Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata
Biang Onar


__ADS_3

Franda jelas saja tidak terima ketika dirinya berbicara panjang lebar tetapi Bapaknya itu seperti tidak menggubris sama sekali, padahal ini kalau bisa dibilang menurut wanita itu menyangkut harga dirinya dan kalau menyangkut harga dirinya tentu saja dirinya tidak mungkin diam saja.


Bukannya menjadi orang yang tidak punya malu sama sekali hanya saja hidup di ibukota itu harus bisa yang namanya membuang rasa malu tadi, agar tetap hidup agar tetap bisa bernafas dan juga agar bisa tetap kenyang tidak kelaparan karena kalau misalnya mati kelaparan sungguh sangat memalukan dan juga bisa dibilang gaya doang tetapi kantong jebol.


bukan juga ingin menjadi orang yang bisa dibilang ingin tetap kalem kemudian meninggikan gengsi jika akhirnya diri sendiri yang bakalan kewalahan, karena Biar bagaimanapun segala sesuatunya itu harus diatur agar gaya hidupnya tetap terjaga dan juga sumber penghasilannya pun dari berbagai arah tidak hanya dari pekerjaannya saja.


"Bapak Kenapa diam saja dari tadi, apa tidak menghargai semua kerja keras yang sudah aku lakukan? kalian tega sekali jadi orang Padahal aku sedang berusaha mengembalikan harga diri kita, dan juga supaya Mungkin wanita itu bisa memberikan kita sedikit hartanya supaya biar tidak bekerja kita masih bisa makan dan minum serta tidur dengan tenang di tempat ini! " Omel Franda soalnya dirinya masih tetap berharap kalau Aida bakalan memberikan hartanya walau hanya secuil kepada Fadil sebagai mantan suaminya ya hitung-hitung sebagai harta gono gini.


Fadil menatap tajam ke arah anaknya itu soalnya menurutnya itu Franda sudah terlalu jauh untuk menentukan sikapnya dan juga mengatur kehidupannya padahal jelas-jelas Fadil yang harus melakukannya, dirinya merupakan seorang ayah yang sudah menghadirkan anaknya ke dunia yang sudah menggendongnya ketika menangis dan menjaganya ketika Susana meninggalkannya begitu saja.


Ibunya Franda dulu bahkan tidak mau mengurus anaknya itu sama sekali dan ketika usia Franda baru sebulan wanita itu langsung meninggalkannya, sampai waktu umur Franda di tahun yang ketiga Fadil bertemu dengan Aida dan merasa cocok lalu menikah dengan wanita itu dan setelah itu segala macam perawatan dan juga apapun yang Franda butuhkan di atur oleh Aida yang sudah menganggapnya seperti anaknya sendiri.


"kamu itu memang anak yang tidak tahu terima kasih sama sekali! jangan permalukan Bapak dengan sikap kamu itu yang mementingkan uang dibandingkan segala-galanya, kalau memang kamu ingin mencari malu ya sudah ke tempat lain yang penting Intinya jangan pernah mengusik ketenangannya Aida lagi ! dia itu sudah cukup capek selama ini mengurus kita dan tidak pernah mengeluh sama sekali ketika harus bekerja untuk menafkahi seluruh anggota keluarga tapi apa yang kita berikan untuk dia dan juga apa balasan yang kita kasih tidak ada sama sekali kan?"tanya Fadil membuat Franda mendengus kesal soalnya dirinya sangat tidak suka ketika apa yang ia inginkan harus diatur-atur oleh orang lain.


"sudah cukup! Bapak kalau seperti begini terus yang ada aku bakalan tambah membenci Bapak dan juga tidak akan mengakui kepada siapapun kalau aku punya seorang bapak yang tidak berguna sama sekali, sadar kan selama beberapa bulan terakhir ini aku yang selalu menghidupi Bapak dengan uangku dengan hasil keringatku sedangkan Apa sih yang Bapak kasih? "teriak Franda membuat Fadil hanya bisa mengusap dadanya pelan mencoba untuk tetap tenang dan juga mencoba untuk dilapangkan sabarnya sehingga tidak akan pernah memarahi anaknya itu.


"Ya Tuhan dosa aku di zaman dulu itu seperti apa sih sampai-sampai membuat anakku menjadi orang yang tidak tahu diri dan juga tidak tahu terima kasih sama sekali, ampunilah segala macam dosa yang pernah aku lakukan dan dosa kedua orang tuaku dan juga dosa anak-anakku jika selama ini kami hidup hanya menjadi benalu di dalam rumahnya orang lain! "Fadil hanya ingin hidup dengan tenang di masa tuanya tidak ingin menyimpan dendam tidak ingin yang namanya mempermalukan dirinya sendiri akhirnya malu itu dibawa Sampai Mati.

__ADS_1


Franda bukanlah tipe orang yang akan menyerah begitu saja dan juga akan mendengar setiap saran yang diberikan orang-orang, sebab kalau memang Fadil tidak setuju dengan apa yang ia lakukan Ya terserah dari pria itu tetapi dirinya tetap pada pendirian kalau tidak akan berubah pikiran sama sekali.


