
Dokter yang dipanggil oleh Rangga untuk datang memeriksa keadaan Adam memastikan kalau keadaan pria itu sebenarnya baik-baik saja, hanya saja sepertinya sangat kecapean dan kurang istirahat alhasil tubuhnya ngedrop karena Biar bagaimanapun tubuh manusia itu ada batasnya kalau terlalu dipakai secara terus-menerus ya Otomatis pasti bakalan capek juga kan?
Rangga tahu kalau selama ini Adam memang tidak menjaga kondisinya dengan begitu baik karena pria itu hanya gila bekerja, tidak ada niatan sedikitpun untuk istirahat atau memperhatikan nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya entah apa tujuannya Rangga pun tidak tahu sama sekali.
"saya akan kasih vitamin dan juga obat turun panas nanti tolong dikasih kepada pasien Setelah dia makan soalnya sepertinya dari kemarin tidak ada makanan yang masuk ke dalam lambungnya, maka dari itu daya tahan tubuhnya langsung menurun karena tidak ada tenaga yang dihasilkan dan juga sepertinya pasien baru saja mengkonsumsi alkohol dengan jumlah yang begitu banyak dan juga pada alkohol yang begitu tinggi! "penjelasan dokter tersebut membuat Rangga sadar dengan kejadian semalam ketika Adam menyuruh dirinya mengantarkan ke klub malam yang terkenal dan di sana pria itu memesan alkohol dalam jumlah yang begitu banyak dan juga kadarnya yang begitu tinggi namun sebagai bawahan Rangga tidak ada kekuatan untuk melawan semua keinginan Adam itu.
Sepeninggal Dokter, Rangga tidak tahu lagi harus bersikap bagaimana ketika nanti kedua orang tuanya menelpon.
Benar saja apa yang ditakutkan Rangga karena selang beberapa menit kemudian ada panggilan masuk yang berasal dari Sakti di Indonesia, karena dirinya tahu Korea itu pasti ingin menanyakan tentang keadaan putranya sebab sebelum ini Rangga sudah menelpon dan menceritakan semuanya tanpa Terlewatkan sedikitpun termasuk kegigihan Amira agar Adam tetap dirawat di rumahnya tidak usah dibawa ke rumah sakit.
"Bagaimana keadaan pria itu? apa sudah sadar dari pingsannya atau dia masih pingsan dan lebih parah dari yang tadi, kalau memang iya Ambil saja air seember kemudian siram di dalam wajahnya pasti dia bakalan langsung bangun ! "perintah Sakti dengan nada bicaranya yang begitu emosi sebab menurutnya Adam itu terlalu hobi menyusahkan orang lain sampai-sampai tidak sadar kalau sebenarnya yang harus menyusahkan itu adalah Amira karena Biar bagaimanapun wanita itu sedang mengandung cucu dari keluarga Adiguna .
"Tadi kata dokter dia tidak pingsan hanya sepertinya sangat mengantuk dan juga mungkin terlalu mengkonsumsi banyak alkohol sampai alhasil tidak sadarkan diri seperti ini, namun tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan sebentar lagi juga pasti bakalan bangun dan tadi kebetulan Nyonya Amira sebelum pergi sudah memerintahkan asisten rumah tangganya untuk memasarkan bubur agar diberikan kepada Tuan Adam! "jelas Rangga tanpa dilebih-lebihkan ataupun di kurang-kurangkan karena memang tugasnya seperti itu ya itu melaporkan seluruh kejadian kepada Sakti.
"Ya sudah jangan lupa Masukkan garam yang banyak sekali dan juga cabe rawit 20 buah ke dalam mangkuk berisi bubur supaya dia tahu bahwa di dunia ini rasanya itu tidak manis saja, ada kadang merasakan asam kadang merasakan asin dan juga sebagainya supaya dia bisa sadar dengan segala perbuatan yang dia lakukan! "perintah yang diberikan Sakti itu membuat Rangga bergidik ngeri karena menurutnya Mana ada orang sakit malah dianiaya yang ada pasien tersebut bakalan langsung tewas.
Rangga yang tidak ingin menambah banyak perdebatan lagi memilih mengiyakan saja kemauan dari majikannya itu, lagian kan hanya menyahut saja nanti yang mengeksekusi dirinya secara langsung dan Sakti tidak akan tahu sama sekali.
