan satu lembar uang berwarna merah kepada pria itu dan langsung pergi dari tempat itu tanpa ada niatan untuk mengucapkan terima kasih kepadanya.
"Dasar orang tua kalau sudah mendapatkan apa yang diinginkan langsung pergi begitu saja, anaknya mau jadi orang benar bagaimana kalau sikap orang tuanya saja selalu mencontoh yang tidak baik seperti itu! "sungut beranda lalu memilih untuk melanjutkan kegiatannya tadi yaitu bersiap-siap untuk pergi ke clubbing.
Andika hari ini rencananya bakalan pergi menemui teman-temannya yang bekerja di bandara untuk mengetahui apakah ada penerbangan ke luar negeri ataupun dalam negeri atas nama Almira, karena Biar bagaimanapun ia sepertinya tidak bisa tinggal diam seperti ini tanpa melakukan kepastian sedikitpun.
"Hey Bro kamu ke mana? "Tanya teman nongkrongnya dari seberang.
"Aku lagi ngumpul-ngumpul sama teman di restoran yang tidak jauh dari apartemen, Memangnya kenapa sampai kamu mencari tahu seperti itu? "tanya Dika penasaran.
"Yaelah Aku pikir kamu Klub, makanya nanti aku bakalan nebeng sama kamu soalnya mobil lagi di bengkel. Tapi kalau kamu mau nongkrong di restoran, Ya sepertinya kita bakalan lagi jalan! "ujar sahabatnya itu harus segera mematikan ponselnya karena orang yang ingin diajak ternyata lebih memilih ke arah jalan yang sehat daripada yang sesat.
Dika hanya mengangkat kedua bahunya pertanda tidak paham dengan maksud tujuan sahabatnya itu, padahal dari awal dia sudah tahu kalau Dika lagi tidak nyaman pergi ke Club semenjak malam itu ketika berurusan dengan Tania yang suka sekali mencari masalah.
"Sorry bro gue telat! Maklumlah dari ujung sana ke ujung sini macetnya minta ampun, tetapi syukurnya bisa sampai kalau tidak mungkin kalian bakalan pulang karena capek menunggu! "jelas Andika.
"Santai bro jangan terlalu dibawa serius seperti itu dong! Lagian kita juga baru beberapa menit kok sampai di sini hanya mungkin perjalanan kami lebih lancar daripada kamu, yang penting intinya kan kamu sudah datang tidak mempermainkan kami dengan menyuruh ketemu tetapi Akhirnya kamu yang tidak datang kan! "jelas mereka membuat Andika sedikit merasa lega.
"Oh iya ngomong-ngomong Dalam rangka apa nih kamu menyuruh kami kumpul semua di sini, soalnya setelah diperhatikan sepertinya semuanya nih pegawai bandara semua makanya kami jadi penasaran Dari tadi? "tanya Ferdi yang merupakan teman kuliah Dika dulu tetapi mereka beda pemikiran jika Dika memilih untuk melanjutkan program gamers miliknya sedangkan Ferry dan lainnya memilih untuk melanjutkan pendidikan mereka dengan cara bekerja langsung pada tempatnya.
__ADS_1
"Aku mengumpulkan kalian di sini karena ingin kalian mencari seseorang yang bernama Amira Indira, dia pergi dari negara ini sudah beberapa bulan lamanya dan sampai sekarang tidak ada yang tahu keberadaannya di mana. Yang saya inginkan yaitu kalian semua tolong mencari tahu tentang wanita itu, kalau ada namanya di penerbangan dalam maupun luar negeri sampaikan kepada saya karena saya bakalan langsung pergi menuju untuk mencarinya di sana! "jelas Andika menyampaikan tujuannya untuk datang ke tempat itu dan mengumpulkan semuanya.
Mereka semua Saling pandang mendengar perkataan dari Andhika tadi, karena setahu mereka pria itu tidak terlalu menyukai keberadaan wanita menurutnya itu sangat merepotkan.
