
Adam sudah merasa jengah dengan kehadiran wanita itu karena bukannya pergi malah tambah ngotot untuk berbicara dan juga agar ada mau pergi dengannya saat ini juga, pada hal Adam Posisi sekarang itu lagi terjepit takutnya jangan sampai Amira datang dan menemukan dirinya dengan Tania.
ya kalau misalnya istrinya itu tidak salah paham tidak masalah tetapi kalau misalnya wanita itu malah salah paham dan berpikir kalau dirinya dengan sengaja untuk bertemu dengan wanita lain di tempat itu, bisa panjang urusannya bahkan bisa dibilang masalah yang mereka berdua yang belum selesai harus tetap menggantung seperti ini akibat kelakuan para wanita di masa lalunya itu.
Bukannya ingin tidak sopan santun kepada orang yang sebenarnya pernah kita kenal dekat di masa lalu hanya saja masa depan itu tidak selamanya harus bergantung pada keadaan di masa lalu kita, Terkadang ada masa lalu yang memang harus kita lupakan habis mungkin tidak perlu harus membawa sisa-sisanya lagi jika tidak ingin orang di masa depan kita merasa tidak nyaman dan juga sangat tidak suka dengan apa yang kita lakukan.
Sebab tidak selamanya orang yang menjadi pilihan kita saat ini mau menerima apapun yang kita lakukan dulu Terkadang mereka bahkan memilih untuk berpisah karena merasa yakin jika kita itu tidak akan pernah berubah menjadi lebih baik, dan tioe wanita seperti Tania inilah yang membuat kehidupan Adam menjadi lebih tidak berwarna karena saat ini pasti Amira telah berpikir yang tidak tidak kepadanya.
Tania pun tetap ngotot tidak ingin pergi dari situ sebelum Adam mengiyakan ajakannya ya Meskipun dari awal pria itu berserisih dengan kedatangannya, Tetapi kalau makan yang namanya rasa malu ya otomatis dia bakal mati kelaparan maka dari itu membiarkannya saja dipermalukan oleh Adam yang penting intinya pria itu mau bertemu denganmu kemudian mau mengobrol seperti biasanya.
"Jadi gimana, Kamu mau kan pergi denganku seperti dulu lagi atau mungkin bisa menginap di apartemenku sekarang? "tanya Tania serius membuat Adam menatap heran ke arahnya karena dari awal memang tidak ada pembahasan mengarah ke tempat itu bahkan dirinya saja tidak peduli dengan kehadiran wanita itu tetap kenapa sekarang malah terlihat begitu memaksakan kehendak seolah-olah mereka pernah membahas hal ini sebelumnya.
"Maaf ya kalau bisa sebagai seorang wanita punya harga diri dan jangan terlalu terlihat murahan, soalnya saya sangat tidak suka dengan keberadaan kamu di sini karena hanya mengganggu kehidupan saya dan juga kamu nanti akan membuat istri saya salah paham. "jelas Adam kesal sambil sesekali menoleh ke arah toilet berharap agar istrinya itu tetap tertahan di tempat itu sampai Tania pergi dulu.
__ADS_1
"Ya kamu kan dari dulu Sudah tahu bagaimana kelakuanku, Jadi kalau kamu mengucapkan soal harga diri rasa-rasanya di hadapan kamu Aku sudah tidak punya sama sekali. Memangnya ada yang salah kalau saat ini aku duduk terus ngobrol sama kamu membahas soal masa depan kita, kalau memang salah Ya sudah kamu jelaskan Di mana letak kesalahanku itu biar aku sadar dan juga bisa merubahnya hanya untuk kamu? "tanya Tania dengan mimik wajah yang begitu penasaran tetapi berbeda dengan Adam yang benar-benar merasa tidak nyaman dan juga ingin sekali memberikan kode kepada satpam agar menyeret wanita itu keluar.
"Demi Tuhan tolonglah kali ini mengerti dengan keadaanku yang jelas-jelas bukan merupakan seorang pria single, aku itu sudah punya istri dan sedikit lagi mau melahirkan masa iya aku harus menggantikan posisinya dia dengan batu kerikil seperti kamu? "tanya Adam dengan tatapan mengejek membuat Tania mengepalkan tangannya karena merasa sudah diinjak-injak.
"seorang pria kan bisa menikah lebih dari satu kali bahkan menikah sampai 10 kali pun tidak masalah, Jadi kenapa kamu merasa keberatan ataupun ketakutan nanti bakalan ketahuan oleh istri kamu? Sebagai seorang pria itu bebas mau menikah sampai berapa kali yang penting Intinya kamu bisa bersikap adil kepada para istrimu yang lain, Ayolah negara kita tidak buruk-buruk amat Kok dalam mengatur pernikahan Penganut aliran poligami?" pinta Tania dengan begitu semangat tetapi Percayalah ada seseorang yang sedang diajak untuk ribut saat ini juga Tengah mendekat dan menatap tajam wanita yang menurutnya cara berpakaiannya yang kurang bahan atau bisa dibilang setengah jadi sampai bagian anggota tubuhnya yang lain itu terasa mau meluap kemana-mana.