"kamu jangan coba-coba merencanakan sesuatu yang tidak Bapak ketahui sama sekali ya, kalau sampai hasil akhirnya kamu membuat Bapak kecewa sama sekali maka kamu akan lihat saja Bapak bakalan bikin perhitungan Dan Kamu akhirnya akan menyesal! " Ancam Fadil karena menurutnya jika dirinya terlalu diam dan juga melihat segala macam tingkahnya Franda ya anaknya itu bakalan terus saja melakukan sesuatu yang tidak tidak.


Franda tertawa mengejek ketika melihat bapaknya itu sekali lagi sepertinya setengah membela Aida dan juga tidak ingin wanita itu kenapa-napa, padahal Franda saja belum bergerak Coba kalau misalnya dirinya sudah bergerak dan Aida kenapa-napa entah bagaimana nasib dan juga perasaan dari Fadil itu sendiri.


"susah sekali ya Kalau ditinggal pas lagi sayang-sayangnya karena lama-lama tahi ayam rasanya juga seperti coklat, padahal dia lho yang membuang Bapak tetapi kenapa sampai sekarang tetap membela dia ya? apa sih kehebatan dari wanita itu yang bisa membuat bapak klepek-klepek sampai saat ini Padahal aku yang melihatnya saja rasa mau muntah, jadi orang itu harus punya yang namanya komitmen sekali dibuat kita tidak akan pernah kembali karena kita bukan sampah! jadi pria Harusnya bisa melupakan orang-orang yang sudah tidak berguna di masa lalu dan juga sudah mencampakkan kita karena merasa bahwa kita itu tidak pantas tersanding dengannya, bukan malah membela dia menyanjung dia dan memperlakukan dia seperti orang yang tidak punya salah sama sekali? "ujar Franda dengan kata-katanya yang menurut Fadil begitu mengejek dan juga sepertinya tidak punya perasaan sama sekali ketika mengatakan semua itu.


"masih baik bapak ditinggal tapi masih punya harga diri sama sekali, Memangnya kamu lupa dengan keadaan yang kamu miliki? atau kamu ingin bapak mengulang lagi kejahatan yang selama ini kamu lakukan yaitu berselingkuh dengan suaminya orang dan orang itu yang sudah mengurus kamu dari kecil, Lalu setelah itu balik selingkuh baik dengan pria yang lain dan menjadikan dia simpanan padahal itu bukan uang kamu loh Itu hasil uang dari Selingkuhan kamu yang pertama kan? "Fadil itu kalau sudah marah hati nuraninya akan tertutup dan juga setiap kata-kata yang dilontarkan tidak akan pernah dipikirkannya lagi.


Franda membulatkan matanya sempurna karena bapaknya itu secara tidak langsung sudah menghina dirinya padahal seharusnya Fadil membelanya dan juga tidak mengungkit kesalahannya di masa lalu, karena Bukankah itu semua atas kerjasama mereka berdua maka bisa terjadi coba saja kalau Fadil tidak mendukung apa yang ia lakukan Ya tentu saja dirinya tidak mungkin punya kekuatan untuk mampu berselingkuh dengan Adam.


Fadil menghembuskan nafasnya kasar ketika tahu bahwa anaknya itu sebenarnya merasa kecewa kepadanya, Ya memang ini semua akibat kesalahannya tetapi jangan salahkan dirinya juga jika menjadi orang yang ingin bersikap kasar hanya untuk membela harga diri orang lain.


fadil tidak masalah jika dirinya yang dimusuhi dan dirinya juga tidak masalah jika akhirnya ada orang yang tidak suka dengannya, tetapi Intinya jangan pernah orang itu tidak menyukai Aida karena apa yang pernah terjadi di antara mereka itu adalah kesalahan Fadil bukan kesalahan Aida apalagi Amira.


Amira kali ini memilih untuk istirahat tidak ada niatan untuk mengecek ponselnya karena menurutnya suaminya juga belum sampai di Singapura, Jadi untuk apa bermain dengan benda itu jika akhirnya hanya membuat dirinya mengantuk dan seperti benda itu tuh kayak punya kekuatan untuk mengajaknya tidur.

__ADS_1


Aida ceritanya sedang nonton televisi tetapi bukan dirinya yang menonton melainkan televisi yang baik menontonnya, Bagaimana tidak wajah wanita itu memang mengarah ke layar televisi tetapi pikirannya itu melalang Buana kemana-mana.


Surti yang tadi sedang sibuk di dapur dan ketika sudah selesai memilih untuk bergabung dengan Aida hanya bisa menggelengkan kepala ketika melihat tingkah majikannya itu, sebenarnya sangat miris ketika usia yang sudah tua ini Tetapi malah bercerai dari pria yang sudah menemaninya bertahun-tahun hanya karena kesalahan yang sangat fatal yang bisa dibilang sudah tidak ada kata maaf lagi.


kalau mau bertanya Surti betah tidak berada di keluarga yang punya sejuta masalah itu Ya jelas saja dirinya betah, karena ia ingin diandalkan oleh mereka sebab ketika kita menyayangi seseorang ataupun sebuah keluarga tidak boleh saat mereka senang saja harusnya saat mereka susah pun kita rangkul dan mencoba untuk membuat mereka merasa bahwa tidak ada yang bakalan meninggalkan mereka di saat susah.


