
Di kediamannya keluarga Smith yang ada di kota Paris, Prancis, terlihat sepasang suami istri yang tengah berdebat. Bukan karena Salah satu ciri antara mereka sudah melakukan sebuah kesalahan yang fatal di dalam hubungan rumah tangga mereka, melainkan karena pemikiran mereka yang berbeda tentang masa depan Putra mereka satu-satunya di dalam keluarga tersebut
Andara tetap pada pendiriannya yaitu menjodohkan Daniel dengan Cahaya yang jelas-jelas merupakan wanita yang berasal dari negara asalnya yaitu Indonesia, namun berbeda dengan Michael yang ingin agar anaknya yang menentukan pilihan sendiri dalam hidupnya sebab Biar bagaimanapun Daniel itu sudah besar Segala sesuatu tidak mungkin dong harus diurus oleh kedua orang tuanya.
"Papa itu kenapa sih selalu saja tidak pernah mendukung apapun yang Mama inginkan, padahal ini sebenarnya perkaranya Mudah Saja yaitu hanya tinggal memberikan Restu Ya sudah mereka bakalan menikah! Karena Mama melihat cahaya itu juga merupakan wanita yang baik-baik saja tidak neko-neko perbuatannya di luar sana, Jadi untuk apa harus mencari segala sesuatu ***** bengek-nya yang hanya membuat kita sebagai orang tua itu pusing dan juga akhirnya sampai mati pun tidak akan pernah yang namanya menimang cucu dari anak sendiri? "omel Andara kesal tetapi Mikael Ya tentu saja tidak terima dong kalau segala sesuatu ajarannya itu selalu dibantah oleh istrinya.
Michael inginnya istrinya itu bisa berpikir secara rasional Coba saja jika posisi dirinya dibalik dengan Daniel kira-kira ya bakalan menerima tidak kalau orang tuanya melakukan Seperti hal ini, pasti bakalan terjadi perdebatan sepanjang waktu seperti yang dilakukan oleh Andara kepadanya yang seolah-olah begitu sengsara ketika Daniel menentukan pilihan dalam hidupnya tanpa melibatkan campur tangan kedua orang tuanya.
""Seharusnya sebelum mama menjodohkan anak sendiri Lebih baik sudah diteliti asal wanita itu Dan juga bagaimana pergaulannya selama ini, jangan jangan sampai di depan kita dia berlagak seperti seorang wanita yang tahu sopan santun dan setelah di belakang kita?"perkataan Michael itu tentu saja tidak diterima oleh Andara karena menurutnya kecurigaan suaminya itu tidak berdasarkan fakta dan juga kesannya hanya mengada-ngada dan juga terlalu dibuat-buat serta dilebih-lebihkan.
"Papa Biasanya kalau sudah tidak menyukai seseorang ya Otomatis di dalam pikirannya pasti hanya yang buruk-buruk tentang orang tersebut, Ya seperti yang terjadi kepada Papa saat ini yang terlalu menganggap bahwa Cahaya itu merupakan bukan wanita baik-baik dan juga tidak pantas jika disandingkan dengan Daniel! "ujar Andara yang tetap ada pendiriannya membuat Michael Ya jelas tidak terima karena menurutnya istri itu memang merupakan ibu rumah tangga sekaligus wanita yang melahirkan Daniel ke dunia hanya saja intinya dirinya juga harus menghormati kehadiran kepala keluarga Karena kaki tidak bisa berjalan jika tanpa kepala sebab tidak ada yang bisa menentukan arah.
"Kalau Mama tetap pada pendirian seperti itu maka Papa pun bisa, yaitu tidak akan pernah membiarkan siapapun menikah dengan Daniel atas unsur paksaan seperti ini! Persetan kalau orang itu adalah Mama yang melakukannya, karena Papa sebagai kepala keluarga juga harus didengar. Jika segala sesuatu urusan di dalam rumah ini hanya perintah Mama saja yang harus didengar, yaitu artinya mama sudah siap menjadi seorang janda!"tegas Michael lalu segera pergi dari situ dirinya tidak mempermasalahkan jika nantinya harus berpisah dengan Andara karena sebagai seorang pria dirinya juga punya Batas kesabaran ketika kehadirannya di dalam keluarga tidak pernah dihargai sama sekali dan hanya dibutuhkan uang yang dihasilkan melalui keringatnya.