Brak
"Sayang ini tidak seperti yang kamu pikirkan Karena Mas punya penjelasan untuk semuanya, tolong ya mengerti dan juga yakin Kalau suamimu ini tidak mungkin tergoda dengan papan triplek seperti dia dan juga Percayalah Kalau suamimu memiliki hati yang benar-benar setia ! "pinta Adam penuh permohonan takutnya jangan sampai istrinya itu malah memarahinya seperti yang dulu-dulu Padahal tadi sore saja mereka baru bertengkar masaknya sekarang harus terulang kembali?
Amira terlihat tersenyum Devil ke arah Tania membuat wanita yang dihadapannya itu hanya bisa pergi Soalnya menurutnya sangat tidak etis harus bertengkar dengan wanita yang bukan levelnya, tetapi Amira merasa urusan mereka berdua belum selesai jadi kalau misalnya Tinggal main kabur saja ya itu sama saja nanti besok-besok tidak menutup kemungkinan kejadian seperti ini bakalan terulang kembali.
"Kenapa melihat saya seperti itu, ada yang ganjil dengan bagian anggota tubuh saya atau mungkin kamu merasa iri karena kita berdua berbeda? "tanya Tania dengan tatapannya yang begitu merendahkan Amira sampai-sampai membuat Adam tersulit emosinya tetapi Amira memberikan kode kepada suaminya itu agar menghentikan ketiga kegilaan yang ada.
__ADS_1
"kamu jangan ikut campur urusan wanita atau aku bakalan benar-benar marah kepada kamu yang sudah berbohong, karena menurut logikanya wanita ini tidak akan pernah tahu kamu berada di sini kalau memang kamu tidak memberikan kabar kepada dia! "Adam membulatkan matanya sempurna ketika mendengar tuduhan yang diberikan oleh istrinya itu padahal jangankan memberi kabar kepada mereka bertemu dengan dirinya tadi saja sudah membuat Adam benar-benar merasa mual kenapa malah mencurigainya yang bukan bukan.
"Aduh Sayang ini sumpah 12 serius deh karena aku memang tidak pernah bertemu dengan dia sebelumnya dan juga tidak ada hubungan dengannya sama sekali, sebagai seorang wanita yang sangat mencintai suaminya dan Begitupun sebaliknya bukankah kita harus saling percaya satu sama lain supaya tidak ada penjahat seperti mereka ini berkeliaran diantara kita? "tanya Adam mencoba untuk meraih tangan istrinya tetapi Amira menepisnya dengan begitu kuat.
"Aku itu lagi ngobrol sama dia dan kamu bisa tidak Jangan menggangguku Terus, kenapa sih harus mencoba untuk menghalang-halangiku agar aku jangan marah-marah atau ini memang keinginan kamu dari dulu untuk selalu berbohong? "omel Amira kesal.
"Ya sudah sok atuh ngomong sama dia Terserah mau ngapain saja tetapi kamu jangan coba-coba menyakiti istriku tanpa kamu Atau aku bakalan membuat kedua tangan kamu itu tidak berfungsi dengan benar dan kemudian kedua mata kamu itu tidak akan pernah ada pada tempatnya, aku bukanlah tipe orang yang suka bercanda Dan aku bukanlah tipe orang yang suka mengalah ketika orang-orang terdekat aku disakiti seperti ini! " tegas Adam membuat Tania mendengar kesal karena merasa tidak terima karena Lagi dan lagi akhirnya selalu dibela.
Amira yang melihat suaminya sudah tidak ikut campur dengan masalahnya terlihat begitu bahagia dan kini ia memilih untuk mendekati Tania, kemudian memindai penampilannya dari atas sampai bawah ingin memastikan kira-kira merupakan lawan yang tepat atau tidak Dan Mungkin ini hanya merupakan kebetulan saja.
"Kamu itu sebenarnya cantik hanya sayang kecantikan kamu itu sudah sedikit lagi mau mendekati rasa basi, soalnya setiap hari kamu tontonkan saja kecantikan kamu yang harusnya kamu sembunyikan sampai-sampaikan aku yang sebagai seorang wanita saja ibu-ikutan merasa malu!"ujar Amira yang sudah sedikit menaikkan intonasinya ada bicaranya mungkin dengan begitu wanita tersebut bakalan paham.
"kenapa kamu malah nyolot, di sini itu yang salah itu kamu karena sudah berani-berani yang mengambil calon suamiku padahal sudah Harusnya kamu pergi menjauh dan tidak usah Muncul lagi di hadapan kami berdua sampai Kami bahagia dan juga tidak akan pernah tergoda dalam kehidupan orang ketiga. "omel Tania tidak terima.
__ADS_1