"Ibu, apa ada yang dipikirkan? kalau memang ada dan begitu Mengganggu ya Bibi Bukannya ingin lancang ataupun tidak sopan, tetapi tidak ada salahnya jika berbagi beban pikiran itu siapa tahu mungkin dengan begitu bakalan terasa lebih ringan kemudian sedikit lega pikirannya dan akhirnya bisa mengambil solusi yang terbaik! "tawar Surti yang benar-benar tidak tega karena dirinya tahu kalau Aida itu orang baik jadi ketika dirinya mengalami kesulitan ataupun keluarganya di kampung membutuhkan uang pasti Aida dan juga Amira tidak akan kamu tahu untuk mengeluarkan uang agar bisa Surti dikirimkan ke keluarganya di kampung.


Aida tersenyum ketika mendengar tawaran dan diberikan oleh Surti tadi dan dirinya sangat bersyukur karena masih ada orang baik yang peduli kepadanya, Ya jelas saja dirinya dikelilingi oleh begitu banyak orang baik Contohnya seperti keluarga dari Adiguna dan juga putrinya sendiri yaitu Amira serta sekarang ada Surti juga.


Siapa sih yang tidak bahagia ketika di usia tua seperti ini dirinya begitu dikelilingi banyak orang baik yang jelas-jelas memiliki perasaan dan juga hati yang begitu tulus, bukan karena hanya ingin mencari muka dan juga bukan hanya karena ingin mendapatkan nama di sekitar tetapi Percayalah itu semua mereka lakukan langsung dari dalam lubuk hati yang paling dalam.


"Terima kasih Bibi, tetapi Percayalah aku tahu apa yang terbaik dan juga tidak! Karena saya tidak ingin membebani pikiran Bibi dengan Begitu banyak macam pikiran, biarlah ini saya yang jalani lalu setelah itu mencari solusi yang terbaik! Bibi cukup tetap berada di sini dan juga temani kami serta memilih bertahan untuk menjalani semuanya ini, karena hanya itu yang kami butuhkan tidak ada satupun orang-orang di sekitar kami yang pergi menjauh!"jelas Aida sambil tersenyum membuat Surti hanya menganggukan kepalanya sebab dirinya tahu kalau Aida itu merupakan wanita Strong dan juga Mandiri serta bisa menjalankan semua permasalahannya dengan begitu baik karena memang itulah kebiasaannya selama ini.


"Bibi masak apa sih di belakang dari tadi kok repot banget Padahal di rumah ini hanya kita bertiga saja loh, Kalau capek lebih baik kita pesan makanan saja dari luar karena biar bagaimanapun tubuh itu butuh istirahat! Jangan karena Bibi merasa bahwa Bibi itu dibayar jadi bekerja terus, karena kami tidak pernah menghitung segala sesuatunya dari situ tetapi yang kami inginkan Bibi betah bekerja di sini tetapi tidak memaksakan tenaga! "jelas Aida dan Surti memang mengakui kalau hal itu dari awal dirinya sangat betah bekerja di situ akibat memiliki majikan yang begitu ramah kemudian dirinya diperlakukan layaknya keluarga.


"Bibi bangga dan juga senang bisa bekerja di keluarga yang memiliki hati nurani Seluas Samudra, kalau misalnya selama ini Bibi punya salah ya Sudah Bibi minta maaf sepenuh hati setulus ikhlas Tetapi kalau memang tidak punya salah Syukurlah Itu artinya Bibi sadar diri! "sahut Surti Sambil tertawa kecil membuat Aida mendengus .

__ADS_1


"Ya ampun Bibi Kenapa sih Ngomongnya aneh seperti itu, Amira itu selalu sayang sama bibi dan merasa Bibi itu merupakan ibunya Amira yang kedua setelah Ibu Aida! jadi jangan ngomong yang aneh-aneh lagi Soalnya nanti mau buat aku sangat merasa sakit hati dan juga seperti ditusuk apa gitu, Pokoknya Bibi itu paling the best deh tidak pernah tergantikan dengan yang lain dan juga tidak akan pernah digantikan!"jelas Amira yang tiba-tiba muncul Padahal tadinya ingin istirahat kenapa sekarang malah ikut nimbrung dengan percakapan mereka.


"loh tadi katanya mau istirahat, Nak? ah jangan bilang lagi kangen sama suami akhirnya tidak bisa memejamkan mata karena terlalu kepikiran, Kasihan ya yang sekali-kali ldr-an padahal dulu berbulan-bulan saja biasa saja kenapa sekarang jadi luar biasa? "tanya Aida sambil tersenyum mengejek.


__ADS_2