"Baiklah Tuan saya akan melakukan Seperti yang anda katakan tadi, kalau begitu saya matikan ponselnya dulu supaya mengecek keadaan Tuan Adam kira-kira sudah sadar atau belum! "jelas Rangga karena kalau terlalu banyak berbicara dengan Sakti dirinya bisa pusing sebab perintah pria tua itu tuh sangat banyak dan juga tidak masuk akal membuat dirinya yang sebagai orang yang diperintah benar-benar tidak tahu lagi harus melakukan yang mana dan meninggalkan yang apa.
"Anda sudah sadar Tuan? Kira-kira bagian mana yang masih terasa sakit atau mungkin ada yang anda inginkan saat ini, agar saya bisa menyiapkannya untuk anda?" tanya Rangga penasaran sebab biar bagaimanapun keadaan Adam itu sangat penting.
__ADS_1
"Amira di mana? Ini adalah kamar istriku kan dan sekarang dia ada di mana Aku ingin berbicara dengannya meminta ampunannya, karena aku yakin dia tidak mungkin bakalan meninggalkanku dalam keadaan sekarat Karena aku tahu kelembutan hatinya itu seperti apa? "ujar Adam dengan nafasnya yang masih terdengar begitu berat akibat suhu tubuhnya yang belum menurun 100%.
"Nyonya Amira pergi ke kantor tadi bersama dengan Tuan Daniel yang datang menjemputnya setelah memastikan keadaan anda aman dan sudah tertidur dan nyaman di sini, soalnya Nyonya Amira Sudah beberapa hari ini izin tidak masuk kerja akibat kondisinya yang tidak memungkinkan Maka dari itu dia berkata bahwa tidak bisa harus meninggalkan pekerjaan itu lebih lama lagi! "penjelasan yang diberikan Rangga itu membuat adamnya dari tadi begitu antusias mendadak menjadi lemas seketika dan tidak percaya kalau ternyata wanita yang ada dalam mimpinya tadi tidak sedang tersenyum kepadanya melainkan pergi dan mementingkan pekerjaan dibandingkan dirinya.
"Jadi ceritanya dia pergi tidak ada niatan untuk merawatku Tetapi malah membiarkan aku tidur di dalam kamarnya, Apakah memang tidak ada kesempatan untuk kembali kepadanya kalau responnya saja seperti tidak peduli dengan keadaanku saat ini? "ujar Adam yang tanpa sadar air matanya sudah mengalir begitu saja tidak peduli jika di tempat itu ada orang lain karena pria itu benar-benar merasa Rapuh.
"Mbak Amira nya bukan tidak peduli dengan keadaan Pak Adam, hanya saja tolong pahami kondisinya saat ini yaitu dia benar-benar membutuhkan pekerjaan untuk kelangsungan hidup kami berdua! Kalau misalnya dia tidak peduli dia pasti dia sudah menyuruh Pak Adam dirawat saja di rumah sakit tidak usah dirawat di dalam rumahnya ini, jadi tolong jangan salah paham dan merasa bahwa Mbak Amira itu merupakan seseorang yang tidak peduli dengan keadaan orang lain! "jelas Surti yang masuk ke dalam ruangan tersebut dengan membawa semangkuk bubur yang masih hangat.
Adam memperhatikan bubur yang sedang dipegang oleh Surti saat ini sebab dirinya sebenarnya ingin sekali mual melihat apa yang ada di dalam mangkuk tersebut, membuat Rangga tidak tahu lagi harus bagaimana agar Adam tetap harus makan dengan begitu dirinya bisa cepat segera sembuh sebab Biar bagaimanapun pekerjaan sedang menunggu dan juga menumpuk kalau sampai Adam berlarut-larut dalam sakitnya.
"ini bubur yang disuruh oleh Nyonya Amira yang dibuatkan oleh Bi Surti untuk anda, karena tadi sebelum dia pergi dia sudah memesankan hal itu maka tolong hargai apa yang sudah dia katakan dengan menghabiskan semua! "jelas Rangga karena kalau dirinya diam saja ya otomatis Adam tidak akan pernah menyentuh apapun yang ada di hadapannya sebab Siapa yang tidak tahu sikap keras kepala pria itu yang Kalau merasa sesuatu hal tidak membuatnya nyaman maka ia tidak akan pernah menyentuh hal tersebut.
