
Fadil yang tidak menyangka kalau mereka bakalan tinggal di rumah kontrakan yang hanya memiliki satu kamar tidur dan juga dapur, serta kamar mandi hanya satu saja di rumah itu letaknya pun berada di samping dapur.
Sebagai seorang pria otomatis Fadil lebih memilih untuk mengalah karena tidak mungkin ia membiarkan anak perempuannya tidur di ruang tamu, maka dari itu kamar yang ada Franda yang menempatinya sedangkan dirinya tidur di atas tikar lantai yang begitu tipis.
Pria itu merasa miris dengan keadaannya saat ini padahal Baru beberapa saat lalu mereka pulang ke kampung halamannya, dan di sana dirinya begitu berbangga diri karena mengatakan kepada semua sana keluarganya kalau ia sudah sukses di ibukota.
Franda juga memilih untuk tidak ambil pusing dengan yang terjadi saat ini yang penting intinya ia bisa tidur dengan tenang, meskipun akhirnya dirinya harus menjauh dari teman-teman sosialitanya.
Wanita itu jika ditanya apakah menyesal karena membuat rumah tangga Amira dan juga ada menjadi berantakan, tentu saja jawabannya adalah tidak karena menurutnya Adam itu yang lebih cocok dengannya dibandingkan Amira yang terlalu biasa saja.
"Pak kalau mau makan nanti beli saja di warung depan itu ya, soalnya tahu sendiri kan kalau aku nggak bisa masak dan juga tidak mungkin Bapak yang masak karena rumah ini tidak ada peralatan di dapur! "perintah Franda sambil memberikan uang Rp50.000 kepada bapaknya itu meskipun itu bagi Fadil terasa sangat kurang karena mau makan apa jika hanya Rp50.000 saja tetapi ia juga tidak bisa membantah karena dirinya tidak punya apa-apa saat ini.
"Kamu mau makan apa? Soalnya Bapak juga bingung mengelola uang hanya Rp50.000 seperti begini, kayaknya kita bakalan makan yang biasa saja itu soalnya tidak mungkin lebih! "ujar Fadil pelan nada bicaranya yang dulu begitu sombong dan juga angkuh hilang sudah berganti dengan wajah yang ketakutan nanti sewaktu-waktu Franda mengusirnya.
"Astaga Bapak uang seperti begitu kalau di warung makanannya pasti bakalan banyak, yang penting intinya Bapak tidak kalah melihat makanan yang enak terus harganya mahal karena kita tidak punya uang yang banyak saat ini! "omel Franda karena menurutnya Fadil itu sebenarnya lebih pintar sedikit sebagai seorang manusia hidup jika ingin bertahan di dunia tanpa pekerjaan seperti itu.
"Ya kan Bapak tanya-tanya saja supaya bisa memastikan dengan Selera kamu tidak hanya asal-asalan mau beli, kalau memang kamu maunya seperti itu Ya tidak masalah juga sih karena bapak juga kebetulan sudah sangat lapar Dari semalam puasa total! "ujar Fadil lalu segera pergi ke warung yang jaraknya tidak jauh dari kontrakan itu.
Franda sebenarnya tidak mau mengajak Fadil ikut dengannya tinggal di tempat itu, hanya saja melihat pria itu yang tidak punya tujuan lagi mau tidak mau ia mengajaknya sekalian.
"Kenapa sih hanya mau bertahan hidup dari orang lain padahal tubuhnya masih kuat Bapak kan seharusnya bisa bekerja, sudah tahu bahwa aku tidak punya penghasilan sama sekali malah mau menumpang hidup denganku? "Gerutu Franda yang memang benar sangat tidak menyukai keberadaan Fadel di sekitarnya karena hanya membuat dirinya kerepotan nantinya.
Ketika Franda hendak menutup pintu dirinya dikejutkan dengan kedatangan kurir yang mengantarkan surat, Padahal mereka saja berpindah di tempat itu kenapa sudah ada yang langsung mengetahui alamat mereka seperti ini.