Andara jelas aja syok dengan semua perkataan yang dilontarkan oleh Michael barusan, dirinya bahkan tidak menyangka jika suaminya yang selama ini begitu bucin ternyata dengan mudahnya mengatakan sebuah kata keramat yang paling dibenci oleh semua wanita di dunia ini yaitu menjadi seorang JANDA.
"Papa kok bisa ya tiga-tiganya mengucapkan kata itu kepadaku, Memangnya apa yang salah sama Cahaya? Ah Pokoknya aku harus menghubungi Daniel agar segera pulang dan membujuk Papanya, karena Biar bagaimanapun Aku ingin segera pernikahan Daniel dilakukan. Dengan begitu Aku tidak akan merasa malu dong dengan teman-teman sosialitaku yang lainnya, yang semuanya sudah pada menimang cucu sedangkan aku ya seperti ini saja kehidupannya!"batin Andara lalu memilih untuk menghubungi Daniel ketika permasalahannya ini belum bisa terselesaikan bersama dengan suaminya yang malah memilih untuk masuk ke dalam kamar dan tidak peduli lagi dengan istrinya yang terlihat belum selesai berbicara.
Daniel yang sedang menyetir mobil untuk menuju ke apartemennya Sarah di mana ada Amira di situ, terlihat mengerutkan keningnya ketika ada panggilan masuk dari sang Mama yang selama ini jarang sekali menghubunginya jika tidak ada keperluan yang mendadak.
Daniel mulai merasakan pikirannya yang tidak begitu menyenangkan dan juga Mulai mewaspadai sesuatu, karena menurutnya Jika anda sudah menghubunginya seperti ini pasti ada sesuatu hal yang akan merugikan Tengah direncanakan oleh mamanya tersebut.
"ya Mama, ada apa ya? soalnya aku sekarang lagi menyetir loh, kalau mama mau menelepon seperti ini otomatis tidak bakalan fokus nantinya! "ujar Daniel dan tidak ingin berbasa-basi agar anda juga segera mengemukakan alasan dirinya menelpon.
__ADS_1
Andara di seberang terlihat menghela nafasnya kasar karena sangat tidak suka sikap Daniel yang beda tipis dengan Papanya itu, bahkan bisa dibilang kedua Manusia itu sama-sama memiliki sikap yang tidak suka jika kemauannya dibantah oleh siapapun.
"Kamu itu bisa tidak menanyakan dulu kabar mama, kemudian kasih perhatian seperti layaknya anak-anak pada umumnya kepada orang tuanya? Masa iya langsung nyeruduk seperti itu seolah-olah Mama ini tidak pantas menelpon anaknya sendiri karena, kalau seperti begitu kamu ngomong dong biar Mama juga sadar diri dan tidak usah mengganggu kehidupan kalian! "omel Andara kesal karena belum hilang emosinya terhadap sikap Michael sekarang malah ada Daniel yang memancing dirinya.
Daniel jelas aja bingung karena tiba-tiba Andara Malah memarahinya seperti itu, seolah-olah apa yang ia katakan tadi itu salah.
"Ya sekarang pertanyaannya salahnya itu di mana Mama? Aku ini lagi menyetir ya Otomatis butuh yang namanya fokus, jadi tidak ada salahnya dong kalau menyuruh Mama langsung to the poin saja! "sahut Daniel yang tidak tahu lagi harus bersikap seperti apa.
"Kamu kapan jadinya ketemu sama Cahaya, biar bisa atur pertunangan kalian setelah itu langsung mengatur kapan bakalan diadakan pernikahan? Soalnya kamu kan tahu sendiri kalau....