"Ya begitulah Mbak Amira selalu saja memperhatikan orang-orang sekitarnya tetapi orang-orang sekitarnya malah dengan tega menyakitinya, memang ya harus juga jadi orang baik pasti selalu saja mendapatkan sesuatu hal yang tidak baik padahal dia memperhatikan kebahagiaan orang lain tetapi kebahagiaan sendiri tidak diperhatikan oleh orang-orang di sekitarnya. "Surti sengaja menyindir Adam karena dirinya tahu pria itu bukan anak kecil masa iya kata-kata seperti begitu saja tidak paham maksud dan tujuannya.
"Aku tahu aku salah maka dari itu aku sedang berusaha untuk mendapatkan Maaf darinya Dan juga bisa kembali kepadanya demi anak yang sedang ia kandung itu, tolong bantu aku untuk bisa membuat dia percaya kalau aku benar-benar berubah dan tidak ada niatan untuk menyakitinya lebih jauh lagi! "pinta Adam penuh permohonan tetapi Surti hanya menggelengkan kepalanya karena dirinya tidak punya kekuatan untuk melakukan hal itu karena kesedihan yang dialami oleh Amira dirinya sudah melihat dengan jelas dan juga ikutan merasa Terpukul.
"kalau saja Pak Adam dari awal tidak melakukan kesalahan yang begitu fatal pasti bibi bakalan mendukung untuk membantu bisa baikan lagi dengan Mbak Amira, tetapi lihat saja sendiri kan bukannya ingin bertahan di sini merawat pak Adam tetapi Mbak Amira malah memilih untuk pergi dan fokus pada pekerjaan!"ujar Surti yang tidak ingin memberikan harapan kepada Adam sebab biar bagaimanapun harapan yang nantinya tidak kesampaian sama sekali itu pasti sangat mengecewakan dan ia tidak ingin menjadi orang yang masuk di dalam lingkaran masalah yang sedang dihadapi oleh majikannya karena dirinya di sini sadar Ia hanya merupakan pekerja yang tugasnya hanya mengikuti perintah yang diberikan oleh majikannya tanpa ada mengurangi ataupun menambahkannya lagi.
Adam menghela nafasnya kasar ketika mendengar penolakan yang diberikan oleh Surti kepadanya barusan Itu, memang masuk apa sih kalau wanita itu daripada niatan untuk membantunya sebab apa yang ia lakukan benar-benar sudah tidak bisa dimaafkan lagi dengan logika yang benar.
"Ya sudah ayo dimakan Pak buburnya ini karena kebetulan masih hangat, Lalu setelah itu kami lupa minum obat dan kembali beristirahat Mbak Amira tadi tempatnya nelpon katanya dia hanya setengah hari saja di tempat kerja karena nanti bakalan Langsung kembali ke sini lagi! " jelas Surti lalu pergi dari tempat itu membiarkan Adam dan juga Rangga larut dalam pikiran mereka masing-masing.
__ADS_1
"Apa hubungan antara Amira dan juga Daniel sampai Sedekat Itu sampai-sampai mereka tidak terpisahkan sama sekali, dan apakah Daniel itu tidak punya keluarga seperti anak atau istri begitu hingga kerjaannya hanya menguntit kemanapun istriku pergi? "tanya Adam penasaran membuat Rangga menghembuskan nafasnya secara perlahan karena sebelum Adam mengenal pria yang selalu dekat dengan Amira ternyata Rangga sudah mengecek lebih dulu.
"kamu tidak salah Tuan Daniel Itu Mamanya orang Indonesia dan Papanya asli Prancis, mereka pernah tinggal lama di Indonesia namun setelah itu kembali ke sini dan menetap sampai sekarang. Tuan Daniel mengenal dekat Nyonya Amira karena mereka merupakan sahabat masa kecil di salah satu kampung sebagai tetangga dan juga orang yang sangat dekat satu sama lain, maka dari itu ketika Daniel mengetahui soal Amira pria itu antusias dan selalu berdekatan dengan Nyonya Amira kemanapun dia pergi! "jelas Rangga membuat Adam menghela nafasnya kasar karena menurutnya kalau berurusan dengan orang di masa lalu maka saingannya terasa begitu berat.