"Permisi Mbak, apa ini kediamannya Bapak Fadil legowo?"tanya pria itu memastikan.
"Iya benar sekali itu Tapi kan Bagaimana ceritanya sampai alamat baru kami ini langsung diketahui, Padahal kami saja baru masuk di rumah ini tadi pagi? "tanya Franda penasaran.
"Saya kurang tahu tetapi intinya ada yang memberikan alamat kepada kami makanya kami langsung datang ke sini, jadi Mbaknya tolong diterima kemudian tanda tangan di sini agar saya bisa melaporkan Kalau surat yang dikirimkan sudah sampai kepada penerima! "jelas kurir tersebut.
Percayalah sepeninggal Kurir itu Franda sebenarnya merasa kebingungan, Bagaimana tidak ada orang yang sudah langsung mengetahui alamat rumah mereka Padahal jelas-jelas mereka saja belum mendaftarkan ke ketua RT.
__ADS_1
"Jangan sampai ini kerjaannya Adam ataupun Ibu Aida, soalnya kan mereka yang punya uang pasti bakalan bisa melakukan semua itu sampai kami tinggal di lobang semut pun mereka pasti bakalan tahu juga? "batin Franda frustasi karena jika sudah seperti begini otomatis semua sembunyi di manapun mereka bakalan ketahuan.
Karena surat tersebut Atas nama Fadil ya Franda tidak ada niatan untuk melihatnya meskipun ia sedikit merasa penasaran, hanya saja biarkan hal itu menjadi privasi dari bapaknya karena ia sebagai seorang anak yang memang wajib harus melakukan hal itu.
Fadil yang baru sampai di warung itu tergiur dengan menu yang ada di dalam etalase, hanya saja ia harus berusaha memutar otak agar Bagaimana caranya uang Rp50.000 Itu bisa mendapatkan makanan yang membuat kenyang intinya Meskipun tidak sesuai selera.
"Mbak beli nasi ayamnya 2 bungkus itu harganya berapa ya? "tanya Fadil pelan.
pemilik warung itu tersenyum karena sepertinya Fadil adalah orang baru sampai-sampai tidak tahu harga di tempat itu, membuat wanita itu langsung menghampiri pria yang tidak mudah lagi tersebut..
"nasi ayam kalau 2 bungkus sama nasi itu harganya Rp20.000 Pak, karena saya meskipun segala macam barang di dunia ini naik tetapi soal perut saya tetap bakalan mempertahankan harga! "sahut wanita itu membuat Fadil benar-benar merasa terbantu.
"kalau begitu saya beli nasi ayamnya 2 kemudian galonnya satu tetapi saya bisa pinjam galonnya Tidak soalnya saya baru pindah, kemudian saya beli air mineral yang gelasnya satu supaya bisa buat minum karena kami baru pindah Jadi segala sesuatunya kosong di dalam rumah! " Pinta Fadil dengan suara yang sedikit dipelankan karena takutnya nanti kedengaran oleh pengunjung warung itu sebab lumayan ramai.
pemilik barang tersebut sebenarnya sedikit merasa heran karena Fadil itu berpenampilannya layaknya orang kaya, tetapi masa iya hidupnya sampai sengsara itu padahal barang-barang di warungnya termasuk yang paling murah di antara semua yang ada.
"gini saja Pak saya kasih Bapak nasi ayamnya 2 kemudian air minum yang di dalam botolnya juga dua supaya tanpa gelas pun bisa, soalnya kalau saya kasih Galon itu tidak mungkin karena ini juga punyanya orang dan hanya dititip saja di sini! "tawar wanita itu tentu saja Fadil mengangguk kepalanya dengan begitu antusias.