Oh tentu tidak ferguso, sebab Daniel merupakan manusia hidup yang otomatis tidak bisa dong ditentukan pilihan hidupnya oleh orang lain meskipun itu merupakan Mamanya sendiri.
"Mah stop! Kenapa tidak ada hujan dan juga tidak ada angin cuacanya begitu cerah mama malah mengatakan suatu hal yang tidak masuk akal seperti tadi, seolah-olah hari esok sudah tidak ada lagi dan juga stok wanita di dunia ini juga sudah habis sampai-sampai harus memberikan aku istri seperti begitu? "tanya Daniel yang langsung memotong perkataan darah karena menurutnya Jika ia hanya mendengarkan saja ya Otomatis Andara pasti bakalan berpikir bahwa dirinya menyetujui Perjodohan yang terjadi antara Daniel dan juga cahaya untuk kedepannya yang semuanya sudah diatur oleh Mamanya sendiri.
Andara mengerutkan keningnya ketika mendengar jawaban yang diberikan oleh Daniel tadi, padahal dari awal memang ia tahu bahwa anaknya sudah sempat menolak Perjodohan tersebut Hanya saja karena Daniel mengatakannya secara biasa saja makanya ia mengira bahwa anaknya itu sudah berubah pikiran.
"loh bukannya dari awal kamu memang mau kalau mau menjodohkan dengan wanita pilihan Mama itu kan? Jadi sekarang kalau kamu menolak secara tiba-tiba itu sepertinya sangat tidak masuk akal loh, dan juga kamu hanya ingin mempermalukan Mama serta tidak mengindahkan apapun yang Mama inginkan! "jelas Andara membuat Daniel ingin sekali mematikan panggilan tersebut atau lebih tepatnya membuang ponselnya itu ke sembarang arah agar tidak mendengar lagi ada yang berbicara.
Andara yang mendengar Daniel tidak menjawab apapun yang ia katakan ya mendarat menjadi kesal sendiri, dan niat itu sudah besar jadi seharusnya tahu cara bersikap menghormati orang tua tetapi yang ada malah sebaliknya.
"Kamu kenapa malah diam seperti itu? mulut kamu itu sudah tidak bisa dipakai buat berbicara lagi, atau memang sudah tidak ada niatan untuk menggunakannya? "tanya Andara kasar.
"Selamat malam mah, lebih baik istirahat yang tenang pikirkan masa depan harus bagaimana caranya agar tidak terus bertengkar dengan papa! Aku mau melanjutkan perjalanan soalnya sudah dekat dengan rumahnya jantung hatiku saat ini, jadi tolong jangan memilihkan jantung hati yang lain untukku karena aku tidak ada niatan sama sekali untuk serakah dan mengambil yang seharusnya menjadi milik orang! "jelas Daniel membuat pria itu benar-benar sadar dengan apa yang harusnya ia katakan dari dulu agar Mamanya itu paham.
__ADS_1
"kamu itu anak yang kurang...
Tut
Sebelum Andara rapat berkepanjangan tidak berhenti sama sekali dan alhasil membuat kuping ingin lepas satu persatu, lebih baik dan yang memilih aman dengan mematikan panggilan tersebut toh nanti kalau Andara marah-marah juga pasti tidak mungkin ada niatan untuk menghabisinya sebab Biar bagaimanapun dirinya merupakan anak kandung dari wanita tersebut.