"Maksudnya dia itu siapanya kamu sampai-sampai harus repot seperti ini, soalnya kan selama ini tidak pernah kamu mempublikasikan hubungan kamu dengan seorang wanita? "tanya Ferdi penasaran.
"Segalanya bagiku dan juga merupakan nafas kehidupan untukku serta aliran darahku ada padanya, kalau sampai dia pergi terus tidak pernah kembali rasa-rasanya duniaku sudah berhenti dan aku sudah tidak ingin lagi melihat matahari terbit dan juga terbenam! "ujar Dika yang tatapannya kosong ke arah depan karena terlihat begitu frustasi.
"Kenapa saat ini dia bisa pergi meninggalkan kamu? Memangnya kamu ada melakukan sebuah masalah besar kepadanya sampai-sampai dia memilih untuk minggat, kalau memang seperti itu kenyataannya Sepertinya kamu bakalan susah kembali padanya soalnya jangan sampai di luar sana dia sudah mempunyai yang lain? "jelas Amel.
"Meskipun dia sudah memilih bersama dengan yang lain, intinya aku tidak akan pernah ingin kehilangan dia dari pandangan mataku. Perkara nanti kami bakalan bisa bersatu atau tidak Itu soal nanti, tergantung dari Tuhan mau menjodohkan dia dengan siapa Di hari tuanya." sahut Andika yang memilih untuk menjadi seorang pria dewasa tidak terlalu berharap lebih dalam kehidupannya.
"kamu sabar sekali ya kalau aku sih ketika dia pergi meninggalkanku seperti itu tanpa ikatan sama sekali ya bakalan mencari ganti saja, Lagian wanita di dunia ini stoknya terlalu banyak tidak hanya dia saja Jadi kalau hilang satu ya ganti satu lagi tidak perlu harus menangis dan tidak perlu! "ujar Ferdi yang dikenal sebagai seorang pria metroseksual yang tidak pernah mau terikat dengan siapapun karena baginya dengan tebar pesona kepada seluruh wanita itu merupakan kepuasan tersendiri baginya.
"Aku tidak bisa disamakan dengan kamu dan kamu juga tidak bisa harus disamakan dengan aku, kita jalani saja hidup kita masing-masing yang penting Intinya kalau satu punya kesusahan ya kita bisa membantu semampunya! "sahut Andika yang memilih lebih dewasa dalam menyikapi perkataan Ferdi karena terkadang perkataan seseorang yang di sekitar kita itu menjerumuskan atau membangkitkan kita.
"Ya Tuhan yang penting intinya itu Andika meminta tolong kepada kita ya tinggal kita tolong saja jangan menambah pembicaraan yang tidak jelas seperti ini kan, lagian kalian dari dulu kalau membahas soal wanita sepertinya tidak pernah nyambung Memangnya kenapa sih yang membuat kalian itu tidak cocok sama sekali? "tanya Amel jengah ketika Ferdi dan juga Dika malah asik sendiri seolah melupakan dirinya dan juga teman-teman yang lain.
Franda yang kebetulan malam itu belum makan sama sekali memilih untuk pergi ke restoran yang dekat dengan tempat clubbing, karena memang dirinya tidak tahu sama sekali jika salah satu apartemen di situ merupakan tempat tinggalnya Dika.
__ADS_1
ketika ia sampai di restoran dirinya betapa terkejut saat melihat Dika dan juga yang lainnya nongkrong di tempat itu, padahal tadi ia berharap akan bertemu pria itu di clubbing ternyata yang ada yang lebih dulu menemukan Dika di restoran yang jelas-jelas tidak pernah dibayangkannya sama sekali.
"Sepertinya memang benar kalau kamu itu merupakan jodoh yang tidak akan pernah terpisahkan denganku, buktinya kemanapun aku pergi pasti akan ketemu dengan kamu dan juga begitu sebaliknya! "gumam Franda penuh kemenangan dan memilih untuk berjalan cantik ke arah Dika Siapa tahu dengan tebar pesona pria itu bakalan Langsung kembali kepadanya.