Wanita itu hanya bisa menghela nafasnya kasar karena menurutnya Fadil itu sudah sengsara sampai model apa sih sampai air minum pun harus gratis, padahal seharusnya dia sadar kalau di dunia ini tidak ada yang gratis sedangkan hanya numpang buang air saja pasti harus bayar.
"ya Mana bisa begitu Pak, Saya ini kan warung otomatis menyediakan makanan dan juga minuman jadi semuanya ada harganya. Kecuali kalau misalnya saya beli di agen merekanya kasih saya gratis, maka saya nggak akan memberikan gratis terima kepada Bapak tetapi untuk saat ini sepertinya tidak bisa!"jelas pemilik warung tersebut masih berusaha dengan nadanya yang sabar padahal sebenarnya ia sudah cukup jenuh karena harus melayani para pembeli yang lain.
"Ya sudah kalau begitu saya beli air mineral kemasan tanggungnya dua dan juga nasi bungkusnya seperti yang tadi, ini uangnya jangan sampai kurang kembaliannya soalnya saya belum sempat pergi ambil uang lagi di ATM! "ujar Fadil penuh percaya diri padahal sebenarnya pria itu sedang berbohong Soalnya dari tadi ia sudah merasa malu ketika semua orang menatap kesal ke arahnya akibat terlalu lama berbelanja yang jelas-jelas jumlahnya sangat sedikit itu.
pemilik warung itu memilih untuk tidak merespon perkataan Fadil tadi, karena menurutnya dirinya sejak kapan mau korupsi uangnya orang yang jelas-jelas bukan berasal dari keringatnya sendiri.
Setelah selesai membeli makanan Fadil memilih untuk langsung pulang ke rumah, karena area Kampung tengahnya saat ini benar-benar tidak bisa lagi diajak kompromi.
Fadil merasa heran ketika tikar tempat dirinya duduk tadi sekarang sudah ada amplop coklat yang begitu besar, sepertinya mengisi sebuah kertas yang sangat penting sampai-sampai tidak ada lipatan sama sekali.
Franda yang kebetulan mendengar Bapaknya itu sudah datang dirinya pun memilih untuk keluar dari kamar, Karena penasaran dengan surat yang tadi diantar oleh kurir dan juga karena ia sudah sangat kelaparan.
__ADS_1
"Mana Pak makanannya dan juga kembaliannya? Soalnya kalau bapak yang simpan itu artinya Aku tidak percaya sama sekali, dan lagian itu juga merupakan uangku jadi otomatis harus aku yang memegangnya. "ujar Franda sambil menengadahkan tangannya menunggu uang kembalian yang diberikan oleh Fadil untuknya.
"Ini kembaliannya! Tidak seberapa kok kamu minta kembali, padahal uang kamu kan masih ada sedangkan Bapak uangnya sudah tidak ada sama sekali! "sungut Fadil.
"Kalau Bapak mau pegang uang yang banyak ya Kerja dong jangan hanya harap gampang tanda kau mau meskipun kita itu adalah orang tua dan anak, tetapi aku juga tidak mungkin bertahan hidup sendirian kalau tidak ada yang membantu apalagi sekarang kalau ada Bapak lagi otomatis biaya hidup tambah gede! "sahut Franda.
Fadil memilih untuk tidak merespon makanannya saat ini karena ia penasaran dengan amplop coklat yang ada di hadapannya itu, dirinya tahu kalau ini pasti bukan miliknya Franda karena jika tidak Wanita itu sudah membukanya dari tadi tidak perlu harus menunggunya.
"ini tadi diantar oleh siapa? "tanya Fadil penasaran.
"itu diantar sama kurir Entah dari mana Aku juga tidak tahu tetapi yang membuat aku bingung kok mereka bisa tahu alamat kita, padahal kita itu perhitungan menit lo tinggal di sini tapi yang ada mereka sudah langsung tahu di mana kita tinggal saat ini! "jelas Franda yang dari tadi tidak bisa menahan rasa penasarannya.