"apa Posisiku akan terancam di sekitar Amira dan juga bakalan direbut oleh Daniel, karena buktinya sekarang dia malah lebih mementingkan bersama dengan Daniel dibandingkan dengan aku? "tanya Adam yang penasaran tetapi Percayalah jawaban itu berasal dari hati nurani pria itu sebab kalau Amira sepertinya sangat sulit untuk digapai kalau ada orang lain yang sudah membuatnya merasa nyaman.
"Jangan terlalu mencemaskan sesuatu yang secara berlebihan Tolong ingat kondisi anda dan juga tujuan awal Anda datang ke tempat ini, bukan ingin menggurui ataupun membuat anda tidak peduli dengan Nyonya Amira hanya saja profesionalitas itu penting di dalam sebuah pekerjaan apapun keadaannya! "jelas Rangga.
"aku tahu bagian mana yang harus membuat aku tetap bertahan dan juga bagian mana yang membuat aku harus tetap tegas, jadi kamu tidak perlu mengguruiku tetapi untuk sekarang Biarkan Aku istirahat dulu karena aroma tubuh Amira masih melekat sempurna di tempat ini ! "jelas Adam sambil tersenyum tetapi Rangga ya Otomatis Tidak menyetujuinya soalnya Surti sudah capek-capek membuatkan bubur masa iya dibiarkan begitu saja padahal aromanya itu sangat menyenangkan dan dirinya sangat merindukan aroma dari negara asalnya itu.
" Kita tidak tahu kapan Nyonya Amira bakalan kembali, Jadi tolong kondisikan diri anda untuk segera menghabiskan semua yang ada. Setelah itu minum obat dan barulah istirahat, supaya kalau dia tanya aku bisa memberikan jawaban yang pas dan juga sesuai tanpa kebohongan! "jelas Rangga membuat Adam menembus kesal karena menurutnya pria itu kalau sudah memerintahkan sesuatu pokoknya harus diikuti tanpa ada yang membantah sedikitpun.
"kamu itu lama-lama bisa mengalahkan kurang ajarnya Emak tiri tau tidak, selalu memberikan perintah sesuai dengan keinginan tidak pernah memikirkan perasaan orang? Akan tetapi karena ini demi Amira maka aku akan tetap melakukan seperti yang kamu katakan, karena takutnya sebentar lagi dia bakalan kembali dan akan kecewa ketika aku menjadi orang yang membangkang seperti dulu lagi! " Adam masih mengingat dengan jelas ketika Amira sangat marah ketika pria itu sakit dan memilih hanya tidur tidak ada niatan untuk makan ataupun meminum obat yang sudah disiapkan oleh Amira.
"Nanti kalau sudah kehilangan baru mulai kejar-kejar seperti begini Tetapi dulu masih ada di samping rasanya sangat ogah untuk menatap ke arahnya, ternyata memang manusia itu selalu plin-plan tidak pernah puas dengan satu yang dimiliki selalu meminta lebih dan juga menginginkan hal-hal yang tidak pernah masuk akal sedikitpun! "ujar Rangga membuat Adam hanya terkekeh karena memang seperti itulah kebiasaan manusia jika apa yang ada di hadapan selalu dihabiskan ataupun tidak dipedulikan sama sekali Nanti kalau sudah pergi maka terasa kehilangan itu begitu terasa amat sangat menyiksa.
Amira saat ini tengah memeriksa berkas yang akan diberikan kepada Daniel Untuk ditandatangani, wanita itu setiap kali bekerja pasti akan profesional dan tidak membawa masalah pribadi ke dalam urusan pekerjaannya.
Meskipun ia akui kalau sebenarnya ada rasa kecemasan yang begitu sama terhadap Adam karena takutnya jangan sampai kondisi kesehatan pria itu sedang bermasalah, namun bagaimana lagi Bukankah dari awal pria itu sangat tidak menyukai keberadaannya di sekitarnya.
"kamu lagi serius ya? kalau ada yang bisa aku bantu katakan saja pasti aku bakalan membantu, soalnya kondisi kamu itu benar-benar tidak memungkinkan untuk terlalu kerja berat karena ada dia di dalam sana yang membutuhkan istirahat dari ibunya! "jelas Diana sambil nunggu sapelan perut Amira yang sudah mulai membuncit itu membuat wanita itu tersenyum bahagia karena dirinya tidak sendiri selama berada di negara ini.
__ADS_1