"Dasar anak kurang ajar padahal orang tua belum selesai berbicara dia malah dengan seenak jidatnya mematikan panggilan dariku, awas aja kalau sampai nanti ketemu dengan dirinya maka Aku pastikan high heels yang aku pakai akan mencium sempurna jidatnya! "omel Andara lalu memilih untuk menyusul suaminya yang pastinya Tengah bobok cantik di atas ranjang Princess milik mereka dan juga jangan lupakan model tempat tidur yang begitu nyaman dan juga enak untuk dipandang.
ketika masuk ke dalam kamar ternyata suaminya itu malah sibuk dengan laptop yang ada di hadapannya seolah-olah tidak peduli dengan kehadiran Andara di sekitarnya, membuat wanita itu benar-benar merasakan sakit hati karena ternyata suaminya itu lebih memilih pekerjaan dibandingkan menenangkan dirinya yang jelas-jelas tadi baru saja dipermainkan oleh dirinya.
Andara kali ini memilih untuk mogok bicara terserah nantinya mau jadi apa pernikahan mereka, yang penting intinya ia merasa nyaman untuk dirinya sendiri dan juga tidak perlu memaksakan diri untuk membuat orang lain merasa nyaman dengannya.
"Tidur saja dengan tenang Jangan pernah memikirkan aku yang katanya tidak peduli dengan pemikiran kamu, Percayalah Separuh Hatiku itu sebenarnya miliknya kamu tetapi kamunya saja yang tidak pernah mengakui bahwa suami kamu ini juga berhak menyampaikan apa yang dia inginkan! "jelas Michael yang sengaja menyindir suaminya itu dan bukannya membuat Andara merasa tersanjung Tetapi wanita itu malah merasa kesal dengan sikap cuek yang dilakukan oleh suaminya.
...****************...
Adam mengepalkan tangannya emosi ketika melihat Daniel yang begitu antusias untuk menuju ke apartemen milik Sarah, ya dirinya sangat tahu dan juga sadar apa yang membuat ia emosi yaitu sekarang Daniel pasti berniat untuk menemui istrinya. Kemudian melakukan makan malam seperti biasanya dan juga mengobrol santai, akan tetapi berbeda dengan dirinya dan juga Amira yang sudah tidak cocok lagi untuk saling berkomunikasi.
"Kurang ajar sekali pria itu sampai-sampai sudah di jam seperti begini bukannya kembali ke rumah malah menemui istri orang, Memangnya dia sudah tidak punya lagi stok wanita di luaran sana sampai-sampai yang masih menjadi milikku pun ingin sekali direbutnya secara paksa? "omel Adam yang jelas saja tidak terima dengan Sikap yang ditunjukkan oleh Daniel yang menurutnya sangat berlebihan dan juga tidak punya perasaan malu sama sekali.
"Ya definisi yang dirasakan oleh Nyonya Amira Seperti yang anda katakan itu Tuan, yaitu Kenapa yang menjadi miliknya malah disentuh dan juga melakukan sesuatu yang memalukan sampai-sampai tidak sadar kalau mereka sudah sampai sejauh itu. "Rangga sudah tidak takut lagi kalau bakalan dipecat oleh Adam karena menurutnya pria itu tidak akan bisa maju kalau bukan ada dirinya yang menyokongnya dari belakang.
Adam memasang tatapan membunuhnya kepada Rangga yang terlihat dari tadi seolah berseberangan pendapat dengannya, padahal seharusnya pria itu mendukung dirinya 100% agar bisa segera kembali dengan Amira.
__ADS_1
"kalau tahu nanti perkataan kamu bakalan membuat saya emosi seperti begini lebih baik dari awal kamu tinggal saja dan tidak usah ikut ke manapun saya pergi, karena kehadiran kamu itu bukannya membuat hidup saya lega malah jadi semakin sengsara sebab tidak ada yang mengerti sedikit pun! "omel Adam memasang wajah kesalnya tetapi Rangga hanya mengangkat kedua bahunya tinggi-tinggi seolah tidak peduli sama sekali dengan isi pemikiran dari pria tersebut.
Daniel yang semakin mendekat merasa heran ketika melihat ada Adam tepat di depan pintu apartemennya Sarah, padahal seharusnya di jam begini pria tersebut sudah istirahat tidak perlu harus nongol dan juga melakukan sesuatu yang tidak diinginkan oleh tuan rumah.