Fadil mengabaikan rasa penasaran Franda tadi memilih untuk membuka amplop tersebut Segera Karena dirinya juga sama ingin tahu isi dalamnya , kalau uang sih tidak masalah tetapi jangan sampai surat-surat yang lain.
Netra Fadil membulat ketika melihat kertas putih yang berisi tentang gugatan cerai yang dilayangkan oleh Aida kepadanya, pria itu tidak menyangka jika Aida memang benar-benar berniat untuk berpisah darinya sehingga membuat tubuh pria itu membeku seketika.
"surat cerai dari Aida? Baguslah kalau begitu supaya kita tidak perlu harus bertemu dengan wajah Sombongnya itu lagi, Bapak juga tidak usah pasang wajah lebay seperti begitu Soalnya aku tidak suka sama sekali! "reaksi yang ditunjukkan oleh Franda itu berbeda dengan Fadil padahal seharusnya wanita itu sadar kalau selama ini yang mengurusinya adalah Aida bahkan sampai wanita itu melupakan tanggung jawabnya terhadap Amira karena saking sibuknya mengurus Franda.
Fadil mengacak rambutnya frustasi karena tidak menyangka jika Aida benar-benar menggugat cerai dirinya, Padahal yang ia pikirkan kemarin kalau wanita itu hanya saking kecewanya makanya mengucapkan kata cerai Tetapi setelah itu pasti bakalan menyesal dan meminta dirinya kembali.
"Bapak lebih baik urus makan kemudian cari kerja supaya hidup kita itu lebih bermanfaat, tidak perlu harus menyesali keputusan yang diambil oleh wanita itu karena Bukankah itu lebih bagus kalian berpisah saja? "Franda tidak suka jika melihat Fadil yang sepertinya tidak ikhlas ketika Aida menggugat cerai dirinya.
"Tapi kami kan sudah Hidup berumah tangga itu bukan hanya setahun melainkan sudah puluhan tahun lihat saja umur kamu sekarang, dia juga yang sudah merawat kamu dari umur 3 tahun Franda sekarang kamu sudah 20 tahun masa iya harus bercerai seperti ini gara-gara Amira? "jelas Fadil.
"Justru Bapak itu harus senang, karena dia sudah mengurusiku secara gratis tidak perlu harus Bapak bayar pengasuh lagi kan? Sekarang Aku sudah besar, Ya tidak masalah dong kalau dia minta pisah! Bukankah itu yang paling bagus supaya kita bisa bebas?"Franda yang tidak ingin mengucapkan terima kasih kepada Aida yang sudah menjaganya layaknya ibu kandung yang sudah memberikan kasih sayang seorang ibu menjaga dirinya ketika sakit dan juga tidak ada teman yang mau bergaul dengannya.
Fadil terpaksa memakan makanan yang ada di hadapannya itu meskipun rasanya sangat sulit karena perutnya sudah sangat lapar saat ini, pikiran dan juga hatinya seperti berbanding terbalik Ketika pikiran mengatakan bahwa ia akan baik-baik saja tetapi hatinya menolak.
Franda yang sudah selesai makan memilih untuk langsung masuk ke dalam kamarnya tidak ada niatan untuk menghibur Bapaknya, karena saking bencinya terhadap Aida sampai-sampai merasa bahwa perceraian mereka berdua itu merupakan jalan yang terbaik maka dari itu tidak ada rasa penyesalan ataupun bersedih dari peristiwa yang terjadi.
Fadil yang dari tadi berusaha menahan air matanya kini lolos begitu saja, kalau mau marah Iya karena Aida menggugat cerai dirinya tanpa berbicara lebih dulu dengannya dan keputusan ini merupakan suatu hal yang membuat dirinya benar-benar syok.
__ADS_1
Kalau merasa bersalah soal hubungan Adam dan juga Franda maka itu tidak akan pernah ada, karena memang itu rencana Fadil dari awal yaitu anaknya harus menikah dengan orang yang kaya.